Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasi virtual membentuk dan mengubah struktur sosial dalam komunitas online. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan beberapa komunitas digital yang aktif pada platform Discord, Telegram, WhatsApp Group, Reddit, dan Kaskus. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri atas administrator, moderator, anggota aktif, serta anggota baru. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi digital, sedangkan analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi virtual membentuk pola interaksi yang dinamis, fleksibel, dan berbasis kesamaan minat. Struktur sosial komunitas berkembang melalui pembentukan peran digital, seperti administrator, moderator, kontributor inti, anggota reguler, dan lurkers. Penelitian juga menemukan bahwa norma sosial dalam komunitas online dibangun melalui aturan tertulis maupun kesepakatan informal yang dipertahankan melalui mekanisme kontrol sosial. Selain itu, komunikasi virtual menyebabkan pergeseran struktur sosial, di mana reputasi digital, tingkat partisipasi, dan kualitas kontribusi menjadi dasar utama dalam memperoleh status sosial dan pengaruh di dalam komunitas. Di satu sisi, komunikasi virtual meningkatkan kohesi sosial melalui intensitas interaksi dan rasa memiliki terhadap komunitas. Di sisi lain, komunikasi virtual juga berpotensi memunculkan konflik akibat kesalahan interpretasi pesan, keterbatasan isyarat nonverbal, serta persaingan memperoleh pengakuan digital. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi virtual tidak hanya berfungsi sebagai media pertukaran informasi, tetapi juga sebagai mekanisme utama dalam pembentukan struktur sosial baru pada masyarakat digital. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya kajian komunikasi digital serta menjadi rujukan bagi pengelola komunitas online dalam membangun tata kelola komunikasi yang lebih efektif dan inklusif.