Articles
PROCESS OF A SCHIZOPHRENIC’S DIALOGUES IN A BEAUTIFUL MIND MOVIE
Siska Pratiwi;
Rahmah Rahmah
LINGUISTICA Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : State University of Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jalu.v2i1.716
ABSTRACT This study is concerned to transitivity system, focusing in the types of process which were uttered by the schizophrenic in A Beautiful Mind movie, John Nash. This study was conducted by using descriptive qualitative method. There were six types of process in transitivity system. The results of data analysis showed the total numbers were: material process 44.67%, mental process 18.83%, relational process 28.03%, behavioral process 1.17%, verbal process 4.53% and existential process 2.77%. The most dominant process is material process, that is the process which indicates action; activities and events, things happen and people or other actors do things or make them happen. It occurred because many statements showed Nash’s activities with real people and hallucination people especially when Nash’s hallucination friends about Charles, Parcher and Marcee were kept in his mind and he talked much with them about their activities because he met his hallucination friends intensively. Keywords: schizophrenia, transitivity, process, movie
PEMBERDAYAAN DAN PENGEMBANGAN UKM SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI DESA. (DESA HARJOBINANGUN, PAKEM, SLEMAN, DI YOGYAKARTA)
Lutfi Chabib;
Yosi Febrianti;
Abdul Hakim;
Muhammad Safarullah;
Bambang Subekti
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Vol 1 No 03 (2016): September 2016
Publisher : UII
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Small and medium enterprise (SME/UKM) plays an important role in the national economic development, due its role in the economic growth and employee recruitment as well as its role in the development of product distribution. During the economic crysis that occured in this country a few years ago, which affected to the collapse of many big scale firms, Small and Medium Enterprise (SME/UKM) proved tougher in facing the crisis. Small and Medium Enterprise (SME/UKM) Dharma Karya is located in Harjobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Small and Medium Enterprise (SME/UKM) Dharma Karya has problems which are cannot grow as much as possible due to a limitation of facilities of production process so it can’t be produce many product in maximum amount. The other problem is Small and Medium Enterprise (SME/UKM) Dharma Karya cannot sell their product in market because a limitation of skill and the product socialization. So that, KKN PPM UII is conducting a progam of procurement of required equipment and mentoring of entrepreneurship motivation, improvement of product quality, packaging products, quality of packaging, networking and cooperation. This program can improve the quality and productivity of Small and Medium Enterprise (SME/UKM) so that improve the rural economy.
EFEKTIVITAS APLIKASI GAME KAHOOT DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR
Apriliyanti Muzayanati;
Maemonah Maemonah;
Putri Puspitasari
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (686.951 KB)
|
DOI: 10.33578/jpfkip.v11i1.8677
Keberhasilan belajar tidak terlepas dari ketertarikan (motivasi siswa) terhadap suatu pembelajaran, salah satunya pada pelajaran matematika. Pada masa pandemi guru dituntut untuk kreatif dan dapat menumbuhkan motivasi siswa dalam belajar salah satunya dengan menggunakan game kahoot. Game kahoot mudah di gunakan untuk anak sekolah dasar kelas atas, game kahoot mudah diakses, saat mengerjakan soal terdapat waktu selain itu terdapat skor dan peringkat saat selesai permainan, ini memicu siswa untuk mendapatkan skor tinggi. Maka penelitian ini menggunakan game kahoot pada pembelajaran matematika. Pencapaian yang