Articles
Semi-Natural Breeding of Philemon buceroides as a Conservation Solution
Yamin, M.;
Khairuddin, Khairuddin;
Artayasa, I Putu
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 2 (2025): April-Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jbt.v25i2.9122
The Philemon buceroides is a bird with a limited distribution in the Wallacea region that is difficult to breed in captivity. Its population has drastically declined due to habitat degradation and hunting. This study aims to find its breeding strategies to support its survival. The research was conducted in a breeding cage measuring 4m x 16m x 4.5m, resembling natural habitat conditions. Observed parameters included reproductive success, chick survival rates, and behavioral adaptation of the birds to a semi-natural environment. Results showed that out of four female parents, two succeeded in laying two eggs each; however, the eggs did not contain zygotes. These findings indicate that semi-natural breeding needs to be developed as an effective conservation strategy for P. buceroides, while also providing a scientific basis for the development of long-term release programs.
Analysis of Cadmium (Cd) Heavy Metals Using Bioindicator Climbing pearch fish (Anabas testudineus) Derived from Rawa Taliwang Lake, West Sumbawa Regency 2025
Zarkasy, M. Rozi;
Khairuddin, Khairuddin;
Yamin, M.
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 2 (2025): April-Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jbt.v25i2.9359
Fish is one of the aquatic biota that can be used as a bioindicator of river pollution by determining the content of heavy metals in the fish's body. The purpose of this study was to analyze the heavy metal content of cadmium (Cd) from climbing perch fish (Anabas testudineus) derived from Lake Rawa Taliwang, West Sumbawa Regency 2025. This study was conducted from January to March. Sampling was carried out using the purposive sampling method. Samples were taken as many as 2 fish at each station using a gill net. The species of fish taken were climbing pearch fish that were ready to be harvested. Then the samples were analyzed at the NTB Health, Testing and Calibration Laboratory Center. Data analysis was carried out by taking climbing pearch fish meat and then analyzing the heavy metal content in it using the Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry (ICP-MS) method. The results of the analysis showed that the heavy metal content of cadmium in climbing pearch fish originating from Lake Rawa Taliwang ranged from 0.026 mg/kg (ppm) to 0.035 mg/kg (ppm). These results indicate that the Taliwang swamp lake is polluted by cadmium, but the cadmium content of climbing perch fish is still below the threshold based on the limit set by the Food and Drug Supervisory Agency (BPOM) No. 9 of 2022 concerning the Maximum Limit of Cadmium Heavy Metal Contamination in processed fish, which is 0.30 mg/kg.
Using tilapia (Oreochromis mosambicus) as a bioindicator to determine mercury (Hg) levels in Lake Taliwang, West Sumbawa Regency 2025
Sumayyah, Hani;
Khairuddin, Khairuddin;
Yamin, M.
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 2 (2025): April-Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jbt.v25i2.9507
Mercury (Hg) is one of the most toxic heavy metals commonly found in aquatic environments, especially in areas affected by illegal gold mining. This study aims to determine the concentration of mercury in the flesh of tilapia (Oreochromis mossambicus) from Lake Rawa Taliwang and assess its safety for consumption based on BPOM Regulation No. 9 of 2022. Tilapia samples were purposively collected from two points around the lake and analyzed using a Mercury Analyzer at a detection wavelength of 253.7 nm. The analysis revealed that the mercury content in tilapia flesh was below 0.5 mg/kg, indicating that it remains within the safe consumption threshold for non-predatory fish. These findings demonstrate the potential of tilapia as a bioindicator for mercury pollution and provide relevant material to enrich environmental education, particularly on the impact of heavy metal contamination in aquatic ecosystems and food safety awareness.
Syekh Nawawi Al-Bantani: Ulama Indonesia Sebagai Motivator Bagi Generasi Sesudahnya
Muthalib, A.;
Khairuddin, Khairuddin
Jurnal Edukasi Vol 13 No 1 (2025): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61672/judek.v13i1.3023
Artikel ini mengkaji peran dan pengaruh Syekh Nawawi al-Bantani sebagai ulama Indonesia yang berpengaruh dalam memberikan motivasi dan teladan bagi generasi sesudahnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, kami menggunakan metode Sejarah yang meliputi: Heuristik (proses pengumpulan data), verifikasi (kritik sumber), interpretasi (analisis data), dan historiografi (proses penulisan sejarah). Melalui tinjauan terhadap karya-karya, pemikiran, dan jejak perjuangannya, penelitian ini menunjukkan bagaimana sosok Nawawi al-Bantani tidak hanya dikenal sebagai ulama prolifik yang memproduksi ratusan kitab (buku), tetapi juga sebagai figur inspiratif yang meletakkan dasar-dasar intelektualisme Islam Indonesia. Artikel ini mengidentifikasi beberapa aspek motivasional dari kehidupan dan pemikiran al-Bantani yang terus menginspirasi generasi ulama dan intelektual Muslim Indonesia hingga saat ini, termasuk etos keilmuan, semangat nasionalisme, adaptabilitas terhadap perubahan zaman, dan konsistensi dalam menjaga tradisi Islam moderat. Hasil dari penelitin ini menunjukkan bahwa warisan intelektual dan spiritual al-Bantani tidak hanya relevan untuk konteks abad ke-19, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pengembangan Islam Indonesia modern.
