Articles
Sistem Pengamanan Gudang Senjata Menggunakan RFID dan Sidik Jari
Candra Yudianto;
Muhammad Rivai
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (561.699 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28505
Pengamanan gudang senjata menjadi bagian penting dari penyelenggaraan pembinaan materiil dalam pelaksanaan tugas Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara. Keamanan penyimpanan senjata diperlukan untuk mencegah terjadinya akses masuk ilegal, pencurian dan kehilangan senjata. Saat ini mekanisme pengambilan dan pengembalian senjata dilakukan dengan pencatatan secara manual. Pada penelitian ini dilakukan rancang bangun sistem pengamanan gudang senjata yang menggunakan Radio Frequency Identification (RFID) dan pengenalan sidik jari. Selanjutnya pemindai sidik jari digunakan sebagai pengidentifikasi personil dalam mengakses pintu gudang senjata. Identitas pemilik sidik jari yang terdaftar akan tertampil di LCD. Mikrokontroller Arduino Nano digunakan untuk membaca data dari modul RFID dan sidik jari, menggerakkan solenoid dan membunyikan alarm. Hasil pengujian terhadap penggunaan RFID menunjukkan bahwa jarak maksimum pembacaan kartu RFID senjata adalah sebesar 4 cm. Sedangkan hasil pengujian terhadap pemindai sidik jari memberikan akurasi 100% dalam pengenalan sidik jari yang telah didaftarkan. Tingkat keberhasilan pengenalan sidik jari juga ditentukan oleh kondisi permukaan ujung jari. Pengujian terhadap keseluruhan sistem menunjukkan hasil bahwa sistem ini dapat berjalan dan berfungsi dengan baik. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat dikembangkan agar dapat dimonitor secara online melalui sistem informasi pengamanan gudang senjata.
Sistem Pemetaan Suhu Permukaan Lahan Menggunakan Sensor Inframerah untuk Pendeteksi Dini Kebakaran
Widya Yanuar Samsudin;
Muhammad Rivai;
Tasripan Tasripan
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (767.492 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28553
Saat ini kebakaran lahan sering terjadi di Indonesia. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara mendeteksi titik panas (hotspot) sebelum terjadinya kebakaran. Titik panas adalah daerah yang memiliki suhu permukaan relatif lebih tinggi dibandingkan daerah di sekitarnya. Pada penelitian ini telah dirancang suatu sistem pencegahan yang dapat memetakan suhu suatu permukaan area atau lahan. Pengukur suhu berupa sensor inframerah thermopile akan mengukur intensitas cahaya inframerah yang terpancar dari suatu titik atau objek tanpa kontak. Intensitas cahaya inframerah ini proporsional terhadap suhu objek tersebut. Tegangan keluaran dari sensor thermopile dikuatkan oleh rangkaian pengondisi sinyal dan kemudian dibaca Analog to Digital Converter pada mikrokontroler Arduino Nano. Sistem pemindai yang menggunakan motor servo dan motor stepper digunakan untuk mengubah arah titik pengukuran suhu beberapa titik dalam area lahan sehingga suhu suatu area di sekitar sistem dapat dipetakan. Data-data suhu pada area tersebut kemudian divisualisasikan pada perangkat lunak pemetaan komputer yang dirancang menggunakan IDE Microsoft Visual Studio. Sistem pengukur suhu berdasarkan sensor inframerah thermopile dapat mengukur suhu tanpa kontak dengan rerata kesalahan sebesar 6,4% pada rentang pengukuran suhu 37 ºC s.d. 170 ºC.