hendak dituju peneliti adalah mengenai efektivitas game kahoot dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa di sekolah dasar, penelitian ini menggunakan Quasi experiment yaitu menggunakan metode Kuantitatif deskriptif. Adapun hasil penelitian bahwa game kahoot dapat meningkatkan motivasi belajar dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam peningkatan motivasi siswa dapat dilihat dari seberapa senang dan tertarik siswa terhadap game kahoot. Dengan adanya ketertarikan siswa terhadap game tersebut maka tumbuhlah motivasi belajar terhadap siswa dibuktikan dengan hasil sig. 0,048 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh atau adanya peningkatan motivasi. Selain itu hasil belajar dibuktikan dengan pemberian pretest dan postest dengan pairet samples test dengan signifikansi dalam table 0.000 kurang dari 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh yang bermakna dalam perlakuan setiap masing-masing variable. Maka game kahoot efektif digunakan dalam pembelajaran matematika dibuktikan dengan hasil angket, motivasi, dan hasil belajar siswa yang menunjukan ketertarikan terhadap aplikasi tersebut
FILSAFAT PENDIDIKAN MARIA MONTESSORI DENGAN TEORI BELAJAR PROGRESIVISME DALAM PENDIDIKAN AUD
Ani Oktarina, Maemonah
Bunayya Vol 6, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (470.813 KB)
Tulisan ini berusaha menjelaskan pendidikan Islam dari sudut pandang Maria Montessori, yang merupakan tokoh pendidikan anak yang mencurahkan hampir keseluruhan hidupnya untuk anak-anak. Maria Montessori memiliki prinsip dasar mengenai metode montessori ini, yang sangat memfokuskan anak sebagai childern center dan orang dewasa sebagai pembimbing. Menurutnya, suatu fase kehidupan di awal sangat berpengaruh terhadap faserase kehidupan selanjutnya artinya bahwa pengalaman-pengalaman yang dialami oleh seorang anak di awal kehidupannya sangat berpengaruh terhadap kedewasaannya kelak begitu juga perlakuan yang di dapatkan anak sejak kecil akan sangat berpengaruh terhadap perkembang an anak selanjutnya. Kemudiaan sebagai umat Islam, sudah menjadi kewajiban bagi orang tua dan pendidik untuk menanamkan nilai-nilai ke-Islaman pada anak-anaknya. Dan agar nilai-nilai ke-Islaman tersebut dapat terserap dengan sempurna, maka harus diajarkan sejak anak-anak usia dini juga. Rasulullah telah menegaskan tentang tanggung jawab orang tua terhadap anak-anak dalam sabdanya.
PEMIKIRAN BEHAVIORISME DALAM PENDIDIKAN (Study Pendidikan Anak Usia Dini)
Siti Maghfhirah, Maemonah
Bunayya Vol 6, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (386.701 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta memahami bagaimana teori perkembangan behaviorisme bisa di aplikasikan pada pembelajaran anak usia dini untuk kegunaan nya dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran pada teori ini yaitu melalui filsafat PAUD akan memberikan landasan filosofis bagaimana cara memberi stimulus dan respon yang sesuai dengan kondisi kemampuan dalam diri anak. Jika Pendidikan harus mampu di capai oleh anak, maka segala yang menjadi kebutuhan anak harus di penuhi sesuai arahan yang jelas, tujuan yang relevan pada tahapan usia dan perkembangan anak. Salah satu sebab terjadi nya perubahan tingkah laku maka harus di analisis terlebih dahulu. Dalam perkembangan belajar melalui teori behviorisme, memiliki proses yang paling dasar yaitu sikap, etika, perilaku, serta kebiasaan hidup. Perilaku manusia sangat mempengaruhi pada lingkungan, peranan aksi-reaksi, stimulus-respon, serta hasil dan potensi belajar pada anak. Melalui tahapan tumbuh kembang fisik, kognitif, dan sosial emosional nya, di harapkam anak memiliki perkembangan dan rangsangan yang kuat dalam diri nya. semua di lakukan agar anak memiliki pribadi lebih baik serta memiliki kemampuan generative di kehidupan era-global di masa yang akan datang.
