Articles
Effect of Heat Shock Treatment and Aloe Vera Coating on Chilling Injury Symptom in Tomato (Lycoperiscon asculantum Mill)
Sutrisno .;
Yohanes Aris Purwanto;
Ismi M.Idris;
Olly S. Hutabarat;
Sugiyono .
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 24 No. 1 (2010): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19028/jtep.024.1.%p
AbstractThis research was undertaken to determine the effect of length in heat shock and edible coating as prestorage treatment on Chilling Injury (CI) symptom reflected by ion leakage induced and quality properties in tomato (Lycopersicon asculantum Mill.). Heat Shock Treatment (HST) was conducted at three different levels of length, which were, 20, 40 and 60 min. Edible coating was conducted using aloe vera gel. The result showed that HST and Aloe Vera Coating (AVC) were more effective to reduce CI symptom at lower chilling storage. Prolong exposure to heated water may delay climacteric peak. The length of heat shock; AVC treatment and low temperature storage significantly affected the tomato quality parameter but not significantly different for each treatment except weight loss. HST for 20 min at ambient temperature was significantly different to other treatment.Keywords: ion leakage, chilling injury, climacteric, shelf-lifeDiterima: 2 Desember 2009; Disetujui: 22 Maret 2010
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN PAKU TERESTRIAL DI HUTAN KOTA DKI JAKARTA
Dwi Andayaningsih;
Tatik Chikmawati;
Sulistijorini Sulistijorini
BERITA BIOLOGI Vol 12, No 3 (2013)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14203/beritabiologi.v12i3.638
Urban forest is one of the green open area consisted of natural forest-like vegetation. It has suitable microclimate for understory habitat, including terrestrial ferns. The diversity of fern in three urban forest in DKI Jakarta is reported, i.e the urban forest at The University of Indonesia (UI) Campus, The Cibubur Arboretum and PT JIEP (Jakarta Industrial Estate Pulogadung). Vegetation analysis was conducted by purposive sampling method with a transect line of 200 m in each location with 15 plots of (3x3) m2 each. Fern determination was done based on herbarium specimens and literatures. Fern diversity was analyzed based on Shannon diversity index, and equality index. Canonical correspondence analysis (CCA) was performed to determine the correlation between fern diversity and abiotic factors. There were 18 fern species classified into 11 genera and eight families, at the UI urban forest and Cibubur Arboretum, but there was no fern in PT JIEP. Fern with the highest importance value index was Sphaerostephanos sp. (161.33%) in The UI urban forest, and Lygodium microphyllum (Cav.) R.Br. (71.63%) in Cibubur Arboretum. The CCA result showed that the fern diversity correlated to four abiotic factors i.e temperature,humidity, light intensity and soil pH.
Efek Serbuk Bunga Rosella Merah (Hibiscus sabdariffa L.) terhadap Ekspresi IL-10 pada Sukarelawan Sehat
Nur Azizah Syahrana;
Akrom Akrom;
Endang Darmawan
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (228.913 KB)
|
DOI: 10.20473/jfiki.v4i12017.1-5
Pendahuluan: Bunga rosella merah (Hibiscus sabdariffa L.) mengandung fenol dan flavonoid antosianin yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan dapat meningkatkan sistem imun. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kapsul serbuk bunga rosella terhadap ekspresi IL-10 menggunakan metode pre and post test pada 21 sukarelawan sehat yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia mengisi informed consent. Metode: Relawan diberikan serbuk rosella dalam bentuk kapsul dengan dosis 500 mg selama 30 hari dan dilakukan pemeriksaan IL-10 menggunakan metode flowsitometri pada hari ke-0, 30 dan 45. Hasil dianalisis menggunakan SPSS dengan uji wilcoxon. Hasil: Nilai ekspresi IL-10 pada sukarelawan hari ke 0, ke-30 dan ke-45 adalah 0,42 ± 0,24; 0,83 ± 0,47 dan 1,06 ± 0,67. Hasil ini menunjukkan ekspresi IL-10 bepengaruh pada hari ke-0 ke-30 (p < 0,05) dan ekspresi IL-10 tidak berpengaruh hari ke-30 ke-45 (p > 0,05). Kesimpulan: pemberian kapsul serbuk rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dosis 500 mg/hari selama 30 hari meningkatkan ekspresi IL-10, tetapi dalam batas nilai normal pada sukarelawan sehat.
