Articles
ALAT MUSIK TRADISIONAL SASANDO DI TENGAH MARAKNYA INDUSTRI MUSIK MODEREN DI DESA BOLATENA KECAMATAN LANDU LEKO KABUPATEN ROTE NDAO
Rully, Elda Elodia;
Dentis, Yosef;
Anita, Anita
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8 No 1 (2023): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37478/sajaratun.v8i1.2889
Permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut 1) Bagaimana upaya mengatasi alat musik Tradisional Sasando di tengah maraknya Industri alat musik moderen di Desa Bolatena Kecamatan Landu Leko Kabupaten Rote Ndao. 2) Apa nilai-nilai yang terkandung dalam alat musik Sasando di Desa Bolatena Kecamatan Landu leko Kabupaten Rote Ndao. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui alat musik tradisional Sasando di tengah maraknya industri musik moderen 2) untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam alat musik Sasando di desa Bolatena Kecamatan Landu Leko Kabupaten Rote Ndao. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: pengumpulan data, redukasi data, (data reducation ), pengajian data (dispalai data ) dan verifikasi atau penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) upaya mengatasi alat musik Tradisonal Sasando di tengah maraknya indutri musik moderen yaitu: (1) upaya upacara adat 2) melalui penjemputan tamu penting yang berasal dari luar daerah 3) upaya mengajak siswa siswi dan kaum remaja untuk mempelajari alat musik Sasando. Sementara itu nilai-nilai yang terkandung dalam alat musik Sasando, 1) Nilai budaya 2) Nilai histori 3) Nilai estetik.
MAKNA GEREP RUHA (INJAK TELUR) PADA MASYARAKAT DESA HILIHINTIR KECAMATAN SATAR MESE BARAT KABUPATEN MANGGARAI
Suhardi, Ignasius;
Anita, Anita;
Dhiki, Katarina
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8 No 1 (2023): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37478/sajaratun.v8i1.2890
Permasalahan yang diangkat peneliti adalah: Bagaimana proses ritual gerep ruha (injak telur) pada masyarakat Desa Hilihintir Kecamatan Satar Mese Barat? Apa makna Gerep Ruha (injak telur) pada masyarakat Desa Hilihintir Kecamatan Satar Mese Barat? Bagaimana presepsi kaum muda tentang nilai Gerep Ruha (injak telur) pada masyarakat desa Hilihintir kecamatan satar mese barat? Penelitian ini bertujuan untuk: Untuk mengetahui proses ritual Gerep Ruha (Injak Telur) Pada Masyarakat Desa Hilihintir Kecamatan Satar Mese Barat Kabupaten Manggarai. Untuk mengetahui makna ritual Gerep Ruha (Injak Telur) Pada Masyarakat Desa Hilihintir Kecamatatan Satarmese Barat.Untuk mengetahui prepsi kaum muda nilai Gerep Ruha (Injak Telur) pada masyarakat Desa Hilihintir Kecamatatan Satarmese Barat.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Budaya atau kebudayaan yang digagas oleh salah satu ahli yaitu Koentjaraningrat.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data atau display data, penarikan kesimpulan (Verifikasi). Hasil penelitian menunjukan bahwa .Pelaksanaan tradisi gerep ruha ini tidak terlepas dari ketersediaan ruha manuk kampong (telur ayam kampung), saung ngelong (daun ngelong), gong, gendang, dan tange (bantal).Penggunaan benda-benda tersebut memiliki peran penting dalam tradisi Gerep Ruha ini karena mengandung makna atau simbol didalamnya.Ruha manuk kampong bermakna sebagai lambang kebersihan dan kemurnian untuk kehidupan kedua pengantin pada saat mereka hidup berkeluarga.Saung ngelong juga bermakna sebagai lambang kebersihan dan kemurnian untuk kehidupan suami istri dalam hidup berkeluarga. Dan juga harapannya rumah tangga yang dibangun akan mampu menyesuaikan diri dengan segala situasi yang terjadi dan tentunya hidup bahagia.
LIANG BUA SEBAGAI SITUS ARKEOLOGI HOMO FLORENSIENSIS DI DESA RAMPASASA KECAMATAN RUTENG KABUPATEN MANGGARAI
Loy, Maria Asni;
Anita, Anita;
Seto Se, Bonaventura R.
