Articles
Penerapan Pendidikan Karakter dengan Model Pembelajaran Berbasis Keterampilan Abad 21
Angga, Angga;
Abidin, Yunus;
Iskandar, Sofyan
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.2084
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis lebih jauh penerapan pendidikan karakter siswa pada masa sekarang, karena jika kita lihat masih banyak perilaku atau sikap siswa yang jauh dari harapan, terutama di masa pandemi ini. Hal ini dikaitkan dengan penerapan model pembelajaran berbasis keterampilan Abad 21 yang telah atau sedang diterapkan di sekolah. Adapun metode yang digunakan dalam penulisan artikel yaitu Studi Literatur. Studi tentang beberapa sumber buku, jurnal, dan referensi lainnya yang mendukung penulisan artikel. Berdasarkan hasil studi literatur dapat diambil kesimpulan bahwa pendidikan karakter untuk siswa saat ini tidak terlepas dari tiga lingkungan pendidikan, dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Penerapan model pembelajaran berbasis keterampilan Abad 21 yang digunakan dalam proses pembelajaran sebagai upaya dalam membangun karakter siswa tersebut, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan optimal. Salah satu tujuan pendidikan nasional pada umumnya adalah pengembangan karakter siswa.
Upaya Pembelajaran Abad 19-20 dan Pembelajaran Abad 21 di Indonesia
Fahrozy, Fazrul Prasetya Nur;
Iskandar, Sofyan;
Abidin, Yunus;
Sari, Mia Zultrianti
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2098
Penelitian ini dilatar belakangi dengan berbagai upaya pemerintah dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia mulai dari pembelajaran abad 19-20 sampai pembelajaran abad 21. Metode analisis yang digunakan dalam menganalisis pembahsan topik utama dengan menggunakan studi literatur ilimah yang tersedia di jurnal terindeks dengan desain dari penelitian ini adalah analisis deskriptif. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan serta strategi pembelajaran dari masa ke masa, yang dilihat dari sejarah bangsa Indonesia itu sendiri sampai masa sekarang. Serta tentang penggunaan teknologi untuk pembelajaran yang digunakan pada masa sekarang ini. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa upaya pembelajaran di Indonesia masih terus berkembang dan perlu adanya perhatian lebih dari berbagai pihak khususnya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan tuntutan zaman sekarang dan upaya strategi pembelajaran yang sudah tersusun, sekolah sudah harus difasilitasi berbagai teknologi guna mendukung pembelajaran yang efektif dan efisien sesusai dengan perkembangan zaman sekarang
Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah pada Masa Pandemi Covid-19
Rahayu, Restu;
Iskandar, Sofyan
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2735
Dunia pendidikan merupakan salah satu bidang yang terkena dampak serius dari pandemi Covid19. Proses pembelajaran yang seharusnya bertatap muka telah bergeser ke pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau serba online. Situasi ini menjadikan kepala sekolah dengan keterampilan kepemimpinan instruksional untuk mendukung dan mengembangkan keperluan guru dan siswa dalam skema pembelajaran yang terbaru. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya kepemimpinan instruksional kepala sekolah di masa pandemi Covid19. Pendekatan tinjauan sistematik review kualitatif dilakukan pada penelitian ini. Metode metasintetik dengan pendekatan metaagregation dipilih untuk menjawab pertanyaan penelitian dengan ringkasan beragamtemuan penelitian terpaut  kepemimpinan instruksional kepala sekolah di masa pandemi Covid19. Sumber literatur yang ditampilkan dalam penelitian ini adalah hasil pencarian publikasi ilmiah di internet selama empat tahun terakhir (2018-2021). Kajian ini merumuskan mengenai kepemimpinan kepala sekolah begitumenekankandalam melindungi keberlangsungan kegiatan sekolahserta efisiensipenerapan sistematisasi pembelajaran baru di masa pandemi Covid19. Kepemimpinan kepala sekolah adalahmemberikan pelayanan khusus pada guru dalam mewujudkan pembelajaran, menerapkan perubahan baru dalam kegiatan pembelajaran untuk penyesuaiannya melalui skema pembelajaran yangterbaru, dan memberikanstimulus sertagagasankepada warga sekolah dalam mempertahankan semangat untuk meraih tujuan yang sama
Kepemimpinan Kepala Sekolah Meningkatkan Kecakapan Multiliterasi di Sekolah Dasar
Nurwahidah, Ima;
Iskandar, Sofyan
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3093
Indonesia telah merdeka sejak tahun 1945 dengan segala juang yang patut dibanggakan. Dalam bidang Pendidikan Indonesia beberapa kali menyempurnakan kurikulum untuk memenuhi perkembangan zaman atas kebutuhan generasi anak bangsa. Kian lama generasi anak bangsa kian menampakkan kebutuhan yang mendesak akan bidang ilmu pengetahuan. Menyambut kebutuhan tersebut pemerintah menggalakkan Gerakan yang berusaha meningkatkan kompetensi generasi bangsa. Salah satunya adalah Gerakan Literasi Nasional (GLN) sebagai Gerakan untuk menjabarkan tujuan pendidikan nasional negara Indonesia. Dewasa ini, pengertian literasi tidak hanya sebatas membaca dan menulis namun sudah memasuki lintas disiplin ilmu. Dalam hal ini, kecakapan multiliterasi diperkenalkan sebagai suatu kecakapan yang meliputi berbagai disiplin ilmu dan multimodal. Di mana kecakapan multiliterasi adalah kecakapan yang diperlukan menghadapi tantangan abad 21. Diantaranya meliputi literasi membaca dan menulis, literasi sains, literasi numerasi, literasi digital, literasi finansial, serta literasi budaya dan kewarganegaraan. Namun, indeks kemampuan literasi negara Indonesia dalam berbagai segi masih belum menampakkan pencapaian signifikan. Terlebih di sekolah dasar sebagai pondasi Pendidikan Dasar peserta didik, di mana pada masa ini peserta didik dalam masa golden age. Di mana masa yang sangat tepat untuk melatih berbagai segi kecakapan untuk kebermaknaan hidup di masa yang akan datang. Maka dari itu artikel ini dikaji sebagai bahan pengetahuan bagaimana kepempimpinan Kepala Sekolah untuk meningkatkan kecakapan multiliterasi di masa yang akan datang. Demi tercapainya generasi emas tahun 2045.
Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah di Era Digital
Rosita, Rita;
Iskandar, Sofyan
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3127
Kepala Sekolah di Era digital harus mampu menyelesaikan berbagai tantangan dunia pendidikan di era digital.Kepala sekolah harus mampu menjadikan berbagai persoalan menjadi sebuah peluang dalam rangka menciptakan sekolah yang mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas. Adapun tujuan dibuatnya artikel ini adalah untuk mengetahui berbagai tantangan yang di hadapi oleh kepala sekolah di era digital dan untuk mengetahui gaya kepemimpinan kepala sekolah yang tepat dijterapkan di era digital. Berdasarkan hasil penelitian kepala sekolah mempunyai tantangan yang sangat besar dalam memajukan sekolah yang dipimpinnya ditengah arus globalisasi. Kepala sekolah juga harus mampu menciptakan ide-ide kreatif dan inovatif dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pemimpin. Ada berbagai macam gaya kepemimpinann kepala sekolah yang bisa diterapkan di era digital yaitu gaya kepemimpinan otoriter, demoktratis, bebas, gaya kepemimpinan  transformasional, transaksional,dan authoritarian.  Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah berbagai tantangan di era digital harus dapat dihadapi oleh kepala sekolah sebagai pemimpin . Adapun gaya berbagai gaya kepemimpinan yang diterpkan adalah sesuai dengan situasi dan kondisi. Gaya kepemimpinan yang dipkai pada era digital adalah yang mampu memberi rasa nyaman  namun pada umumnya yang lebih dominan adalah gaya kepemimpinan yang demokratis dan transformasional.
Program Sekolah Penggerak (PSP) Terhadap Kinerja dan Manajemen Kepala Sekolah
Marliyani, Teni;
Iskandar, Sofyan
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3255
Sekolah berkualitas, sangat tergantung dari pemimpinya, dengan demikian maka akan semakin besar kontribusinya terhadap kemajuan sekolah di masa depan. Rendahnya mutu sekolah dipengaruhi kepala sekolah dalam  mengelola sekolah, sehingga mutlak diperlukan, dalam merencanakan, mengorganisasi, menggerak dan mengawasi. Untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia pemerintah berusaha mewujudkan sebuah program Sekolah Penggerak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja dan manajemen yang merupakan kemampuan mendasar kepala sekolah terhadap adanya program sekolah penggerak. Metode penelitian yang digunakan analah studi litertur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya program sekolah penggerak, kepala sekolah dapat meningkatkan kinerja dan manajemen serta mampu bergerak dan memiliki pemikiran cerdas berpandangan maju ke depan, yang dibuktikan dengan mengadakan berbagai sosialisasi program sekolah penggerak di KKG, PPPKS, Workshop, IHT Pogram sekolah penggerak. Kesimpulan dari penelitian ini program sekolah penggerak dapat memberikan pengaruh positif terhadap kinerja dan manajemen kepala sekolah.
Pendidikan Bela Negara di Sekolah : Tinjauan Kepemimpinan Kepala Sekolah pada Generasi Milenial
Sobarningsih, Ishmahani;
Iskandar, Sofyan
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3398
Bak oase gurun pasir di tengah mutu pendidikan Indonesia yang kian mengkhawatirkan. Fenomena dekadensi moral terjadi di mana-mana. Generasi milenial diharapkan memiliki peningkatan bukan sekedar dalam ranah pengetahuan, tetapi meliputi moralitas, rasa nasionlaisme, dan lain-lain. Dekadensi moral yang terjadi saat ini yaitu melalui teknologi yang berkembang dengan pesat dan membawa budaya dari luar tanpa disaring yang terkadang tidak sesuai dengan kondisi penduduk Indonesia. Metode kajian ini menggunakan sistematik literature review. Beberapa artikel ilmiah yang dipublikasikan diberbagai jurnal nasional dan internasional dianalisis sesuai dengan tema kajian. Permasalahan yang terjadi saat ini pada umumnya adalah adanya kesenjangan dalam pembentukkan pendidikan karakter karena adanya dekadensi moral sehingga membuat nilai-nilai pancasila di negara Indonesia menurun. Adanya penerapan program kegiatan bela negara yang didukung oleh kepala sekolah merupaka upaya untuk meningkatkan eksistensi negara Indonesia dalam kehidupan.
