Articles
Nilai Kesukarelaan dalam Mengantisipasi Bencana Alam sebagai Bentuk Penerapan Sila Kedua Pancasila
Jayadi, Naura Lathifah;
Dewi, Dinie Anggraeni
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 1 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/rhizome.v1i2.230
Penelitian ini ditujukan untuk menelaah nilai kesukarelaan yang dilakukan warga negara dalam mengantisipasi bencana alam. Nilai kesukarelaan itu menjadi bentuk penerapan konkret dari Pancasila. Fenomena bencana alam yang terjadi di Indonesia dihadapkan pada tantangan agar warga negara terlibat dan bertindak dengan semangat kemanusiaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur. Peneliti berupaya mendeskripsikan nilai kesukarelaan dalam peristiwa bencana. Temuan penelitian memuat dua hal ini, yaitu pertama, landasan nilai kesukarelaan didasarkan pada sila kedua Pancasila yang berbunyi kemanusiaan yang adil dan beradab. Temuan kedua, adanya bentuk penerapan nilai kesukarelaan dengan prinsip-prinsip penanggulangan bencana yang dilakukan dengan cepat dan tepat. Respon cepat dan tepat pada saat terjadi bencana dilakukan oleh Pemerintah Daerah melalui BPBD dengan mendirikan posko pengendali yang memiliki tugas pokok mengarahkan, dan dalam koordinasi dengan pihak lain, seperti Dinas Sosial, Kesehatan, Polisi, TNI, Organisasi Masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat terlibat aktif dengan berbagai upaya untuk evakuasi, pertolongan, pemenuhan kebutuhan dasar dan pencarian orang.
Peran Pancasila dalam Menumbuhkan Nasionalisme bagi Warga Negara Indonesia
Zainab, Meisya Siti;
Dewi, Dinie Anggraeni
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 1 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/rhizome.v1i3.231
Pancasila dianggap sesuatu yang sakral sehingga warga negaranya pun harus hafal dan paham makna dari Pancasila itu sendiri. Warga negara Indonesia perlu melakukan penghayatan dan pengamaan nilai-nilai luhur Pancasila untuk kelestarian dan kesaktian pancasila, setiap penyelenggara negara serta setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik di pusat maupun di daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arti Pancasila sebenarnya dan untuk mengetahui implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian dengan bahasan peran Pancasila dalam menumbuhkan nasionalisme bagi warga negara Indonesia dilakukan dengan pendekatan deskriptif. Temuan penelitian, pertama peran Pancasila lebih pada bentuk-bentuk pengajaran yang materi didominasi oleh hal-hal yang berkaitan dengan nasionalisme. Dengan pengajaran, kesadaran warga negara bisa terbentuk terutama dalam bentuk konseptual. Penulis ingin menggambarkan dan memaparkan fakta yang ada di lapangan. Kedua, peran Pancasila didasarkan pada kemanusiaan yang beradab sebagai basis dialog moralitas. Dengan adanya dialog moral, relasi antar warga negara bisa terjadi keakraban yang didasarkan pada nilai-nilai kebaikan dan kebersamaan.
Kesetaraan Hak Warga Negara Dalam Pemaknaan Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Yuliani, Dinar;
Dewi, Dinie Anggraeni
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/rhizome.v1i4.232
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesetaraan hak warga negara Indonesia dalam pemaknaan sila kemanusiaan yang adil dan beradab. Fokus penelitian ada pada upaya warga negara mewujudkan kesetaraan yang telah ada dalam Pancasila. Kemanusiaan yang adil dan beradab menandaskan bahwa nilai keadilan dan nilai keberadaban menjadi dua poin eksplisit yang menjadi dasar terbentuknya pemahaman tentang kesetaraan. Maka, penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif untuk memberi gambaran tentang kesetaraan hak dalam diri warga negara. Temuan penelitian ini yaitu, pertama, kesetaraan hak warga negara didasarkan pada adanya perlakuan adil. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa poin yang mendasar yang harus diterima bahwa warga negara Indonesia dengan latar belakang apapun perlu mendapatkan perlindungan, walaupun ada perbedaan di antara warga negara. Temuan kedua, dengan pemenuhan kesetaraan hak warga negara, maka terwujud manusia yang beradab. Dengan nilai yang beradab, warga negara bisa bersama-sama hidup dalam kedamaian. Rekomendasi penelitian ini adalah adanya bentuk-bentuk konkret dalam ruang-ruang pembelajaran agar nilai keadilan dan nilai yang beradab bisa diajarkan terus-menerus sehingga menjadi kebiasaan.