Transaksi dengan Dinar dan Dirham di Pasar Muamalah Samarinda: (Perspektif Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang)
Husodo, Panggalih;
Murjani, Murjani;
Khairuddin, Khairuddin
Ghaly: Journal of Islamic Economic Law Vol 1 No 1 (2023): Ghaly: Journal of Islamic Economic Law
Publisher : Islamic Economic Law Study Program, Faculty of Sharia Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda Islamic State University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21093/ghaly.v1i1.5844
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kajian yang kurang mendalam mengenai Pasar Muamalah, baik mengenai bagaimana norma pelaksanaan pasar tersebut, ataupun kajian secara interdisipliner. Kajian yang muncul justru cenderung logical fallacy dengan melibatkan dogma komunitas tertentu sehingga tidak obyektif. Penelitian ini mengkaji keberadaan pasar muamalah dengan norma norma pelaksanaan yang berlaku di dalamnya, terutama penggunaan dinar dan dirham dalam pasar tersebut. Selain itu penelitian ini akan memfalsifikasi penggunaan pasal 33 ayat 1 huruf a dan b Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang sebagai peraturan yang digunakan untuk menyatakan bahwa penggunaan dinar dan dirham adalah suatu perbuatan yang melanggar aturan dengan menggunakan pendekatan penafsiran hukum, sejarah uang, dan metode barter yang sebenarnya telah dijustifikasi dalam aturan-aturan hukum di Indonesia. Serta fallacy yang terjadi jika masih menganalogikan dinar dan dirham sebagai mata uang yang berimplikasi pada adat kebiasaan barter yang dilakukan masyarakat pada umumnya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan empiris normatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, studi dokumen, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan cara memilih data yang dinilai redundant, dan menyaringnya kemudian data akan disajikan dalam format narasi yang informatif lalu berakhir dengan kesimpulan dari data-data yang didapatkan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ditemui dalam norma pelaksanaan Pasar Muamalah melarang penggunaan alat tukar selain dinar dan dirham, Rupiah tetap diperbolehkan untuk digunakan bahkan dilarang untuk menggunakan mata uang asing. Penggunaan pasal 33 ayat 1 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata uang untuk menjerat pelaku pencetak dinar dan dirham adalah tidak tepat karena jika dikaji secara mendalam, peraturan tersebut hadir sebagai peraturan untuk melindungi kemerdekaan Mata Uang Rupiah dari Mata Uang asing, namun dinar dan dirham bukanlah Mata Uang. Penggunaan peraturan tersebut akan berimplikasi pada praktek barter yang telah hidup di tengahtengah masyarakat Indonesia.
Analisys of Lead Content in Rice Snail from Taliwang Lake
Khairuddin, Khairuddin;
Yamin, M.
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jbt.v25i1.8810
The aim of the study was to determine the content of Lead (Pb) in the Rice Field Snail (Pila ampullacea) from Taliwang Lake. The special benefit is to protect consumers who consume Snail from Pb contaminant. The research was conducted in water body of Taliwang Lake. The Eastern and western parts of the lake were taken to be 2 research stations. Small nets and tweezers are used to sample 20 snails for each station. Furthermore, each snail sample was put into a plastic bag and then stored in a sample box. The research sample was then analyzed at the Environmental Laboratory Center for the West Nusa Tenggara Environment and Forestry Office. The method of data analysis was carried out by taking muscle tissue from snails and then analyzing the content of Pb heavy metals by using an Atomic Absorption Spectrophotometer. Lead concentrations in snail tissue were measured after adding concentrated Na2SO4 and CuSO4, which were heated at 350ºC for 2-3 hours until the solution was clear. The conclusion of this study is that the content of Pb in Rice field snails (Pila ampullacea) was 0.01 ppm.
