Articles
Identifikasi Mikroorganisme Kontaminan Pada Kultur Jaringan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.)
Ilham, Muhammad;
Ernayunita, Ernayunita;
Yuli Rahmadi, Hernawan
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v33i1.279
Salah satu kendala kultur jaringan kelapa sawit yaitu adanya risiko kontaminasi mikroorganisme pada setiap prosesnya. Kontaminasi mikroorganisme pada proses kultur dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan eksplan bahkan kegagalan tumbuh. Jenis – jenis kontaminasi yang sering ditemukan dalam kultur jaringan adalah bakteri dan jamur. Mikroorganisme kontaminan dapat tumbuh dengan baik pada media kultur jaringan karena terdapat kandungan nutrisi didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kontaminasi mikroorganisme pada kultur jaringan kelapa sawit sehingga dapat ditentukan pengendalian kontaminasi yang sesuai dan tepat sasaran. Metode penelitian menggunakan metode purposive samping yang meliputi kriteria sampel, seleksi sampel, verifikasi sampel yang selanjutnya dilakukan isolasi, pemurnian, serta identifikasi dan pengamatan mikroskopik/makroskopik. Hasil penelitian menunjukan dua genus teridentifikasi dari isolat fungi yaitu Aspergillus sp. dan Penicillium sp. melalui pengamatan mikroskop dengan perbesaran 1000x. Selain itu, isolat bakteri teridentifikasi 4 isolat Gram negatif dan 1 isolat Gram positif melalui uji gram menggunakan KOH 3%. Kelimpahan tertinggi isolat bakteri terdapat pada sampel 3 dengan nilai 2,9 x 105 CFU/mL. Morfologi mikroskopik teridentifikasi bulat (coccus), batang (basil) dan spiral. Pengendalian mikroorganisme dilakukan dengan penggunaan antibiotik yaitu Tetracycline, Ciprofloxacin, dan Kanamycin serta penggunaan antifungal yaitu fluconazole dan ketoconazole. Pencegahan mikroorganisme dilakukan dengan sterilisasi alat dan bahan, pemilihan zat sterilan, teknik sterilisasi, kondisi ruang kultur yang bersih, pemantauan dan pemisahan kultur terkontaminasi secara berkala.
Efektivitas Blended Learning pada Pembelajaran Sepak Bola di SMP Negeri 20 Palembang
Ilham, Muhammad;
Imansyah, Farizal;
Junaidi, Ilham Arvan
Indo Green Journal Vol. 2 No. 4 (2024): Green 2024
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/green.v2i4.79
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode pembelajaran Blended Learning berdasarkan respon peserta didik. metode pembelajaran blended learning dalam meningkatkan hasil belajar PJOK siswa pada materi sepakbola. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif True Experimental Design dengan rancangan Posttest Only Control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VIII SMP Negeri 20 Palembang. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Sehingga sampel yang digunakan berjumlah 66 orang. Data penelitian ini bersumber dari nilai posttest. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh rata-rata nilai posttest yang didapat dari hasil belajar siswa menggunakan metode pembelajaran blended learning pada kelas eksperimen 79,815 dan untuk pembelajaran yang hanya menggunakan metode pembelajaran konvensional pada kelas kontrol 69,948. Pengujian hipotesis diperoleh dari thitung 9,365 hal tersebut kemudian dibandingkan dengan ttabel dimana taraf kepercayaan a = (5%) diperoleh nilai ttabel 1,669 sehingga thitung > ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Maka hipotesis menyatakan penelitian ini berhasil membuktikan bahwa terdapat efektivitas metode pembelajaran blended learning terhadap hasil belajar PJOK siswa pada materi sepakbola kelas VIII SMP Negeri 20 Palembang.