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Pendidikan Pancasila (Studi Kasus Mahasiswa PGSD UPI Kampus Cibiru)
Galuh, Azahra Dewanti;
Dewi, Dinie Anggraeni
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 2 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/rhizome.v1i5.233
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pemahaman mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia kampus Cibiru tentang nilai-nilai Pancasila yang telah diajarkan melalui pendidikan Pancasila. Seperti yang diketahui bahwa pendidikan merupakan suatu usaha secara sadar dan terencana untuk bisa merealisasikan potensi yang dimiliki setiap individu. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus. Studi kasus digunakan untuk memberikan pemahaman pada sesuatu yang menarik perhatian dan mampu memahami kompleksitas satu kasus. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan melakukan pengumpulan data secara online melalui google form. Temuan penelitian ini adalah mahasiswa-mahasiswa PGSD Universitas Pendidikan Indonesia kampus Cibiru sudah bisa mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila yang telah diajarkan melalui pendidikan Pancasila. Implementasi nilai-nilai Pancasila berupa melaksanakan kewajiban sesuai ajaran agama yang dianut, hidup toleransi, peduli sosial, sopan, dan santun. Rekomendasi penelitian ini yaitu dukungan dan upaya masih dibutuhkan agar nilai-nilai Pancasila bisa terus diwariskan kepada generasi muda untuk bisa menjadi bangsa yang kuat.
Reaktualisasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Penemuan Jati Diri Bangsa di Era Digital
Syafitri, Aryani;
Dewi, Dinie Anggraeni
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 2 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/rhizome.v1i6.234
Tujuan penelitian ini ada dalam upaya untuk melakukan reaktualisasi (aktualisasi kembali) nilai-nilai Pancasila. Konteks yang terjadi bahwa bangsa Indonesia berada di era digital dengan kecanggihan teknologi informasi, ideal yang ingin dicapai bahwa ada penemuan jati diri pada warga negara. Untuk itu pengetahuan, keterampilan, dan penerapan nilai-nilai Pancasila bagi warga negara perlu diantisipasi agar tidak mengalami degradasi atas kemajuan dan kedatangan nilai-nilai baru akibat media digital dengan akses tanpa batas. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan mencoba mendeskripsikan upaya reaktualisasi nilai-nilai Pancasila. Temuan penelitian adalah pertama, reaktualisasi dalam bidang ekonomi dan sosial budaya diupayakan dalam bentuk-bentuk pembelajaran yang isinya adalah nilai-nilai Pancasila yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan yang dimulai dari pemahaman yang detail terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dalam penerapan. Kedua, reaktualisasi nilai-nilai Pancasila ketika dijadikan acuan bagi bangsa Indonesia diupayakan dalam bentuk-bentuk penerimaan pada yang berbeda. Dalam pemahaman dan penerimaan ini, jati diri tidak mengalami keterasingan, namun adanya kebersatuan antar warga negara dengan dasar Pancasila.
Krisis Karakter Mengancam Ideologi Pancasila
Annisa, Annisa;
Dewi, Dinie Anggraeni
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 2 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/rhizome.v1i7.248
Tujuan penelitian ini mendeskripsikan krisi karakter yang terjadi pada bangsa Indonesia. Krisis karakter yang terjadi pada masa kini mengakibatkan banyak hal yang merugikan bangsa yang bertentangan secara langsung dengan nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia dan cerminan dari karakter bangsa Indonesia. Penulisan artikel ini menjelaskan ancaman dari krisis karakter bangsa dan moral terhadap pengimplementasian nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Metode yang digunakan adalah metode kajian pustaka dengan teknik analisis deskriptif. Hasilnya akan didapatkan cara mengatasi permasalahan krisis karakter dan moral bangsa yang disesuaikan dengan nilai-nilai Pancasila.Faktor yang menjadi penyebab krisis karakter yang melibatkan keluarga dan sekolah. Ada beberapa alternatif solusi atau pemecahan masalah dari krisis karakter dan moral ini. Peran keluarga dan sekolah merupakan pelaku pendidikan yang pertama dan utama. Fungsi institusi keluarga yang perlu dioptimalkan, yaitu fungsi spiritual, intelektual, sosial, dan dakwah. Peran institusi sekolah sangat strategis dalam pendidikan karakter dengan mendasarkan pada peran guru. Guru harus mengoptimalkan perannya sebagai pengajar, pengasuh, pendidik dan pembimbing.
