Articles
Kontrol Kecepatan Motor Sepeda Listrik Menggunakan Force Sensor dan Elektromiografi (EMG)
Jeffrey Gunawan;
Muhammad Rivai;
Tasripan Tasripan
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (166.959 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.30876
Torque Assisted Bicycle (TAB) merupakan sebuah sepeda dengan penambahan motor listrik sebagai bantuan bagi penggunanya. Sepeda TAB ini dapat mempermudah pengguna dalam berkendara dan ramah lingkungan karena tidak menghasilkan gas emisi. Namun, sepeda TAB masih belum terlalu diminati di Indonesia. Salah satu penyebabnya ialah penggunaan sensor torsi yang mahal. Pada penelitian ini sensor tekanan dan sensor EMG digunakan untuk mengganti sensor tersebut. Sensor EMG yang digunakan memiliki keluaran antara 0 - 5V single channel dan sensor tekanan menggunakan Force Sensitive Resistor (FSR) dengan keluaran antara 0 – 3.5V. Data dari dua sensor ini digunakan untuk mengenali tingkat aktivitas otot dari pengguna dengan menggunakan metode Artifical Neural Network dan metode pembelajaran backward propagation. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, penempatan elektroda optimal untuk sensor EMG pada Vastus Lateralis dan FSR pada bagian medial dari telapak kaki. Dalam pengujian statis, subyek melakukan gerakan mengayuh selama 10 detik dengan beban berupa tekanan dari rem. Hasil pengujian pada empat subyek menghasilkan tingkat ketelitian deteksi aktivitas kaki sebesar 83,33%. Pada pengujian dinamis di permukaan dengan 4 tingkat kemiringan berbeda, sistem mampu mendeteksi beban dengan tingkat ketelitian 75%.
Sistem Sensor Gas Elektrokimia yang Diimplementasikan pada Arduino Due
Andrianto Andrianto;
Muhammad Rivai
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (99.342 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.30880
Polusi udara pada wilayah perkotaan di Indonesia mengandung banyak gas yang membahayakan bagi kesehatan. Polusi udara yang sering kita alami sebagian besar dikarenakan oleh kendaraan bermotor dan asap rokok. Paparan gas seperti Karbon Monoksida (CO), Karbon Dioksida (CO2), Nitrat Oksida (NO), Tar, Nikotin dari kendaraan bermotor dan asap rokok dapat menyebabkan munculnya berbagai penyakit pernapasan. Pada penelitian ini, sistem sensor gas elektrokimia tipe CO-B4 digunakan untuk mendeteksi CO dan NO-B4 digunakan untuk mendeteksi NO. Sensor ini dapat mendeteksi kadar gas yang rendah sehingga keluaran sensor yang sangat kecil ini sering terpendam oleh noise. Untuk itu diperlukan proses digital low pass filter (LPF) dengan frekuensi cutoff 5Hz untuk menghilangkan noise. LPF diimplementasikan pada mikrokontroller Arduino Due. Hasil dari pembacaan sensor divisualisasikan pada LCD TFT. Sistem sensor gas elektrokimia ini telah digunakan untuk monitoring polusi udara di ruang terbuka seperti jalan raya.
Sistem Kontrol dan Monitoring Kadar Amonia untuk Budidaya Ikan yang Diimplementasi pada Raspberry Pi 3B
Muhammad Akbar Nugroho;
Muhammad Rivai
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (94.811 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.30920
Kualitas air berpengaruh terhadap tingkat kesehatan ikan, salah satu hal yang harus dijaga adalah kadar amonia. Kadar amonia yang dibiarkan tinggi akan berbahaya terhadap kesehatan ikan. Pada penelitian ini telah dirancang dan dibuat sebuah sistem kontrol dan monitoring kadar amonia untuk budidaya ikan yang berguna untuk mengukur kualitas air dalam suatu akuarium. Pengukuran yang dilakukan pada sistem ini memiliki dua variabel utama yang diukur yaitu; tingkat dari pH air dan kadar amonia. Penelitian ini menggunakan dua sensor yaitu sensor pH dan sensor MQ-135 untuk mengukur kadar amonia yang dihubungkan dengan mikrokontroler Arduino dan Single Board Computer Raspberry. Peralatan dilengkapi dengan teknologi yang berbasis Internet of Things. Pada sistem ini pH dijaga agar tetap netral (6,5 – 7,5). Ketika nilai melebihi batas, kontrol otomatis akan menyalurkan cairan asam asetat (CH3COOH) menuju akuarium untuk menentralkan pH. Hasil dari pengujian menunjukan bahwa sistem dapat melakukan kontrol secara otomatis dan manual. Pada pengukuran data sensor pH memiliki rata-rata kesalahan 1,88%. Monitoring dan pengontrolan manual terhadap kondisi hidup dan mati aerator serta filter air memiliki delay 10 detik. Kontrol manual dan monitoring dilakukan melalui aplikasi smartphone sehingga dapat menginformasikan jika terdapat kenaikan kadar pH dan amonia yang berbahaya untuk ikan.