IMPLEMENTASI FILSAFAT PERENIALISME DALAM KURIKULUM 2013 PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Nadiya Ulya;
M Maemonah
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol 9, No 2 (2022): Januari
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada saat ini yaitu era modern yang dianggap sebagai sebuah symbol atau tanda kemajuan dalam berpikir, sehingga hal tersebut menjadi tonggak kemanusiaan dalam membentuk sebuah hubungan lebih baik satu sama lain. Akan tetapi tidak semua orang yang dapat merasakan dampak dari kemajuan tersebut, jika melihat kondisi kemanusiaan yang ada pada saat ini maraknya terjadi kemerosotan akhlak dan kekerasan, padahal mereka yang melakukan hal tersebut hidup pada era modern yang jauh lebih maju dari masyarakat yang hidup di era pra-modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemikiran perenialisme dapat diimplementasikan pada kurikulum 2013 pendidikan anak usia dini dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepustakaan (Library Research), dengan pendekatan kualitatif . Pengambilan sumber data melalui pengamatan dan menelaah yang mendalam guna menjaga kualitas data menjadi baik selain itu juga peneliti melakukan wawancara kepada salah satu guru TK Qurratul ‘Ain. Adapun observasi yang dilakukan dengan melihat fakta yang sedang terjadi dalam pendidikan anak usia dini. Pendidikan menurut pemikiran perenialisme adalah menekankan pada nilai-nilai luhur dan norma-norma agama dan memberikan latihan dan pembinaan dalam berpikir selama proses pembelajaran merupakan hal yang penting, dalam hal ini pendidik lebih dominan dari pada anak murid. Filsafat perenialisme dalam kurikulum 2013 pendidikan anak usia dini merupakan sebuah upaya pembentukan karakter anak yang memiliki moral, menjunjung tinggi nilai kebaikan yang yang bernilai luhur. Dalam proses belajar tentunya diperlukan interaksi antara pendidik dan peserta didik, pendidik memerlukan metode dalam pembelajaran agar lebih menyenangkan.
REVISITING INTERRELIGIOUS DIALOGUE IN THE HISTORY OF INDONESIA: The Case of Malino Declaration for Maluku
Mega Hidayati
Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman Vol 12 No 2 (2017)
Publisher : IAIN Tulungagung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21274/epis.2017.12.2.457-480
Conflict between Muslims and Christians in Moluccas (1999-2002) is one of the worst conflicts in Indonesia which brings great damage in all fields of human life. The significant result of reconciliation can be found in Central Government’s effort called as Malino Declaration II. This paper aims to find a positive contribution on formulating the key for facing the fact of religious plurality in Indonesia by revisiting the Malino Declaration II. By critically analyzing the discourse of the Malino Declaration contents, it concludes that Malino Declaration is shaky for several reason, (1). The role of Government is so dominant, thus Government is in the safe position. Therefore, it isunderstandable why many people view Government aims to “clean” its mistakes in the conflict. (2). Military as a tool was not only ineffective and bias, but also it caused mass killings under the banner of national stability. (3) Malino Declaration indicates obviously and strongly that the conflict is pure between Muslim and Christian communities in Moluccas, as the result the blame is theirs, (4) contain of declaration gives an impression that the participants who are representative of each community do not have enough room in expressing and waging in dialogue. In other words, Malino Declaration is still far from genuine dialogue.Konflik antara Muslim dan Kristiani di Maluku (1999-2002) adalah salah satu konflik terburuk di Indonesia yang menyebabkan kerusakan luar biasa di segala bidang kehidupan manusia. Hasil rekonsiliasi yang signifikan adalah usaha pemerintah pusat terkait perumusan Deklarasi Malino II. Dengan meninjau kembali Deklarasi Malino II, tulisan ini bertujuan untuk menemukan kontribusi positif dalam merumuskan kunci dalam menghadapi fakta pluralitas agama di Indonesia. Dengan menganalisis secara kritis isi Deklarasi Malino, dapat disimpulkan bahwa Deklarasi Malino lemah dengan alasan: pertama, peran pemerintah sangat dominan sehingga pemerintah ada di posisi aman. Karenanya, dapat dipahami mengapa banyak orang melihat pemerintah bermaksud “membersihkan” kesalahannya dalam konflik tersebut; kedua, militer sebagai alat tidak efektif dan bias serta menyebabkan pembunuhan massa di bawah bendera kestabilan nasional; ketiga, deklarasi Malino mengindikasikan secara jelas dan tegas bahwa konflik tersebut antara komunitas Muslim dan Kristen di Maluku sehingga kesalahan adalah pada kedua kelompok ini; keempat, isi deklarasi memberikan kesan bahwa para partisipan yang mewakili masing-masing komunitas tidak mendapatkan ruang yang cukup dalam mengekspresikan dan melaksanakan dialog. Dengan kata lain, Deklarasi Malino masih jauh dari makna dialog yang sebenarnya.
