Pekerja sosial di Lembaga Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial (Liponsos) menghadapi tuntutan kerja yang berat akibat tingginya jumlah klien dan keragaman kasus, sehingga berpotensi mengalami tekanan emosional dan kelelahan. Kondisi ini menempatkan mereka pada risiko gangguan kesejahteraan psikologis, sehingga diperlukan kemampuan internal yang dapat melindungi kesehatan mental, salah satunya melalui self-compassion. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat self-compassion pada pekerja sosial di Liponsos Kota Makassar. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik total sampling terhadap 23 pekerja sosial. Pengukuran dilakukan menggunakan Self-Compassion Scale versi adaptasi Indonesia, dan analisis data menggunakan statistik deskriptif meliputi nilai rata-rata, median, modus, serta kategorisasi skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat self-compassion secara keseluruhan berada pada kategori sedang. Seluruh subskala, yaitu self-kindness, common humanity, mindfulness, self-judgment, isolation, dan overidentification, juga berada pada kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa pekerja sosial memiliki kemampuan dasar untuk menerima diri dan mengelola tekanan emosional, namun kapasitas tersebut belum optimal sebagai pelindung terhadap risiko stres dan burnout. Penelitian ini menegaskan perlunya program penguatan self-compassion guna meningkatkan ketahanan emosional dan kualitas kesejahteraan psikologis pekerja sosial.