Articles
Pembentukan Kelompok Swabantu ODGJ
Mardhiah, Ainal;
Inayati, Rahmi;
Musni, Riza;
Nurlaili, Nurlaili;
Aqmalia, Wirdatul;
Mufid, Huda
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Januari 2025
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v7i1.5054
Kesehatan jiwa merupakan masalah kesehatan yang perlu perhatian serius terutama pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Tingginya kejadian kekambuhan sehingga harus keluar masuk rawat inap. Salah satu penyebabnya adalah seringnya putus obat akibat kurangnya dukungan keluarga, ketidaktahuan keluarga tentang dukungan terhadap pasien. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu kegiatan pemberdayaan Masyarakat Pembentukan Kelompok Swabantu Keluarga ODGJ dalam pendampingan keluarga ODGJ. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan dukungan sosial dan keluarga terhadap ODGJ. Metode pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat tersebut dilakukan dengan cara pelatihan kader dan keluarga, pembentukan kelompok swabantu, dan supervisi kader dan keluarga ODGJ. Kegiatan diawali dengan pelatihan kesehatan jiwa mulai tanggal 9 sd 12 Juli 2024 diikuti oleh 18 peserta terdiri atas 10 orang kader kesehatan dan 8 orang keluarga ODGJ, diperoleh hasil peningkatan pengetahuan sebesar 83,2% dan terbentuk 2 kelompok swabantu ODGJ yang terdiri atas kader kesehatan gampong dan keluarga ODGJ di Gampong Tijue dan Gampong Paya, dilanjutkan dengan supervisi kader dan keluarga satu kali perminggu selama empat minggu sampai tanggal 3 Agustus 2024. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengarah kepada kebermanfaatan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pencegahan gangguan jiwa, meningkatkan kemampuan keluarga merawat ODGJ sehingga angka kekambuhan pasien ODGJ dapat ditekan.
Pola pembiasaan guru dalam pembelajaran tahfidz Al-quran pada santri di pondok pesantren Al-mujahidin desa Ciptodadi kecamatan Suka Karya kabupaten Musi Rawas provinsi Sumatera Selatan
Nasrudin, Muhamad;
Suradi, Ahmad;
Nurlaili, Nurlaili
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 19, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34001/tarbawi.v20i1.5562
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pola Pembiasaan Guru dalam Pembelajaran Tahfizd al Qur’an di Ponpes Al Mujahidin. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: Pertama, Bagaimanakah pola pembiasaan Guru dalam pembelajaran al Qur’an di pondok pesantren Al-Mujahidin? Kedua, Apa sajakah yang menjadi factor pendorong pada pola pembiasaan Guru dalam pembelajaran al Qur’an di pondok pesantren Al-Mujahidin? Ketiga, Bagaimanakah cara mengatasi hambatan yang dihadapi dalam melaksanakan pola pembiasaan Guru dalam pembelajaran al Qur’an di pondok pesantren Al-Mujahidin? Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola pembiasaan yang diterapkan guru dalam pembelajaran tahfiz di pondok pesantren Al-Mujahidin menggunakan beberapa tahapan, yaitu tahap tahsin, tahfidz dan talaqqi. Faktor pendorong dari pola pembiasaan guru dalam pembelajaran tahfidz al Qur’an di pondok pesantren al Mujahidin. Dan Cara mengatasi hambatan yang dihadapi dalam melaksanakan pola pembiasaan Guru dalam pembelajaran al Qur’an di pondok pesantren al Mujahidin yaitu Kurangnya alokasi menjadi hal yang menghambat dari proses berjalannya pembiasaan pembelajaran tahfizh santri di pesantren al Mujahidin ini. Sebagai langkah untuk mengatasi hambatan tersebut adalah, mencari solusi dari permasalahan tersebut telah dirumuskan bersama oleh pihak sekolah. Hasil akhir dari kegiatan ini perlu dikaji ulang sejauh mana tingkat keberhasilan itu membawa dampak bagi proses pembelajaran di pondok pesantren al Mujahidin dalam jangka panjang.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES KERJA PADA KARYAWAN DI KANTOR KEMENTRIAN AGAMA KOTA DUMAI
Fitri, Rahmi Pramulia;
Nurlaili, Nurlaili;
Suryani, Suryani;
Asnel, Roza
Zona Kebidanan: Program Studi Kebidanan Universitas Batam Vol 12 No 1 (2021): DESEMBER
Publisher : Universitas Batam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37776/zkeb.v12i1.816
