Articles
Pemikiran Al-Ghazali dalam Pedidikan Islam
Laila Badriyah;
pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 28 No. 02 (2021): Oktober 2021
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tasyri.v28i02.340
Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan rekonstruksi pemikiran pendidikan al-Ghazali dalam pendidikan Islam. Al-Ghazali sebagai inspirasi dalam menegakkan pendidikan Indonesia berkualitas. Hasil tulisan ini adalah bahwa bangunan pemikiran pendidikan al-Ghazali bersifat religius-etis. tujuan pendidikan al-Ghazali mencakup tiga aspek, yaitu aspek kognitif, aspek apektif, dan aspek psikomotorik. Pendidik adalah pribadi yang menguasai suatu disiplin ilmu dan mampu mengamalkannya serta sosok manusia yang secara total berkonsentrasi kepada bidang pendidikan. Anak didik ditempatkan sebagai obyek sekaligus subyek. Menurut Al-Ghazali, pendidikan Islam yaitu pendidikan yang berupaya dalam pembentukan insan paripurna, baik di dunia maupun di akhirat. Menurut Al Ghazali pula manusia dapat mencapai kesempurnaan apabila mau berusaha mencari ilmu dan selanjutnya mengamalkan fadhilah melalui ilmu pengetahuan yang dipelajarinya. Menurut Al Ghazali tujuan utama pendidikan Islam itu adalah ber-taqarrub kepada Allah Sang Khaliq, dan manusia yang paling sempurna dalam pandangannya adalah manusia yang selalu mendekatkan diri kepada Allah.
Penerapan Metode Pembelajaran terhadap Minat dan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam
Muhammad Ruslan;
Rizki Dwi Lestari;
Jahro Muniro;
Nirzal Sunardi;
pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 30 No. 02 (2023): Oktober 2023
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tasyri.v30i02.345
Pendidikan merupakan suatu hal yg penting bagi kehidupan maka dalam hal ini pendidik harus bekerja keras untuk hal demikian.Dalam proses pendidikan islam,faktor penting demi tercapainya tujuan adalah metode pendidikan.dapat dikatakan kedudukan pendidikan sangat signifikan. metode mempengaruhi sampai atau tidaknya informasi pendidikan, karenanya jika metode yg digunakan tidak tepat maka tujuan pendidikan akan sulit tercapai dengan baik. sebab dengan metode yang tepat, materi pelajaran akan mudah dikuasai peserta didik. Dalam pendidikan islam perlu menggunakan metode yg dapat melakukan pendekatan menyeluruh meliputi dimensi jasmani dan rohani. sebaik apapun pendidikan jika tidak di dukung oleh metode yg tepat maka tujuan tersebut sangat sulit untuk tercapai dengan baik. sebuah metode akan mempengaruhi suatu informasi secara lengkap atau tidak bahkan sering disebutkan metode lebih penting daripada materi itu sendiri. sebab pemilihan metode pendidikan harus dilakukan secara cermat sesuai dengan faktor terkait sehingga pendidikan dapat memuaskan.
Analisis Kecerdasan Emosional dalam Pendidikan Agama Islam pada Peserta Didik Kelas VII di SMP Negeri 2 Telukjambe Timur
Indriana Pitaloka;
Tajuddin Nur;
Hinggil Permana;
pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 30 No. 02 (2023): Oktober 2023
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tasyri.v30i02.346
Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang dalam mengelola kehidupan emosional secara cerdas melalui kemampuan kesadaran diri, mengelola emosi, motivasi diri, empati dan membina hubungan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kecerdasan emosional peserta didik kelas VII di SMP Negeri 2 Telukjambe Timur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan dan melakukan deskripsi mengenai Kecerdasan Emosional Pada Peserta Didik Kelas VII di SMP Negeri 2 Telukjambe Timur. Berdasarkan hasil analisis data angket kecerdasan emosional dengan sampel 82 peserta didik kelas VII di SMP Negeri 2 Telukjambe Timur maka dapat disimpulkan bahwa diperoleh nilai rata-rata dari seluruh indikator sebesar 83% dengan kriteria sangat baik. Indikator pertama yaitu kesadaran diri memperoleh rata-rata sebesar 84%. Indikator kedua yaitu mengelola emosi memperoleh rata-rata sebesar 84%. Indikator ketiga yaitu motivasi diri memperoleh rata-rata sebesar 82%. Indikator keempat yaitu empati memperoleh rata-rata sebesar 85%. Dan indikator kelima yaitu membina hubungan memperoleh rata-rata sebesar 82%.
