Articles
Konsep Manajemen Pendidikan Islam Perspektif Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir
Parwanto;
Murdianto;
pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 5 No 02 (2023): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v5i02.500
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep manajemen pendidikan islam perspektif kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir berdasarkan Surat Al-Kahfi menurut Buya Hamka. Penelitian ini menggunakan metode telaah pustaka dengan analisis data deskriptif analitis. Dari penelitian yang sudah dilakukan didapati ada delapan konsep yang di sebutkan oleh Buya Hamka yaitu sarana prasarana, jumlah peserta didik, jangka waktu yang ditempuh, waktu istirahat, kondisi murid ketika masuk, membuat kesepakatan dengan peserta didik, memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperbaiki kesalahan dan mengeluarkan peserta didik yang melakukan pelanggaran berat.
Strategi Guru dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa di Era Society 5.0
Yuliastutik;
pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 3 No 02 (2021): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v3i02.507
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terjadi sangat cepat dan dapat membawa perubahan dalam masyarakat. Pada saat revolusi Industri sekarang ini program pemerintah Indonesia guna pemerataan, sudah diluncurkan kembali society 5.0. Society 5.0 merupakan era yang dicetuskan oleh pemerintah Jepang dengan konsep masyarakat yang berpusat pada manusia (human-centered) dan berbasis teknologi (technology based). Era baru ini menjadi tantangan dan peluang bagi masyarakat dan khususnya siswa untuk meningkatkan soft skill sehingga mampu meningkatkan kecakapan dan keterampilan untuk belajar dan belajar sehingga mampu menjadi modal untuk masa yang akan datang. dan seperti yang kita ketahui, pendidikan saat ini berpusat pada keseimbangan, dimana internet bukan hanya sebagai media informasi melainkan berperan dalam menjalani kehidupan. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah mengenai pengertian strategi guru, pengertian dan peran Society 5.0, serta minat belajar siswa di Era Society 5.0. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripsi kualitatif dengan studi kepustakaan (literatur). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perkembangan teknologi tidak dapat dihindari, sehingga kita harus dapat beradaptasi dan menyikapi perkembangan tersebut.
Penerapan Pendidikan Karakter dalam Program Tahfid Qur’an di Abad 21
Masfufah;
pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 3 No 01 (2021): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v3i01.508
Pada abad ke-21, manusia mengalami perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di segala bidang. Salah satu yang paling menonjol adalah teknologi di bidang informasi dan komunikasi.permasalahan yang dihadapi manusia dalam abad 21 ini sangat kompleks,seperti rendahnya kesadaran multicultural disparitas kualitas pendidikan ,dan lain sebagainya. semua ini menunjukkan bahwa di abad 21 ini diperlukan persiapan yang baik untuk membentuk sumber daya manusia yang unggul. Pendidikan memiliki peran untuk membentuk karakter dalam upaya peningkatan sumber daya manusia di abad ke-21. abad ke-21. Pendidikan karakter merupakan solusi atas situasi sikap, perilaku sosial anak, remaja, kaum muda. Kemerosotan atau perubahan sikap dan nilai budaya bangsa harus segera dibenahi melalui peendidikan agama.Pendidikan agama ada bermacam-macam salah satunya dengan menerapkan program tahfidz di sekolah. Adanya program tersebut maka siswa akan dibiasakan menghafal serta mengamalkan ayat suci Al-Qur’an, dengan begitu sikap religius, disiplin, tanggung jawab dan kerja keras siswa akan bertambah dan dapat menciptakan karakter yang lebih baik.Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan observasi, dokumentasi dan wawancara sebagai metode pengumpulan data. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Bentuk-bentuk pendidikan karakter yang dikembangkan dalam Program Tahfidz Al-Qur’an melalui materi dan metode program Tahfidz Al-Qur’an dalam menumbuhkan kesadaran pada siswa akan pentingnya membaca, menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Kitab Al-Barzanji Karangan Syekh Ja’far Al-Barzanji
Mathlaul Pajri;
pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 5 No 1 (2023): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v5i1.511
Pembacaan kitab Al-Barzanji sering dibaca dan dilakukan pada acara kegiatan-kegiatan seperti: memperingati kelahiran Nabi Muhammad Saw., kelahiran anak, syukuran keluarga, dan acara hari besar umat Islam. Akan tetapi banyak yang tidak mengetahui makna terdapat dalam kitab Al-Barzanji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan akhlak yang terdapat dalam kitab Al-Barzanji dan mengetahui relevansinya terhadap pendidikan Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan jenis penelitian kepustakaan (Library Research) dengan pendekatan content analysis. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa: membaca kitab Al-Barzanji dan mengklasifikasikannya terhadap nilai-nilai pendidikan akhlak. Hasil penelitian menyebutkan, bahwa: nilai-nilai pendidikan akhlak yang terdapat dalam kitab Al-Barzanji adalah: Akhlak kepada Allah Swt., akhlak kepada Nabi Muhammad saw. Serta akhlak kepada sesama makhluk hidup, seperti: akhlak dalam pergaulan, akhlak terhadap musyawarah, akhlak kepada orang tua dan akhlak kepada anak.