PROFIL PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) YANG BERJUALAN DILUAR SENTRA PKL SURABAYA
Christina Menuk Sri H;
- Suharyanto;
Bernadeta Budi Lestari
Eco-Entrepreneur Vol 2, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : Eco-Entrepreneur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/ee.v2i2.4360
ABSTRAKSentra Pedagang Kaki Lima (PKL) di Surabaya merupakan perwujudan dari Peraturan Daerah Kota Surabaya No: 17 tahun 2003 tentang program Penataan dan Pemberdayaan PKL. Sampai dengan tahun 2015 sudah berdiri 42 sentra PKL. Namun demikian belum semua berfungsi sebagaimana mestinya, ada yang pengoperasiannya tidak maksimal bahkan ada yang mati suri. Disisi lain di sekitar Sentra PKL banyak PKL yang berjualan dan tidak bersedia menempati Sentra yang sudah didirikan Pemerintah Kota Surabaya melalui Departemen Koperasi dan UMKM dengan biaya antara 1 – 2 Milyard. Untuk itu pada kesempatan ini ingin dikaji tentang karakteristik/profil PKL yang berjualan disekitar sentra PKL dimana sentra tersebut tidak difungsikan sebagaimana mestinya.Melalui 126 responden yang diambil secara accidental sampling dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengambilan data selanjutnya dideskripsikan didapatkan hasil bahwa pedagang kaki lima yang berjualan di luar sentra sebagian merupakan PKL yang merasa tidak produktif berjualan di sentra karena sepi pembeli. Dengan berjualan diluar sentra akan bisa mendekati konsumen/pembeli. 74% PKL ber usia produktif antara 25 – 45 tahun dan berjenis kelamin laki- laki, dengan status berkeluarga. PKL merasa bahwa menjadi PKL adalah pekerjaan utama karena dengan pendidikan yang rendah SD - SMA/SMK tidak akan dapat bersaing untuk mendapatkan pekerjaan disektor formal. Dengan pengalaman kerja lebih dari 5 tahun sebagai PKL dan berbekal pada modal sendiri, setiap hari rata-rata mendapatkan penghasilan bersih sebesar Rp 150.000.-. Dengan pendapatan tersebut PKL merasa sudah dapat menghidupi keluarganya, walaupun setiap hari harus mendorong gerobak untuk dibawa pulang dan kemungkinan merasa was-was apabila ada penertiban dari pihak berwenamg karena tidak sesuai dengan Perda No : 17 tahun 2003 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL. Hasil penelitian ini sebagai sumbang saran pada pemerintah melalui Departemen Koperasi dan UMKM tentang penataan dan pemberdayaan sentra PKL supaya dapat mengoptimalkan sentra yang sudah dibangun.ABSTRACTStreet vendors (PKL) in Surabaya is a manifestation of Surabaya City Regional Regulation No: 17 of 2003 concerning the Setup program and Empowerment PKL. Since 2015 has already established 42 centers of PKL. However, not everything works as it should, there is no maximum operation, even to be a dead faint. On the other hand around Sentra PKL, there is many street vendors who sell and are not willing to occupy to the centers which already established by Surabaya City Government through the Department of Cooperatives and SMEs at a cost of between 1-2 Billion. This study examine about the characteristics / profile of street vendors who sell around the center of the street vendors. Taken 126 respondents by accidental sampling using questionnaires, showed that the street vendors who sell outside the center is the street vendors who feel unproductive selling at the center of street vendor. By selling outside the center will be able to approach the consumer / buyer. 74% of PKL have productive age between 25-45 years and male sex, family status. PKL feel that being street vendors is a major job due to low educational (SD - SMA / SMK) will not be able to compete for formal sector employment. With a work experience of more than 5 years as a street vendor, and armed in their own capital, every day on average, earn a net income of Rp 150.000. With that income, it was already able to support his family, even though each day had to push the cart to take home and possible misgivings if any enforcement of the autorized, for not complying with the Regulation No: 17 of 2003 of Arrangement and Empowerment PKL. The results of this study is as suggestion towards the government through the Department of Cooperatives and SMEs about structuring and empowerment center for street vendors in order to optimize the centers that have been buil.
