Articles
Analisis Hambatan Belajar Tatap Muka Terbatas Selama Masa Pandemi Mata Pelajaran Matematika Operasi Hitung Pembagian Kelas IV A di SD Negeri Mejing 2 Ambarketawang Gamping
Fildza Malahati;
Maemonah Maemonah
LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan) Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Alma Ata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (863.098 KB)
|
DOI: 10.21927/literasi.2022.13(1).63-77
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena pendidikan yang sangat terbatas dikarenakan pandemi Covid-19 dan kebijakan PPKM, sehingga interaksi belajar konvensional berubah menjadi daring yang menyebabkan beberapa peserta didik mengalami kesulitan belajar matematika. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penyebab kesulitan belajar matematika operasi hitung pembagian yang disebabkan oleh dua faktor, yaitu lingkungan sekolah yang sangat terbatas dan kondisi psikis pada diri peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif, sedangkan subjek penelitiannya adalah seorang wali kelas dan 30 peserta didik kelas IVA SD Negeri Mejing 2. Data penelitian dikumpulkan menggunakan instrumen tes, angket dan wawancara sampel secara acak. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Peneliti memfokuskan tiga klasifikasi kesulitan belajar demi mengoptimalkan penelitian ini. Ditemukan, 13,3% peserta didik yang mengalami gejala learning disorder dengan gejala kesulitan memahami konsep, materi dan rumus pelajaran. Kemudian, 26,6% peserta didik mengalami learning disfunction yang ditunjukkan dengan indikator capaian nilai yang berada dibawah KKM serta motivasi belajar rendah. Terakhir, ditemukan 46,6% lainnya mengalami gejala under achiever yaitu kemampuan belajar rata-rata dengan nilai KKM.. Berdasarkan dengan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa beberapa peserta didik mengalami kesulitan belajar matematika operasi pembagian di SD Mejing 2 selama pandemi.Kata Kunci: Kesulitan belajar, Operasi Hitung Pembagian, Faktor Kesulitan Belajar
NILAI ETIKA KONSELOR DALAM MEMBANGUN INTERAKSI EFEKTIF ANTARA KONSELOR DAN KONSELI DI SMP PGRI KOTA DUMAI
Rita Anriani;
Maemonah Maemonah
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 7, No 2 (2021): Juli- Desember 2021
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/atj.v7i2.2955
Konselor adalah profesi yang didedikasikan untuk kemasalahatan manusia dan bekerja sesuai dengan keilmuan dan pengalamannya dengan membimbing atas apa yang terjadi baik itu berupa permasalahan maupun tidak. Untuk menjadi konselor harus memili nilai-nilai didalam dirinya salah satunya nilai etika. Nilai etika merupakan segala sesuatu yang menyangkut nilai terpuji. Dalam kehidupan sehari-hari, sering disebut dengan istilah tatakrama atau sopan santun. Nilai etika disebut juga nilai watak atau nilai kepribadian. Tujuan dalam penelitian ini bagaimana implementasi nilai etika konselor dalam membangun interaksi efektif antara konselor dan konseli di SMP PGRI Kota Dumai. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, subjek dalam penelitian ini guru BK di SMP PGRI Kota Dumai yaitu ibu Retty dan 2 siswa. Adapun hasil dari penelitian ini Nilai etika yang dimplementasi oleh guru Bk PGRI Kota Dumai ada empat prinsip dasar mengenai etika yang merupakan bagian dari sebuah pemberian bantuan yang berfungsi untuk meningkatkan etika seorang konselor hingga membangun interaksi yang efektif antar konselor dan konseli yaitu: otonomi, tidak melanggar kode etik, adil dan setia.
Penerapan Teori Belajar Behavioristik B.F Skinner dalam Memotivasi Siswa pada Pembelajaran PAI di Sekolah Dasar
Lusi Oktavia;
Maemonah Maemonah
Instructional Development Journal Vol 5, No 1 (2022): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/idj.v5i1.19285
The background that prompted the researcher to conduct this research was to apply B.F Skinner's learning theory to PAI learning and to be able to motivate students in PAI learning worship materials in class. As we know that there are still many students who experience a decline, especially in their morals. Teachers are responsible for correcting the moral decline that occurs in the classroom, both religious teachers and other teachers. Therefore, Islamic religious education is able to improve, change things that are not good, shortcomings and weaknesses in student beliefs. This relates to the formation of behavior in accordance with the theory of B.F Skinner. The purpose of this study was to find out how the process of applying B.F Skinner's theory in PAI learning in the classroom. With the implementation of learning based on the process of learning theory B.F Skinner is expected to be able to motivate students in the spirit of learning. The method that researchers use in this research is a type of qualitative research. The results showed that with the application of B.F Skinner's theory, students who previously had unruly behavior and lacked learning skills, after applying this theory, students' learning motivation and morals increased.
