Articles
Implementasi Algoritma Bee Colony Dengan Metode Fuzzy Mamdani Untuk Pengaturan Lampu Lalu Lintas
Kurnia, Yusthesia Esta;
Mulyono, Mulyono;
Rochmad, Rochmad
Unnes Journal of Mathematics Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ujm.v9i2.38663
Abstrak Algoritma Bee Colony adalah algoritma yang terinspirasi dari perilaku lebah dalam suatu kelompok untuk mencari makanan, dan dalam penelitian ini diimplementasikan untuk mengatur fase lampu lalu lintas di persimpangan simpang empat Jl. Tambak Dalam Raya- Jl. Soekarno Hatta- Jl. Gajah Raya. Setelah fase lampu lalu lintas baru diperoleh kemudian diatur durasi lampu hijau menggunakan metode fuzzy mamdani. Metode fuzzy mamdani adalah salah satu metode dalam FIS untuk memetakan suatu ruang input ke dalam suatu ruang output. Variabel input berupa jumlah mobil dan motor yang berhenti saat lampu merah dan variabel output berupa durasi lampu hijau, perhitungan menggunakan bantuan fuzzy logic toolbox Matlab R2014a, kemudian diatur durasi lampu lalu lintas dengan lampu kuning 2 detik dan clear 3 detik. Hasil penelitian diperoleh fase lampu lalu lintas baru terdiri 4 fase tanpa adanya tabrakan arus kendaraan dan durasi lampu lalu lintas berubah mengikuti jumlah mobil dan motor yang berhenti saat lampu merah.
Penjadwalan ulang proyek konstruksi menggunakan metode PDM dan CPM (studi kasus pada pembangunan Toserba Yogya di Pekalongan)
Utomo, Fajar Prasetyo;
Mulyono, Mulyono
Unnes Journal of Mathematics Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ujm.v10i1.45418
Penelitian ini bertujuan menemukan waktu optimal penjadwalan baru untuk proyek konstruksi toserba yogya di Pekalongan, dengan menggunakan metode PDM-CPM dan Microsoft Project 2010. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pekerjaan-pekerjaan yang terdapat pada jalur kritis proyek, yang nantinya akan menentukan lamanya penyelesaian proyek. Sehingga dapat diketahui, pekerjaan-pekerjaan apa saja yang tidak boleh terjadi keterlambatan. Pengambilan data dalam skripsi ini dengan Teknik wawancara, dokumentasi, dan studi Pustaka dengan PT. Win Sejahtera sebagai kontraktor. Hasil penelitian ini adalah penggunaan metode CPM, PDM, dan Microsoft Project memberikan hasil yang sama yaitu pengerjaan proyek selama 51 Minggu dengan rincian metode PDM memiliki 27 pekerjaan kritis dari 75 Pekerjaan, metode CPM memiliki 37 pekerjaan kritis dari 112 pekerjaan, dan Microsoft Project memiliki 27 pekerjaan kritis dari 73 pekerjaan. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan PT. Win Sejahtera mempertimbangkan menggunakan teknik PERT-CPM dengan Microsoft Project dalam membuat penjadwalan proyek.
The Coherence of Group Scheme of the High Initial Ability Students Based on Cognitive Style
Wijayanti, Kristina;
Mulyono, Mulyono
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 1 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/kreano.v12i1.29528
Teaching and learning deductive proof is one of the most important goals in mathematics education. According to the APOS theory, learning a concept is facilitated when students have constructed an adequate APOS mental structure for the concep. There are characteristics differences between field-dependent and field-independent students in responding to tasks to construct proofs. The purpose of this study was to analyze the coherence of the group scheme constructed by students with the high initial ability based on cognitive style to construct  proofs. This study was a qualitative. The research subjects were determined by the purposive sampling. Data collection using test and in-depth interviews. The credibility of data was carried out using triangulation. Data analysis used Miles and Huberman's model. The results showed that the FI and FN Subjects had thematized the group scheme and were coherent, while the FD Subject had thematized the group scheme but was not coherent.Pengajaran dan pembelajaran bukti deduktif dalam matematika merupakan salah satu tujuan terpenting dalam pendidikan matematika. Menurut teori APOS (Aksi, Proses, Objek, Skema), belajar suatu konsep terfasilitasi apabila siswa telah mengkonstruksi struktur mental APOS yang memadai untuk konsep tersebut. Ditinjau dari gaya kognitifnya, ada perbedaan karakteristik antara mahasiswa field-dependent dan field-independent dalam merespon tugas yang memerlukan kemampuan mengkonstruksi bukti. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis koherensi Skema grup yang dikonstruksi mahasiswa dengan kemampuan awal mengkonstruksi bukti adalah tinggi dan gaya kognitif FI, FN, FD. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kualitatif. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan wawancara mendalam. Derajat kepercayaan data dilakukan dengan teknik pemeriksaan triangulasi. Analisis data selama di lapangan mengggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan Subjek FI dan FN sudah mentematisasi Skema grup dan sudah koheren, sedangkan Subjek FD sudah mentematisasi Skema grup namun belum koheren.