Pengarah Suara pada Sistem Audio Berdasarkan Beda Phasa
Olly Bangon Baskhoro;
Muhammad Rivai;
Fajar Budiman
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1019.186 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28564
Pemberian informasi seperti pengumuman, ceramah, dan musik sering dilakukan dalam berbagai acara yang memerlukan ruangan yang luas. Supaya pemberian informasi hanya mencapai target yang dituju dan tidak mengganggu pengunjung lain maka suara harus diarahkan untuk lokasi tertentu. Pada penelitian ini telah dilakukan sebuah perancangan dan realisasi sistem deret speaker dimana intensitas sinyal suara dapat diarahkan dengan sudut kemiringan antara -90o sampai 90o. Untuk menghindari munculnya intensitas suara pada arah yang berlawanan maka jarak antar titik pusat speaker untuk frekuensi 2Khz adalah 8,6 centimeter. Pengarahan suara dilakukan dengan cara memberikan waktu tunda di setiap speaker dengan menggunakan Field Programable Gate Array ALTERA DE-2. Sinyal audio dikonversi dengan menggunakan Analog to Digital Converter 24-bit. Waktu tunda tersebut dihasilkan dengan menggunakan sub program 8-bit D flip-flop dengan clock input sebasar 1 mikro detik. Data pengujian dengan menggunakan osiloskop menunjukkan untuk waktu tunda pada beda phasa 90o sampai 90o memiliki rata-rata kesalahan 3,5%. Data hasil pengujian lobe deret speaker menunjukkan rerata kesalahan pengarahan suara sebesar 19%. Sistem dapat diterapkan pada berbagai acara komersil sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan daya dan mengurangi noise lingkungan.
Penentu Posisi Drone Berdasarkan Sinyal Suara
Fardian Abdi Putra;
Muhammad Rivai;
Tasripan Tasripan
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (509.898 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28609
Perkembangan drone saat ini semakin maju, baik untukkepentingan militer maupun sipil. Namun semakin majunyateknologi maka penyalahgunaan drone meningkat. Drone dapatdigunakan sebagai alat pengintai yang sangat berbahaya danmelanggar aturan. Oleh karena itu maka perlu dikembangkanlahsistem drone jammer yang bisa melumpuhkan sistem kendalinya.Pada penelitian ini telah dilakukan rancang bangun sistempendeteksi posisi drone berdasarkan sinyal suara. Sistem ini terdiridari 4 buah mikrofon sebagai sensor suara dan mikrokontrollerArduino Uno. Tegangan keluaran dari sensor suara dikonversioleh analog to digital converter pada mikrokontroler untukmenghasilkan sudut azimuth dan elevasi dari posisi drone yangkemudian ditampilkan pada LCD atau komputer. Berdasarkanhasil pengujian, prototipe ini mempunyai kemampuan untukmendeteksi posisi suara drone dengan kenaikan sudut azimuthsebesar 60 dan sudut elevasi sebesar 30 dengan tingkat kesalahanrata-rata sebesar 19%. Alat ini diharapkan dapat diaplikasikanpada sistem drone jamming sebagai alutsista dalam bidang militerdalam mendeteksi posisi drone sehingga dapat meningkatkanefisiensi daya listrik yang digunakan pada pemancaran gelombangradionya.
Pelacak Cahaya Matahari Berbasis Citra pada Panel Surya menggunakan Single Board Computer Lattepanda
Ferdyan Dannes Krisandika;
Muhammad Rivai;
Tasripan Tasripan
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (335.657 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.30874
Semakin berkurangnya sumber energi yang tidak dapat diperbaharui, maka perlu memanfaatkan sumber energi alternatif yang salah satunya adalah energi matahari. Energi matahari dapat dimaanfatkan dengan menggunakan panel surya. Panel surya hanya mampu mengkonversi sekitar 15 persen dari total energi yang diterima untuk diubah menjadi energi listrik. Salah satu metode untuk meningkatkan efisiensi adalah dengan pelacakan posisi matahari. Pada penelitian ini telah dirancang dan dibuat sistem pelacakan posisi matahari yang berbasis pengolahan citra yang diimplementasikan pada panel surya 50 Watt. Proses ini meliputi konversi citra matahari kedalam bentuk grayscale dan Gaussian blur lalu dilakukan threshold, morphology, dan deteksi kontur untuk mengeliminasi noise. Deteksi lingkaran digunakan untuk mendeteksi posisi matahari pada layar. Proses centeroid dilakukan untuk mendapatkan posisi titik tengah dari matahari yang digunakan untuk mengontrol gerakan 2-axis pada motor DC. Agar gerakan motor lebih presisi maka dilakukan penambahan kontrol proporsional agar panel surya menghadap kearah matahari dengan tepat. Seluruh proses ini dilakukan dengan menggunakan Single Board Computer Lattepanda. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa panel surya yang dilengkapi dengan sistem pelacak ini menghasilkan peningkatan daya listrik yang diterima sebesar 6.97 % terhadap panel surya yang diletakkan secara statis.