Preventive Maintenance pada Sistem Pendingin Mesin Induk di Kapal Layar Motor Arimby
Luthfiani, Febi;
Nugraha, I Made Aditya;
Ilham, Muhammad
JURNAL MEGAPTERA Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15578/jmtr.v1i1.11830
Preventive maintenance pada sistem mesin pendingin pada Kapal Arimby sangat memegang peranan penting. Kegiatan perawatan tidak dapat dikesampingkan karena apabila dalam proses kerja suatu mesin mengalami kerusakan dan tidak mengalami perawatan maka akan menjadi rusak secara perlahan. Oleh karena itu perawatan sistem pendingin mutlak diperlukan. Sistem pendingin yang tidak bekerja dengan baik dipastikan bahwa sistem tersebut mengalami kerusakan dan akan menghambat proses kerja dari mesin utama kapal. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan kerugian yang dialami oleh pemilik kapal secara teknik maupun ekonomis. Penelitian ini dilakukan selama empat bulan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara kepada lima responden. Hasil kegiatan preventive maintenance pada Kapal Arimby dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu perawatan harian dan perawatan bulanan. Pada perawatan harian dilakukan pengecekan air tawar dan perawatan bulanan dilakukan pengecekan pada sea chest, sea water pump, coller, keran air, dan pipa/selang.Preventive maintenance of the cooling system on the Arimby Ship plays an important role. Maintenance activities cannot be ruled out because if in the work process a machine is damaged and does not undergo maintenance, it will become damaged slowly. Therefore, maintenance of the cooling system is essential. A cooling system that does not work properly is certain that the system is damaged and will hinder the work process of the ship's main engine. This of course will result in losses experienced by ship owners technically and economically. This research was conducted for four months using the method of observation and interviews with five respondents. The results of preventive maintenance activities on Arimby Ships can be carried out in two ways, namely daily maintenance and monthly maintenance. In daily maintenance, fresh water checks are carried out and monthly maintenance is carried out on sea chests, sea water pumps, coolers, water faucets, and pipes
An Empirical Analysis of Veterinary Certification, Perceived of Freshness and Price Suitability on Repurchase Intentions of Certified Beef in Pekanbaru
Ilham, Muhammad;
Syahlani, Suci Paramitasari;
Suryanto, Edi
Buletin Peternakan Vol 49, No 2 (2025): BULETIN PETERNAKAN VOL. 49 (2) MAY 2025
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21059/buletinpeternak.v49i2.106053
Rapid economic growth has led to an increase in the consumption of meat in the city of Pekanbaru in Riau Province, Indonesia. This calls greater attention from the government and animal product business units to improve the quality of meat supply. Implementing hygiene and sanitation practices along meat distribution channels is one strategy to enhance the quality of meat. The Indonesian government requires meat products to have certification in the form of a Veterinary Control Number (NKV). This study aims to study the effect of NKV certification marks, superior value of fresh beef, and perceived price suitability on the intention to repurchase NKV-certified beef. This study was conducted using a mixed method, using in-depht interview and survey design. The questionnaires were distributed through online and offline methods to a sample of 200 respondents, who were selected using judgemental sampling method based on the following criteria: (1) they were residents of the city of Pekanbaru; (2) they were at least 21 years old; (3) they had engaged in buying beef. The questionnaire consisted of 22 questions regarding NKV labelling, superior value of fresh beef, perceived price suitability, and intention to repurchase NKV-certified beef. Data were analysed with linear multiple regression analysis using SPSS 26 software package. The results of the t test showed that only the superior value of fresh beef had no significant influence (β = 0.075) on the intention to repurchase certified beef in Pekanbaru, while the NKV certification mark (β = 0.160) and perceived price suitability (β = 0.447) had a significant influence on the intention to repurchase certified beef. This study shows that the research model explains 28.4% of the variability in the intention to repurchase beef. This research concluded that the NKV certification mark and perceived price suitability are important factors that influence the intention to repurchase beef in Pekanbaru City.