Prespektif Gender terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa pada Blended Learning berbantu Google Classrooms
Mulyono, Mulyono;
Ardiansyah, Adi Satrio;
Fariz, Regilsa;
Khoirunnisa, Karima
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 2 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/kreano.v11i2.26540
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kemampuan berpikir kreatif dilihat dari perbedaan gender pada Blended Learning berbantu Google Classrooms (BL-GC). Penelitian mix methods dilakukan dengan strategi concurrent embedded dimana subjek penelitian dipilih dengan teknik purpose sampling sehingga diperoleh 5 mahasiswa laki-laki dan 5 mahasiswa perempuan. Untuk meninjau kemampuan berpikir kreatif digunakan tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi BL-GC efektif terhadap kemampuan berpikir kreatif tanpa melihat perbedaan gender. Hal tersebut diperoleh berdasarkan hasil temuan secara kualiatatif dan kuantitatif yang menyebutkan bahwa kemampuan berpikir kreatif, peningkatan kemampuan berpikir kreatif, dan ketercapaian indikator kemampuan berpikir kreatif tidak berbeda secara signifikan. Temuan lain menunjukkan bahwa kefasihan merupakan langkah awal dari kemampuan berpikir kreatif, sehingga jika ingin mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, maka langkah awalnya adalah mengembangkan kefasihan siswa.The aim of this study was to examine creative thinking skills viewed by gender differences in Blended Learning with Google Classrooms assisted (BL-GC). The mix methods research was carried out with a concurrent embedded strategy. The research subjects consist of 5 male and 5 female students. To review differences in creative thinking skills, tests and interviews are used. The results showed that the implementation of BL-GC was effective on creative thinking skills regardless of gender. This was obtained based on the qualitative and quantitative findings which stated that creative thinking skills, gain creative thinking skills, and the achievement of creative thinking skills’s indicators did not differ significantly. Other findings show that fluency is the first step in the ability to think creatively, so that if you want to develop creative thinking skills, the first step is to develop student fluency.
Urgensi Etnopsikologi dalam Kajian Novel Berbahasa Jawa
Zustiyantoro, Dhoni;
Hardyanto, Hardyanto;
Mulyono, Mulyono;
Utomo, Tri Duto
Jurnal Sastra Indonesia Vol 11 No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jsi.v11i1.54104
Penelitian ini merupakan studi pendahuluan untuk mengkaji psikologi Suryomentaram (Suryomentaram, 1985a, 1985b) sebagai teori dalam penelitian novel berbahasa Jawa. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan pemikiran Suryomentaram dengan pemikiran psikologi Barat. Selama ini penelitian psikologi dalam novel Jawa menggunakan teori Sigmund Freud yang mengusung konsep id, ego, dan superego (Milner, 1992). Hasil kajian penelitian menunjukkan bahwa struktur novel dan gejala psikologis di dalamnya hanya dilihat sebagai struktur pembangun. Novel perlu dipelajari dengan pendekatan psikologi lokal (indigenous psychology) untuk memahami konteks sosial dan budayanya. Hasil penelitian ini menunjukkan kelemahan penelitian psikologi novel Jawa selama ini, membandingkan psikologi Suryomentaram dengan teori Barat, yaitu Sigmund Freud, Carl Gustav Jung, dan Alfred Adler, serta menawarkan psikologi Suryomentaram sebagai pendekatan penelitian novel Jawa. Suryomentaram mengajarkan konsep psikologis yang bersumber dari budaya Jawa.