Pentingnya Jiwa Persatuan Dan Kesatuan di Lingkungan Masyarakat Untuk Mendukung Pendidikan Kewarganegaraan
Setianingsih, Evi;
Dewi, Dinie Anggraeni
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/rhizome.v1i8.249
Tujuan penelitian ini berupaya untuk mendeskripsikan jiwa persatuan dan kesatuan untuk mendukung Pendidikan Kewarganegaraan. Ada dalam bentuk perilaku untuk mendukung terbangunnya pendidikan kewarganegaraan di masyarakat. Penelitian ini menggunakan kajian kepustakaan. Untuk penelitian mengenai perilaku-perilaku keseharian masyarakat yang dapat membangun pendidikan kewarganegaraan dapat kita lihat dari pola hidup sehari-hari masyarakat, dimana para masyarakat berinteraksi dengan sesama warga dan terjadilah proses sosial. Upaya untuk mendukung keberagaman tersebut menjadi jiwa bagi terciptanya persatuan dan kesatuan di lingkungan masyarakat. Persatuan dan kesatuan didukung oleh pendidikan kewarganegaraan dengan adanya pengajaran tentang toleransi. Toleransi diajarkan dengan cara berkomunikasi dan berdiskusi dengan orang lain yang berbeda. Lingkungan sekolah yang baik dan lingkungan keluarga juga mendukung terjadinya persatuan dan kesatuan bangsa. Sikap atau perilaku untuk bekerjasama dan bergotong royong menjadi bentuk konkret untuk menumbuhkan jiwa persatauan dan kesatuan. Dengan demikian persatuan dan kesatauan didukung oleh sifat dan sikap yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Internalisasi Nilai Pancasila Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
Putri, Fani Widia;
Dewi, Dinie Anggraeni
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/rhizome.v1i9.250
Secara historis, pendidikan telah memainkan peran penting dalam mendorong rasa nasionalisme di kalangan masyarakat Indonesia. Pendidikan saat ini khususnya pendidikan kewarganegaraan memegang peranan strategis dan penting dalam melestarikan, meningkatkan juga mentransformasikan ideologi negara dan nilai-nilai nasionalisme kepada generasi muda. Di era globalisasi saat ini Pendidikan Kewarganegaraan memiliki tujuan sebagai pendidikan politik, nilai pendidikan, pendidikan nasionalisme, pendidikan demokrasi, pendidikan multikultural, dan konflik pendidikan resolusi. Pendidikan Kewarganegaraan harus diinterpretasikan dalam interpretasi yang maksimal yang artinya mengajarkan siswa untuk secara kritis dan analitis memecahkan masalah sosial dan melaksanakan negara ideologi dan nilai-nilai nasionalisme. Oleh karena itu, Pendidikan Kewarganegaraan tidak hanya diajarkan dengan transmisi tetapi juga diajarkan sebagai penyelidikan reflektif. Untuk melakukan ini, Pendidikan Kewarganegaraan disarankan memadukan pendekatan langsung dan tidak langsung dalam pendidikan nilai, sehingga diharapkan siswa mampu menginternalisasi ideologi negara dan nilai-nilai nasionalisme sebagai keyakinannya. Beberapa prinsip proses belajar mengajar mengajar yang mumpuni juga harus mewarnai Pendidikan Kewarganegaraan di seluruh sekolah di Indonesia.
Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Menghadapi Degradasi Moral di Lingkungan Sekolah
Jaelani, Wahdini Rohmah;
Dewi, Dinie Anggraeni
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/rhizome.v1i10.251
Degradasi moral semakin marak terjadi saat ini dan terjadi pada semua kalangan termasuk peserta didik di sekolah. Degradasi moral dapat terjadi dimanapun termasuk di lingkungan sekolah. Banyaknya faktor yang mempengaruhi adanya degradasi moral di lingkungan sekitar, membuat hal ini terus terjadi dan dikhawatirkan dapat menjadi hal yang biasa dilakukan oleh masyarakat. Lingkungan sekolah yang seharusnya adalah lingkungan orang-orang yang bermoral menjadi tercemar akibat dari adanya degradasi moral ini. Ditambah lagi saat ini negara Indonesia sedang menghadapi adanya era disrupsi yang berhubungan dengan digitalisasi. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan prosedur kajian pustaka. Dampak yang terjadi akibat adanya degradasi moral ini tidak hanya bagi korban saja tetapi juga dapat merusak fasilitas umum dan meresahkan masyarakat sekitar. Hal yang perlu dilakukan dengan menganalisis kembali peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam menghadapi degradasi moral ini. Nilai-nilai moral yang terkandung dalam Pendidikan Kewarganegaraan perlu ditekankan kembali berikut dengan implementasinya. Penerapan Pendidikan Kewarganegaraan yang tepat akan berangsur-angsur mengurangi degradasi moral.
Penerapan Nilai Demokrasi di Kelas Sekolah Dasar Sebagai Bentuk Bagian Dari Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
Vichaully, Yessi;
Dewi, Dinie Anggraeni
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/rhizome.v1i11.252
Tujuan pembuatan artikel ini adalah menjabarkan pentingnya nilai demokrasi di sekolah dasar melalui pembelajaran Pendidikan kewarganegaraan. Metode analisis yang digunakan dalam penulisan artikel ini berupa kajian kepustakaan dengan melihat faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghalang penanaman nilai demokrasi di kelas. Hal yang diharapkan setelah mempelajari materi mengenai nilai demokrasi dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan ini siswa dapat menjadi pribadi yang demokratis dan bisa berpikir kritis dalam penyelesaian masalah. Siswa juga berani dalam menyampaikan pendapat dan bisa menerima perbedaan yang ada tanpa merasa tersinggung. Siswa juga diharapkan bisa menerapkan nilai demokrasi di lingkungan rumahnya dengan baik. Penerapan nilai demokrasi di kelas sekolah dasar dapat berupa pembelajaran mengenai nilai-nilai demokrasi seperti adanya toleransi, keberanian untuk mengeluarkan pendapat di kelas, adanya rasa saling menghargai jika ada pendapat yang berbeda, nilai demokrasi ini akan tumbuh dalam diri siswa jika siswa memiliki sifat positif terhadap nilai dan siswa akan terbiasa dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.