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8 No 1 (2023): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37478/sajaratun.v8i1.2945
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1.) Bagaimana Mitologi Penemuan Manusia Liang Bua 2.) Apa Saja yang ditemukan dari hasil penelitian yang dilakukan di Liang Bua Desa Rampasasa. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui Mitilogi Penemuan Manusia Liang Bua 2.) Untuk mengetahui hasil penelitian yang dilakukan di Liang Bua Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai? Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Deskriptif kualitatif. Teknik Instrumen Penggumpulan Data yang Digunakan yaitu 1.) Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi 2.)Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 1.) Reduksi Data 2.) Penyajian Data 3.) Penarikan Kesimpulan /Verifikasi. Hasi penelitian Situs Liang Bua adalah nama sebuah gua yang berada pada salah satu dinding perbukitan di Flores.Secara administrative, lokasi situs terletak di Desa Rampasasa, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai (Flores) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Situs ini merupakan sebuah gua hunian (okupasi) Manusia Prasejarah yang memiliki sejarah yang panjang. Dari hasil penelitian yang dilakukan sejak tahun 1978-1989 oleh pusat Arkenas dan kemudian dilanjutkan melalui kerjasama penelitian dengan Universitas Ofnew Egland (Australia) pada tahun 2001-2004. Sekarang telah di temukan sejumlah bukti peninggalan budaya, sisa-sisa fauna dan manusia yang mempunyai ciri-ciri atau karakteristik prasejarah; yaitu mulai dari tingkat budaya Paleotikum, neolitikum-paleometalik (Masa logam awal). Salah satu bukti temuan yang menarik yang dihasilkan dalam evakuasi di situs liang bua tahun 2001-2004 adalah didapatkannya beberapa jenis temuan fragmen tulang manusia “Homo Florensiensis” yang tidak ditemukan dalam penelitian sebelumnya.
RITUAL ADAT MBAMA DI DESA WOLOSOKO KECAMATAN WOLOWARU KABUPATEN ENDE
Priatma, Alan Rusli;
Anita, Anita;
Bego, Karolus Charlaes
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8 No 2 (2023): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37478/sajaratun.v8i2.3627
Abstrak Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana Proses Berlangsungnya Ritual Adat Mbama? 2) Apa Fungsi Ritual Adat Mbama? 3) Apa Makna Dari Ritual Adat Mbama. Penelitian Ini Bertujuan Untuk :1) Untuk Mengetahui Peroses Berlangsungnya Ritual Adat Mbama ? 2) Untuk Mengetahui Fungsi Dari Ritual Adat Mbama ? 3) Untuk Mengetahui Makna Dari Ritual Adat Mbama?Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif. Teknik Instrumen Pengumpulan Data yang digunakan yaitu 1) Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi 2)Teknik analis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 1 ) Reduksi Data ? 2) Penyajian Data? 3) Penarikan Kesimpulan/Verifikasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa: Persiapan untuk menyukseskan sebuah Ritual adat mbama sangat penting karena jika dipersipakan dengan baik sesuai dengan tata cara yang diwariskan oleh leluhur, maka ritual tersebut akan berjalan dengan baik dan apa yang dimohonkan akan diterima. Pada tahap persiapan telah disebutkan bahwa proses berlangsungnya ritual adat Mbama setelah upacara Ka Are Sewa Jala baru dimulai memasak nasi untuk Mbama. Ritual Ka Are Sewa Jala itu, khusus dilakukan oleh Mosalaki bertujuan untuk memohon para leluhur agar mereka menghalangi datangnya roh-roh penggangu, sehingga kegiatan Mbama akan berlangsung aman, nyaman, dan meriah.Fungsi ritual adat Mbama merupakan pelaksanaan upacara adat berkaitan dengan pemujaan kepada para leluhur, roh atau nenek moyang untuk meminta hasil panen yang diperoleh lebih berlimpah.Fungsi upacara adat Mbama mampu membangkitkan emosi keagamaan, menciptakan rasa aman serta mempersatukan masyarakat dalam satu rumpun kekeluargaan. Makna upacara adat Mbama usaha manusia untuk dapat berhubungan dengan arwah para leluhur, juga merupakan perwujudan kemampuan manusia untuk menyesuaikan diri secara aktif terhadap alam atau lingkungan sekitar.