Kontrol Kecepatan Motor Sepeda Listrik Menggunakan Force Sensor dan Elektromiografi (EMG)
Jeffrey Gunawan;
Muhammad Rivai;
Tasripan Tasripan
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (166.959 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.30876
Torque Assisted Bicycle (TAB) merupakan sebuah sepeda dengan penambahan motor listrik sebagai bantuan bagi penggunanya. Sepeda TAB ini dapat mempermudah pengguna dalam berkendara dan ramah lingkungan karena tidak menghasilkan gas emisi. Namun, sepeda TAB masih belum terlalu diminati di Indonesia. Salah satu penyebabnya ialah penggunaan sensor torsi yang mahal. Pada penelitian ini sensor tekanan dan sensor EMG digunakan untuk mengganti sensor tersebut. Sensor EMG yang digunakan memiliki keluaran antara 0 - 5V single channel dan sensor tekanan menggunakan Force Sensitive Resistor (FSR) dengan keluaran antara 0 – 3.5V. Data dari dua sensor ini digunakan untuk mengenali tingkat aktivitas otot dari pengguna dengan menggunakan metode Artifical Neural Network dan metode pembelajaran backward propagation. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, penempatan elektroda optimal untuk sensor EMG pada Vastus Lateralis dan FSR pada bagian medial dari telapak kaki. Dalam pengujian statis, subyek melakukan gerakan mengayuh selama 10 detik dengan beban berupa tekanan dari rem. Hasil pengujian pada empat subyek menghasilkan tingkat ketelitian deteksi aktivitas kaki sebesar 83,33%. Pada pengujian dinamis di permukaan dengan 4 tingkat kemiringan berbeda, sistem mampu mendeteksi beban dengan tingkat ketelitian 75%.
Sistem Sensor Gas Elektrokimia yang Diimplementasikan pada Arduino Due
Andrianto Andrianto;
Muhammad Rivai
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (99.342 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.30880
Polusi udara pada wilayah perkotaan di Indonesia mengandung banyak gas yang membahayakan bagi kesehatan. Polusi udara yang sering kita alami sebagian besar dikarenakan oleh kendaraan bermotor dan asap rokok. Paparan gas seperti Karbon Monoksida (CO), Karbon Dioksida (CO2), Nitrat Oksida (NO), Tar, Nikotin dari kendaraan bermotor dan asap rokok dapat menyebabkan munculnya berbagai penyakit pernapasan. Pada penelitian ini, sistem sensor gas elektrokimia tipe CO-B4 digunakan untuk mendeteksi CO dan NO-B4 digunakan untuk mendeteksi NO. Sensor ini dapat mendeteksi kadar gas yang rendah sehingga keluaran sensor yang sangat kecil ini sering terpendam oleh noise. Untuk itu diperlukan proses digital low pass filter (LPF) dengan frekuensi cutoff 5Hz untuk menghilangkan noise. LPF diimplementasikan pada mikrokontroller Arduino Due. Hasil dari pembacaan sensor divisualisasikan pada LCD TFT. Sistem sensor gas elektrokimia ini telah digunakan untuk monitoring polusi udara di ruang terbuka seperti jalan raya.
Sistem Kontrol dan Monitoring Kadar Amonia untuk Budidaya Ikan yang Diimplementasi pada Raspberry Pi 3B
Muhammad Akbar Nugroho;
Muhammad Rivai
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (94.811 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.30920
Kualitas air berpengaruh terhadap tingkat kesehatan ikan, salah satu hal yang harus dijaga adalah kadar amonia. Kadar amonia yang dibiarkan tinggi akan berbahaya terhadap kesehatan ikan. Pada penelitian ini telah dirancang dan dibuat sebuah sistem kontrol dan monitoring kadar amonia untuk budidaya ikan yang berguna untuk mengukur kualitas air dalam suatu akuarium. Pengukuran yang dilakukan pada sistem ini memiliki dua variabel utama yang diukur yaitu; tingkat dari pH air dan kadar amonia. Penelitian ini menggunakan dua sensor yaitu sensor pH dan sensor MQ-135 untuk mengukur kadar amonia yang dihubungkan dengan mikrokontroler Arduino dan Single Board Computer Raspberry. Peralatan dilengkapi dengan teknologi yang berbasis Internet of Things. Pada sistem ini pH dijaga agar tetap netral (6,5 – 7,5). Ketika nilai melebihi batas, kontrol otomatis akan menyalurkan cairan asam asetat (CH3COOH) menuju akuarium untuk menentralkan pH. Hasil dari pengujian menunjukan bahwa sistem dapat melakukan kontrol secara otomatis dan manual. Pada pengukuran data sensor pH memiliki rata-rata kesalahan 1,88%. Monitoring dan pengontrolan manual terhadap kondisi hidup dan mati aerator serta filter air memiliki delay 10 detik. Kontrol manual dan monitoring dilakukan melalui aplikasi smartphone sehingga dapat menginformasikan jika terdapat kenaikan kadar pH dan amonia yang berbahaya untuk ikan.
