Articles
Krisis Karakter Mengancam Ideologi Pancasila
Annisa, Annisa;
Dewi, Dinie Anggraeni
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 2 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/rhizome.v1i7.248
Tujuan penelitian ini mendeskripsikan krisi karakter yang terjadi pada bangsa Indonesia. Krisis karakter yang terjadi pada masa kini mengakibatkan banyak hal yang merugikan bangsa yang bertentangan secara langsung dengan nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia dan cerminan dari karakter bangsa Indonesia. Penulisan artikel ini menjelaskan ancaman dari krisis karakter bangsa dan moral terhadap pengimplementasian nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Metode yang digunakan adalah metode kajian pustaka dengan teknik analisis deskriptif. Hasilnya akan didapatkan cara mengatasi permasalahan krisis karakter dan moral bangsa yang disesuaikan dengan nilai-nilai Pancasila.Faktor yang menjadi penyebab krisis karakter yang melibatkan keluarga dan sekolah. Ada beberapa alternatif solusi atau pemecahan masalah dari krisis karakter dan moral ini. Peran keluarga dan sekolah merupakan pelaku pendidikan yang pertama dan utama. Fungsi institusi keluarga yang perlu dioptimalkan, yaitu fungsi spiritual, intelektual, sosial, dan dakwah. Peran institusi sekolah sangat strategis dalam pendidikan karakter dengan mendasarkan pada peran guru. Guru harus mengoptimalkan perannya sebagai pengajar, pengasuh, pendidik dan pembimbing.
Pentingnya Jiwa Persatuan Dan Kesatuan di Lingkungan Masyarakat Untuk Mendukung Pendidikan Kewarganegaraan
Setianingsih, Evi;
Dewi, Dinie Anggraeni
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/rhizome.v1i8.249
Tujuan penelitian ini berupaya untuk mendeskripsikan jiwa persatuan dan kesatuan untuk mendukung Pendidikan Kewarganegaraan. Ada dalam bentuk perilaku untuk mendukung terbangunnya pendidikan kewarganegaraan di masyarakat. Penelitian ini menggunakan kajian kepustakaan. Untuk penelitian mengenai perilaku-perilaku keseharian masyarakat yang dapat membangun pendidikan kewarganegaraan dapat kita lihat dari pola hidup sehari-hari masyarakat, dimana para masyarakat berinteraksi dengan sesama warga dan terjadilah proses sosial. Upaya untuk mendukung keberagaman tersebut menjadi jiwa bagi terciptanya persatuan dan kesatuan di lingkungan masyarakat. Persatuan dan kesatuan didukung oleh pendidikan kewarganegaraan dengan adanya pengajaran tentang toleransi. Toleransi diajarkan dengan cara berkomunikasi dan berdiskusi dengan orang lain yang berbeda. Lingkungan sekolah yang baik dan lingkungan keluarga juga mendukung terjadinya persatuan dan kesatuan bangsa. Sikap atau perilaku untuk bekerjasama dan bergotong royong menjadi bentuk konkret untuk menumbuhkan jiwa persatauan dan kesatuan. Dengan demikian persatuan dan kesatauan didukung oleh sifat dan sikap yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Internalisasi Nilai Pancasila Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
Putri, Fani Widia;
Dewi, Dinie Anggraeni
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/rhizome.v1i9.250
Secara historis, pendidikan telah memainkan peran penting dalam mendorong rasa nasionalisme di kalangan masyarakat Indonesia. Pendidikan saat ini khususnya pendidikan kewarganegaraan memegang peranan strategis dan penting dalam melestarikan, meningkatkan juga mentransformasikan ideologi negara dan nilai-nilai nasionalisme kepada generasi muda. Di era globalisasi saat ini Pendidikan Kewarganegaraan memiliki tujuan sebagai pendidikan politik, nilai pendidikan, pendidikan nasionalisme, pendidikan demokrasi, pendidikan multikultural, dan konflik pendidikan resolusi. Pendidikan Kewarganegaraan harus diinterpretasikan dalam interpretasi yang maksimal yang artinya mengajarkan siswa untuk secara kritis dan analitis memecahkan masalah sosial dan melaksanakan negara ideologi dan nilai-nilai nasionalisme. Oleh karena itu, Pendidikan Kewarganegaraan tidak hanya diajarkan dengan transmisi tetapi juga diajarkan sebagai penyelidikan reflektif. Untuk melakukan ini, Pendidikan Kewarganegaraan disarankan memadukan pendekatan langsung dan tidak langsung dalam pendidikan nilai, sehingga diharapkan siswa mampu menginternalisasi ideologi negara dan nilai-nilai nasionalisme sebagai keyakinannya. Beberapa prinsip proses belajar mengajar mengajar yang mumpuni juga harus mewarnai Pendidikan Kewarganegaraan di seluruh sekolah di Indonesia.
Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Menghadapi Degradasi Moral di Lingkungan Sekolah
Jaelani, Wahdini Rohmah;
Dewi, Dinie Anggraeni
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/rhizome.v1i10.251
Degradasi moral semakin marak terjadi saat ini dan terjadi pada semua kalangan termasuk peserta didik di sekolah. Degradasi moral dapat terjadi dimanapun termasuk di lingkungan sekolah. Banyaknya faktor yang mempengaruhi adanya degradasi moral di lingkungan sekitar, membuat hal ini terus terjadi dan dikhawatirkan dapat menjadi hal yang biasa dilakukan oleh masyarakat. Lingkungan sekolah yang seharusnya adalah lingkungan orang-orang yang bermoral menjadi tercemar akibat dari adanya degradasi moral ini. Ditambah lagi saat ini negara Indonesia sedang menghadapi adanya era disrupsi yang berhubungan dengan digitalisasi. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan prosedur kajian pustaka. Dampak yang terjadi akibat adanya degradasi moral ini tidak hanya bagi korban saja tetapi juga dapat merusak fasilitas umum dan meresahkan masyarakat sekitar. Hal yang perlu dilakukan dengan menganalisis kembali peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam menghadapi degradasi moral ini. Nilai-nilai moral yang terkandung dalam Pendidikan Kewarganegaraan perlu ditekankan kembali berikut dengan implementasinya. Penerapan Pendidikan Kewarganegaraan yang tepat akan berangsur-angsur mengurangi degradasi moral.
Penerapan Nilai Demokrasi di Kelas Sekolah Dasar Sebagai Bentuk Bagian Dari Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
Vichaully, Yessi;
Dewi, Dinie Anggraeni
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/rhizome.v1i11.252
Tujuan pembuatan artikel ini adalah menjabarkan pentingnya nilai demokrasi di sekolah dasar melalui pembelajaran Pendidikan kewarganegaraan. Metode analisis yang digunakan dalam penulisan artikel ini berupa kajian kepustakaan dengan melihat faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghalang penanaman nilai demokrasi di kelas. Hal yang diharapkan setelah mempelajari materi mengenai nilai demokrasi dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan ini siswa dapat menjadi pribadi yang demokratis dan bisa berpikir kritis dalam penyelesaian masalah. Siswa juga berani dalam menyampaikan pendapat dan bisa menerima perbedaan yang ada tanpa merasa tersinggung. Siswa juga diharapkan bisa menerapkan nilai demokrasi di lingkungan rumahnya dengan baik. Penerapan nilai demokrasi di kelas sekolah dasar dapat berupa pembelajaran mengenai nilai-nilai demokrasi seperti adanya toleransi, keberanian untuk mengeluarkan pendapat di kelas, adanya rasa saling menghargai jika ada pendapat yang berbeda, nilai demokrasi ini akan tumbuh dalam diri siswa jika siswa memiliki sifat positif terhadap nilai dan siswa akan terbiasa dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Implementasi Pancasila Secara Komprehensif Menghadapi Tantangan Zaman Teknologi
Faujan, Izha Fardan Nur;
Dewi, Dinie Anggraeni
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/rhizome.v1i12.276
Urgensi implementasi nilai-nilai Pancasila harus segera direalisasikan dengan banyaknya penyimpangan-penyimpangan moral di kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia. Arus globalisasi yang deras dan juga perkembangan teknologi menjadi faktor penting terjadinya penyimpangan-penyimpangan ini. Pancasila pun di zaman modern ini sudah sering dianggap kuno dan perlahan-lahan ditinggalkan rakyatnya. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan bahwa Pancasila sangat berperan penting dalam kemajuan teknologi dan menuju manusia Indonesia yang lebih modern. Metode yang dipakai dalam pembuatan artikel ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Dan sumber-sumber data yang diperlukan berasal dari buku, jurnal, dan artikel rujukan. Pengimplementasian Pancasila sangat dibutuhkan, apalagi dengan adanya globalisasi yang membawa dampak buruk pada generasi muda Indonesia. Meskipun generasi-generasi muda merupakan kaum melek teknologi, tetapi jika mereka tidak memiliki karakter Pancasila dan jiwa nasionalisme, maka semuanya akan sia-sia. Sehingga penerapan Pancasila secara menyeluruh benar-benar diperlukan untuk tetap mengarahkan generasi muda bangsa tetap pada jalur Pancasila yang berkarakter.
