Articles
USULAN PERBAIKAN SISTEM KERJA PELAYANAN ANTRIAN PADA KANTOR SAMSAT KOTA SORONG PAPUA BARAT
Tamrin Tajuddin;
Asih Ahistasari
Metode : Jurnal Teknik Industri Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal Metode
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (917.873 KB)
|
DOI: 10.33506/mt.v3i1.2
Kualitas pelayanan adalah salah satu indikator keberhasilan dalam member pelayanan. kualitas pelayanan dapat dilihat dan dirasakan langsung oleh masyarakat dan dinilai langsung oleh masyarakat yang menerima pelayanan. bagian pelayanan pada umumnya berupa loket-loket yang minimal dioperasikan oleh seorang pegawai yang ditugaskan untuk melayani suatu keperluan masyarakat. bagian ini mudah terkena kritik dari masyarakat karena merupakan bagian yang tampak di mata mereka. kinerja dan berbagai fasilitas pelayanan akan dirasakan dan tampak dimata masyarakat. pada kantor samsat kota sorong terutama pada pelayanan pengesahan pajak kendaraan, masih tampak beberapa kekurangan antara lain seperti masyarakat yang akan menerima pelayanan masih kebingungan saat akan mendaftarkan pajak kendaraan mereka karena keterangan tempat pendaftran tertutup dengan keramaian saat mengantri dan terkadang saat mengantri tidak sesuai dengan kedatangan penerima layanan, dan lain sebagainya. hal ini perlu dipertimbangkan mengingat citra lembaga yang harus dipertahankan. samsat kota sorong merespon positif kekurangan ini dengan ingin meningkatkan mutu pelayanannya. hasil pengolahan datanya membahas tentang model dan struktur antrian yang diusulkan berdasarkan asumsi-asumsi agar antriannya menjadi lebih baik yang dihitung dari hasil pengamatan secara langsung dan juga hasil kinerja pelayanan dan antriannya guna untuk mengetahui banyaknya waktu menunggu dan jumlah orang yang menunggu selama mengantri untuk menerima pelayanan yang dimulai dari pendaftaran, membayar, dan terakhir menerima notis pajak yang telah diperbaharui.
Usulan Perbaikan Sistem Kerja Pelayanan Antrian Pada Kantor Samsat Kota Sorong Papua Barat
Tamrin - Tajuddin;
Asih - Ahistasari
Metode : Jurnal Teknik Industri Vol. 3 No. 2 (2017): Jurnal Metode
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (430.991 KB)
|
DOI: 10.33506/mt.v3i2.981
Kualitas pelayanan adalah salah satu indikator keberhasilan dalam member pelayanan. Kualitaspelayanan dapat dilihat dan dirasakan langsung oleh masyarakat dan dinilai langsung olehmasyarakat yang menerima pelayanan. Bagian pelayanan pada umumnya berupa loket-loket yangminimal dioperasikan oleh seorang pegawai yang ditugaskan untuk melayani suatu keperluanmasyarakat. Tujuan dari menelitian ini Untuk mengetahui model antrian yang digunakan di KantorSAMSAT Kota Sorong, untuk memberikan rekomendasi atau usulan dan solusi perbaikan terhadapkelemahan pelayanan antrian di Kantor SAMSAT Kota Sorong. Metode yang digunakan untukmenganalisa data dari hasil penelitian dengan menggunakan teori-teori yang digunakan dalam ilmuPenelitian Operasional khususnya tentang SISTEM ANTRIAN yaitu pengambilan keputusan tentangbentuk antrian yang baik. Dari hasil penelitian didapat model antrian yang terjadi dan digunakan dikantor SAMSAT Kota Sorong adalah model dari Single Channel – Multi Phase yaitu model satu jalurpelayanan yang melewati tahapan – tahapan pelayanan sebelum pelayanan selesai dilakukan danpelanggan dapat meninggalkan tempat tersebut. Pelanggan melakukan pendaftaran pajakkendaraannya kemudian mengantri untuk mendapatkan pelayanan selanjutnya yaitu pembayaransejumlah uang sesuai dengan jumlah pajak kendaraannya di kasir dan terakhir menerima slip pajakyang telah diperbaharui di bagian penyerahan dan Rekomendasi atau usulan dan solusi perbaikanterhadap kelemahan pelayanan antrian di kantor SAMSAT Kota Sorong adalah dengan menggunakanmodel antrian FIFO (First In First Out) atau FCFS (First Come First Served) sehingga pelayananyang akan dilakukan sesuai dengan kedatangan pelanggan.