Implementasi Teori Hierarki Kebutuhan Maslow dalam Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Madrasah Ibtidaiyah
Ika Fitriyati;
Maemonah Maemonah
AT-THULLAB : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 6, No 2 (2022): At-Thullab : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/atl.v6i2.1009
Abstrak: Pengimplementasian hierarki kebutuhan Maslow dalam Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) penting untuk dianalisis. Pembelajaran Tatap Muka Terbatas memiliki keterbatasan-keterbatasan seperti keterbatasan fisik, aktivitas sosial, termasuk pembelajaran. Kondisi yang berbeda pada Pembelajaran Tatap Muka Terbatas membuat pengimplementasian hierarki kebutuhan Maslow menjadi berbeda, maka penelitian ini sangat penting. Metode penelitian ini adalah kualitatif. Informasi dikumpulkan dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Dari penelitian diperoleh data bahwa untuk memenuhi kebutuhan fisik siswa, MI Ma’arif Ngliseng menerapkan aturan membawa bekal dari rumah. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan rasa aman sekolah menyiapkan fasilitas kesehatan sesuai protocol kesehatan dan menciptakan suasana kondusif untuk pembelajaran. Sikap peduli antar teman dibangun untuk memenuhi kebutuhan kasih sayang dan menumbuhkan sifat social siswa. Kebutuhan untuk dihargai dipenuhi dengan memberikan tanda penghargaan kepada siswa dan orang tua. Karena keterbatasan, hierarki kebutuhan selanjutnya yaitu aktualisasi diri tidak bisa dipenuhi oleh sekolah.Abstract: The implementation of Maslow's hierarchy of needs theory in Limited Face-to-face Learning (henceforth PTMT) is crucial to analyze because PTMT has limitations such as physical limitations and less social activities. Different conditions in PTMT make the implementation of Maslow's hierarchy of needs also different. The research approach was qualitative. The information was collected by doing an observation, conducting in-depth interviews, and doing a documentation. The results revealed that regarding the physical needs of the students, the school applied the rules of bringing lunch from home. Meanwhile, regarding the security needs, the school prepared health facilities according to health protocols and created a conducive atmosphere for learning. The caring attitudes between students were encouraged to meet the affection needs and to foster the social presence of the students. The need to be appreciated was fulfilled by providing various appreciation strategies to the students and parents. However, due to several limitations, the needs of self-actualization could not sufficiently be fulfilled by the school.
Ah Analisis Hambatan Belajar Siswa Kelas IV Pada Mata Pelajaran Matematika
Anisatul Hidayah;
Maemonah Maemonah
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education Vol. 7 No. 2 (2022): Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education
Publisher : Mathematics Education Study Program, FKIP, Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/symmetry.v7i2.6737
The purpose of this study was to determine the learning barriers experienced by students in learning mathematics subject matter of multiples and factors of a number. Learning difficulties experienced by students when in the learning process are caused by gaps or distances between expected academic achievement and actual academic achievement. This study uses descriptive qualitative research methods by using data collection techniques through interviews, observation, and documentation as well as using descriptive analysis methods. With class IV A participants totaling 27 students. The results showed that there were learning barriers experienced by Class IV A in mathematics subject matter of multiples and factors of a number. Forms of learning barriers include; 1) lack of readiness of students in learning; 2) difficulty in solving questions; 3) limited understanding of students' concepts. Based on the results of research conducted, learning barriers were found to be found in ontogeny barriers as many as 5 students, didactic barriers as many as 2 students, and epistemological barriers as many as 2 students. By knowing the learning barriers experienced by students in learning the teacher can minimize student learning barriers so that there is no gap between academic achievement and the academic achievement to be achieved. Keywords: Learning Barriers, Mathematics, and Elementary Schools.