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Fan N Pick pada Pembelajaran PKN Di Sekolah Dasar
Rahmat Kanigara, Riska;
Anggraeni Dewi, Dinie;
Puri Furnamasari, Yayang
Action Research Literate Vol. 4 No. 1 (2020): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (330.566 KB)
|
DOI: 10.46799/arl.v4i1.3
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dengan menerapkan model kooperatif tipe Fan N Pick pada materi perkembangan teknologi pada siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Pamoyanan Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022 yang terdiri dari 24 siswa. Hal ini untuk mengetahui pembelajaran perkembangan teknologi pada kelas IV yang masih sulit dipahami siswa. Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran dengan cara siswa bekerja sama dalam kelompok yang terdiri dari dua sampai empat orang dengan tujuan untuk menyelesaikan masalah guna mencapai pemahaman materi secara bersama-sama sehingga hasil belajar yang diharapkan dapat mencapai kriteria yang ditentukan. Model kooperatif tipe Fan N Pick pada pembelajaran PKn menekankan siswa untuk saling bertukar informasi, menkonstruk pengertahuan dan mengajarkan sesuatu kepada orang lain, sehingga siswa diharapkan lebih banyak memahami materi. Selain itu, model pembelajaran kooperatif tipe Fan N Pick dapat menumbuh kembangkan rasa percaya diri pada masing-masing siswa karena dapat berinteraksi dalam internal kelompok dengan optimal sehingga tidak menimbulkan diskriminasi dari segi akademis
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Pada Anak Sekolah Dasar
Julya Marlita Khaerunisa, Seilla;
Anggraeni Dewi, Dinie;
Furi Furnamasari, Yayang
Action Research Literate Vol. 4 No. 1 (2020): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.928 KB)
|
DOI: 10.46799/arl.v4i1.4
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai Pancasila yang akan diterapkan pada anak sekolah dasar. Artikel ini didasarkan pada metode pendekatan kualitatif. Pengumpulan data ini disusun dengan jurnal-jurnal yang relevan. Hasil pembahasan teori ini menerapkan dasar-dasar Pancasila untuk anak sekolah dasar. Mulai dari sila pertama hingga sila terakhir. Sila pertama menjelaskan tentang Tuhan Yang Maha Esa, menjelaskan kepada siswa tentang keberadaan Tuhan. Sila kedua menjelaskan tentang kemanusiaan yang adil dan beradab, menerapkan keadilan kepada peserta didik yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip ketiga adalah tentang persatuan Indonesia, menerapkan persatuan seperti di kelas. Keempat, demokrasi yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, menerapkan diskusi di kelas. Kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Menciptakan suasana di dalam kelas dalam menerapkan dasar-dasar Pancasila
Suku, Ras dan Agama Mempengaruhi Kedudukan Hak Asasi Manusia Di Indonesia
Ulfa, Ina;
Anggraeni Dewi, Dinie;
Furi Furnamasari, Yayang
Action Research Literate Vol. 4 No. 2 (2020): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (262.244 KB)
|
DOI: 10.46799/arl.v4i2.9
Hak dan kesetaraan bagi setiap orang sering menjadi pusat perhatian bagi masyarakat. Akan tetapi dalam kehidupan sosial pencapaian kesetaraan akan harkat dan martabat warga negara masih belum menunjukkan kemajuan yang signifikan. HAM, agama, ras dan suku belum direspons secara serius oleh negara. hak-hak bersuku-suku, ras dan hak memilih agama bagi setiap orang kerap dilanggar. Pernyataan HAM didalam pancasila mengandung pemikiran bahwa manusia itu diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa yaitu hak kebebasan hidup untuk saling menghormati, melindungi dan saling membela. Penelitian ini dilatar belakangi oleh HAM yang mempengaruhi suku, ras, dan agama karena hak bagi setiap manusia itu adalah hal yang harus dihormati orang diri sendiri dinegara Indonesia ini bermacam-macam suku, ras maupun agama yang membuat kita harus lebih memahami keadaan indonesia ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan study case
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Praktik Kebebasan Berpendapat di Indonesia
Saparina, Amalya Salsa;
Dewi, Dinie Anggraeni
Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Vol. 18 No. 1 (2021): Januari - Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan IPS, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study aims to determine and understand that the implementation of Pancasila values can be done with the practice of freedom of opinion. The research method carried out is a qualitative method. All information and facts are searched from various sources such as books, articles, journals, and so on. Freedom of opinion is one form of implementation of Pancasila. Freedoms can be done in the real world, and can also be done on social media (internet). This can implement Pancasila, if it does not violate government regulations, one of them is the ITE law. The study limitation is located in the process and research method. This article contributes to the reference enhancer that can help the community in conveying opinions. So, it can be concluded that freedom of opinion is one of the implementation of the Pancasila value in all precepts. With a note, the implementation is applied in the right way.