Industri Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan, namun menghasilkan limbah B3 yang berpotensi mencemari lingkungan. Limbah tersebut memiliki karakteristik pH ekstrem, kandungan logam berat, dan senyawa kimia berbahaya. Penelitian ini menggunakan metode pengujian sederhana (kertas lakmus dan bioindikator ikan nila) untuk mengidentifikasi karakteristik limbah, menganalisis dampaknya, serta mengevaluasi efektivitas teknologi pengolahan limbah WWTP di pabrik APAR. Hasil menunjukkan bahwa teknologi koagulasi–flokulasi, netralisasi pH, dan filtrasi multimedia terbukti menurunkan toksisitas limbah secara signifikan. Uji bioindikator menunjukkan peningkatan kelangsungan hidup ikan dari 10% menjadi 90% setelah pengolahan. Air hasil olahan memenuhi baku mutu lingkungan dengan pH netral dan tampilan jernih. Kesimpulannya, kombinasi teknologi WWTP efektif menghasilkan air yang layak dialirkan ke perairan dan dapat menjadi acuan bagi industri sejenis.