PERAN MONOSIT (MAKROFAG) PADA PROSES ANGIOGENESIS DAN FIBROSIS
Barnabas Bonardo Hana Christina;
Cindy Fransisca;
Keshia Kristin;
Caroline .;
Janti Sudiono
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN Prosiding Seminar Nasional Cendekiawan 2015 Buku I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/semnas.v0i0.239
Monosit akan masuk kedalam jaringan dan menjadi makrofag ketika terjadi peradangan. Makrofagsering hanya dihubungkan dengan fungsinya melakukan fagositosis benda-benda asing. Namunmakrofag memiliki fungsi lain yaitu angiogenesis dan fibrosis. Pada proses angiogenesis makrofagakan mensekresikan tumor necrosis factor-alfa (TNF-α), vascular endothelial growth factor (VEGF),angiogenin, urokinase dan platelet derived growth factor (PDGF) yang akan menginduksiterbentuknya pembuluh darah baru. Pada proses fibrosis makrofag akan mensekresikan fibroblastgrowth factor, platelet derived growth factor (PDGF) dan TGF-β (transforming growth factor beta)yang akan merangsang fibroblas menghasilkan kolagen dan elastin.
MODEL PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN PADA ORANGTUA POS PAUD DI KOTA SEMARANG
Arri Handayani;
Agung Prasetyo;
Muniroh Munawar;
Dwi Prasetiyawati D.H.;
Ratna Wahyu Pusari
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 1 mei (2013): PAUDIA
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/paudia.v2i1 mei.369
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan model pendidikan kependudukan pada orangtua (Pasangan Usia Subur) sehingga terbangun kesadaran tentang ber-KB. Populasi penelitian ini adalah orangtua pos PAUD yang merupakan pasangan usia subur yang memiliki anak lebih dari empat orang di kelurahan Tandang, Sendangguwo, Rejosari dan Muktiharjo. Pemilihan sampel dilakukan dengan pertimbangan wilayah tersebut ditetapkan oleh pemerintah kota Semarang sebagai Kelurahan Layak Anak dengan sebagaian besar orangtua merupakan pasangan usia subur (PUS).Rancangan penelitian ini dilakukan dengan memadukan antara penelitian kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif digunakan untuk mengetahui prosentasi peningkatan kesadaran ber-KB sebelum dan sesudah diberi pembelajaran dengan model kooperatif Think-Pair-share. Sedangkan penelitian kualitatif digunakan untuk mengetahui mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi meningkat/ menurunnya sikap untuk berKB dari para orang tua kelompok sasaran. Dengan demikian, penelitian ini menjadi sangat komprehensif. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa angket skala Likers, wawancara dan dokumentasi.Hasil analisis dokumen pre-test bisa diketahui bahwa alasan masyarakat untuk mengikuti KB lebih ditekankan pada masalah sulitnya mendidik anak karena pada prinsipnya para orangtua ingin generasi penerusnya mendapatkan pendidikan lebih baik. Biaya ber-KB sekarang ini sudah ada solusi melalui program KB gratis atau Jamkesmas/Jampersal (Jaminan Persalinan). Sebagian besar masyarakat percaya kehamilan mengandung resiko, menyebabkan kesengsaraan/menyulitkan di kemudian hari bila tidak direncanakan seperti gizi anak kurang dan juga kurang bagus untuk kesehatan ibu.Setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share dalam pendidikan kependudukan dengan pendekatan andragogi melalui diskusi dan wawancara bisa diketahui bahwa secara umum terjadi peningkatan terkait kesadaran ber-KB sekitar 6,6%; Pemahaman tentang kehamilan dan resikonya sekitar 1,8% dan tanggung jawab orang tua dalam pendidikan dan pengasuhan anak sekitar 1,2 %.Keyword: pendidikan kependudukan, KB
IBM PARENTING BAGI GURU DAN ORANG TUA PAUD DI KELURAHAN PUDAK PAYUNG SEMARANG
Retnaningdyastuti .;
Tri Hartini;
Agung Prasetyo;
Venty .;
Qoriati Mushafanah
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2015): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/e-dimas.v6i2.960
Abstract Science and technology program for the community (IbM) aims to provide teachers and parents knowledges and skills in educating early childhood, especially in the form of parenting and child counseling. The methods used in the implementation of community service activities on developing character of early childhood through modeling and and habituation in the form of counseling and mentoring, such as playing games involving both parents and children. The result shows that the implementation of early childhood education has good responses from the participants. Through habituation and modeling given by teachers/ educators and parents, the activities can convey moral messages to children. Hopefully the children can be developed to have intelligent and healthy personality, and virtuous character. Keywords: early childhood education, parenting, and child counseling
PENGARUH PEMBERIAN MINYAK BIJI JINTEN HITAM (Nigella sativa) TERHADAP INTERLEUKIN-21 (IL-21) PADA PASIEN BERESIKO SINDROM METABOLIK
Luky Septiansyah Anjastika;
Akrom Akrom
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (95.675 KB)
|
DOI: 10.37874/ms.v4i2.140