Edukasi Teknologi Digital untuk Mendukung Inovasi Pembelajaran Guru Sekolah Dasar
Imanda, Riska;
Setiawaty, Sri;
Muttakin, Muttakin;
Afriyani, Mice Putri;
Khairuddin, Khairuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 4 (2025): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59837/jpmba.v3i4.2376
Melalui pemanfaatan media pembelajaran berbasis digital, guru dapat mengelola tugas-tugas siswa secara lebih efektif dengan memanfaatkan berbagai platform kolaboratif. Media digital juga memungkinkan peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran kapan pun dan dari lokasi mana pun. Beberapa media pembelajaran digital interaktif yang dapat dimanfaatkan oleh guru antara lain: Genially, yang digunakan untuk menyusun presentasi interaktif; Google Sites, untuk membuat situs pembelajaran; Book Creator, untuk menyusun buku digital; Animation Studio, untuk membuat video animasi edukatif; serta Blogger, yang berfungsi sebagai platform untuk membagikan dan mempublikasikan materi pembelajaran kepada siswa. Adapun permasalahan yang dihadapi oleh mitra dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, yaitu para guru yang tergabung dalam MGMP guru SD di Kabupaten Bireuen, meliputi: Masih banyak guru yang belum memanfaatkan media pembelajaran digital dalam proses mengajar dan Metode pembelajaran yang diterapkan masih cenderung monoton dan kurang inovatif karena keterbatasan pemanfaatan media digital. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut mencakup dua hal: Memberikan edukasi dan pelatihan mengenai penggunaan media pembelajaran digital kepada para guru MGMP SD Kabupaten Bireuen dan Melaksanakan praktik langsung serta pendampingan dalam pembuatan media pembelajaran digital. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian, ditemukan bahwa mayoritas guru belum memanfaatkan media pembelajaran digital secara optimal. Hal ini terlihat dari banyaknya guru yang baru pertama kali mengenal aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Selain itu, sebagian besar guru masih menggunakan media pembelajaran konvensional karena keterbatasan pengetahuan dan kurangnya edukasi terkait pemanfaatan media digital dalam pembelajaran.
DAKWAH TIKTOK: EKSPLORASI PERUBAHAN SIKAP RELIGIUSITAS GEN Z MELALUI KONTEN HUSAIN BASYAIBAN
Mildah, Mildah;
Khairuddin, Khairuddin
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24260/jhjd.v18i2.3417
Tiktok termasuk salah satu media yang digunakan untuk melakukan perubahan sikap spritualitas Gen Z yang saat ini banyak dimanfaatkan oleh para da’i dan kreator-kreator lainnya untuk menyanpaikan pesan-pesan dakwah. Penelitian ini menggunakan studi kualitatif dengan melalui pendekatan tahap wawancara, penyaluran kuisioner, serta pendalaman dengan berbagai literatur penelitian terdahulu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat perubahan sikap regiliusitas Gen Z terkait konten dakwah Husain Bsayaiban di TikTok. Peneitian ini melibatkan 42 responden dari empat Universitas yang berbeda. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa pesan dakwah yang disampaikan oleh Husain Basyaiban di TikTok memberikan dampak perubahan positif terhadap sikap spiritual Gen Z. Salah satu alas an mendasari adalah bahwa konten-konten dakwah yang diunggah ke TikTok muda untuk dipahami. Sehingga mereka semakin semangat untuk lebih lanjut memperdalam pemahaman mereka hingga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti mereka semakin mendekatkan diri kepada Allah dan adanya perubahan moral dalam diri pribadi. Menindak lanjuti temuan pada penelitian ini, maka pemanfaaan media sosial terutam TikTok sebagai media dakwah harus dioptimalkan secara maksimal terutama bagi Gen yang juga harus ikut berperan memanfaatkan platform TikTok sebagai media dakwah yang mampu menjangkau khalyak diberbagai penjuru, sehingga mereka tidak hanya sekedar belajar dan memahami konten-konten dakwah tapi mereka juga mampu menjadi pendistribusi ajaran-ajaran islam.