Problematika Kurikulum Merdeka Pembelajaran Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti di SMKN 4 Malang
Qurroti A’yun;
Alya Navida Nurita;
Findah Nur Hamidah;
Firda Al-Vina;
Qomariyah Ulfa;
pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 30 No. 02 (2023): Oktober 2023
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tasyri.v30i02.347
Artikel ini membahas tentang kurikulum terbaru yang dibuat oleh kemendikbud yaitu kurikulum merdeka, setelah banyak pergantian kurikulum utamanya setelah pandemi covid-19 kurikulum merdeka ini tentunya terdapat banyak problematika atau permasalahan dalam mengimplementasikannya di setiap lemaga pendidikan. Peneliti sendiri memfokuskan penelitian di SMKN 4 Malang dan hanya meneliti bidang mata pelajaran Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti (PAI-BP), metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif yang akan menggali informasi dengan wawancara mendalam dari narasumber pelaku kurikulum merdeka belajar baik dari guru atau siswa untuk mengetahui permasalahan apa saja yang didapatkan selama mengimplementasikan kurikulum merdeka dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMKN 4 Malang, serta mendeskripsikan dengan jelas apa saja yang menjadi permasalahan dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka tersebut. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif peneliti bisa mengetahui permasalahan dari implementasi kurikukum merdeka ini terbagi menjadi permasalahan dari siswa & guru, permasalahan dari siswa yaitu belum terbiasa dengan kurikulum merdeka yang sebelumnya siswa terbiasa mempelajari materi dengan model kurikulum 2013, sedangkan permasalahan dari pendidik yaitu 1) Kurangnya kreatifitas guru dalam menyusun strategi pembelajaran, 2) Pemilihan metode pembelajaran PAIBP, 3) Pengondisian kelas.
The Establishment Of Indonesian Islamic Parties Post Independence
Muchamad Ifan Maulana;
Iin Wahyu Mahmuda;
Nasikhin;
Fihris;
pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 30 No. 02 (2023): Oktober 2023
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tasyri.v30i02.348
Towards Indonesia's independence, the Islamic leaders at that time were not concerned with the establishment of a state based on Islam, but the most important thing was Indonesian independence. This was because the thoughts of the Islamic leaders at that time were based on the population of the Indonesian people who were mostly Muslim, according to which the majority Muslim population would certainly form an Indonesian state based on Islam and a Muslim government. In other words the thinking at that time was that after independence Indonesia would automatically become a country based on Islam.' Another thing that has become an obstacle in the establishment of an Islamic state is that in the historical arena of Muslims, the ideal to establish an Indonesian state based on Islam is not an easy thing to realize. This is due not only to the challenges emanating from the Islamic parties themselves, but also the emergence of secular national parties which have become an obstacle.
Implementasi Pembiasaan Shalat Berjamaah dalam Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik di MTs Al Manshur Popongan
Sayyid Ahmad Haqqin Nazil;
Ahmad Zuhdi;
Fatiatun;
pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 30 No. 02 (2023): Oktober 2023
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tasyri.v30i02.349
Tujuan penelitian ini yaitu: 1) untuk mengetahui pembiasaan shalat jam’ah siswa di MTs Al Manshur Popongan, 2) untuk mengetahui Kedisiplinan Shalat Jama’ah di MTs Al Manshur Popongan, 3) untuk mengetahui cara mengiplentasikan pembiasaan Shalat berjama’ah di Mts Al Manshur Popongan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan desain penelitian yang digunakan yaitu metode etnografi. Penelitian ini menggambarkan secara obyektif dari obyek yang diteliti, dengan cara memberikan pertanyaan kepada responden sehingga mendapatkan jawaban yang diperlukan. Subjek dalam penelitian ini yaitu MTs Al Manshur Popongan (sesepuh pesantren, kepala sekolah, guru dan siswa). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi yang dilanjutkan dengan analisis data Miles Huberman dan dikuatkan dengan model Triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik diantaranya adalah: 1) keteladanan; 2) pembiasaan; 3) pemahaman; 4) perintah; 5) larangan; 6) hukuman atau sanksi. Pembiasaan shalat berjamaah tersebut dalam pelaksanaannya akan membentuk sikap kedisiplinan seperti sikap disiplin ibadah, disiplin belajar, disiplin sikap dan disiplin waktu pada peserta didik. Namun, dalam pembiasaan shalat berjamaah di MTs Al Manshur Popongan belum mencapai maksimal karena selain gedung yang kurang besar, dan akhirnya menyebabkan peserta didik secara bergantian melakukan shalat berjamaah di sekolah.
Pendidikan Islam pada Zaman Khulafa Al-Rasyidin 632-661 M: Pertumbuhan dan Perkembangannya
Nurasia;
pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 30 No. 02 (2023): Oktober 2023
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tasyri.v30i02.350
Muslims receive their religious education in Islam, which is based on the Qur'an and the Sunnah. This article examines the dynamics of development and change in Islamic education in the years after the passing of the Prophet Muhammad, may Allah bless him and grant him peace, notably the growth of Islamic education during the Khulaf-ur-Rsyidn era. described the different circumstances that led to the education system that was put in place at the time, as well as how it was applied to each caliph. The findings of this study suggest that, in general, the educational pattern during the reign of Caliph Abu Bakar radhyallahu 'anhu was unchanged from that of the Prophet Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Islam has developed quite quickly.
Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Dasar di Salafiyah Wustho Harun Asy-Syafi’I Yogyakarta
Rachmah Khairunnisa;
, Masykur H. Mansyur;
Jaenal Abidin;
pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 30 No. 02 (2023): Oktober 2023
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tasyri.v30i02.351
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya dalam memperhatikan proses implementasi Sistem Penjamin Mutu Internal yang sesuai dengan prosedur serta standar untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan dasar. Penelitian ini dilakukan di Salafiyah Wustho Harun Asy-Syafi’I Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu pedoman wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dengan model Miles, Huberman, & Saldana (2014) melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian yaitu kepala sekolah dan objek penelitian yaitu Sistem Penjamin Mutu Internal dalam meningkatkan pendidikan dasar di Salafiyah Wustho Harun Asy-Syafi’I Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi Sistem Penjamin Mutu Internal dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar yang dilakukan di Salafiyah Wustho Harun Asy-Syafi’i Yogyakarta memenuhi berbagai prosedur serta standar melalui proses pemetaan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi mutu dalam meningkatkan kualitas pendidikannya, yang dibuktikan melalui pencapaian berbagai prestasi akademik dan non akademik di Salafiyah Wustho Harun Asy-Syafi’i Yogyakarta. Hasil dari penelitian yang dilakukan ini, bahwa Salafiyah Wustho Harun Asy-Syafi’i Yogyakarta telah mengimplementasikan Sistem Penjamin Mutu Internal dengan memenuhi prosedur serta standar melalui proses pemetaan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi mutu dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasarnya.
Penilaian Unjuk Kerja dalam Pembelajaran
Liansyah;
Ubabuddin;
pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 30 No. 02 (2023): Oktober 2023
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tasyri.v30i02.352
This development research has the main objective of producing valid, reliable and practical assessment tools or procedures. Performance appraisal instrument. In accordance with its understanding, it can be said that assessment is an activity of measuring, quantifying and determining the quality of student knowledge as a whole. In this sense it is implied that assessment must be integrated in the learning process and use various forms. Tests and assessment techniques are only needed to show how students do actual tasks. The performance assessment instrument developed consists of: (1) task items; (2) audio musical accompaniment; (3) scoring rubric; (4) observation sheets; and (5) guidelines for interpreting the results of the assessment.
Aktualisasi Metode Pembelajaran Role Playing dan Two Stay-Two Stray Pada Mata Pelajaran SKI di Jenjang MA
Siti Ainurrohmah;
Nurul Fadhilah Ramadhani;
pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 30 No. 02 (2023): Oktober 2023
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tasyri.v30i02.353
Salah satu founding father dari pondok modern paling terkenal ditanah nusantara ini yakni pondok modern DarusSalam Gontor (PMDG) yakni KH.Hasan Abdullah Sahal pernah berkata dalam suatu kesempatan bahwa “At-thariqah ahammu minal maddah, wa al-mudarris ahammu minat thariqah, wa ruhul mudarris ahammu minal mudarris nafsihi”. Dari penggalan kalimat pertama, yaitu “At-Thariqah ahammu minal maddah” dapat kita Tarik garis pemahaman bahwa dalam proses pembelajaran metode memilki tingkat urgensi yang tinggi jika dibandingkan dengan materi yang akan disampaikan. Sedangkan jika kita mengaca pada realita yang terjadi didunia Pendidikan kita, banyak siswa yang kesulitan memahami materi yang diajarkan karena kebanyakan pendidik lebih memilih metode ceramah atau metode lain yang kurang relevan dengan materi yang disampaikan. Maka dari itu, penulis akan mengkaji lebih dalam mengenai metode yang tepat untuk diimplementasikan pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam tepatnya pada materi perkembangan islam di Asia Tenggara, Asia-Afrika, dan dunia barat pada jenjang madrasah Aliyah. Metode yang dirasa tepat untuk digunakan dalam proses pembelajaran materi tersebut adalah metode two stay two stray dan role playing. Penggunaan metode pembelajaran role playing dan two stay-two stray menjadi salah satu pilihan dalam upaya guru membangun pemahaman siswa terhadap materi tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yaitu data diperoleh melalui library research. Hasil penelitian menjelaskan bahwa penggunaan metode role playing maupun two stay-two stray merupakan metode pembelajaran yang menyenangkan dan menuntut keaktifan siswa dalam pembelajaran sehingga memudahkan guru dalam menanamkan pemahaman kepada siswa mengenai materi tersebut. Selain itu, dengan menggunakan metode ini siswa dapat dengan mudah mengambil ibrah/pesan mengenai materi yang diajarkan.