Analisis Postur kerja pada Operator Stasiun Boiler Menggunakan Metode Rapid Upper Limb Assessement (RULA)
Ilham, Muhammad;
Andriani, Meri
Jurnal Industri Samudra Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55377/jis.v5i2.11351
This study conducted a Posture Analysis on boiler operators using the Rapid Upper Limb Assessment (RULA) method. The purpose of this study is to determine what actions workers should take to avoid the risk of complaints and pain in the body of workers at a boiler station which has 4 workers. This study uses the Rapid Upper Limb Assessment (RULA) method to analyze the level of ergonomic risk of body areas that experience complaints or pain. the work posture of workers 1,2,3 and 4 got a score for worker 1 with a score of 8, for worker 2 with a score of 7, for worker 3 with a score of 8 and for worker 4 with a score of 8. The results of analyzing the work posture of the boiler operator got the results of the action on worker 1 with the description of the action right now, worker 2 with the description of the action right now, worker 3 with the description of the action right now and for worker 4 with the description of the action right now, The conclusion of the analysis can be concluded that the need for changes in work posture right now to avoid Fatigue and physical injury.
PELAKSANAAN GOTONG ROYONG DALAM MENINGKATKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DI KELURAHAN TALANG JAMBE
Sumiati, Puput;
Chahyani, Nurul Septi;
Ilham, Muhammad;
Rachmawati, Diana Widhi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Disiplin Ilmu Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Multi Disiplin Ilmu Januari 2024
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47709/jpmasdi.v2i1.3279
Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat disamping kedua dharma yang lain, diharapkan selalu ada interelesasi antara perguruan tinggi dan masyarakat sekitarnya. Kegiatan pendampingan melalui pengabdian untuk masyarakat di lokasi KKN juga dilanjutkan dengan kegiatan gotong royong yangsudah menjadi budaya masyarakat indonesia. Melalui kegiatan KKN 29 kita dituntut untuk mengamalkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Kita diharapkan mnjadi motivator dan fasilitator dari usaha pembangunan terutama di daerah perumahan Novo Residence. Tujuan kegiatan yaitu; sebagai solusi mengurangi tingkat kekumuhan yang terjadi di kelurahan Talng Jambe. Berdasarkan kegiatan pendampingan dalam bentuk gotong royongdalam mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat diharapkan dapat menguatkan kapasitas masyarakat melalui kesehatan jasmani dan rohani .Kegiatan gotong royong sebagai wujud dari tenggang rasa kemanusiaan merupakan tujuan dari program kerja KKN 29 Talang Jambe .
FLOUTING MAXIM ON FOOTBALL PLAYERS UTTERANCES IN DUBAI EYE 103.8 SPORT PODCAST
Ilham, Muhammad;
Suswanto, Deni;
Fauzi, Muhammad Erfan;
Nurulaen, Yuyun
CALL Vol. 6 No. 2 (2024): CALL
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/call.v6i2.20630
This study explored the phenomenon of maxim flouting in the utterances of John Terry and Ashley Cole during the Dubai Eye 103.8 Sports Podcast. It tried to describe flouting maxims by John Terry in the podcast and the similarities and differences between the flouting maxim in the utterances of John Terry and Ashley Cole. A descriptive qualitative approach was employed to analyze and interpret the data, utilizing Grice's (1975) theory of conversational maxims as the theoretical framework to explain instances of maxim flouting in the cooperative principle observed in the speakers' utterances. Data collection was conducted through document analysis. The findings revealed that John Terry's utterances contained several instances of maxim flouting: 25 occurrences of flouting the maxim of quantity (64.8%), 1 instance of flouting the maxim of quality (3.7%), 8 instances of flouting the maxim of relation (20.7%), and 4 instances of flouting the maxim of manner (10.8%). In contrast, Ashley Cole's utterances included 21 occurrences of flouting the maxim of quantity (80.7%), 2 instances each of flouting the maxims of quality and relation (7.7% each), and 1 instance of flouting the maxim of manner (3.9%). The study also identified a key similarity: both speakers predominantly flouted the maxim of quantity in their utterances. However, a notable difference was observed in the frequency and distribution of the flouted maxims between the two speakers. Keyword: flouting maxim, cooperative principle, podcast, pragmatics
Pelatihan Pembuatan Karya Seni Ciri Khas Tempat Wisata dan Cara Pemasarannya