ANALISIS QUALITY CONTROL PADA PRODUKSI AMDK 240 ml DENGAN METODE SEVEN TOOLS DI CV. TIRTA DWIMAS SORONG
Tamrin Tajuddin;
Asih Ahistasari;
Surya Arifin
Metode : Jurnal Teknik Industri Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Metode
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (487.263 KB)
|
DOI: 10.33506/mt.v6i2.1643
CV. Tirta Dwimas adalah perusahaan yang bergerak di industri air mineral dalam kemasan (AMDK) yang memproduksi produk DWIMAS kemasan 240 ml, 600 ml dan gallo 19 L. Pada proses produksi DWIMAS kemasan 240 ml terdapat 3 jenis cacat yang menyebabkan suatu produk DWIMAS mengalami reject yaitu, bocor lid, kurang pres dan bocor gelas. Pada 3 jenis cacat tersebut terjadi penurunan kualitas produk dan mengakibatkan kerugian. Terjadinya kecacatan ini diakibatkan dari berbagai faktor yaitu manusia, mesin, metode dan material. Hal yang dapat dilakukan untuk menghilangkan atau mengurangi riject pada produk yaitu melakukan suatu penelitian dengan menggunakan seven tools. Hasil perhitungan dan analisis terdapat 3 jenis cacat bocor lid,kurang pres dan bocor gelas dan presentasi jumlah masing-masing cacat sebesar 65%, 25%, dan 10 %. Level yang tertinggi terdapat pada bocor lid. Diagram sebab akibat dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab dan diperoleh 4 aspek faktor usulan perbaikan dari hasil diagram sebab akibat yaitu dengan cara memperhatikan aspek manusia,mesin,metode, dan material.
PENERAPAN PERMAINAN MoBIS TERHADAP “PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI
Istiqomah Istiqomah;
Heni Nafiqoh
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/ceria.v3i4.p%p
This study ‘aims to ‘determine the fine motor ‘development of ‘early ‘childhood through the MoBIS game. The problem faced is the lack of stimulation of fine motor’development of children because it is focused on academic learning such as calistug so that educational games that support child development are less desirable. The method that the researchers used for this study was a qualitative descriptive method with data ‘collection ‘techniques through direct observation with objects of early 5-6 years as many as 15 people.Data collection ‘techniques used were interview techniques, field observations and documentation.. The ‘results ‘showed that children can improve fine motor development by arranging a series of MoBIS into an intact form, in addition to improving fine motor skills with this game children can practice independently and increase their creativity. With this game children become more interested and eager to follow lessons. Researchers hope that this research can provide benefits to educators or parents that there are unique and beneficial games to practice the child's fine motor development.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan motorik halus anak usia dini melalui permainan MoBIS. Permasalahan yang hadapi adalah kurang terstimulusnya perkembangan motorik halus anak karena terfokus kepada pembelajaran akademik seperti calistug sehingga permainan edukatif yang menunjang perkembangan anak kurang diminati. Metode yang peneliti gunakan untuk penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi secara langsung dengan objek anak usia ‘dini 5-6 tahun sebanyak 15 orang. Analisis data yang ‘digunakan adalah analisis tematik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi lapangan serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa anak dapat meningkatkan perkembanganmotorik halus dengan cara menyusun beberapa rangkaian MoBIS menjadi suatu bentuk yang utuh, selain dapat meningkatkan motorik halus dengan permainan ini anak dapat berlatih mandiri serta meningkatkan daya kreativitasnya. Dengan permainan ini anak menjadi lebih tertarik dan bersemangat untuk mengikuti pembalajaran. Peneliti berharap bahwa penelitian ini bisamemberikan manfaat kepada para pendidik atau orang tua bahwa ada permainan unik dan bermanfaat untuk melatih ‘perkembangan ‘motorik ‘halus anak.
Pengembangan Sistem Absensi Untuk Kegiatan Konferensi Di Universitas Klabat
Reymon Rotikan
Jurnal Eksplora Informatika Vol 5 No 2 (2016): Jurnal Eksplora Informatika
Publisher : Bagian Perpustakaan dan Publikasi Ilmiah - Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1024.19 KB)
Paper ini melakukan kajian tentang model gaya belajar perceptual, yang digunakan untuk membantu pelajar dalam memahami programming. Gaya belajar adalah bagaimana manusia mengolah informasi yang diperoleh menjadi pengetahuan dengan cara tertentu. Peneliti menemukan adanya kesulitan dalam memahami konsep dasar programming bagi para pemula. Gaya belajar yang diterapkan belum sesuai untuk memahami konsep programming yang dinamis. Gaya belajar yang diteliti dalam kajian ini adalah gaya belajar jenis perceptual. Ada 3 gaya belajar perceptual yang umum dilakukan yaitu visual, auditorial, dan kinestetik (VAK). Setiap gaya belajar mempunyai hubungan dengan aktivitas yang biasa dilakukan manusia, mulai dari melihat, mendengar, serta bergerak. Pemilihan gaya belajar diperlukan dalam mendukung terciptanya proses belajar mengajar yang efektif, begitu juga dalam pembelajaran programming. Oleh karena itu, peneliti bertujuan untuk menjelaskan karakteristik dari setiap gaya belajar dan tanggapan dari para ahli tentang belajar programming. Dalam kajian ini, peneliti menggunakan metode studi literatur dalam memperoleh informasi. Hasil dari kajian ini adalah model gaya belajar yang mencakup gaya visual, auditorial dan kinestetik dalam proses pembelajaran.