Analisis Faktor Pengembangan Instrumen Pengukuran Keterampilan Abad 21 Siswa Sekolah Menengah Atas
Fadloli, Fadloli;
Pamungkas, Rahmania;
Mulyono, Mulyono;
Sumarjoko, Tri;
Marlina, Reni
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (308.1 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v6i3.1802
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen ketrampilan abad ke-21 bagi siswa SMA yang selanjutnya disebut dengan High School 21st Century Skill Instrument (HS-21CSI) untuk digunakan dalam proses pengajaran dan pembelajaran sains. Instrumen HS-21CSI terdiri dari enam domain yaitu: (1) Literasi Era Digital; (2) Berpikir Inventif; (3) Komunikasi yang Efektif; (4) Produktivitas Tinggi; (5) Nilai dan Norma Spiritual; dan (6) Nilai Multikultural. Empat domain pertama diadaptasi dari keterampilan enGauge abad 21 sementara dua domain terakhir diciptakan untuk memenuhi filosofi pendidikan Indonesia. Melalui tinjauan literatur dan diskusi, variabel yang mewakili Keterampilan Abad 21 SMA diidentifikasi dan disempurnakan berdasarkan analisis penilaian empat ahli. Sehingga dihasilkan satu set kuesioner yang dapat mewakili masing-masing domain keterampilan abad 21 siswa SMA. Kuesioner yang telah diuji validitasnya dengan validitas konten dan bahasa kemudian diikuti dengan analisis faktor. Sebanyak 299 siswa SMA Negeri se Kota Malang dijadikan subjek dalam penelitian ini. Hasil uji reliabilitas instrumen dilihat dari nilai konsistensi internal Cronbach Alpha sebesar 08-09 yang berarti instrumen berguna. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa validitas dan reliabilitas HS-21CSI baik. Dengan demikian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan mampu untuk mengevaluasi penguasaan siswa SMA terhadap keterampilan abad ke-21 dalam proses belajar sains.
Turbin Angin Poros Horizontal Tipe Flat Sudu Banyak Taper 4:5 dan Sudut Keluaran 25°
Sahid, Sahid;
Mulyono, Mulyono;
Prasetyo, Totok;
Hendrawati, Dwiana;
Safarudin, Yanuar Mahfud;
Alyasa, Moh. Fani
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 17, No 1 (2022): Volume 17, Nomor 1, April 2022
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32497/jrm.v17i1.3086
Penelitian ini bertujuan melakukan kajian terhadap kinerja turbin angin poros horizontal tipe flat sudu banyak, dimana sudu yang digunakan merupakan penggabungan model tapper 4;5 yang dikembangkan Herlambang (2019) dan model sudu dengan sudut keluaran 25° yang dikembangkan Sahid (2020). Penelitian diawali dengan membuat 3 model sudu kemudian dipasang pada sistem uji kinerja pembangkit, langkah selanjutnya adalah melakukan uji karakteristik efisiensi terhadap putaran. Hasil uji ketiga model dikaji dengan membandingkan efisiensi masing-masing model. Hasil menunjukkan bahwa Turbin angin poros horizontal tipe flat sudu banyak taper 4:5 dan sudut keluaran 25° menghasilkan Efisiensi pada kecepatan 5 m/s dan 7 m/s, yaitu sebesar 4,253 % dan 1,947 %. Terjadi peningkatan dari model sudu taper 4:5 pada kecepatan 5 m/s dan 7 m/s yaitu masing-masing sebesar 75,38 % dan 91,13 %. Peningkatan efisiensi dari model sudu sudut keluaran 25° pada kecepatan 5 m/s dan 7 m/s sebesar 151,63 % dan 68,26 %. Pada kecepatan 9 m/s model sudu sudut keluaran 25° memiliki efisensi tertinggi, yaitu sebesar 1,087 % sehingga model sudu taper 4:5 mengalami penurunan efisiensi sebesar 7,37 %. Oleh karena itu turbin angin poros horizontal tipe flat sudu banyak taper 4:5 dan sudut keluaran 25° adalah model sudu yang paling cocok digunakan pada kecepatan angin ≤ 7 m/s. Model model sudu sudut keluaran 25° cocok digunakan pada kecepatan 9 m/s.
