Articles
Tofu Product Branding for Culinary Tourism of Sumedang, Indonesia
Dasrun Hidayat;
Hanny Hafiar;
Anisti Anisti
Komunikator Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/jkm.112022
Measuring standards for the management of tofu products as culinary tourism can contribute to the branding of the city of Sumedang, Indonesia. With the challenges in the technology era 4.0 the culinary industry, including Sumedang, is demanded to do branding through digital technology. This is the background of the importance of this study. The research design uses the ethnographic study of public relations with a qualitative approach. Data collection involved 4 producers and 4 consumers through interview and observation techniques. This research found differentiation as a strategy for managing tofu products. The differentiation strategy includes the use of digital promotional media in the form of websites and social media, which previously only used conventional media, such as banners. Differentiation can also be found in packaging using boxes made of woven bamboo. Another differentiation is in the variation of flavors by adding sambal kecap (chili soy sauce), sambal oncom (chili sauce mixed with a fermented caked product made of peanut press cake), sambal hejo (green chili sauce) in addition to its original accompaniment of the whole chilies. However, these changes do not change the tofu price of around 500 rupiahs per piece. Differentiation as an effort to build the branding of Sumedang city is what drives the local government to make tofu products as culinary tourism. This study offers a concept of culinary tourism as cultural tourism in the city of Sumedang. The concept of this tourism has not been much researched, although culinary culture is one of the intellectual properties that must be developed. Product development through product differentiation and convergence of Internet-based media is a product communication strategy effort for managing Sumedang Tofu products.
THE IPPAR Model sebagai Komponen Etnografi PR pada Kajian Public Relations Berbasis Budaya
Dasrun Hidayat;
Engkus Kuswarno;
Feliza Zubair;
Hanny Hafiar
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31315/jik.v15i1.2155
Artikel ini mengenalkan sekaligus menawarkan hasil temuan penelitian tentang komponen perilaku komunikasi PR berbasis budaya. Komponen terdiri dari aspek Insight-Program Strategic- Program Implementation-Action and Reputation atau disingkat menjadi The IPPAR Model. Komponen perilaku komunikasi PR merupakan transformasi hasil temuan lapangan atau originalitas data tentang pola perilaku Jakhu Suku pada ritual pemberian gelar. Pola perilaku meliputi tahapan pekhsiapan (persiapan), khencana (perencanaan), lestakhi (pelaksanaan), penghengok (dukungan) dan penghanggum (kepercayaan). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada keterkaitan antara temuan pola perilaku Jakhu Suku dengan konsepsi Public Relations dan budaya sehingga komponen The IPPAR Model dapat dikategorikan sebagai komponen Etnografi PR. Metodologi yang fokus pada perilaku komunikasi PR berbasis budaya. Dipaparkan tentang konsep, konstruk, prinsip dasar, serta cara kerja penelitian. Metodologi Etnografi PR dapat diterapkan pada konteks lembaga PR profit dan nonprofit. Kajian PR berbasis budaya pada konteks PR perusahaan, PR Pemerintahan, dan PR Non Pemerintahan.Kata Kunci: Etnografi PR, Perilaku Komunikasi, The IPPAR Model
PENGELOLAAN INSTAGRAM @Humas_Jabar OLEH BAGIAN HUMAS PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT
Alfian Romadhoni;
Hanny Hafiar;
Kokom Komariah
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35967/jkms.v6i2.4730
Media sosial merupakan media yang potensial dalam penyebaran informasi.Tujuan penelitianini adalah menggambarkan bagiamana pengelolaan media sosial Instagram @Humas_Jabar oleh bagianhubungan masyarakat Pemprov Jawa Barat yang meliputi proses share, optimize, manage dan engage.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data wawancara mendalam,observasi dan studi pustaka. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa: Humas Jabar pada prosesshare menyadari Instagram dapat membuka komunikasi dua arah. Namun, Humas Jabar belum optimaldalam membangun kepercayaan publik. Pada proses optimize pemantauan perbincangan belum optimalkarena hanya melakukan pengecekan manual. Pada proses manage, media monitoring belum optimalkarena hanya membuat laporan followers dan jumlah posting, quick response belum optimal karena hanyamelakukan pembalasan pada sore hari. Pada proses engage, menentukan brand influencer belum optimalkarena belum menggunakan social media tools. Pada tahap menentukan audiens Humas Jabar belumtepat karena menetukan audiens terlalu luas.