Sistem Kontrol Pengering Makanan Berbasis LED Inframerah
Khairunnisa Nurhandayani;
Muhammad Rivai
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1493.773 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.30921
Buah dan sayur merupakan bahan yang memiliki kandungan air. Namun dengan banyaknya kandungan air menyebabkan buah dan sayur tidak dapat bertahan lama di tempat terbuka. Salah satu cara mengawetkan buah dan sayur dilakukan dengan proses pengeringan. Pengeringan merupakan cara menghilangkan air dalam makanan untuk memperlambat pertumbuhan mikroorganisme. Pada penelitian ini, pengeringan dilakukan terhadap biji coklat karena Indonesia merupakan negara pengekspor biji coklat. Sebelum diekspor, biji coklat terlebih dahulu dikeringkan untuk menghentikan fermentasi pada biji coklat. Jika menggunakan pengering konvensional, hasil pengeringan bergantung terhadap cuaca atau matahari. Pada penelitian ini telah dirancang dan diuji sistem pengering berbasis inframerah sebagai solusi permasalahan tersebut. LED bank digunakan sebagai sumber sinar inframerah dengan merangkai LED inframerah secara seri dan paralel. Untuk mengetahui perubahan kandungan air pada biji coklat digunakan load cell yang keluarannya dimasukkan ke mikrokontroler untuk diolah lebih lanjut dengan sistem kontrol proportional. Mikrokontroler yang digunakan yaitu Arduino Uno. Selain biji coklat, objek yang diujikan yaitu anggur. Hasil penelitian menunjukkan kecepatan pengeringan biji coklat lebih besar dibandingkan kecepatan pengeringan anggur. Kecepatan pengeringan anggur yaitu 0,27 gram/jam terhadap 4 hingga 7-gram anggur dan kecepatan pengeringan biji coklat bernilai 0,75 gram/jam untuk berat yang sama.
Rancang Bangun Sistem Pengisian Baterai Nirkabel Menggunakan Mikrokontroler Teensy
Muhamad Amirul Haq;
Muhammad Rivai;
Tasripan Tasripan
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (102.585 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.31323
Saat ini pemanfaatan transfer daya nirkabel sudah semakin marak. Hal ini dikarenakan transfer daya nirkabel memiliki kelebihan dimana penggunaannya lebih mudah dikarenakan tidak perlu terjadi kontak secara langsung. Pada penelitian ini, telah dibuat suatu sistem transfer daya secara nirkabel yang diperuntukkan pada stasiun pengisian baterai. Sistem transfer daya yang telah terealisasi berupa prototype fungsional yang mampu mengisi daya baterai lead-acid 6 Volt dengan kapasitas 4,5 Ah. Metode transfer daya nirkabel yang digunakan adalah metode resonant inductive coupling yang dapat bekerja secara optimal pada frekuensi 91 kHz. Pembangkitan listrik AC dengan frekuensi tersebut menggunakan H-Bridge yang dikontrol dengan microcontroller Teensy. Transfer daya nirkabel dapat berfungsi secara optimal pada jarak 20 cm. Pada sistem pengisian daya terdapat kontrol pengisian daya constant current-constant voltage (CC-CV). Dengan adanya metode kontrol CC-CV, maka diharapkan sistem dapat mengisi daya lebih cepat dan menjaga keawetan baterai lebih lama jika dibandingkan dengan metode kontrol CC atau CV saja. Pada penelitian ini parameter transfer daya nirkabel antara lain jenis rangkaian kompensasi, jarak, dan duty cycle dari sumber D, telah diuji hingga didapatkan efisiensi mencapai 52 persen pada jarak sejauh 20 centimeter.