Job stress is defined as a situation in the form of pressure or demands faced by individuals in their work so that they can cause psychological or physical problems. Workload, age, years of service, sex are the factors that cause work stress. Based on a preliminary survey that was conducted at Kantor Kementrian Agama Kota Dumai about the work stress of 6 employees, 4 people experienced work stress and 2 people did not experience work stress. This purpose is to determine the factors associated with job stress. This type of research is a quantitative study using a cross sectional approach. This research was conducted at Kantor Kementrian Agama Kota Dumai with a population of 53 respondents and all respondents were sampled. The research measurement tool is a questionnaire. Then univariate and bivariate analyzed using the chi square test. The results showed that the factors related to work stress were workload (P value = 0,049 < 0,05), gender (P value = 0,028 < 0,05). Meanwhile, those that are not related to work stress are years of service and age. The conclusion of.this.study is that the factors associated with work stress are workload and gender. It.is.recommended to employees to reduce excessive workload.
Pengaruh Fraksi Massa Komposit Serat Pelepah Pisang Barangan Terhadap Sifat Mekanik
Sinaga, Muhammad Rasyifa;
Darmein, Darmein;
Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 9, No 1 (2025): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30811/jmst.v9i1.6638
Serat pelepah pisang barangan adalah jenis lain serat alam yang dapat digunakan untuk material penguat komposit, untuk saat ini serat pelepah pisang barangan masih terbatas pada bidang non struktural seperti: pembuatan tali, pembuatan topi, dan dompet, sehingga diperlukan terobosan baru untuk pemanfaatan yang lebih jauh adalah dalam bidang struktural yaitu sebagai bahan baku pembuatan komposit untuk menggantikan serat sintetik yang telah banyak digunakan dalam dunia industri maupun dalam kehidupan sehari-hari. Pada penelitian ini penguat yang akan digunakan yaitu serat pelepah pisang barangan yang dibuat dalam bentuk anyaman, adapun matriks/pengikat yang digunakan yaitu resin epoxy sedangkan fraksi volume komposit epoxy yang diperkuat serat pelepah pisang barangan yaitu 10%, 15% dan 20% dengan pengujian kekuatan lentur dan ketangguhan. Dari hasil pengujian, didapatkan nilai kekuatan lentur tinggi pada 15% serat hal ini dikarenakan oleh daya ikat antara serat pelepah pisang barangan dengan resin epoxy sangat baik, Sedangkan pada fraksi 20% serat pelepah pisang barangan nilai kekuatan lentur mengalami penurunan hal ini disebabkan oleh jumlah serat yang terlalu banyak serta terjadinya bonding strength. Sedangkan nilai ketangguhan tertinggi sebesar 0,005 J/mm2 diperoleh pada fraksi volume komposit 10% serat dan 90% resin epoxy. Sedangkan untuk fraksi volume 15% dan 20% serat nilai ketangguhan berada dibawah fraksi volume serat 10%. Keywords: Serat pelepah pisang barangan, epoxy dan bonding strength.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI MEDIA FILM ANIMASI
Nadia, Nadia;
Basri, Muhammad;
Nurlaili, Nurlaili
Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 7 No 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/pelangi.v7i1.4070
Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui bagaimana Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun di RA Al-Barkah Medan Helvetia dan Menentukan apakah Media Film animasi dapat Meningkatkan Kemampuan Sosial Emosioal anak usia 5-6 tahun. Kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi merupakan bagian dari teknik Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus yang digunakan dalam penelitian ini di RA Al-Barkah. Peneliti menggunakan dokumentasi dan lembar observasi untuk menentukan peningkatan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana film Upin dan Ipin meningkatkan standar sosial emosional anak-anak. Peningkatan proporsi indiktor sosial emosional anak-anak pada setiap siklus menunjukkan hasil ini. Terjadi peningkatan pada siklus I, yaitu 6 anak (40%) dan 9 anak (60%) yang masing-masing tidak mengalami perkembangan. Persentase indikator sosial emosional anak meningkat pada siklus II, yaitu 2 anak (13,34%) yang mulai mengalami perkembangan dan 13 anak (86,66%) yang mengalami perkembangan sangat baik. Oleh karena itu, film animasi di RA Al-Barkah Medan Helvetia dapat membantu anak-anak usia 5-6 tahun untuk mengembangkan kemampuan sosial emosional yang lebih baik.