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Menerapkan Konsep Merdeka Belajar di Sekolah Dasar
Suryana, Cucu;
Iskandar, Sofyan
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3485
Pendidikan menjadi sorotan karena merupakan tempat pengembangan sumber daya manusia. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kepemimpinan kepala sekolah dalam menerapkan konsep merdeka belajar di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa 1) kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran sentral dalam kemajuan sekolah 2) penerapan merdeka belajar di sekolah dasar melalui langkah-langkah a) kepala sekolah menerapkan kebijakan yang mendukung merdeka belajar; b) mendorong guru agar dapat melaksanakan pembelajaran yang menyenangkan; c) memotivasi siswa agar memiliki kesiapan dan suasana hati untuk belajar; d) melibatkan orang tua dan lingkungan masyarakat secara aktif; d) berkolaborasi dengan dinas pendidikan mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kompentensi guru. Indikator keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dalam menerapkan merdeka belajar di sekolah dasar adalah 1) partisipasi siswa dalam pendidikan yang merata; 2) pembelajaran yang efektif; dan 3) tidak ada siswa yang tertinggal dalam proses pembelajaran.
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Menciptakan Budaya Sekolah yang Positif di Era Revolusi Industri 4.0
Rahayuningsih, Yayu Sri;
Iskandar, Sofyan
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 5 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3626
Dengan adanya revolusi industri 4.0 yang melahirkan berbagai macam kemajuan teknologi dan informasi, membuat dunia pendidikan dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan zaman. Di samping itu, pendidikan harus memiliki kualitas yang baik yang mampu menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas juga, serta mampu bersaing dengan dunia global. Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan tersebut, dibutuhkan kepemimpinan kepala sekolah yang mampu menciptakan budaya sekolah yang produktif sehingga menghasilkan peserta didik yang mampu bersaing di era revolusi industri 4.0. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepemimpinan yang harus dimiliki seorang kepala sekolah dalam menciptakan budaya sekolah yang positif di era revolusi industri 4.0. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kajian pustaka dengan mencari berbagai sumber yang relevan dengan permasalahan. Hasil yang diperoleh bahwa untuk menciptakan budaya sekolah yang positif di era revolusi Industri 4.0, kepala sekolah harus menghadirkan budaya literasi baru yaitu dengan budaya literasi digital agar peserta didik mampu bersaing sesuai tuntutan zaman.
Penggunaan Platform Merdeka Mengajar untuk Meningkatkan Kompetensi Guru di Sekolah Dasar
Marisana, Dela;
Iskandar, Sofyan;
Kurniawan, Dede Trie
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4363
Merdeka belajar merupakan inovasi dalam kebebasan dalam proses pembelajaran yang memberikan pengalaman belajar sesuai dengan kebutuhan dan krakteristik dari siswa. Dengan adanya aplikasi untuk belajar mandiri diharapkan setiap guru memiliki kompetensi Guru abad 21 yaitu guru profesional yang bukan hanya sekedar pendidik yang bisa mengajar hanya dengan predikat baik. Melainkan pendidik yang bisa menjadi pembelajar dan agen perubahan sekolah, serta bisa menjalin dan mengembangkan hubungan untuk peningkatan mutu pembelajaran di sekolahnya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan Platform Merdeka Mengajar (MMP) diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru khususnya di sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis tentang penggunaan platform pengajaran mandiri untuk meningkatkan kompetensi guru dengan mengkaji berbagai buku dan jurnal yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Berdasarkan analisis studi kepustakaan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Platform Merdeka Mengajar merupakan platform teknologi yang dikembangkan oleh Kemdikbud untuk mendukung satuan pendidikan dalam melaksanakan proses pembelajaran dan pengembangan kapasitas guru dan tenaga kependidikan. Guru di semua satuan pendidikan di bawah Kemendikbud, Ristek, Dinas Pendidikan, dan Kemenag yang login ke Akun Belajar berhak menggunakan platform ini. Tujuan dari Merdeka Teaching Platform adalah untuk membantu para pendidik dalam mengembangkan kompetensinya dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Selain itu, guru yang menggunakan kurikulum selain kurikulum merdeka juga dapat memperoleh manfaat dari konten platform tersebut. Tujuannya adalah sebagai tindak lanjut dari upaya Indonesia untuk mentransformasikan pendidikan berbasis digital dan membantu guru dalam mengajar, belajar, dan berkreasi