Konsep Al-Quran tentang Pembelajaran Berbasis Moderasi Agama
Nurma Yunita;
Siun Ruhan;
Sugeng Sejati;
Agusten;
Arief Azizi;
Pasmah Candra;
pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 5 No 02 (2023): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v5i02.525
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode pendidikan al-Qur’an dalam mencapai sistem pembelajaran moderasi agama. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dan teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti yakni melalui studi pustaka, buku, jurnal, dan referensi yang mendukung penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa moderasi agama adalah perintah agama yang tidak berlebih-lebihan dan tidak ekstrem sesuai yang telah dijelaskan di dalam al-Qur’an surat al-Maidah ayat 77. Dalam hal inilah yang kemudian di aplikasikan dalam kitab-kitab fiqh sebagai sebuah landasan atau sumber pembelajaran yang dilaksanakan dalam sistem pembelajaran yang terdapat di setiap pendidikan. Dalam pengembangan metode pendidikan al-Qur’an terhadap sistem pembelajaran moderasi agama, menggunakan beberapa metode yang lebih sering digunakan yakni metode ceramah, metode targhib dan tarhib serta metode peringatan yang dimana dalam metode ini agar dapat bersinergi dengan sistem pembelajaran moderasi agama. Sistem pembelajaran moderasi agama ini diharapkan sebisa mungkin mengajarkan anak didik mampu menjadi lebih sadar terhadap ajaran agama mereka sendiri dan sadar adanya realitas agama lain, dan mendorong anak didik untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang dimana terlibat berbagai penganut agama berbeda, serta anak didik bisa mengembangkan potensi yang dimiliki termasuk potensi keberagaman mereka sehingga anak didik mampu mengontrol kehidupan mereka sendiri. Sehingga dalam hal ini lah perlu adanya pemahaman metode pendidikan al-Qur’an yang ditanamkan untuk anak didik agar dapat diterapkan di sistem pembelajaran moderasi agama dan kemudian diaplikasikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Konsep Toleran Dalam Pendidikan Islam Prespektif KH.Abdurrahman Wahid
Lucky Damara Yusuf;
pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 5 No 1 (2023): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v5i1.526
Islamic education concept Tolerance is an educational concept that is centered on the interests of the participants education and in accordance with the development and potential it has so that The critical power of students is awakened which leads to the creation of human beings freedom in accordance with the natural nature of humanity. The concept of Islamic education of tolerance from the perspective of K.H. Abdurrahman Wahid.It is hoped that this will become a reference for education activists as a concept that is able to create tolerance so that students are free to study the development of science both from the west and from the east without must be uprooted from its local roots.
Pengembangan Kurikulum Bahasa Arab Model The Grass Roots (Studi Kasus Di Lembaga Kursus Bahasa Arab Al-Azhar Pare-Kediri)
Muzdalifah;
Nuriya Maslahah;
pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 5 No 02 (2023): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v5i02.547
The development of national curriculum from time to time has been changed, modified, and adjusted with the revolution era and learning development in the formal education such as school or non-formal education organization such as courses. Formal education has kurikulum which is implemented based on national curriculum, formed by the government with less modification at school and teachers execute the curriculum as it is. It is different with non-formal education, curriculum is being handed to each course. Al-Azhar is Arabic course which has many clients from locals or foreigners. Because of those reasons, this research is aimed at knowing the development Arabic curriculum with the Grass Roots model at Al-Azhar Arabic course at Pare. The method used in this research is descriptive qualitative with type of research Miles and Huberman case study model. The result of this research hoped can be the inspiration or role model for other Arabic courses in Indonesia, in hoped that Arabic can be developed and spread
Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru Pedidikan Agama Islam Terhadap Minat Belajar Siswa
Fauzi Tamami, Hanif;
Junaedi Sitika, Achmad;
Nurhasan;
pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 6 No 01 (2024): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v6i01.601
Kompetensi kepribadian adalah kompetensi yang berkaitan dengan perilaku pribadi guru itu sendiri yang kelak harus memiliki nilai-nilai luhur sehingga terpancar dalam perilaku sehari-hari. Minat belajar adalah aspek psikologi seseorang yang menampakkan diri dalam gairah, keinginan, dan perasaan suka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepribadian guru Pendidikan agama islam kelas IX di SMPN 1 Karawang Barat, dan minat siswa dalam mengikuti pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas IX di SMPN 1 Karawang Barat, untuk mengetahui bagaimana pengaruh kepribadian guru terhadap minat siswa dalam mengikuti pelajaran Pendidikan agama islam kelas IX di SMPN 1 Karawang Barat. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dan jenis penelitian ini adalah korelasional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 83 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deksriptif dan infrensial. Berdasarkan hasil analisis deskriptif kompetensi kepribadian guru Pendidikan agama islam kelas IX di SMP Negeri 1 Karawang Barat berada pada kategori sedang sebesar 54%. Berdasarkan hasil analisis deskriptif minat belajar pendidikan agama islam peserta didik kelas IX di SMP Negeri 1 Karawang Barat berada pada kategori sedang sebesar 70%. Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana dengan menggunakan aplikasi SPSS, persamaan regresinya yaitu: Ŷ = 47,256 + 0,229 X. Dan hasil uji signifikansi regresi diperoleh nilai signifikan sebesar 0.020, maka nilai sig. 0.020 < 0.05 yang berarti Ha diterima dan H0 ditolak, maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap minat belajar siswa. Dan nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,065 yang mengandung arti bahwa persentase sumbangan kompetensi kepribadian guru terhadap minat belajar sebesar 6,5%.
