Articles
SISTEM PEMANDU PENDARATAN PADA BALON UDARA BERBASIS PENGOLAHAN CITRA DAN KENDALI PID
Agung Andri Kurniawan;
Muhammad Rivai;
Fajar Budiman
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (624.458 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16276
Riset dan pengembangan studi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau pesawat tanpa awak tengah berkembang pesat. Banyak perusahaan besar memfokuskan dalam kegiatan ini, mulai dari aplikasi untuk pengantaran barang, teknologi bertani, hingga untuk penanganan bencana alam. UAV menggunakan sistem Navigasi global positioning system (GPS) untuk memandu menuju lokasi tujuan. Navigasi dengan GPS mempunyai kelemahan yaitu rawan terhadap error hingga mencapai puluhan meter. Sehingga dapat menyebabkan masalah pada saat mendarat di lokasi tujuan. Maka dari itu, dirancanglah sistem pemandu pendaratan pada UAV dalam hal ini balon udara untuk membantu navigasi GPS dalam meningkatkan keakuratan pendaratan. Dengan bantuan pengolahan citra, sistem akan membantu mengenali pola dari landasan dengan metode Hu Moments contour matching yang tidak berubah secara skala, rotasi, dan translasi. Dari hasil percobaan sistem dengan metode Hu Moments contour matching, didapatkan tingkat keakurasian sebesar 94% pada perubahan skala secara ketinggian, 94% pada perubahan rotasi.
Rancang Bangun Sensor Node pada Wireless Sensor Network Menggunakan Deret Sensor Gas dan Jaringan Syaraf Tiruan untuk Mendeteksi Kebakaran Hutan
Luthfan Aufar Akbar;
Muhammad Rivai
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (761.571 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16282
Kebakaran hutan merupakan bencana yang melanda di Indonesia beberapa bulan terakhir ini Belum ada solusi nyata baik dari masyarakat dan pemerintah untuk mencegah kebakaran hutan ini. Dalam tugas akhir ini dilakukan penelitian rancang bangun sensor node pada Wireless Sensor Network (WSN) untuk membuat alat deteksi asap kebakaran hutan. Sumber energi listrik akan diperoleh dari panel surya. Alat ini dilengkapi dengan deret sensor gas, yaitu sensor MQ-7, sensor TGS2600, dan sensor MQ-2. Tujuan dari deret sensor gas ini adalah mendeteksi karakteristik tegangan pada ketiga asap yang diujikan, yaitu asap kebakaran hutan, asap rokok, dan asap kendaraan bermotor. Untuk mendukung deret sensor gas di atas, digunakan mikrokontroler STM32f4 sebagai komponen utama. Setelah bisa mendeteksi karakteristik tegangan ketiga asap di atas, proses berlanjut ke sistem Jaringan Syaraf Tiruan agar bisa membedakan antara asap kebakaran hutan atau bukan. Jaringan Syaraf Tiruan yang digunakan adalah tiga layer dengan satu layer tersembunyi dan fungsi aktivasi pada layer tersembunyi adalah sigmoid serta layer output adalah linier . Dari 7 percobaan sistem Jaringan Syaraf Tiruan yang dilakukan, tidak terdapat error dalam pendeteksian asap kebakaran hutan atau bukan. Waktu untuk pendeteksian alat ini sekitar 15 detik.
Desain Wireless Sensor Network dan Webserver untuk Pemetaan Titik Api pada Kasus Kebakaran Hutan
Irwan Candra Dwinata;
Muhammad Rivai;
Eko Setijadi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (800.193 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16292
Kebakaran hutan merupakan bencana yang dapat merusak lingkungan dan mengancam kelangsungan hidup hewan dan manusia. Proses pemadaman kebakaran hutan menjadi lebih mudah apabila kebakaran dapat dideteksi dengan cepat saat besarnya api masih terkontrol. Teknologi Wireless Sensor Network (WSN) dapat diaplikasikan dalam sistem pendeteksi dini kebakaran hutan dan dapat memonitoring kondisi suatu area secara realtime. Tujuan dari penelitian ini adalah dilakukannya komunikasi Wireless Sensor Network antara node sensor dan webserver untuk memetakan titik api kebakaran hutan. Pada penelitian ini digunakan tiga node sensor dan satu webserver dengan menggunakan modul xbee s1 dan protokol digimesh untuk membentuk jaringan yang terhubung secara wireless. Webserver diimplementasikan pada raspberry pi 2. Hasil pengujian menunjukkan setiap node sensor dapat mengirimkan sinyal kebakaran kepada webserver. Jarak maksimum antar modul xbee s1 adalah 28 meter dengan sinyal RSSI local sebesar -57 dBm dan sinyal RSSI remote sebesar -60 dBm. Node sensor yang tidak terjangkau langsung dengan wevserver akan mengirimkan sinyal secara berurutan ke node sensor yang lebih dekat untuk menyampaikan sinyal ke webserver. Webserver dapat menyimpan kondisi setiap node sensor kedalam database dan memetakan area kebakaran yang terintegrasi dengan google maps.