An Article Analisis Media Monitoring Terhadap Persib Bandung Pada Pekan 25-29 Liga 1 Indonesia 2024
Shofyan Tsauri Hermawan;
Centurion Chandratama Priyatna;
Hanny Hafiar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Komunikasi (JIMaKom) Vol. 5 No. 1 (2024): Komunikasi, Media, dan Strategi Promosi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sepak bola merupakan salah satu olahraga yang digemari banyak masyarakat di berbagai negara dunia, Hingga pada tahun 2022 saat kompetisi piala dunia mencatatkan sebanyak 1,5 miliar orang menonton final Piala Dunia 2022 dan hampir 6 miliar engagement di berbagai platform media sosial. Hal tersebut mengartikan sepak bola bukan hanya sekedar olahraga melainkan sudah menjadi industri yang memandang supporter sebagai publik utama. Hanya beberapa negara yang memiliki industri sepak bola yang baik. Salah satunya adalah Indonesia karena memiliki mayoritas masyarakat Indonesia menyukai sepak bola. Hal tersebut dapat dilihat dari salah satu klub sepak bola terbesar di Indonesia yang memiliki supporter dengan masa yang banyak dan loyalitas tinggi, yaitu Persib Bandung. Persib Bandung berhasil mendapatkan urutan ke 22 di dunia dengan kehadiran digital terbanyak berdasarkan riset dari hasil Fox Sport . Hal tersebut menjadikan alasan pentingnya media monitoring sebagai bentuk usaha pencarian dan pengamatan engagement dan sentimen pada media online terhadap Persib Bandung yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Studi kasus sebagai jenis metode penelitian dari deskriptif kualitatif memanfaatkan media monitoring dengan analytical tools sebagai alat untuk mengumpulkan data dari suatu peristiwa dalam rentan waktu yang telag ditentukan melalui aplikasi Brand24. Data yang dikumpulkan oleh aplikasi Brand24 berasal dari news dan webs.English: Football is a sport that is popular with many people in various countries around the world. Until 2022, when the world cup competition was recorded, 1.5 billion people watched the 2022 World Cup final and almost 6 billion engagements on various social media platforms. This means that football is not just a sport but has become an industry that views supporters as the main public. Only a few countries have a good football industry. One of them is Indonesia because the majority of Indonesian people like football. This can be seen from one of the biggest football clubs in Indonesia which has a large number of supporters and high loyalty, namely Persib Bandung. Persib Bandung managed to get 22nd place in the world with the most digital presence based on research from Fox Sport results. This is the reason why media monitoring is important as a form of search and observation of engagement and sentiment in online media towards Persib Bandung which can be used in decision making. Case studies as a type of qualitative descriptive research method utilize monitoring media with analytical tools as a tool to collect data from an event within a specified time frame through the Brand24 application. The data collected by the Brand24 application comes from news and websites.
ANALISIS MEDIA MONITORING TERHADAP PRODUK SEPATU ADIDAS BALI PADA BULAN MARET HINGGA APRIL 2024
Alyssa Rasheedah;
Hanny Hafiar;
Centurion Chandratama Priyatna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Komunikasi (JIMaKom) Vol. 5 No. 1 (2024): Komunikasi, Media, dan Strategi Promosi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Adidas merupakan salah satu merek olahraga yang berasal dari Jerman. Produk Adidas sendiri telah dikenal cukup lama karena menawarkan berbagai kebutuhan olahraga dengan desain yang mengikuti selera konsumen. Pada era digital seperti saat ini, mendorong perlu adanya media monitoring sebagai bentuk usaha pelacakan dan pemantauan merek dan produk di berbagai media.Perusahaan membutuhkan kegiatan media monitoring dalam pembentukan citra, posisi perusahaan, dan mengukur perhatian media kepada perusahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis serta membandingkan sentimen terhadap produk Adidas Bali pada media sosial dan media berita. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan diskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode netnografi yang melalui tools Brand24, yang mengumpulkan data berbasis segmentasi media sosial dan media berita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media berita berperan sebagai saluran publikasi yang netral dan positif untuk menginformasikan masyarakat tentang produk terbaru Adidas. Meskipun media berita menyebutkan produk tersebut tidak sebanyak media sosial, namun media berita memiliki jangkauan yang lebih luas. Media sosial berperan sebagai platform bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat mereka tentang produk Adidas, sehingga terjadi beragam sentimen. Namun, jangkauan akun di media sosial yang menyampaikan pendapatnya lebih terbatas daripada media berita, karena hanya terbatas pada para pengikut akun tersebut.
PENGELOLAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM @CHOCODOT_CATALOGUE OLEH PT TAMA COKELAT INDONESIA: Indonesia
Aprilliyani, Ega;
Hafiar, Hanny;
Budiana, Hery
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 8 No. 1 (2023): EDISI JANUARI
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52423/jikuho.v8i1.2
Kabupaten Garut yang berdiri sejak tahun 2009. Dalam melakukan kegiatannya, PT Tama Cokelat Indonesia menggunakan beberapa media sosial salah satunya Instagram dengan nama akun @chocodot_catalogue. Akan tetapi, kurangnya engagement menjadi hambatan dalam pengelolaan media sosial Instagram tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan media sosial instagram @chocodot_catalogue melalui tahap menyebarkan (share), optimalisasi (optimize), mengelola (manage), dan melibatkan (engage). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data wawancara mandalam, observasi, dan studi pustaka. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa dalam pengelolaan akun instagram @chocodot_catalogue pada tahap share dilatarbelakangi oleh PT Tama Cokelat Indonesia yang ingin melakukan komunikasi dua arah dengan masyarakat. Pada tahap optimize, pemantauan yang dilakukan untuk mengetahui apa yang dibicarakan oleh publik mengenai PT Tama Cokelat Indonesia dilakukan dengan cara manual yaitu pengecekan mention dan hashtag. Pada tahap manage, PT Tama Cokelat Indonesia sudah melakukan beberapa upaya, namun dalam tahap ini @chocodot_catalogue belum menggunakan social media tools. Tahap terakhir adalah engage dimana dalam tahap ini PT Tama Cokelat Indonesia belum memiliki influencer
PREFERENSI FOLLOWERS TERHADAP JENIS POSTINGAN AKUN INSTAGRAM @SUKABASKET_ID
Subagyo, Razaqa;
Hafiar, Hanny;
Syuderajat, Fajar
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 9 No. 1 (2024): EDISI JANUARI
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52423/jikuho.v9i1.116
Sukabasket_id merupakan salah satu fanpage olahraga basket terbesar di Instagram yang kini telah memiliki lebih dari 100 ribu followers. Followers dalam suatu akun tentunya memiliki preferensi berbeda mengenai jenis konten yang disukainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana jumlah postingan perbulan, jenis postingan, preferensi followers terhadap jenis postingan berdasarkan engagement rate dalam akun @sukabasket_id, serta jumlah mention dan sentimen followers terhadap akun Instagram @sukabasket_id. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun Instagram @sukabasket_id mengunggah postingan dengan frekuensi yang bervariasi pada setiap bulannya. Dengan jumlah postingan sebanyak dua hingga tiga unggahan per hari, yang diunggah pada waktu pagi, sore, dan malam. Berdasarkan jenis postingan, ditemukan bahwa jenis postingan educational brand post memiliki tingkat frekuensi postingan paling rendah jika dibandingkan dengan jenis postingan emotional brand post dan personal brand post. Followers akun Instagram @sukabasket_id memiliki tingkat preferensi berdasarkan engagement rate tertinggi pada postingan berjenis emotional brand post diikuti oleh personal brand post serta jenis postingan dengan tingkat preferensi terendah, yaitu educational brand post. Menggunakan social media analytic tool Brand24, ditemukan mention kata kunci paling tinggi terjadi pada tanggal 13 April 2023 serta terendah pada tanggal 21 dan 22 April 2023. Didapatkan pula sentimen konsumen/audiens terhadap postingan yang memiliki mention kata kunci didominasi dengan sentimen positif, sedikit negatif, dan tidak ada sentimen netral. Diketahui bahwa postingan dengan sentimen negatif disebabkan oleh berbagai faktor seperti jenis emosi yang diekspresikan, kekuatan emosi tersebut, dan konteks penggunaannya
PENGELOLAAN AKTIVITAS AKUN MEDIA SOSIAL OLEH BAGIAN HUMAS PEMERINTAH SUMEDANG
Izatturrahman, M. Hifzhan;
Hafiar, Hanny;
Nugraha, Aat Ruchiat
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 8 No. 4 (2023): EDISI OKTOBER
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52423/jikuho.v8i4.121