INOVASI BAHAN AJAR TERINTEGRASI CHALLENGE BASED ON ETHNOMATHEMATICS LEARNING PADA OBJEK DAWET AYU BANJARNEGARA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH
Ardiansyah, Adi Satrio;
Mahfiroh, Halillah;
Mulyono, Mulyono
Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang No. 7 (2024)
Publisher : Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1529/kp.v1i7.174
Memberikan inovasi dalam setiap proses pembelajaran menjadi tanggung jawab bagi pendidik. Terlihat belum berkembang dengan baik kemampuan pemecahan masalah siswa, perlu dikembangkan sebuah bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Inovasi bahan ajar terintegrasi challenge based on ethnomathematics learning merupakan salah satu alternatif solusi menyelesaikan masalah tersebut. Penelitian dan pengembangan dengan model 4D dilaksanakan untuk mengembangkan produk yang layak, mudah dipahami, efektif dan memiliki respons positif. Studi literatur, wawancara, angket dan tes dilakukan untuk memperoleh data yang kemudian dianalisis baik secara deskriptif kuantitatif, uji statistik dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk layak dengan skor 90,56% dan mudah dipahami dengan skor 92%. Adapun hasil implementasi menujukkan efektivitas dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Lebih lanjut, siswa sepakat bahwa produk memberikan respons positif terhadap keberlangsungan belajar di kelas dengan skor 97%. Capaian ini merupakan keberhasilan atas inovasi yang telah dikembangkan sehingga dapat disebarluaskan khususnya dalam rangka memenuhi kebutuhan belajar materi statistika. Lebih lanjut, dapat dikembangkan bahan ajar untuk materi lain dengan memperhatikan integrasi model challenge based on ethnomathematics learning.
IMPLEMENTASI MODEL OPEN ENDED PROJECT BASED E-LEARNING BERBANTUAN GEOGEBRA TERHADAP BERPIKIR KREATIF MATEMATIS
Munahefi, Detalia Noriza;
Mulyono, Mulyono;
Kartono, Kartono
Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang No. 8 (2024)
Publisher : Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1529/kp.v1i8.186
Indikator kemampuan berpikir kreatif matematis terdiri atas kelancaran, fleksibilitas, elaborasi, dan originalitas, terutama pda siswa SMA N 1 Weleri kelas X yang diajarkan dengan model open ended project based e-learning berbantuan Geogebra. Pendekatan open-ended ini merangsang siswa melakukan investigasi untuk menyusun berbagai ide dan gagasan dengan menggunakan strategi yang unik dan tepat. Di sisi lain, pembelajaran berbasis proyek memberikan pengalaman belajar dan praktik mengorganisasi proyek yang dirancang untuk mengaplikasikan pembelajaran matematika dalam kehidupan nyata. Proyek yang disusun melalui aplikasi Geogebra dapat dikerjakan secara individu di tempat masing-masing siswa berada. Siswa diinstruksikan untuk menyusun proyek pada materi vektor dengan hasil yang beragam untuk menstimulus pencapaian aspek kemampuan berpikir kreatif matematis. Aspek kelancaran ditunjukkan dengan siswa dapat menyebutkan beberapa kemungkinan operasi hitung yang dapat dibentuk dari vektor-vektor yang disediakan. Aspek fleksibilitas ditunjukkan dengan berbagai strategi yang digunakan untuk menentukan resultan vektor. Aspek elaborasi yang ditunjukkan dengan ketepatan antara skema vektor dengan operasi hitung yang dibentuk dari skema tersebut. Aspek originalitas ditunjukkan dengan siswa dapat menyusun operasi hitung dari vektor-vektor yang tersedia secara unik dan berbeda.
Pengembangan Tes Diagnostik Matematika Kurikulum Merdeka
Triyono, Triyono;
Masrukan, Masrukan;
Mulyono, Mulyono
PRISMA Vol 12, No 2 (2023): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35194/jp.v12i2.3250
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengembangan tes diagnostik pada kurikulum merdeka pada mata pelajaran Matematika yang layak bagi siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Depelovement. Prosedur pengembangan menggunakan lima tahap yaitu: tahap awal, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kayen - Pati sebanyak 32 siswa. Objek penelitian ini adalah kelayakan tes diagnostik materi bilangan bulat. Sedangkan Analisis data menggunakan kualitatif deskriptif dan kuantitatif untuk menguji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Hasil Penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa pengembangan tes diagnostik sangat layak dan efektif diterapkan pada kurikulum merdeka mata pelajaran matematika kelas VII SMP Negeri 1 Kayen - Pati. Terbukti dari hasil validasi konten atau materi  rata- rata nilai 3,25 dalam kategori sangat layak, dari validasi ahli bahwa keterampilan proses diperoleh nilai rata-rata 3,3 dalam kategori sangat layak, kemudian validasi ahli produk diperoleh nilai rata-rata 4,0 dalam kategori sangat layak.