Articles
Gender Equality and Strategic Leadership: Lessons from R.A. Kartini and Queen Esther for Contemporary Women
Sugianto, Sugianto
Theological Journal Kerugma Vol 8 No 1 (2025): Theological Journal Kerugma April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33856/kerugma.v8i1.394
R.A. Kartini and Queen Esther are two prominent female figures who emerged from vastly different historical and cultural contexts colonial Indonesia and ancient Persia yet both exemplify strategic leadership and moral courage in confronting patriarchal structures and social crises. Kartini is known for her intellectual resistance against colonial hegemony and Javanese feudal culture, utilizing education as a transformative means for women's emancipation. Meanwhile, Queen Esther demonstrated a form of faith-based leadership and moral diplomacy in the face of a systematic threat of ethnic annihilation (genocide), employing a strategic approach rooted in moral courage and a deep awareness of collective identity. This study offers a comparative analysis across three key dimensions: (1) resistance to structural injustice, (2) the construction of female leadership in historical narratives, and (3) the social impact of value-driven collective action. Using a historical-hermeneutic approach and critical gender studies, the research highlights how the legacies of Kartini and Esther remain relevant in understanding contemporary dynamics of women’s empowerment, through narratives of struggle and the advocacy of gender justice values across time. It argues that the historical experiences of these two figures reveal a model of female leadership grounded not only in moral identity, but also in the capacity to effect social transformation through collective resistance strategies and cultural renewal.
Inventory and compatibility of marine cadastre in the marine conservation area zoning (case study: Pulau Weh Nature Tourism Park)
Zariansyah, Zariansyah;
Sugianto, Sugianto;
Rusdi, Muhammad;
Irham, Muhammad;
Abdullah, Faisal
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 13, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.13170/depik.13.1.36713
This quantitative research presents the classification of marine cadastres in the marine conservation area of Pulau Weh Nature Tourism Park. The marine cadastre classes were analyzed for their alignment with the marine management classes/blocks in the Pulau Weh Nature Tourism Park using an alignment logical matrix and overlay analysis. The field inventory results identified 7 marine cadastre classes in the marine conservation area of Pulau Weh Nature Tourism Park. The alignment classification of marine cadastre classes with the marine management classes/blocks in Pulau Weh Nature Tourism Park indicates that the aligned class covers an area of 476.26 hectares (9.07% of 5,247 hectares), the non-aligned class covers 441.08 hectares (8.41% of 5,247 hectares), and the transition class covers 4,329.75 hectares (82.52% of 5,247 hectares).Keywords:Marine CadastreCompatibilityAlignment logical matrixOverlay analysisNature Tourism Park
Integrasi Prinsip Syariah pada Manajemen Kinerja Proyek CSR: Studi Kasus Sektor Pertambangan Indonesia
Aulia Dewi, Nurul;
Majid, Shabri Abd;
Sugianto, Sugianto
Jurnal Akutansi Manajemen Ekonomi Kewirausahaan (JAMEK) Vol 5 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47065/jamek.v5i2.2049
The mining industry in Indonesia plays a vital role in national economic development, yet it poses serious social and environmental challenges. Corporate Social Responsibility (CSR) practices have emerged as a strategic solution to bridge the interests of corporations and affected communities. This article aims to analyze how Sharia principles can be systematically integrated into the performance management of CSR projects within the mining sector. Through a qualitative, literature-based approach, this study finds that Sharia values such as amanah (trustworthiness), adl (justice), and ta'awun (cooperation), along with the maqasid al-shari'ah framework, serve as an essential foundation. Furthermore, evaluation models like the Sharia Triple Bottom Line and ESG-Sharia have been shown to broaden the scope of CSR performance to include a spiritual dimension. Supporting factors for its implementation include Islamic leadership and the encouragement of ethical investors, while key barriers are low Sharia literacy and the conflict between profit-orientation and ethical values. This study recommends the establishment of a national standard for Islamic CSR and the strengthening of practitioner capacity to achieve a more transformative, just, and sustainable CSR approach.
Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Pembuatan Pot dari Kain Bekas Dalam Upaya Penerapan STBM di Dusun Jomegatan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul
Kurniawati, Delta Ayu;
Utomo, Aditya Jusuf;
Amalina, Azzah Latifah;
Putri, Maylina Prisca;
Ridwan, Alfin Nur;
Srikandi, Gais Anisa;
Sabrina, Rif’atun;
Sugianto, Sugianto;
Ganefati, Sri Puji
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2025): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.60126/jgen.v3i3.532
Kota Yogyakarta, sebagai kota budaya dan pariwisata, menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah yang terus meningkat seiring dengan bertambahnya populasi dan aktivitas ekonomi. Dusun Jomegatan, Desa Ngestiharjo, merupakan salah satu kawasan yang terdampak masalah ini, sehingga membutuhkan pendekatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Untuk membantu mengatasi masalah tersebut, mahasiswa Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Jurusan Kesehatan Lingkungan tahun 2024/2025 melaksanakan program edukasi dan pelatihan pembuatan pot dari kain bekas sebagai solusi inovatif dalam pemberdayaan masyarakat. Program ini berlangsung pada Oktober hingga November 2024, dengan fokus pada edukasi pemilahan sampah dan pelatihan pembuatan pot dari kain bekas. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah dan pemanfaatan barang bekas. Anak-anak mampu menghasilkan produk kreatif dari kain bekas, yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memiliki nilai manfaat. Program ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam pengelolaan sampah di Dusun Jomegatan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.