REPRESENTASI SPIRIT SOLIDARITAS DALAM BUDAYA SIDA LAKI (Analisis Kualitatif pada Masyarakat Desa Paka Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai)
Sarlin, Florentina Mardiana;
Anita, Anita;
Dhiki, Katarina
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 9 No 1 (2024): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37478/sajaratun.v9i1.4384
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana spirit solidaritas dalam budaya Sida Laki pada masyarakat Desa Paka Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai. 2) Bagaimana persepsi masyarakat terhadap Sida Laki?. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui spirit solidaritas dalam budaya Sida Laki pada masyarakat Desa Paka Kecamatan Satar Mese kabupaten Manggarai. 2) Untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap Sida Laki. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Makna budaya Sida Laki sebagai salah satu cara untuk membina hubungan kekeluargaan dimana budaya Sida Laki bukan hanya mempersoalkan materi yang diberikan dari keluarga anak wina kepada keluarga anak rona tetapi juga memaknai sebagai tanda pemersatu dan kekerabatan antara anak wina dan anak rona. Budaya Sida Laki merupakan sebuah bentuk pemberian berkat dan rejeki dari pihak anak wina untuk anak rona. Sida Laki dapat membantu dan meringankan urusan adat anak rona. Masyarakat Desa Paka memiliki persepsi yang positif dan negatif mengenai budaya Sida Laki. Bagi masyarakat, budaya Sida Laki dapat menciptakan nilai spirit solidaritas pada masyarakat Desa Paka. Namun ada sebagian masyarakat yang menganggap bahwa Sida Laki menjadi beban tersendiri bagi pihak anak wina jika permintaan Sida Laki sangat besar.
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi terhadap Guru Sekolah Dasar dalam Kurikulum Merdeka
Mas’ud B, Mas’ud B;
Syafei, Muhammad;
Rahman, Rahmadani;
Nuratiqah, Nuratiqah;
Putri, Alifah Ananda;
Usman, Munjimayansari H.;
Selviana, Selviana;
Puspitasari, Puspitasari;
Anita, Anita;
Restiani, Restiani
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1: Juni (2024)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63821/ajpkm.v4i1.284
Seminar ini bertujuan untuk membantu guru-guru sekolah dasar di Kecamatan Ujung Kota Parepare dalam menerapkan kurikulum merdeka melalui pengelolaan kelas inklusif dan pembelajaran berdiferensiasi. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa PPG Prajabatan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Parepare bekerjasama dengan KKG Gugus IX Wilayah II Kecamatan Ujung Kota Parepare. Metode yang digunakan adalah seminar, diskusi, dan tanya jawab dengan narasumber ahli. Hasil seminar yang diikuti oleh 70 guru menunjukkan adanya partisipasi aktif dan antusiasme guru selama seminar menunjukkan motivasi tinggi untuk mengembangkan keterampilan pengelolaan kelas inklusif. Materi yang disampaikan berupa pembelajaran berdiferensiasi disertai dengan contoh-contoh kasus serta strategi penerapannya di kelas.
Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Di Era Digital Melalui Pengembangan Media Pembelajaran Audiovisual Berbasis Powerpoint
Adri, Didin;
Wotu, Asma H.J.;
Astuti, Nur;
Anita, Anita;
Darti, Darti;
Febriani, Ayuni;
Selvy, Selvy
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 4 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jh.v4i4.1172
Sekolah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan potensinya semaksimal mungkin. Sekolah memegang peran penting dalam mengembangkan bakat, minat dan kepribadian siswa khususnya pada pendidikan dasar. Sekolah harus mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini sehingga anak-anak dapat belajar dengan cepat dan beradaptasi dengan lingkungannya. Penggunaan media power point pada era 4.0 telah menjadi suatu kebutuhan yang penting dalam dunia pendidikan, termasuk di SD Negeri 4 Katobengke. Media power point dapat membantu meningkatkan efektifitas pembelajaran dan mempermudan proses pengajaran guru kepada siswa. Dalam pengabdian masyarakat ini, kami menggunakan power point agar guru di SD Negeri 4 Katobengke tidak lagi mengandalkan model pengajaran ceramah dan terbatas dalam penggunaan media dalam pembelajarannya.Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan kualitas pembelajaran di SD Negeri 4 Katobengke. Para guru dapat menggunakan power point secara efektif dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Selian itu, siswa juga lebih tetarik dan termotivasi dalam belajar dengan adanya presentasi yang menarik dan interaktif. Dengan meningkatkan kompetensi profesional guru diera 4.0 di SD Negeri 4 Katobengke diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas di sekolah tersebut dan memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan diwilayah tersebut.
Public Value Of Business Legality Number (NIB) Through Online Single Submission (OSS) System
Anita, Anita;
Fitriyah, Salsa;
Wulandari, Sri;
Zulkarnaen, Iskandar
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 3 No. 6 (2024): Edunity : Social and Educational Studies
Publisher : PT Publikasiku Academic Solution
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57096/edunity.v3i6.265
This study aims to analyze the Public Value of Business Legality Business Identification Number (NIB) through the Online Single Submission (OSS) System, Obstacles or Constraints that often occur in the registration of Business Legality Business Identification Number (NIB) through the Online Single Submission (OSS) System, and also to analyze Efforts made to overcome obstacles or constraints in Business Legality Business Identification Number (NIB) through the Online Single Submission (OSS) System in Cirebon Regency. The analysis method used in this research is a qualitative descriptive analysis method. The results showed that the Public Value of Business Legality Business Identification Number (NIB) through the Online Single Submission System was still not formed because only two aspects of the Strategy Trilogy (a strategic triangle) were effective, namely Legitimacy and Support and Subtantively valuable. Meanwhile, the Operational Capabilities aspect is still not effective.