IMPLEMENTASI PROGRAM EKSTRAKURIKULER DALAM PEMBELAJARAN QOWAID BAHASA ARAB SISWA MA MUHAMMADIYAH KOTA BIMA
Nuraini, Nuraini;
Nurlaili, Nurlaili;
Wahyuningsih, Sri
Raudhah - Proud To Be Professional مجلد 10 عدد 1 (2025): Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Ulum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.48094/raudhah.v10i1.827
Based on the results of preliminary observations made by researchers at MA Muhammadiyah Bima City that students when following Arabic language learning they have difficulty in understanding qowaid or Arabic grammar. One of the reasons is because of inappropriate learning techniques, methods that are too monotonous (lecture method), too monotonous on KEMENAG books and the lack of learning hours at school. So this research aims to find out the Implementation of Extracurricular Programs in Learning Arabic Qowaid Students Ma Muhammadiyah Kota Bima. This research will be conducted at MA Muhammadiyah Bima City, West Nusa Tenggara. This research uses Qualitative Research with a Case Study Approach. Data Collection Techniques are Observation, Interview and Documentation. Data Analysis Techniques are Data Reduction, Data Presentation and Conclusion Drawing. Based on the results of this study, the extracurricular program in learning Arabic qawāʿid at MA Muhammadiyah Bima City can be used as an effective and applicable language education development model. The integration between academic learning and extracurricular activities is a real solution to the classic problems in teaching Arabic grammar. With a more creative, communicative, and experience-based approach, students are not only invited to understand the theory, but also able to use it in real life.
Fish Coolbox using Coconut Fiber (Cocos nucifera) and Baggage (Saccharum sp) Insulated
Thahir, Muhammad Agam;
Nurlaili, Nurlaili;
Khairi, Ikhsanul;
Zuraidah, Syarifah;
Nasution, Muhammad Arif
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 28 No. 3 (2023): October
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31258/
The quality of the catch can be seen from the fish storage container used to maintain its temperature. An insulated storage area can maintain ice resistance during the operation of fishing gear, as well as during the transportation of the catch to the fish landing site. Generally, fishermen use fish storage containers made of fiber with insulation in the form of polyurethane. Some fish storage containers are made from polystyrene-insulated styrofoam. This research aims to determine how optimal cooling is using coconut fiber and sugar cane bagasse insulation. The method used in this research was an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) with one control (Styrofoam cooler box), two treatments (Coconut fiber insulated cooler box and sugarcane bagasse), and three repetitions. The dimensions of the coolbox are the same as those on the market, namely 42 cm x 26 cm x 23 cm and a thickness of 2 cm. The lowest temperature of the coolbox made from coconut fiber insulation, 17.7 °C, was reached after the 70th minute. The bagasse was only able to reach the lowest temperature of 19.4°C, achieved in the 60th minute. Temperature stability in the coconut fiber coolbox reached 2 hours 10 minutes (130 minutes) from 80-200 minutes, while the bagasse coolbox reached 3 hours 40 minutes (220 minutes) from 70-280 minutes.