Peningkatan Daya Saing Ekspor Produk melalui Pengembangan Usaha pada UMKM di Pamulang
Azrimultiya, Viyolanda;
Jubaedah, Jubaedah;
Juliannisa, Indri Arrafi;
Sugianto, Sugianto
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 2 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat harus dilakukan sejalan dengan SDG (Sustainable Development Goals). Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan SDG 1 yang berfokus pada pengentasan kemiskinan dan SDG 10 untuk mengatasi ketimpangan adalah meningkatkan income dari UMKM. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, peneliti melakukan optimalisasi pada mitra Sahabat UMKM Pamulang (SUP) dengan cara menggunakan media digital, khususnya Google Bisnisku sebagai media promosi dan penjualan produk. Agar kegiatan eskpor UMKM sukses, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi: (1) memiliki scan barcode resmi, (2) memiliki desain kemasan yang menarik dan komunikatif, (3) kemasan harus dilindungi Haki, (4) Berlabel halal untuk memudahkan ekspor produk dan pencarian bagi konsumen, (5) Mendapat izin edar dari BPOM, (6) Memerlukan biaya untuk promosi. Dalam kegiatan ini, peneliti membagi prosedur kerja menjadi 2 tahap: (1) memberi edukasi/sosialisasi mengenai persamaan persepsi kemasan untuk peningkatan nilai produk, (2) pemasaran dan pengiklanan produk dengan tampilan baru. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pemahaman mitra Sahabat UMKM Pamulang (SUP) mengenai daya saing ekspor produk UMKM sebesar 93%. Hal ini dibuktikan melalui data kuesioner yang disebarkan sebelum dan sesudah kegiatan abdimas. Melalui program ini, diharapkan adanya tahap pendampingan pengembangan usaha serta evaluasi seberapa jauh manfaat program ini bagi mitra Sahabat UMKM Pamulang
Factors Influencing E-Banking Adoption in Rural Communities: A Case Study of Batang Kuis
Prayogo, Irgi;
Sugianto, Sugianto;
bi rahmani, Nur ahmadi
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/jab.v14i1.69936
Banking adoption in rural communities, specifically in the Batang Kuis area. The results of data analysis indicate that perceived profit and security are the dominant factors encouraging e-banking adoption among the rural community in Batang Kuis. This research contributes to the existing literature by aligning with Utility Theory and TAM Theory , which posits that perceived benefits and actual benefits are key drivers of individual technology adoption. Based on these findings, this study recommends improving security measures, enhancing financial literacy through education programs, and improving infrastructure in rural areas to foster greater e-banking adoption. This necessitates collaboration between financial institutions and government agencies. However, this research has limitations, including a limited sample size and a restricted scope of variables. Future research could expand the sample and incorporate a wider range of variables for a more comprehensive understanding of e-banking adoption in rural settings.
THE IMPACT OF SHARIA COMPLIANCE AND SERVICE QUALITY ON CUSTOMER LOYALTY: THE MEDIATING ROLE OF DIGITAL BANKING SERVICES
Hana, Kharis Fadlullah;
Safitri, Sefira Uzha;
Sugianto, Sugianto
EL DINAR: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol 13, No 1 (2025): El Dinar
Publisher : Faculty of Economics Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18860/ed.v13i1.32470
This study investigates the effects of sharia compliance and service quality on customer loyalty, with a focus on the mediating role of digital banking services. A quantitative research approach was employed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (SEM-PLS) for data analysis. Data were collected from 206 valid respondents, Generation Z users of Bank Syariah Indonesia (BSI) Mobile, out of 300 distributed questionnaires. The findings reveal that sharia compliance does not have a direct impact on customer loyalty but exerts an indirect influence through the use of BSI Mobile services. This is supported by the dominant response indicating that BSI Mobile facilitates the distribution of zakat, infaq, and shodaqoh. However, other findings show that many respondents remain uncertain about BSI’s business activities, leading to doubts about its adherence to halal practices and avoidance of usury (riba). In terms of service quality, BSI has delivered services as promised, and digital banking has enhanced customer convenience by enabling remote interaction with the bank. The study concludes that sharia compliance, in the absence of tangible evidence, does not directly influence customer loyalty. It is recommended that Sharia-compliant banks increase public education and outreach regarding the benefits of their business operations and ensure that sharia principles are more visibly implemented through digital banking services.