PERLINDUNGAN HUKUM PEKERJA ALIH DAYA DALAM PELAKSANAAN HUBUNGAN INDUSTRIAL GUNA MENDUKUNG TERWUJUDNYA IKLIM INVESTASI YANG KONDUSIF BAGI TERCAPAINYA KESEJAHTERAAN PEKERJA
Nuradi Nuradi
PALAR (Pakuan Law review) Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1, Januari-Juni 2019
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (508.991 KB)
|
DOI: 10.33751/palar.v5i1.1184
ABSTRAK Ketentuan hukum yang mengatur perlindungan hukum pekerja alih daya dalam pelaksanaan hubungan industrial untuk mendukung terwujudnya iklim investasi yang kondusif bagi tercapainya kesejahteraan pekerja sudah sangat optimal. Optimalisasi perlindungan hukum tersebut terkait dengan Pasal 27 ayat (2) dan Pasal 28D UUD 1945; UU No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja; UU No. 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja; dan UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Secara khusus optimalisasi perlindungan pekerja tercantum dalam UU No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. Namun demikian implementasi perlindungan hukum pekerja alih daya tersebut belum optimal karena adanya kelemahan dalam Pasal 64. 65 dan Pasal 66 UU 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan dan Permenakertrans Nomor 19 Tahun 2012 Tentang Syarat-Syarat Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Perusahaan Lain. Kendala perlindungan hukum pekerja alih daya dalam pelaksanaan hubungan industrial untuk mendukung terwujudnya iklim investasi yang kondusif bagi tercapainya kesejahteraan pekerja adalah (1) kurangnya sosialisasi peraturan tentang perlindungan hukum pekerja alih daya; (2) keterbatasan dukungan sumber daya aparatur instansi ketenagakerjaan dalam menyosialisasikan ketentuan hukum perlindungan pekerja kepada para pihak perusahaan maupun pekerja/buruh; (3) kecenderungan sikap aparatur yang dipengaruhi oleh kepentingan tertentu; (4) Pasal 17 dan Pasal 32 Permenakertrans Nomor 19 Tahun 2012 Tentang Syarat-Syarat Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Perusahaan Lain yang berpotensi membatasi perkembangan pekerjaan alih daya dan menimbulkan perselisihan pelaksanaan pekerjaan alih daya. Konsep perlindungan hukum pekerja alih daya dalam pelaksanaan hubungan industrial untuk mendukung terwujudnya iklim investasi yang kondusif bagi tercapainya kesejahteraan pekerja adalah konsep yang mencakup tiga komponen perlindungan : pertama, perlindungan hukum pekerja alih daya yang berkeadilan bagi semua pihak; kedua, perlindungan hukum pekerja alih daya untuk mendukung terwujudnya iklim investasi yang kondusif; dan ketiga, perlindungan hukum pekerja alih daya yang mendukung tercapainya kesejahteraan pekerja.Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Pekerja Alih Daya, Pelaksanaan Hubungan Industrial ABSTRACTLegal provisions governing the legal protection of outsourced workers in the implementation of industrial relations to support the realization of an investment climate that is conducive to achieving the welfare of workers is very optimal. The optimization of legal protection is related to Article 27 paragraph (2) and Article 28D of the 1945 Constitution; Law No.1 of 1970 concerning Work Safety; UU no. 3 of 1992 concerning Workers' Social Security; and Law No.13 of 2003 concerning Manpower. Specifically the optimization of workers' protection is contained in Law No. 13 of 2003 concerning Employment. However, the implementation of the legal protection of outsourced workers has not been optimal due to weaknesses in Article 64. 65 and Article 66 of Law 13 of 2003 concerning Labor and Manpower and Transmigration Regulation Number 19 of 2012 concerning Terms of Submission of Partial Execution of Work to Other Companies. Obstacles to the legal protection of outsourced workers in the implementation of industrial relations to support the realization of an investment climate conducive to achieving workers' welfare are (1) lack of socialization of regulations concerning the legal protection of outsourced workers; (2) limited support of the apparatus of manpower agencies in socializing the provisions of the legal protection of workers to the parties of the company as well as workers / laborers; (3) apparatus attitude which is influenced by certain interests; (4) Article 17 and Article 32 Minister of Manpower and Transmigration Number 19 of 2012 concerning Conditions of Submission of Partial Execution of Work to Other Companies that have the potential to limit the development of outsourcing work and cause disputes over the implementation of outsourcing work. The concept of legal protection of outsourced workers in the implementation of industrial relations to support the realization of an investment climate conducive to the achievement of workers' welfare is a concept that includes three components of protection: first, the legal protection of outsourced workers that is equitable for all parties; secondly, legal protection of outsourced workers to support the creation of a conducive investment climate; and third, legal protection of outsourced workers that supports the achievement of worker welfare.Keywords: Legal Protection, Outsourced Workers, Industrial Relations Implementation