Sistem Kontrol Pengering Makanan Berbasis LED Inframerah
Khairunnisa Nurhandayani;
Muhammad Rivai
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1493.773 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.30921
Buah dan sayur merupakan bahan yang memiliki kandungan air. Namun dengan banyaknya kandungan air menyebabkan buah dan sayur tidak dapat bertahan lama di tempat terbuka. Salah satu cara mengawetkan buah dan sayur dilakukan dengan proses pengeringan. Pengeringan merupakan cara menghilangkan air dalam makanan untuk memperlambat pertumbuhan mikroorganisme. Pada penelitian ini, pengeringan dilakukan terhadap biji coklat karena Indonesia merupakan negara pengekspor biji coklat. Sebelum diekspor, biji coklat terlebih dahulu dikeringkan untuk menghentikan fermentasi pada biji coklat. Jika menggunakan pengering konvensional, hasil pengeringan bergantung terhadap cuaca atau matahari. Pada penelitian ini telah dirancang dan diuji sistem pengering berbasis inframerah sebagai solusi permasalahan tersebut. LED bank digunakan sebagai sumber sinar inframerah dengan merangkai LED inframerah secara seri dan paralel. Untuk mengetahui perubahan kandungan air pada biji coklat digunakan load cell yang keluarannya dimasukkan ke mikrokontroler untuk diolah lebih lanjut dengan sistem kontrol proportional. Mikrokontroler yang digunakan yaitu Arduino Uno. Selain biji coklat, objek yang diujikan yaitu anggur. Hasil penelitian menunjukkan kecepatan pengeringan biji coklat lebih besar dibandingkan kecepatan pengeringan anggur. Kecepatan pengeringan anggur yaitu 0,27 gram/jam terhadap 4 hingga 7-gram anggur dan kecepatan pengeringan biji coklat bernilai 0,75 gram/jam untuk berat yang sama.
Rancang Bangun Sistem Pengisian Baterai Nirkabel Menggunakan Mikrokontroler Teensy
Muhamad Amirul Haq;
Muhammad Rivai;
Tasripan Tasripan
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (102.585 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.31323
Saat ini pemanfaatan transfer daya nirkabel sudah semakin marak. Hal ini dikarenakan transfer daya nirkabel memiliki kelebihan dimana penggunaannya lebih mudah dikarenakan tidak perlu terjadi kontak secara langsung. Pada penelitian ini, telah dibuat suatu sistem transfer daya secara nirkabel yang diperuntukkan pada stasiun pengisian baterai. Sistem transfer daya yang telah terealisasi berupa prototype fungsional yang mampu mengisi daya baterai lead-acid 6 Volt dengan kapasitas 4,5 Ah. Metode transfer daya nirkabel yang digunakan adalah metode resonant inductive coupling yang dapat bekerja secara optimal pada frekuensi 91 kHz. Pembangkitan listrik AC dengan frekuensi tersebut menggunakan H-Bridge yang dikontrol dengan microcontroller Teensy. Transfer daya nirkabel dapat berfungsi secara optimal pada jarak 20 cm. Pada sistem pengisian daya terdapat kontrol pengisian daya constant current-constant voltage (CC-CV). Dengan adanya metode kontrol CC-CV, maka diharapkan sistem dapat mengisi daya lebih cepat dan menjaga keawetan baterai lebih lama jika dibandingkan dengan metode kontrol CC atau CV saja. Pada penelitian ini parameter transfer daya nirkabel antara lain jenis rangkaian kompensasi, jarak, dan duty cycle dari sumber D, telah diuji hingga didapatkan efisiensi mencapai 52 persen pada jarak sejauh 20 centimeter.