PELATIHAN BUDIDAYA IKAN LELE DENGAN METODE KOLAM TERPAL DI SMKN-PP REA TIMUR
Muis, Sahribulan;
Sugianto, Sugianto;
Eka Fitri, Ahriani;
Kurnia, Nani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/patikala.v1i4.438
Buduidaya ikan lele dengan metode kolam terpal dapat memberi penguasaan skill bagi pebudidaya pemula, menambah penghasilan, serta bisa memanfaatkan lahan pekarangan kosong untuk kegiatan ekonomis produktif. Budidaya ikan di kolam terpal memiliki keunggulan dibanding di kolam tembok atau kolam tanah. Kelebihan penggunaan kolam terpal antara lain; dapat diaplikasikan didaerah kurang air, suhu air dikolam terpal lebih stabil, panen ikan lebih mudah, pengeringan kolam terpal lebih cepat, jarang ditemui hama penyakit, dan kelangsungan hidup ikan lebih tinggi. Berdasarkan analisis situasi yang terjadi di SMKN-PP Rea Timur, perlu memberi pelatihan kepada siswa-siswi dalam pemanfaatan lahan kosong untuk budidaya ikan lele dengan metode kolam terpal. Metode dalam kegiatan ini terdiri dari tahap persiapan alat dan bahan dan tahap pelaksanaan yaitu demonstrasi cara budidaya ikan lele dengan metode kolam terpal. Kegitan ini diikuti 18 orang siswa siswi SMKN-PP Rea Timur, dibantu juga oleh guru SMKN-PP Rea Timur. Dalam kegiatan ini para siswa-siswi membuat 4 kolam terpal yang kemudian disikan dengan benih ikan lele. Para siswa-siswi sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena memebri pengalaman dan bekal kepada mereka sehingga memiliki peluang untuk berwirausaha dikemudian hari.
EVALUASI SISTEM PENERANGAN DAN ANALISIS KEBUTUHAN DAYA PADA GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
SUGIANTO, SUGIANTO
Jurnal INSTEK (Informatika Sains dan Teknologi) Vol 4 No 2 (2019): OCTOBER
Publisher : Department of Informatics Engineering, Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3290.702 KB)
|
DOI: 10.24252/instek.v4i2.11586
Pada era globalisasi dewasa ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat khususnya pada bidang kelisrikan juga telah menyentuh pada keadaan instalasi penerangan. Kebutuhan daya pada gedung fakultas teknik.terdiri dari beberapa peralatan listrik yang saling berhubungan dengan tujuan mengalirkan daya listrik dari transformator ke gedung- gedung fakultas teknik.Oleh karena itu diperlukan evaluasi intensitas penerangan dan analis kebutuhan daya yang sesuai, guna meminimumkan tingkat kerugian penggunaan listrik, maka dalam menentukan sistem penerangan digunakan metode intensitas penerangan yang sesuai dengan fungsi ruangan dan persamaan-persamaan serta ketentuan yang menunjang dalam perencanaan sistem kelistrikan berdasarkan dengan PUIL dan peraturan PLN.Hasil evaluasi intensitas penerangan pada gedung-gedung fakultas teknik masih ada beberapa ruangan yang tidak memenuhi intensitas penerangan sesuai standard penerangan dan analisis analisis kebutuhan daya pada fakultas teknik sebesar 115 kVA, Ketidak seimbangan beban pada suatu sistem tenaga listrik selalu terjadi dan penyebab ketidak seimbangan tersebut adalah pada beban-beban satu fasa Akibat ketidakseimbangan beban tersebut timbullah arus yang mengalir di netral. Ketidak seimbang beban terjadi pada gedung kantor sebesar 42.33 %, ruang kuliah 65% dan ruang laboratorium 65,33 % Kata Kunci : Intensitas Penerangan, Kebutuhan Daya dan Keseimbangan Beban
Analisis Sistem Informasi Akuntansi sebagai Alat Pengendalian Internal pada Penggunaan Dana BOS SDIT An-Nisa
Harahap, Muhammad Fadli;
Sugianto, Sugianto
Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Finansial Indonesia Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Finansial Indonesia
Publisher : Prodi Akuntansi FEBM Universitas Maritim Raja Ali Haji
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31629/vb3mjn43
This study aims to analyze the role of accounting information systems as an internal control tool in the management of School Operational Assistance (BOS) funds at SDIT An-Nisa. In this study, a qualitative approach was used to gain an in-depth understanding of how accounting information systems can support transparency and accountability in the use of BOS funds. Data was collected through interviews with related parties, direct observation, and documentation studies, then analyzed to identify the strengths and weaknesses of existing internal controls. The results showed that the accounting information system implemented helped in minimizing the risk of misuse of funds, although there were some aspects that needed to be improved to increase efficiency and accuracy. The findings are expected to serve as a reference for educational institutions in strengthening internal controls to optimize the use of BOS funds.