PENERAPAN MODEL CARING PERAWAT DALAM PENINGKATAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG KELAS 3 RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU
Yeni Yarnita;
Pratiwi Gasril
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 11, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30633/jkms.v11i2.654
Caring merupakan sikap dan perilaku professional yang harus dimiliki oleh perawat sikap dan perilaku tersebut akan diaplikasikan dalam asuhan keperawatan. Perawat yang memiliki nilai caring tinggi akan dapat menghasilkan layanan keperawatan yang berkualitas tinggi yang berdampak pada tingkat kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat adanya hubungan antara penerapan model caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien. Populasi adalah seluruh pasien di ruang rawat kelas III RSUD Arifin Achmad dengan jumlah sampel 68 pasien. Teknik pengambilan pengambilan sampel cross sectional non probability sampling. Pengambilan data penelitian dengan menggunakan kuesioner dengan analisis data menggunakan distribusi frekuensi, chi squre. Hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan yang signifikan dari penerapan model caring dengan tingkat kepuasan pasien P value 0.000. Disarankan kepada pihak rumah sakit untuk dapat menigkatkan penerapan model caring dalam pelayanan keperawatan.
Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pola Asuh Orangtua Terhadap Prestasi Belajar IPA
Dasmo Dasmo;
Nurhayati Nurhayati;
Giri Marhento
Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA Vol 2, No 2 (2012): Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indraprasta PGRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (251.713 KB)
|
DOI: 10.30998/formatif.v2i2.94
The study was dones in order to prove and verify the influence of parent’s ducation level and parenting style of student’s scisnce learning achievement. The study was conducted at the junior high school students in Kecamatan Periuk, Tangerang, Banten in 2012. The method used in this study is the ekspostfacto a sample of 108 students. From the results obtained: 1) there is the influence of parent’s education level of student’s science learning achievement, 2) there is the influence of parenting style of parents of student’s science learning achievement, and 3) There was no interaction effect of level of education and upbringing of parent of achievement students learn science.
Manajemen Resiko Gadai Emas Pada UPS PT. Pegadaian Syariah Panyabungan Kota
Mhd Yahya;
Dina Aulia Nasution;
Annio Indah Lestari Nasution
Jurnal Manajemen Akuntansi (JUMSI) Vol 2, No 3: 2022
Publisher : Universitas Labuhanbatu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36987/jumsi.v2i3.2701
The background of the research is based on the high level of public interest in Islamic gold pawning products as a result of risk management being the primary focus to be carried out. The risk that often occurs is the risk of being financed, especially the financing of gold pawns. The risk of this gold mortgage financing is the primary focus of UPS PT. Panyabungan Kota Sharia Pawnshop, especially Panyabungan Kota UPS, in conducting data screening for financing applications. This limitation resulted in several stages of financing that were accidentally or intentionally skipped to increase the speed of the financing process.The approach used is already qualitative with the study of the problem method. This study uses primary (primary) and secondary (supporting) data. Information from the main data sources in qualitative research can generally be explored more deeply through observation and interview techniques. As a result of the research, it can be concluded that UPS PT. Panyabungan City Syariah Pawnshop in gold pawn risk management can be from the risk management process, namely, risk, risk measurement, risk monitoring, and risk management. In mitigating especially for gold pawn transactions, namely, including risk of gold diagnosis accuracy, risk mitigation of gold price declines, risk mitigation gold storage. As well as minimizing risks that may occur, namely by monitoring, training and monitoring internal risks.
Paradigma Baru Fungsi Pengarahan Di Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Utara
Indriani Suci;
Annio Indah Lestari Nasution
Jurnal Manajemen Akuntansi (JUMSI) Vol 2, No 3: 2022
Publisher : Universitas Labuhanbatu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36987/jumsi.v2i3.2692
This study aims to determine the function of direction in the Department of environment of North Sumatra. This study uses qualitative description research method, this study uses primary data obtained by holding an interview with the head of ppkl at the North Sumatra Environmental Agency. In the research, the staff of the North Sumatera Environmental Agency understand the importance of directing functions in running their activities in the North sumatera Environmental Agency to function optimally and be able to carry out their respective roles and functions well and ensure that all work processes are carried out properly and correctly in Virtual Times. And the use of TAM in this study is a valid model to test the admissibility of well-conveyed information.