Teori Humanistik Kebutuhan Maslow dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar (Analisis Artikel Jurnal Sinta 2-6)
Fajriyah, Rania Zulfi;
Maemonah, Maemonah;
Maryamah, Maryamah
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 8 (2021): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (464.447 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v4i8.361
Teori belajar humanistik yakni jenis teori pembelajaran yang dikemukakan oleh Abraham Maslow yang memberi penekanan siswa agar menyukai tahapan pengajaran terhadap objek tertentu ataupun materi yang berkaitan dengan komponen kemaunisaannya. Penelitiannya berikut mempunyai tujuan dalam memberi pendeskripsian atas pendektatan humanistik di pengajaran Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Dasar. Penggunaan metode dalam kegiatan meneliti ini yakni bermetodekan library research. Mengacu terhadap hasil penelitiannya yang sudah diteliti, memberi gambaran pendekatan humanistik sebagai suatu pendekatan yang memberikan bantuan siswa agar menyukai pembelajaran atas materi pelajarannya guna pengembangan minat belajar dari siswa menuju yang lebih bagus lagi. Sehingga, pendekatannya yang humanistik mampu diimplikasikan di pengajaran PAI dalam SD. Humanistik ini sangat mengarahkan ke pendidikan membimbing, mengambangkan dan mengarahkan pada minat dasar dimiliki oleh peserta didik berdasarkan dari ketiga komponen, yakni psikomotorik, afektif, serta kognitif.
Analisis Aspek Perilaku Bullying Peserta didik Kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Menggunakan Perspektif Filsafat Behaviorisme
Fildza Malahati;
Maemonah Maemonah;
Putri Jannati
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 22, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/jpp.v22i3.52845
Perilaku bullying atau perundungan secara fisik, verbal dan mental yang dilakukan peserta didik, kerap menjadi fenomena yang sering terjadi di dalam lingkungan lembaga pendidikan dimulai dari kasus sepele hingga serius. Dalam sumber data aduan KPAI tahun 2021 terdapat 574 kasus penganiayaan dan 515 kasus kekerasan psikis. Padahal sudah terdapat UU No 23 pasal 54 Tahun 2002 yang menjelaskan bahwa: “Anak di dalam dan di lingkungan sekolah wajib dilindungi dari Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru, pengelola sekolah atau teman-temannya di dalam sekolah yang bersangkutan atau Lembaga Pendidikan lainnya”. Oleh karena itu, perilaku bullying juga termasuk sebagai stimulus sesama peserta didik mengakibatkan respon terhadap perubahan tingkah laku ke arah negatif, dapat dicirikan secara langsung seperti penurunan aspek akademis dan aspek psikologis. Tujuan dari penelitian ini untuk untuk menganalisis perubahan tingkah laku sebagai respon yang dimbulkan terhadap stimulus perilaku bullying di lingkungan sekolah. Metode penelitian dalam penelitian ini yakni dengan menggunakan penelitian kuantitatif untuk mendeskripsikan fenomena perilaku bullying di kelas VI C Madrasah Ibtidaiyah yang berjumlah 17 siswa melalui instrument kuisioner, wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan perilaku bullying yang terdapat pada siswa kelas VI C di Madrasah Ibtidaiyah kerap terjadi dalam bentuk verbal dan fisik secara seperti memukul ringan atau “mentonyol”. Sebagai respon psikologis, para korban bullying di sekolah mengalami perubahan perilaku negatif seperti sedih, marah, minder dan pendiam. Sedangkan, dalam aspek akademis dijumpai bahwa hasil evaluasi belajar Siswa kelas VI C pada mata pelajaran tematik Tema 7 Subtema 1 dan 2 menunjukan hasil dinamis atau fluktuatif. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa sudut pandang filsafat bahaviorisme dalam penelitian ini adalah untuk mengamati perubahan tingkah laku sebagai respon yang muncul bagi korban bullying khususnya bagi siswa kelas VI C Madrasah Ibtidaiyah Darussalam Plaosan.