Otomatisasi Pelayanan Binatu Berbasis Raspberry Pi Untuk Meningkatkan Efektivitas Dan Efisiensi Kegiatan Operasional Dan Pelayanan Binatu
Al Habsyi Yesa;
Muhammad Rivai
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (614.666 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16321
Bisnis binatu (laundry) atau bisnis jasa cuci pakaian merupakan bisnis yang menggiurkan saat sekarang ini. Proses layanan binatu umumnya terdiri dari pendaftaran, pengolahan, dan pengambilan pakaian. Proses ini memiliki banyak kekurangan yaitu pendaftaran manual tidak efektif dan efisien, pengolahan pakaian hanya diketahui oleh penyedia layanan binatu, dan pelanggan tidak mengetahui pakaian telah selesai. Ditengah persaingan bisnis yang begitu ketat, pelayanan konsumen merupakan suatu hal yang sangat penting. Penyedia jasa dituntut untuk berinovasi untuk menyediakan layanan jasa yang efektif dan efisien. Oleh karena itu pada penelitian ini merancang dan merealisasikan otomatisasi pelayanan binatu berbasis raspberry pi. Sistem ini menggunakan timbangan digital berbasis load cell, teknologi radio frequency identification (RFID) sebagai masukan data otomatis, Raspberry Pi sebagai pusat dari pengolahan basis data (database), dan webserver sebagai pusat informasi bagi pelanggan. Hasil penelitian menghasilkan beberapa kesimpulan. Timbangan digital memiliki eror rata-rata 0,88 %, metode RFID dapat memasukan data pelanggan secara otomatis dengan metode pengambilan nomor identitas jenis hex 8 digit, Raspberry Pi dapat mengakomodasi aplikasi yang efektif dan efisien untuk menyimpan data pelanggan secara otomatis dengan pemakaian CPU rata-rata 5%, dan webserver yang digunakan dapat menyediakan informasi layanan binatu bagi pelanggan.
Pengaturan Lampu Lalu Lintas Secara Nirkabel Bertenaga Surya
Nanang Warihandoko;
Muhammad Rivai;
Tasripan Tasripan
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16339
Lampu lalu lintas merupakan sarana yang penting untuk mengatur kendaraan yang melintasi persimpangan. Tetapi pada lampu lalu lintas banyak terdapat permasalahan, misalnya kondisi persimpangan dekat sungai, dekat perlintasan kereta api atau persimpangan tidak simetris sehingga penggunaan kabel tidak efektif digunakan. Oleh karena itu pada penelitian ini telah dikembangkan sebuah sistem kontrol lampu lalu lintas secara nirkabel menggunakan perangkat Xbee dengan topologi jaringan point to multipoint untuk komunikasi antara kontrol utama lampu lalu lintas dengan setiap lampu lalu lintas di persimpangan. Sistem ini menggunakan ip kamera untuk mengetahui kepadatan setiap persimpangan sehingga dapat mengatur waktu hijau secara efektif. Algoritma haar cascade clasifier digunakan untuk menghitung jumlah kendaraan di setiap persimpangan dan memberikan input ke kontrol utama lampu lalu lintas untuk mengatur waktu hijau. Sistem dilengkapi dengan monitoring via web server menggunakan thingspeak.com untuk mengetahui tegangan pada baterai. Pengujian dilakukan dengan meletakkan setiap lampu dengan jarak 100 meter dari kontrol utama lampu lalu lintas. Untuk penggunaan Baterai 50 AH dengan beban lampu lalu lintas dan modul xbee dapat digunakan selama 8 hari tanpa pengisian. Penentuan waktu hijau efektif di simpang empat adalah antara 15 sampai 28 detik untuk setiap banyak antrian kendaraan, dengan kesalahan deteksi kendaraaan dalam kondisi antrian adalah 45%