Implementasi Pembiasaan Sholat Dhuhur Berjamaah Dalam Membentuk Karakter Religius Siswa
Fauziyah, Lana;
Muhammada;
Ma'ruf, Ahmad;
Solikhudin, Anang;
pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 6 No 01 (2024): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v6i01.602
Sebuah pembiasaan yang baik sangatlah perlu dilakukan dalam membangun karakter religious. Pembiasaan yang baik dapat dilakukan melalui kegiatan program tambahan yang ada di sekolah. Pembiasaan program yang dilakukan diharapkan dapat menjadi bekal siswa pada masa berikutnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui pelaksanaan pembiasaan shalat dhuhur berjamaah di SMK Darut Taqwa Purwosari. (2) untuk mendeskripsikan karakter religius yang terbentuk melalui program shalat dhuhur berjamaah. (3) untuk mengetahui hambatan dan solusi yang dilakukan madarasah dalam membiasakan program shalat dhuhur berjamaah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan study kasus. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) pembiasaan shalat dhuhur berjamaah yang ada di SMK Darut Taqwa ini agar siswa ketika pulang sekolah tidak kepiran lagi dengan shalat dhuhur berjamaah karena sudah dikerjakjan di sekolah, dan membiasakan siswa agar shalat berjamaah. (2) semenjak adanya shalat dhuhur berjamaah siswa dapat menumbuhkan karaker yaitu karakter religius yang mana bisa mengerti pada saat bergantian berwudhu, baris dengan rapi ketika shalat, tidak bergurai sendiri. (3) mengenai hambatan shalat dhuhur berjamaah yang ada di SMK Darut Taqwa yaitu: (a) terlambat datang karena masih ada yang ke toko nggk langsung ke masjid diberi hukuman push up (b) menertibkan siswa perempuan yang sedang datang bulan atau haid suruh menulis surat-surat pendek (c) faktor longkungan rumah, wali kelas kerjasama dengan orang tua agar dirumah tetap terbiasa dengan shalat dhuhur berjamaah.
Implementasi Model holistic dalam Pendidikan Karakter pada mata pelajaran Aqidah Akhlak
Nafisa Zahira, Alma;
Mansyur, Masykur;
Abidin, Jaenal;
pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 6 No 01 (2024): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v6i01.603
Pendidikan karakter memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian siswa yang berakhlak mulia dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis implementasi pendidikan karakter dalam proses pembelajaran aqidah akhlak di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Karawang. Guru memiliki peran sentral dalam menyampaikan pendidikan karakter kepada siswa dengan menggali nilai-nilai moral dan etika dalam setiap pembelajaran. Implementasi pendidikan karakter juga membawa dampak positif pada perkembangan moral siswa, terlihat dari peningkatan kesadaran mereka terhadap pentingnya berperilaku jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Selain itu, implementasi ini juga berdampak pada perkembangan spiritual siswa dengan meningkatkan pemahaman dan penghayatan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Jurnal ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis implementasi pendidikan karakter dalam proses pembelajaran aqidah akhlak di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Karawang. Pendidikan karakter menjadi aspek penting dalam pembentukan siswa yang berakhlak mulia dan berkualitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana penerapan nilai-nilai karakter dalam kurikulum pembelajaran aqidah akhlak di MAN 2 Karawang serta dampaknya terhadap perkembangan moral dan spiritual siswa.