Minimum Wages and Welfare of Private Lecturers in Indonesia: Perspectives of Islamic Law and Positive Law
Ahyani, Hisam;
Muharir, Muharir;
Khairuddin, Khairuddin;
Rahman, Encep Taufik;
Wibowo, Dwi Edi;
Ulummudin, Ulummudin;
Abduloh, Agus Yosep;
Kuncoro, Irfan;
Lousada, Sérgio António Neves
Abdurrauf Law and Sharia Vol. 2 No. 1 (2025): Abdurrauf Law and Sharia
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70742/arlash.v2i1.191
This study examines the welfare issues of private university lecturers in Indonesia who receive substandard wages, by analyzing them through the perspectives of Islamic law and positive law. The objective of this paper is to explore the alignment between the principles of wage justice in Islamic law and the wage regulations within the national legal framework, especially concerning employment in the private higher education sector. The methodology employed is normative juridical with a qualitative analysis of legal documents and Islamic legal literature. The findings indicate that private lecturers are employed under contractual agreements subject to labor regulations, which often fail to provide adequate welfare guarantees. On the other hand, Islamic law emphasizes justice, fairness, and certainty in wage distribution as part of workers' rights protection. The main novelty of this study lies in identifying the gap between the normative ideals of Islamic law and the practical enforcement of positive law in the higher education context. The impact of this research is to propose an integrative legal approach that incorporates Islamic ethical values into wage regulation policies, aiming to improve the socio-economic well-being of academic professionals in Indonesia. Abstrak: Penelitian ini mengkaji permasalahan kesejahteraan dosen perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia yang menerima upah di bawah standar, dengan meninjau dari perspektif hukum Islam dan hukum positif. Tujuan dari studi ini adalah untuk menggali kesesuaian prinsip-prinsip keadilan upah dalam hukum Islam dengan pengaturan pengupahan dalam sistem hukum nasional, khususnya terhadap tenaga kerja di sektor pendidikan tinggi swasta. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif dengan analisis kualitatif terhadap dokumen hukum dan literatur keislaman. Hasil kajian menunjukkan bahwa dosen PTS memiliki status hubungan kerja berdasarkan perjanjian kerja yang tunduk pada aturan ketenagakerjaan, yang dalam praktiknya belum memberikan jaminan kesejahteraan yang memadai. Sementara itu, hukum Islam menekankan keadilan, kelayakan, dan kepastian dalam pemberian upah sebagai bagian dari perlindungan hak pekerja. Temuan utama dari penelitian ini menunjukkan adanya kesenjangan antara idealisme hukum Islam dan implementasi hukum positif di sektor pendidikan tinggi. Studi ini memberikan kontribusi dengan menawarkan pendekatan integratif antara hukum Islam dan hukum ketenagakerjaan untuk mendorong formulasi kebijakan pengupahan yang lebih adil dan berorientasi pada kesejahteraan akademisi di Indonesia. Kata kunci: hukum Islam; hukum ketenagakerjaan; kesejahteraan dosen; perguruan tinggi swasta; upah minimum
SISTEMATIKA PENULISAN FIQH SYAFI’I (ANALISA BUKU FIQH AL-MANHAJI ‘ALA MAZHAB IMAM AL’SYAFI’I)
Khairuddin, Khairuddin
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/sangaji.v8i2.3454
Upaya penelusuran literatur fikih mazhab Syafii adalah pekerjaan besar bagi para peneliti. Upaya itu baru meneliti manuskrip dari karya-karya besar imam Syafii. Bagaimana jika menelusuri seluruh kitab-kitab yang ada dalam mazhab Syafii. Satu kitab seperti Minhaj ath-Thalibin saja memiliki syarah penjelasan lebih dari 300 karya tulis. Ini menunjukkan bahwa upaya dalam jihad ilmu hukum Islam sepanjang sejarahnya sangat besar, khususnya dalam mazhab Syafii. Perhatian ulama fikih dalam menggali hukum Islam secara manhaji/ metodologi mazhabiyah berlangsung selama ribuan tahun. Secara umum penelitian ini mendeskripsikan 1) bagaimana sistematika penulisan fikih dalam mazhab Syafii secara umum di era klasik 2) bagimana sistematika penulisan fikih Syafii dalam buku Fiqh al-Manhaji di era kontemporer. Dua hal tersebut diharapkan bisa memberi gambaran perkembangan sistematika penulisan fikih dalam mazhab Syafii sebagai mazhab terbesar yang dianut oleh mayoritas umat Islam di negara-negara Asia Tenggara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistematika penulisan fikih dalam mazhab Syafii memiliki keseragaman dalam topik dan peletakannya. Ada empat topik besar yang memiliki bab-bab yang diletakkan secara proporsional dan sistematis. Demikian halnya dengan kitab fikih kontemporer yang menjadi bahan utama penelitian ini menunjukkan keseragaman penulisan. Namun, dalam buku Fiqh al-Manhaji ini mencantumkan rujukan secara langsung dari sumber al-Qur’an dan Hadits dilengkapi dengan takhrij hadits, nomor hadits dan pemaknaan lafaz hadits yang tidak populer.