Implementasi Analog Front End Pada Sensor Kapasitif Untuk Pengaturan Kelembaban Menggunakan Mikrokontroller STM32
Rendy Setiawan;
Muhammad Rivai;
Suwito Suwito
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (375.012 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16416
Sensor kapasitif merupakan jenis sensor yang mengubah stimulus fisik menjadi perubahan kapasitansi. Pada sensor kapasitif, adanya stray capacitance atau kapasitansi parasitik pada sensor dapat menyebabkan kesalahan dalam pengukuran. Dalam aplikasi pengaturan kelembaban, dibutuhkan sistem pengukuran kelembaban dengan kesalahan minimum untuk mendapatkan nilai setting point dengan galat minimum. Maka diperlukan implementasi analog front end yang dapat meminimalisir kesalahan akibat stray capacitance pada sensor kapasitif untuk pengukuran kelembaban relatif. Pada sistem pengukuran sensor kapasitif ini, sensor dieksitasi dengan sinyal AC yang dihasilkan oleh generator sinyal pada frekuensi 10 KHz, kemudian diimplementasikan analog front end untuk mengondisikan sinyal dari sensor. Keluaran dari analog front end dikonversi menjadi sinyal DC menggunakan demodulator sinkron dan filter low pass lalu dikonversi menjadi data digital menggunakan ADC di mikrokontroller STM32. Hasil pengukuran yang didapatkan dengan implementasi analog front end kemudian kemudian gunakan untuk mengatur kelembaban pada sebuah plant growth chamber. Berdasarkan hasil dari pengujian, rangkaian analog front end dapat mengompensasi stray capacitance dengan kesalahan pembacaan nilai kapasitansi maksimal sebesar 4.2% pada kondisi stray capacitance sebesar 236,6pF, 174,3pF dan 115,7pF. Implementasi analog front end pada pengaturan kelembaban menghasilkan galat pada setting point maksimal sebesar 8.8% untuk nilai RH 75% dan 33%.
Rancang Bangun Sistem Irigasi Tanaman Otomatis Menggunakan Wireless Sensor Network
Muhammad Dzulkifli Syamsiar;
Muhammad Rivai;
Suwito Suwito
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16512
Pengairan atau irigasi merupakan faktor penting dalam industri pertanian dan perkebunan. Ancaman serius yang dihadapi industri tersebut adalah semakin menurunnya ketersediaan air. Selain itu, irigasi konvensional memerlukan waktu yang tidak sedikit hanya untuk mengairi tanaman sehingga tidak efektif untuk lahan yang banyak dan relative luas. Untuk itu maka diperlukan teknologi yang secara otomatis melakukan pengairan yang efektif dan efisien. Wireless Sensor Network (WSN) merupakan suatu sistem komunikasi data nirkabel yang terdiri dari beberapa node yang ditempatkan di area tertentu. WSN ini diimplementasikan ke dalam sistem irigasi otomatis ini untuk memudahan komunikasi data dengan jarak yang jauh. Sistem ini menggunakan sensor Hygometer YL-69, untuk komunikasi wireless menggunakan NRF24L01+, prosessor menggunakan arduino untuk node dan router, dan raspberry pi pada server. Hasil percobaan menunjukkan bahwa NRF24L01+ dapat berkomunikasi antar modul dengan baik pada jarak 35 meter. Frekuensi pada radio yang digunakan sebesar 2.4 GHz dengan kecepatan 2Mbps. Pengaturan delay optimal pada komunikasi pada wireless sensor network menggunakan NRF24L01+ adalah 500 ms. Pengaturan irigasi dengan menggunakan kontrol fuzzy didapatkan kesalahan rata-rata terhadap titik acuan sebesar 11%.