Kajian Proses dan Ekonomi Pabrik Bioetanol dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS)
Abdurachman -;
Misri Gozan
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 33, No 01 (2016)
Publisher : Balai Besar Industri Agro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (190.55 KB)
|
DOI: 10.32765/warta ihp.v33i01.3814
Salah satu tahap yang penting dalam perancangan pabrik adalah perhitungan keekonomian yang biasanya dilakukan dengan menggunakan aplikasi simulasi proses. Beberapa penelitian terdahulu, memanfaatkan SuperPro Designer sebagai simulasi proses, dan belum banyak yang menggunakannya pada proses produksi bioetanol khususnya yang berbahan baku tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Pada simulasi ini, dilakukan empat skenario proses: (1) SHF-Adsorpsi; (2) SHF-Permeasi Uap; (3) SSF-Adsorpsi; dan SSF-Permeasi Uap, dimodelkan menggunakan SuperPro Designer yang memfasilitasi komposisi bahan baku dan produk, ukuran unit operasi, konsumsi utilitas, estimasi modal dan biaya operasional serta pendapatan dari produk dan co-product. Permodelan didasarkan pada data yang diperoleh dari produsen etanol, penyedia jasa teknologi, manufaktur peralatan dan jasa engineering untuk industri. Dari hasil analisis ekonomi hasil simulasi, skenario SSF-Permeasi Uap yang paling rendah biaya produksinya dan dapat dikembangkan di Indonesia dengan Payback period 4,07 tahun; ROI 24,55%; dan IRR 18,98%. Konversi bioetanol standar bahan bakar yang dihasilkan pada skenario SSF-Permeasi Uap adalah 29,58%. Berdasarkan analisis sensitivitas pada skenario tersebut, fluktuasi harga jual bioetanol, harga tepung TKKS dan harga enzim sangat mempengaruhi nilai keekonomian pabrik bioetanol.
PENGENDALIAN KECEPATAN MOTOR BRUSHLESS DC (BLDC) MENGGUNAKAN METODE LOGIKA FUZZY
Agung Dwi Yulianta;
Sasongko Pramono Hadi;
Suharyanto -
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 8 No 1 Agustus 2015
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (310.982 KB)
|
DOI: 10.34151/technoscientia.v8i1.180
BLDC motors were operated in many industrial environments, especially flammable industry. Besides, it possessed higher efficiency than induction motors, and smaller dimensions than a conventional direct current motors. Moreover, the absence of brush allowed its treatment became easy and showed almost no noise.Fuzzy logic was used as one of the motor speed controlling methods. The design of fuzzy controllers was done by simulating the output speed based on fuzzy controlling reference in order to obtain optimal control results. Several types of defuzzification used were COA / centroid, bisector, MOM, LOM, and SOM. Transient and calculation methods were used to analyze the ISE design optimization of control. The result showed that defuzzification method was able to follow the speed setting that was provided by COA method.The testing on changes of the speed setting from 1000 rpm to 2000 rpm showed the response characteristics of conventional PID control system with an average value of the rise time (tr) 0.29 second, steady time (ts) 0.9 second, overshoot 8.63%, and the percentage of ISE 98.19%. While results generated on fuzzy control system were average value of rise time (tr) 0.25 second, steady time (ts) 0.27 second, overshoot 0.15% and the percentage of ISE 99.36%. The fuzzy control system which was implemented to set the BLDC motor could improve the performance of conventional PID.