Pengelolaan media sosial sangatlah penting dilakukan oleh para komunikator agar pesan yang dapat diterima dengan baik oleh audience-nya. Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah (Humas Setda) Sumedang memiliki masalah pada tahapan manage, di bagian quick reponses. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini fokus menganalisis tahap share, optimize, manage dan engage dalam akun media sosial Facebook @humas Protokol Setda. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif menggunakan teori The Circular Model of SoMe yang dikembangkan oleh Luttrel. Hasil yang diperoleh pada tahap manage meliputi beberapa bagian, laporan bulanan, merespon komentar dan berinteraksi dengan publik. Namun belum konsisten dilakukan dan menggunakan pendekatan kepada publiknya dengan Bahasa Sunda. Sebaiknya pada tahap share untuk dapat tercipatanya komunikasi dua arah antara Humas Protokol Setda Sumedang dengan publik, di dalam setiap posting-an Facebook yang diberikan setiap komentar diharapkan dijawab sehingga dapat terciptanya komunikasi dua arah yang timbul balik dan baik
Digital Applications as Assistive Technology for Students with Disabilities
Restianty, Ajani;
Sumartias, Suwandi;
Hadisiwi, Purwanti;
Hafiar, Hanny
ASEAN Journal of Science and Engineering Vol 4, No 3 (2024): (ONLINE FIRST) AJSE: December 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/ajse.v4i3.74413
This research aims to develop and design the application of assistive technology to transform the lives of individuals with disabilities, providing them with the skills and tools they need to overcome barriers that previously prevented them from fully participating in society. This research focuses on developing digital applications as a technological support for media lecturers to use in learning for students with disabilities. The research method used in this research is Design Based Research, which consists of three main stages, namely needs assessment, design process, technology used, and making interactive prototypes. Current developments in assistive technology and disability research indicate a growing interest in using assistive technology to promote inclusive practices in the pursuit of knowledge. There is a focus on creating diverse and culturally adaptive learning environments that suit diverse needs and experiences and increasing awareness of society's challenges and prejudices when using assistive technology. Adopting digital apps as assistive technology is not only a huge step toward making educational settings more inclusive and accessible for students with disabilities but also provides a variety of capabilities to meet the different requirements of students, such as configurable displays, interactive and multisensory learning possibilities, and interaction with other assistive technology.
Formation of entrepreneurial values through communication in entrepreneurial interactions in coastal areas
Subekti, Priyo;
Bajari, Atwar;
Sugiana, Dadang;
Hafiar, Hanny
Manajemen Komunikasi Vol 8, No 2 (2024): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jmk.v8i2.53529
This study examines how entrepreneurial values are fostered through interaction and communication between local and migrant entrepreneurs in coastal tourism areas. The study emphasizes the critical role of a shared understanding of these values, highlighting the need to promote local economic growth and develop a sustainable entrepreneurial ecosystem. Research objectives: This study aims to identify the factors that drive entrepreneurial values among local and migrant entrepreneurs in coastal tourism areas. Methods: A qualitative research approach was used, and data was collected through interviews and observations. The study focused on micro, small, and medium enterprises (MSMEs) operating in Pangandaran. The research shows that essential attributes of business success - such as grit, new ideas, and a willingness to stand on one’s own two feet - come from life experiences and the give-and-take within the community and culture. Both local entrepreneurs and travelers can use social connections and circles as tools for growth and support. At the heart of this discovery? These sociable traits are passed down through different groups, while language skills are spread across many places. Together, they create resilient people skilled in business and entrepreneurship. This Recommendation focuses on increasing collaboration between entrepreneurs through mentoring programs, workshops, and networking events to encourage the exchange of knowledge and experience. These initiatives are expected to increase innovation, competitiveness, and business sustainability in coastal tourism, strengthening the entrepreneurial ecosystem.