Stress oksidatif  merupakan salah satu penyebab sindroma metabolik yang akan memicu pembentukan sitokin proinflamasi Interleukin-21 (IL-21). Minyak biji jintan hitam (MBJH) memilki efek sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pemberian MBJH terhadap IL-21 terhadap pasien berisiko sindrom metabolik (SM) selama 21 hari. Metode penelitian menggunakan posttest only control group design dengan dosis bertingkat. Jumlah subjek penelitian sebanyak 99 pasien resiko sindrom metabolik yang memenuhi kriteria inklusi dibagi ke dalam tiga kelompok.Tiap kelompok terdiri dari 33 pasien sindrom metabolik. Pada kelompok 1 pasien mendapatkan MBJH dengan dosis 1,5 ml/hari selama 21 hari dan pada kelompok 2 pasien mendapatkan MBJH dengan dosis dan 3 ml/hariselama 21 hari. Kelompok 3 diberi placebo selama 21 hari. Pengujian aktivitas dari IL-21 tiap kelompok dilakukan pada hari ke-21 Kemudian dilakukan analisis data presentase rata-rata aktivitas dari IL-21 untuk kelompok perlakuan dan kontrol. Data persentase antar kelompok perlakuan dibandingkan secara statistik dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penilitian menunjukan bahwa nilai rerata±SD interleukin-21 pada pemberian MBJH dosis 1,5 ml/hari yaitu 2.229±1.7629, dosis 3 ml/hari yaitu 3.665±6.0600, dan placebo selama 21 hari yaitu 2.145±1.4199 dengan nilai p>0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekspresi IL-21 pada pasien berisiko sindrom metabolik yang mendapatkan MBJH dosis 3 ml/hari lebih tinggi dibandingkan yang mendapat dosis 1,5 ml/hari selama 21 hari. Kata Kunci: Minyak Biji Jinten Hitam (Nigella sativa), sindrom metabolik, stress oksidatif, IL-21.
DAMPAK EKONOMI PENGEMBANGAN COMMUNITY BASED TOURISM TERHADAP MASYARAKAT LOKAL DI KABUPATEN MALANG (Studi Kasus Destinasi Wisata Cafe Sawah Pujon Kidul)
Tomi Agfianto;
Made Antara;
I Wayan Suardana
JURNAL MASTER PARIWISATA Volume 05, Nomor 02, Januari 2019
Publisher : Magister Tourism Study, Faculty of Tourism, Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/JUMPA.2018.v05.i02.p03
This study aims to identify and analyze the extent to which CBT can have an impact on the income of local people originating from tourist expenditure in tourist destinations. This study uses quantitative research methods from the results of questionnaires to tourists, labor, business units, and managers at Cafe Sawah tourist destinations in Pujon Kidul Village, Malang Regency. The finding in this study is that the multiplier effect value in the Cafe Sawah tourist destination has a Keynesian Income Multiplier number of 0.27 or 00 1.00, so that the destination has not been able to have a significant impact on the surrounding community, especially those who do business in that location. The results of this study explain that Community Based Management has not been able to provide a significant impact, so there needs to be a fundamental evaluation of the local district government where the function of the government is as a regulation and providing assistance to existing tourism destinations in the area. Keywords: Community Based Tourism, Sustainable Tourism, Tourism Economic Impact, Cafe Sawah
Kebijakan Ekspor Impor: Strategi Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia
Siti Ngatikoh;
Akhmad Faqih
LABATILA: Jurnal Ilmu Ekonomi Islam Vol 4 No 02 (2020)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAINU Kebumen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (278.734 KB)
|
DOI: 10.33507/labatila.v4i02.269
Tingkat keberhasilan suatu negara dapat digambarkan melalui laju pertumbuhan ekonominya yang dapat dinilai dari beberapa aspek di antaranya nilai ekspor dan impor yang mempunyai pengaruh terhadap neraca perdagangan suatu negara. Dikatakan berhasil apabila kemampuan dan kekuatan industrinya didukung oleh kemampuan ekonomi yang kuat dan tangguh. Untuk mewujudkan keberhasilan tersebut diperlukan komitmen dari pemerintah dalam rangka mendorong suksesnya pembangunan dengan memberikan kebijakan yang dapat memberikan dampak positif agar pertumbuhan ekonominya dapat berkembang pesat dan stabil, salah satunya kebijakan dalam kaitan perdagangan internasional. Dengan pertumbuhan ekonomi yang baik maka akan meningkatkan pendapatan secara nasional, masyarakat menjadi sejahtera dalam hal ekonomi. Dalam dekade terakhir ini sudah banyak studi menyatakan bahwa ekspor mendorong pertumbuhan ekonomi karena menghasilkan devisa yang dapat digunakan untuk selanjutnya digunakan untuk membiayai pembangunan sektor dalam negeri serta dapat digunakan untuk membiayai impor. Permasalahannya muncul ketika hubungan ekonomi suatu negara dengan negara lain baik bilateral maupun multilateral sehingga menimbulkan persoalan yang dapat mengganggu jalannya perdagangan internasional agar dapat berjalan lancar, sehingga untuk mengatasi persoalan perlu segera dicarikan jalan keluarnya, hal ini dilakukan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Artikel ini akan mendiskusikan tentang kebijakan ekspor impor sebagai suatu strategi dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pengumpulan dan analisis dalam kajian ini menggunakan metode literature review.