Sistem Keamanan pada Lingkungan Pondok Pesantren Menggunakan Raspberry Pi
Nur Ahmad Syahid;
Muhammad Rivai;
Suwito Suwito
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (694.822 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17063
Salah satu pelanggaran kedisiplinan yang sering dilakukan oleh para santri ialah keluar dari pondok pesantren pada saat jam belajar pondok maupun saat tidak ada kegiatan pondok, oleh karena itu diperlukan alat bantu modern untuk membantu para ustad mengawasi lingkungan pondok pesantren. Dimana alat tersebut diimplementasikan dengan Raspberry Pi dan sensor PIR (passive infrared) serta modul kamera yang digunakan untuk mengawasi santri. Sensor PIR digunakan untuk mendeteksi adanya gerakan. Setelah terdeteksi sebuah gerakan, modul kamera akan diaktifkan kemudian akan melihat dan mendeteksi objek menggunakan histogram oriented of gradient (HOG). Ketika objek terdeteksi adalah manusia maka objek itu difoto kemudian pesan pemberitahuan pelanggaran yang berisi gambar hasil foto dan pesan singkat akan dikirim melalui email ke email ustad. Dari Uji coba sistem yang dibuat didapatkan hasil pendeteksian gerakan oleh sensor PIR dengan maksimal jarak 6 meter dan jarak pendeteksian oleh HOG berikisar antara 2 meter hingga 6 meter dan idealnya alat ini diletakkan 3 meter dari objek sehingga alat ini tepat digunakan untuk membantu meningkatkan penerapan ilmu kedisiplinan di lingkungan pondok pesantren.
Identifikasi Jumlah dan Tingkat Aktivitas Orang Berbasis Pengolahan Citra Menggunakan Raspberry Pi
Daniel Krisrenanto;
Muhammad Rivai;
Fajar Budiman
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (808.756 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21397
Air conditioner (AC) merupakan suatu perangkat yang paling banyak digunakan sebagai pendingin ruangan. Walaupun AC saat ini sudah menggunakan teknologi hemat energi, namun apabila tidak digunakan dengan baik maka penggunaan AC hanya menjadi suatu pemborosan listrik saja. Untuk mengurangi pemborosan listrik pada AC, maka pengaturan suhu harus disesuaikan dengan kondisi ruangan. Beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi ruangan antara lain adalah jumlah orang serta tingkat aktivitas dalam ruangan. Sebagai upaya penghematan konsumsi listrik pada AC, maka dalam penelitian ini dilakukan rancang bangun suatu sistem identifikasi jumlah orang dan tingkat aktivitas. Pada sistem ini digunakan kamera USB sebagai perangkat pengambil citra. Pada pengolahan citra menggunakan metode Histogram of Oriented Gradient (HOG) sebagai penghitung jumlah orang, sedangkan metode background subtraction digunakan sebagai penghitung tingkat aktivitas. Sistem ini diimplementasikan ke dalam Raspberry Pi 3 sebagai mikrokontroler. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat mendeteksi orang dari jarak 3 m sampai 9 m dan membedakan 2 orang dengan jarak antara 30 cm sampai 150 cm. Sistem juga dapat membedakan tingkat aktivitas sedikit, sedang dan tinggi.
Rancang Bangun Sistem Pemisah Air – Minyak Berbasis Metode Adsorpsi Menggunakan Mikrokontroler Teensy
Bagus Aris Saputra;
Muhammad Rivai;
Tasripan Tasripan
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (79.999 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.31198
Limbah yang dihasilkan industri sering kali dibuang ke laut tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Selain itu, kecelakaan kerja sering terjadi di perusahaan lepas pantai yang bergerak di bidang perminyakan, seperti terjadinya kebocoran pipa, tumpahnya minyak yang dibawa dan tenggelamnya kapal pembawa minyak tersebut. Adanya lapisan minyak tersebut dapat mengganggu keberlangsungan hidup biota laut. Pada penelitian ini telah dirancang suatu sistem yang dapat memisahkan air dan minyak berbasis metode adsorpsi atau penyedotan dan dilakukan secara otomatis yang ditempatkan pada suatu prototipe kapal. Sistem ini memanfaatkan komponen optik menggunakan laser dan light dependent resistor (LDR) untuk mengukur ketebalan minyak dan pompa hisap untuk mengambil minyak tersebut. Laju pompa hisap dikendalikan berdasarkan ketebalan minyak menggunakan kontrol proporsional. Mikrokontroler yang digunakan pada sistem ini yaitu Teensy yang memiliki ukuran yang cukup ringkas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan sistem untuk menyedot minyak dari permukaan air mencapai 86%. Sistem ini diharapkan dapat diimplementasikan pada ASV (Autonomous Surface Vehicles) sebagai salah satu metode untuk melakukan pembersihan laut dari tumpahan minyak secara otomatis.