Pemikiran Eksistensialisme pada Pendidikan Anak Usia Dini (Kajian Studi Pembelajaran Berbasis Alam)
Sofia Rizki Julianti;
Maemonah Maemonah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (232.551 KB)
|
DOI: 10.35473/ijec.v4i1.1039
Mendeskripsikan relevansi pemikiran filsafat eksistensialis pendidikan anak usia dini yang terdapat pada sebuah pembelajaran berbasis alam di Sekolah Alam Bangka Belitung. Anak usia dini merupakan anak yang berada pada usia yang strategis dalam menerapkan pengetahuan terhadap kepribadian yang menjadi tujuan dari pemberian pendidikan tersebut. Pendidikan dipercaya sebagai media efektif dalam mengembangkan keunikan yang ada pada diri seseorang. Sehingga dalam pelaksanaan pendidikan anak usia dini diharapkan agar dapat berjalan sesuai eksistensial diri anak seperti tahap perkembangannya, bukan atas dasar kemauan orangtua atau pandangan dari lingkungan sekitar anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi lapangan melalui wawancara dan observasi terkait pembelajaran berbasis alam di Sekolah Alam Bangka Belitung. Relevansi yang diberikan pembelajaran berbasis alam muncul sebagai alternatif permasalahan pendidikan, selaras dengan jawaban atas permasalahan pendidikan melalui pemikiran eksistensialisme pendidikan anak usia dini.
Kreativitas Anak Usia Dini Perspektif Filsafat Ilmu
asyiful munar;
maemonah maemonah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (202.934 KB)
|
DOI: 10.35473/ijec.v4i1.1042
Pada dasarnya, setiap anak memiliki potensi imajinatif, hanya saja dalam hidup ada anak-anak yang mengembangkan inovasi dan pengalaman hambatan dan kehilangan potensi inventif (kreatif) mereka. Halangan atau perluasan suatu perkembangan, terutama peningkatan imajinasi dapat terjadi pada setiap anak. Hal ini merekomendasikan bahwa peningkatan daya imajinasi anak akan selalu dipengaruhi oleh banyak faktor, dua faktor yang berasal dari dalam diri anak dan faktor yang akan mempengaruhi kemajuan kreativitas anak. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui perkembangan kreativitas pada anak usia dini perspektif filsafat ilmu. Adapun metode yang digunakan berupa metode study kepustakaan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian: Setelah peneliti melakukan analisis yang dilakukan melalui penelitian studi pustaka dengan meninjau beragam dokumen yang mempunyai ikatan dengan kreativitas pada anak usia dini, peneliti mengangkat beberapa elemen penting yang harus ditinjau, berupa kebijakan dan juga pengaplikasian kreativita pada anak usia dini.
Filsafat Esensialisme dalam Metode Pembelajaran Anak Usia Dini
Hena Safira Endah Kumala;
Maemonah Maemonah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (283.935 KB)
|
DOI: 10.35473/ijec.v4i2.1756
Every child has a different background in sosial life and development, but with these differences every child has the right to get the same education as other children. This research intends to find out inclusive education and the implementation of inclusive education in the learning model of muslim imtaq centers in TK Talenta. Researchers used was descriptive qualitative research, the data obtained will analyzed by qualitative descriptive analysis. Inclusive education in TK Talenta where schools accept and educate Children with Special Needs (ABK) like other children, besides TK Talenta also accepts all children from various ethnic groups, religions, races, differences between groups, modifying the 2013 curriculum by creating learning programs the second is the Individual Learning Program (PPI) and preparation for learning at the muslim imtaq center by making RPPM and RPPH, placing children with special needs using the regular class model.AbstrakUntuk mencapai keberhasilan pada pendidikan, maka perlu adanya pendidikan berdasarkan kurikulum dan metode pembelajaran yang tepat. Namun tanpa disadari sampai saat ini banyak orangtua yang menuntut sekolah agar anaknya diajarkan ketrampilan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung, sedangkan paradigma baru berkembang didasari oleh tinjauan ilmiah yang berkaitan dengan perlunya menstimulasi anak usia dini supaya dapat menumbuhkembangkan aspek perkembangan anak secara lebih optimal. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui filsafat esensialisme dalam metode pembelajaran anak usia dini. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode studi kepustakaan dan memperoleh informasi melalui buku dan jurnal. Hasil penelitian ini yaitu tujuan metode pembelajaran anak usia dini dan filsafat esensialisme saling berkaitan dan memiliki tujuan yang sama yaitu menjadikan peserta didik menjadi pribadi yang bermanfaat pada masa mendatang.