Implementasi Lidar sebagai Kontrol Ketinggian Quadcopter
Sayyidul Aulia Alamsyah;
Muhammad Rivai
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1585.212 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.43034
Quadcopter atau yang saat ini lebih di kenal dengan nama drone sudah menjadi hal yang dapat dimiliki dengan mudah. Telah banyak perusahaan perusahaan yang memproduksi flight controller yang sudah terintegrasi dengan banyak sensor di dalamnya, termasuk juga sensor ketinggian. Berbagai macam perusahaan tersebut sebagian besar menggunakan barometer yang sudah terintegrasi didalam flight controller sebagai sensor ketinggian. Barometer sendiri adalah sensor yang mendeteksi ketinggian berdasarkan nilai tekanan udara di sekitarnya, tekanan udara inilah yang digunakan barometer untuk menentukan ketinggian drone. Karena barometer mencari nilai ketinggian terhadap tekanan udara, maka pengaruh cuaca dan kecepatan angin akan memberikan efek pada nilai ketinggian barometer tersebut. Oleh karena itu Pada tugas akhir ini akan dirancang quadcopter dengan lidar sebagai sensor ketinggian dari permukaan tanah.
Sistem Stabilisasi Nampan Menggunakan IMU Sensor Dan Arduino Nano
Abu Hatim Kurniawan;
Muhammad Rivai
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (89.412 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.31043
Penderita penyakit parkinson kerap kali mengalami kesulitan dalam membawa sesuatu barang. Hal ini dikarenakan berkurangnya kemampuan syaraf motorik sehingga mengakibatkan beberapa bagian tubuh bergetar terutama tangan. Pada saat ini belum terdapat suatu media yang digunakan untuk membawa makanan atau barang yang stabil terhadap goncangan. Pada penelitian ini diusulkan membuat suatu nampan yang seimbang dengan menggunakan Inertial Measurement Unit (IMU) Sensor MPU6050. Sensor tersebut mampu mendeteki perubahan sudut atau posisi pada 3 dimensi. Sistem ini menggunakan mikrokontroler Arduino Nano sebagai pemroses sinyal yang diberikan oleh sensor. . Nilai galat yang merupakan selisih antara setting point dan keluaran sensor tersebut kemudian akan digunakan sebagai sinyal masukan kontroler Proportional Integrator Derivative (PID). Motor servo digunakan sebagai aktuator yang akan bergerak sesuai dengan besarnya galat, sehingga akan menghasilkan kestabilan gerakan nampan. Hasil pengujian sistem success rate stabilisator ketika sistem tanpa beban adalah sebesar 100% untuk keadaan diam dan 60% ketika keadaan berjalan. Sedangkan pada keadaan dengan beban didapatkan success rate sebesar 70% pada keadaan diam dan 60% saat keadaan berjalan. Hasil penelitian ini diharapkan mengurangi resiko jatuh atau tumpahnya barang atau makanan terutama pada saat dibawa oleh penderita parkinson.
Monitoring dan Kontrol Sistem irigasi Berbasis IoT Menggunakan Banana PI
Andrie Wijaya;
Muhammad Rivai
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (138.021 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.31113
Saat ini metode pengaliran air atau irigasi dilakukan secara manual. Petani harus menyiram tanaman satu persatu sehingga tidak efisien dalam hal energi, waktu, dan ketersediaan air sehingga dapat menurukan hasil panen. Internet of Things merupakan konsep dan metode untuk kontrol jarak jauh, monitoring, pengiriman data, dan berbagai tugas lainnya. IoT terhubung dengan suatu jaringan sehingga dapat di akses di mana saja yang dapat mempermudah berbagai hal. IoT dapat dimanfaatkan di berbagai bidang, salah satunya adalah bidang pertanian. Pada bidang ini IoT dapat digunakan untuk memantau dan mengatur berbagai hal untuk menunjang pertanian. Pada penelitian ini akan dibuat suatu peralatan yang digunakan untuk monitoring dan kontrol sistem irigasi berbasis IOT. Single Board Computer Banana Pi digunakan sebagai prosesor utama yang terhubung dengan jaringan internet yang mengirim data dari sensor ke pengguna. Alat ini akan dilengkapi beberapa divais transduser yang meliputi sensor kelembaban, kamera, dan katup elektronik. Pengguna menerima data tersebut melalui aplikasi pada telepon genggam berbasis android. Jenis telepon ini sering digunakan masyarakat umum sehingga mudah dalam pengaplikasian nya. Peralatan ini diharapkan dapat membantu petani untuk mengatur sistem irigasi dari jarak jauh dan memantau kondisi lahan pertanian sehingga lebih efisien dan dapat meningkatkan hasil panen.