Fish Coolbox using Coconut Fiber (Cocos nucifera) and Baggage (Saccharum sp) Insulated
Thahir, Muhammad Agam;
Nurlaili, Nurlaili;
Khairi, Ikhsanul;
Zuraidah, Syarifah;
Nasution, Muhammad Arif
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 28 No. 3 (2023): October
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31258/
The quality of the catch can be seen from the fish storage container used to maintain its temperature. An insulated storage area can maintain ice resistance during the operation of fishing gear, as well as during the transportation of the catch to the fish landing site. Generally, fishermen use fish storage containers made of fiber with insulation in the form of polyurethane. Some fish storage containers are made from polystyrene-insulated styrofoam. This research aims to determine how optimal cooling is using coconut fiber and sugar cane bagasse insulation. The method used in this research was an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) with one control (Styrofoam cooler box), two treatments (Coconut fiber insulated cooler box and sugarcane bagasse), and three repetitions. The dimensions of the coolbox are the same as those on the market, namely 42 cm x 26 cm x 23 cm and a thickness of 2 cm. The lowest temperature of the coolbox made from coconut fiber insulation, 17.7 °C, was reached after the 70th minute. The bagasse was only able to reach the lowest temperature of 19.4°C, achieved in the 60th minute. Temperature stability in the coconut fiber coolbox reached 2 hours 10 minutes (130 minutes) from 80-200 minutes, while the bagasse coolbox reached 3 hours 40 minutes (220 minutes) from 70-280 minutes.
Problematik Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi Covid-19 Siswa Sekolah Dasar
Jaenullah, Jaenullah;
Nurlaili, Nurlaili;
Zaini, Muhammad;
Setiawan, Dedi
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 4 No. 1 (2022): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51214/bocp.v4i1.150
The purpose of this study was to find out the problems of learning carried out remotely or online for elementary school students in Adiwarno Village, Batanghari District, East Lampung Regency. Methods This research used a qualitative approach and the informants in this study were elementary school students, parents of elementary school students and elementary school teachers. Data were collected through interviews. This study concludes that: learning that is carried out remotely or commonly referred to as online learning has a negative impact as well as a positive impact on students, teachers and even parents. Not a few students complain about being bored in online learning, teachers complain about ineffective learning and parents complain about being unprepared to accompany their children to study at home.
Manfaat Probiotik dalam Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Harsachatri, Deasy Ovi;
Nurlaili, Nurlaili;
Jannah, Mifthahul
Jurnal Pengabdian Cendikia Nusantara Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Cendikia Nusantara
Publisher : Lembaga Riset Cendekia, Yayasan Berkah Putera Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pandemi ini menegaskan pentingnya menjaga kesehatan dan kekuatan sistem kekebalan tubuh dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan. Salah satu metode yang terbukti efektif dalam meningkatkan daya tahan tubuh adalah dengan mengonsumsi probiotik, khususnya yang terdapat dalam yogurt. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Batam Center dengan tujuan meningkatkan pengetahuan tentang manfaat probiotik dalam yogurt dan peran pentingnya dalam menjaga kesehatan pasca pandemi Covid-19. Kegiatan ini melibatkan peserta yang mayoritas perempuan, terdiri dari orang dewasa, remaja, dan anak-anak. Melalui penyuluhan yang disampaikan oleh dosen dan mahasiswa Akkes Kartini Batam, peserta mendapatkan informasi mengenai manfaat probiotik terhadap gula darah dan imunitas tubuh. Selain penyuluhan, dilakukan juga pembagian yogurt sebagai makanan tambahan, yang disambut dengan antusias oleh sebagian besar peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya konsumsi probiotik dan memotivasi mereka untuk mengonsumsi yogurt secara rutin. Diharapkan, kegiatan ini dapat terus berlanjut dengan variasi rasa yogurt yang lebih beragam dan melibatkan lebih banyak pihak untuk memperluas dampaknya.