br Tarigan, Fatin Nadifa;
Parinduri, Ramadha Yanti;
Yusri, Yusri;
Moertiono, R.Juli;
Afrida, Elli;
Ilham, Muhammad
Journal Liaison Academia and Society Vol 2, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1074.458 KB)
|
DOI: 10.58939/j-las.v2i1.212
Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi Ibu Rumah Tangga di Daerah Kawasan Wisata Pantai Cermin dengan cara melatih membuat karya seni merajut dengan mengunggulkan ciri khas daerah dan cara pemasarannya. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode Numbered Heads Together (NHT) yang terdiri dari 4 tahapan yakni pembentukan kelompok, pemberian tugas, pembangunan ide dan kreasi yang dipandu oleh tim pengabdi, dan penilaian produk berdasarkan respon pasar. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang dilakukan oleh Ibu Rumah Tangga selaku mitra. Kerajinan merajut berhasil terjual sebanyak 18 dari 45 barang melalui Souvenir Shop di lokasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan dan Media Sosial dengan keuntungan rata – rata sebesar 25% dari harga modal. Namun, pemasaran melalui E-Commerce belum menunjukkan hasil. Kreasi yang tercipta berupa kerajinan rajut tangan yang dibentuk menjadi berbagai macam benda seperti gantungan kunci, konektor masker, dan tas. Secara keseluruhan pelaksanaan kegiatan dapat memberikan peluang usaha baru bagi Ibu Rumah Tangga di sekitar daerah kawasan wisata. Sementara untuk meningkatkan hasil penjualan terutama melalui media E-Commerce, diperlukan pelatihan strategi pemasaran kembali di masa mendatang.Kata Kunci: karya seni, tempat wisata, pemasaran, merajut
Sosialisasi Pendidikan Anti Korupsi di SMA Tunas Gajah Mada Medan
Ilham, Muhammad;
Gusmarani, Rica
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 01 (2025): Artikel Periode April 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47709/ppi.v3i01.5806
Korupsi merupakan salah satu permasalahan bangsa yang berdampak sistemik terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk memutus mata rantai praktik korupsi, diperlukan upaya preventif melalui pendidikan karakter sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan dalam membentuk integritas peserta didik sebagai bekal dalam membangun jiwa dan raga yang siap beraksi melawan korupsi. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan anti korupsi efektif jika diterapkan secara holistik, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta ditanamkan melalui pembelajaran yang kontekstual dan keteladanan nyata. Dengan membangun kesadaran kritis dan moralitas siswa, diharapkan tercipta generasi yang tidak hanya menolak korupsi, tetapi juga aktif dalam menciptakan budaya antikorupsi di lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, membangun jiwa dan raga yang berintegritas menjadi fondasi utama dalam menciptakan bangsa yang bebas dari korupsi.
Motivasi Belajar Mufradat dengan Metode Ceramah (Studi Kasus Kelas IV di Sekolah Dasar Islam Terpadu)
Masyitah, Sri;
Sari, Rizka;
Saputra, Hendri Yahya;
Ilham, Muhammad;
Bako, Fitri Mawaddah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29065
Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran mufradat (kosakata) bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi belajar siswa kelas IV pada tingkatan sekolah dasar dalam pembelajaran mufradat dengan metode ceramah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pendekatan kualitatif dipilih untuk menggali secara mendalam mengenai motivasi belajar siswa dalam pembelajaran mufradat dengan metode ceramah di kelas IV Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT). Studi kasus dipilih karena fokus penelitian diarahkan pada satu kelas dan satu konteks spesifik secara intensif dan mendalam dengan subjek sebanyak 15 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, wawancara, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi, terutama motivasi intrinsik yang mendorong mereka untuk aktif dan tekun dalam mengikuti pembelajaran mufradat. Selain itu, motivasi ekstrinsik berupa nilai, pujian, dan hadiah juga berperan dalam meningkatkan semangat belajar siswa. Faktor internal dan eksternal sama-sama mempengaruhi motivasi belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode ceramah efektif dalam meningkatkan motivasi belajar mufradat siswa kelas IV dan didukung oleh faktor internal serta faktor eksternal. Disarankan agar guru terus memanfaatkan berbagai metode agar dapat menghadirkan motivasi belajar para siswa dalam mengoptimalkan pembelajaran mufradat dan melakukan penelitian lanjutan dengan metode pembelajaran yang lain.