Biografi Usman Bin Affan, Kebijakan Politik yang di Jalankan dan Nepotisme dan Fitnatul Kubra
Anita, Anita;
Wahida Octaviana;
Selfina, Selfina;
Bahaking Rama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2: Januari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/jim.v3i2.2776
Sejarah peradaban Islam sebagai studi tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan sejarah peradaban sudah tentu akan sangat bermanfaat terutama dalam rangka memberikan sumbangan bagi pertumbuhan atau perkembangan peradaban. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui Biografi Usman Bi Affan kebijakan Politik Yang Di Jalankan Dan Nepotisme Dan Fitnatul Kubra, hasil dari pembahasan menunjukkan bahwa Utsman bin Affan adalah Usman bin Affan lahir pada tahun 574 Masehi di Thaif, Jazirah Arab. Nama lengkapnya adalah Usman bin Affan bin Abi Al-Ash bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab. Ia berasal dari Bani Umayyah, salah satu klan terkemuka dari suku Quraisy. Nama ayahnya adalah Affan bin Abi al-As dan nama ibunya adalah Arwa binti Kuraiz. Setelah meninggalnya Umar bin Khattab pada 26 Dzulhijjah 23 Hijriah, terdapat kekosongan pada posisi pemimpin negara. Sehingga diadakan musyawarah untuk memilih khalifah selanjutnya, yang berakhir dengan dipilihnya Utsman bin Affan sebagai khalifah ketiga. Utsman menjadi khalifah selama 11 tahun 223 hari (24-36 Hijriah). Berikut beberapa kebijakan pada masa kepemimpinan Usman Bin Affan: kebijakan sosial, kebijakan ekonomi daan kebijakan politik Dalam Islam praktik Nepotisme disebut dengan Al musaba. Tindakan pemberian kekuasaan kepada kaum kerabat seperti yang dilakukan oleh Usman bin Affan belum pernah terjadi pada masa Nabi Muhammad Saw. Hingga masa Umar bin Khattab berakhir. Oleh karena tindakan Usman bin Affan memberikan kesempatan kepada kerabatnya sehingga menciptakan lahan yang cukup subur bagi munculnya kembali sifat ashabiyah (nepotisme) dikalangan bangsa Arab Muslim
IMPLEMENTASI COACHING DALAM PEMBELAJARAN: MENGUATKAN TUJUH DIMENSI BELAJAR BERBASIS LINGKUNGAN DI SEKOLAH MENENGAH
Sumarni, Rita;
Feriyadi, Deri;
Anita, Anita
Jurnal Penelitian dan Inovasi Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2025): Februari
Publisher : SMA Negeri 2 Sandai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi coaching dalam pembelajaran dalam memperkuat Tujuh dimensi Belajar (P7) yang berorientasi lingkungan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi pengaruh coaching terhadap kesadaran lingkungan dan penghayatan nilai-nilai P7 di kalangan siswa SMAN 2 Sandai dan SMK Matan Hilir Utara. Data dikumpulkan dari siswa dan guru bidang studi di beberapa sekolah menengah yang dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan coaching secara signifikan meningkatkan minat belajar, keterlibatan, dan pemahaman siswa. Sebanyak 80% siswa merasa pelajaran yang terintegrasi dengan isu lingkungan lebih relevan, dan 75% merasa lebih termotivasi belajar. Guru melaporkan efektivitas coaching dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan minat belajar, meskipun ada tantangan dalam penyesuaian waktu dan materi. Observasi kelas menunjukkan keterlibatan tinggi siswa dalam diskusi dan tugas terkait nilai-nilai P7 dan isu lingkungan. Proyek siswa menampilkan kreativitas dan inovasi dalam solusi lingkungan serta penerapan nilai-nilai P7. Refleksi siswa menunjukkan 90% mengalami perubahan positif dalam pandangan mereka tentang kegiatan pembelajaran dan mampu menerapkan nilai-nilai P7 dalam kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, integrasi coaching dalam pembelajaran memperkaya pengalaman belajar dan memperkuat karakter siswa sebagai warga yang bertanggung jawab dan peduli lingkungan.