Monitoring dan Kontrol Sistem Penyemprotan Air Untuk Budidaya Aeroponik Menggunakan NodeMCU ESP8266
Samuel L. H. Siregar;
Muhammad Rivai
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (103.249 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.31181
Aeroponik sebagai modifikasi dari hidroponik mulai banyak digunakan, yaitu bertanam dengan cara membiarkan akar tanaman tergantung bebas di udara. Pemberian nutrisi dilakukan dengan cara mengubah larutan nutrisi dari wujud cair menjadi kabut yang kemudian disemprotkan ke akar tanaman. Pada penelitian ini, penulis merancang sebuah ruang tumbuh GrowBox, dengan sebuah sistem kontrol yang mengatur penyemprotan larutan nutrisi ke akar tanaman, juga pemantau temperatur dan kelembapan relatif dari ruang tumbuh melalui internet. Mikrokontroler yang digunakan adalah NodeMCU ESP8266 dengan modul sensor DHT22 sebagai sensor temperatur dan kelembapan relatif, sensor HC-SR04 untuk mendeteksi ketinggian air, ultrasonic atomizer sebagai pengubah wujud larutan nutrisi menjadi kabut, kipas DC sebagai pendistribusi kabut dan pompa DC untuk memompa larutan nutrisi. Hasil percobaan menunjukkan sensor DHT22 dapat mengukur kelembapan relatif dan temperatur GrowBox dengan error 1,54% dan menjadi sinyal perintah bagi aktuator untuk bekerja, sensor HC-SR04 dapat mendeteksi level nutrisi dengan error 0,09 cm, dan ultrasonic atomizer dapat mengubah larutan nutrisi menjadi kabut dan meningkatkan nilai kelembapan GrowBox yang dirancang sesuai nilai yang ditentukan (85%).
Autonomous Docking System untuk Mobile Robot Berbasis Citra pada Stasiun Pengisian Daya Nirkabel
Ariestya Putra Susanto;
Muhammad Rivai;
Tasripan Tasripan
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (113.54 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.31180
Teknologi pada robot mulai dikembangkan untuk dapat bekerja di luar ruangan selama 24 jam penuh. Permasalahan yang muncul adalah robot ini tidak memiliki daya baterai yang cukup agar dapat bekerja selama seharian. Sebagai solusinya, maka dibangun stasiun pengisian daya di beberapa titik untuk mengisi daya pada baterai robot. Teknologi yang digunakan untuk mencari keberadaan stasiun pengisian daya adalah dengan menggunakan GPS. Akan tetapi GPS tidak selalu memberikan titik akurat dari keberadaan stasiun pengisian daya. Pada penilitian ini, metode yang ditawarkan adalah dengan menggunakan kamera untuk mendeteksi dan menuju stasiun pengisian daya dengan asumsi robot telah menggunakan GPS untuk menemukan koordinatnya. Kamera akan mendeteksi objek dalam bentuk dua dimensi, kemudian citra yang ditangkap akan dikonversi ke bentuk channel HSV untuk mengetahui warna dari objek yang dijadikan target. Setelah itu, contour dari objek akan dicari untuk mendapatkan luas dan titik tengah objek. Dua parameter tersebut akan digunakan untuk menjalankan robot dengan motor dc yang akan dikontrol secara proporsional untuk mendapatkan hasil yang lebih presisi. Hasil yang didapat dari uji coba pada mobile robot adalah bahwa titik tengah objek lebih efektif untuk dijadikan set point dengan tingkat keberhasilan yang didapat pada pengujian akhir sebesar 75%.