Articles
Penerapan Teknologi AI Untuk Meningkatkan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Di Industri Manufaktur
Raspiyahni;
Susilawati
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 6 (2024): GJMI - JUNI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59435/gjmi.v2i6.635
Era industri generasi keempat telah masuk ke Indonesia. Babak baru ini mensinergikan aspek fisik, digital, dan biologi, seperti pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence), robotika, dan kemampuan komputer belajar dari data (machine learning), pada manufaktur.Di dalamnya tercakup pemanfaatan data skala besar (big data), teknik penyimpanan data di awan (cloud computing). Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur, dimana penulis menggunakan literatur-literatur terdahulu untuk memperoleh data dengan tujuan menelaah peran Teknologi AI dibidang industri. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini ialah peran teknologi AI sangat penting dalam bidang K3 Industri seiring perkembangan zaman untuk dapat mencapai hasil yang telah ditargetkan. Namun, keberadaan teknologi AI ini juga memiliki dampak negatif, yaitu berkurangnya lapangan pekerjaan yang dapat menghasilkan banyaknya pengangguran.
Analisis Faktor Risiko Penyebab Musculoskeletal Disorders (MSDS) Pada Pekerja Konstruksi : Literatur Review
Rahmi Vovo;
Susilawati
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 6 (2024): GJMI - JUNI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59435/gjmi.v2i6.638
Keluhan musculoskeletal adalah keluhan pada bagian-bagian otot skeleton yang dirasakan oleh seorang mulai dari keluhan sangat ringan sampai sangat sakit. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber dari jurnal-jurnal yang dipublikasi antara tahun 2019-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan beberapa faktor risiko penyebab Musculoskeletal disorders (MSDs) pada pekerja. Secara keseluruhan, analisis faktor risiko menunjukkan bahwa terdapat kompleksitas dalam penyebab MSDs pada pekerja konstruksi. Upaya untuk mengurangi insiden MSDs harus mencakup pengendalian faktor-faktor risiko yang berasal dari individu, pekerjaan, dan organisasi secara komprehensif.
Analisis Manajemen Stres Dan Kesehatan Mental Pekerja Di Era Digital
Syavira Desputri;
Susilawati
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 6 (2024): GJMI - JUNI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59435/gjmi.v2i6.645
Stres kerja dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tuntutan kerja yang tinggi, kurangnya kontrol, dan dukungan sosial yang kurang di tempat kerja. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis literatur terkait manajemen stres dan kesehatan mental pekerja di era digital, dengan fokus pada strategi manajemen stres efektif dan dampaknya terhadap kesehatan mental. Metode tinjauan literatur digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis artikel-artikel terbaru yang relevan. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan seperti edukasi manajemen stres, teknik relaksasi, dan pendekatan psikodinamik dan kognitif perilaku dapat membantu mengurangi gejala fisik dan psikologis stres serta meningkatkan kesejahteraan karyawan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang faktor penyebab stres dan strategi manajemen yang tepat, lingkungan kerja dapat dibuat lebih sehat dan produktif di era digital yang dinamis ini.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Stres Kerja Pada Karyawan Di Industri Manufaktur
Friska Dela Oktapiani;
Susilawati
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 6 (2024): GJMI - JUNI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59435/gjmi.v2i6.646
This study analyzes the factors that affect the level of work stress in employees in the manufacturing industry sector. This study uses a quantitative approach with data collected through questionnaires distributed to employees in several manufacturing companies. Regression analysis techniques are used to evaluate the impact of various factors on work stress. In addition, demographic characteristics such as age, education, and employment status also play an important role in determining stress levels. This study recommends the need for management policies that focus on reducing workload, improving work environment conditions, and providing employee welfare programs to reduce stress and improve employee welfare. These findings provide valuable insights for manufacturing companies in their efforts to create a healthier and more productive work environment.
Faktor Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
Rifanny Ananta Dharma;
Susilawati
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 6 (2024): GJMI - JUNI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59435/gjmi.v2i6.657
Motivasi kerja bagaikan denyut nadi yang menghidupkan organisasi, lembaga maupun perusahaan. Tanpa motivasi yang memadai, organisasi bagaikan tubuh yang tak bernyawa, tak mampu berkarya dan mencapai tujuannya. Tidak jarang perusahaan dihadapkan pada permasalahan motivasi kerja para pekerjanya. Faktor-faktor pemicu perubahan motivasi ini masih belum sepenuhnya dipahami oleh banyak perusahaan. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi motivasi kerja para pekerjanya. Pemahaman ini akan membantu perusahaan dalam mengatasi permasalahan motivasi kerja dan meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan. Metode penelitian yang digunakan analisis literatur untuk menemukan informasi dan gagasan yang relevan dengan topik penelitian atau penulisan. Penelitian ini bertujuan untuk menambah wawasan pembaca. Hasil dari studi literatur ini adalah adanya hubungan antara prestasi, penghargaan, lingkungan kerja, dan gaji sangat berpengaruh untuk meningkatnya motivasi kerja yang bagus.
Pengaruh SMK3 Pada Kinerja Karyawan
Muhammad Sahputra;
Susilawati
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 7 (2024): GJMI - JULI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59435/gjmi.v2i7.658
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) adalah kerangka kerja yang dirancang untuk mengelola risiko keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh SMK3 melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) memiliki pengaruh yang signfikan terhadap Kinerja karyawan. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas kerja. Lingkungan kerja yang aman dan sehat meningkatkan kepuasan dan motivasi karyawan, mengurangi tingkat absensi dan turnover, serta mendorong kedisiplinan dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan. SMK3 membentuk budaya keselamatan yang kuat, meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab karyawan terhadap keselamatan kerja, yang secara keseluruhan berkontribusi pada peningkatan kinerja individu dan organisasi.
Pengaruh Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Kinerja Pekerja Konstruksi : Tinjauan Literatur
Citra Aulia Amanda;
Susilawati
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 7 (2024): GJMI - JULI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59435/gjmi.v2i7.662
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek yang sangat penting dalam industri konstruksi yang memerlukan perhatian serius untuk mencegah risiko kecelakaan kerja dan menjamin lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi seluruh pekerja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dan penelitian terkait untuk mendukung temuan penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penerapan K3 terhadap hasil kerja pekerja industri konstruksi dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran keselamatan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan K3 mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap biaya proyek, efisiensi pegawai dan keamanan kerja. Informasi K3 berperan penting dalam membentuk perilaku pekerja konstruksi yang aman dan bertanggung jawab. Perencanaan kesehatan dan keselamatan yang cermat, termasuk penilaian risiko, pelatihan keselamatan, dan penggunaan peralatan keselamatan, merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan penerapan K3 yang baik dan menyeluruh sangat penting untuk menjaga keselamatan, kesehatan, dan produktivitas pekerja di industri konstruksi. Kerjasama antara manajemen, karyawan dan instansi terkait sangat diperlukan untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja.
Pengaruh Beban Kerja, Kelelahan Kerja Terhadap Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada karyawan PT JNE Express
Novita Sari;
Susilawati
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 7 (2024): GJMI - JULI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59435/gjmi.v2i7.665
Di era 4.0, perkembangan teknologi semakin pesat dan sangat erat kaitannya dengan manusia sebagai sumber daya. Salah satu faktor terpenting dalam pengelolaan sumber daya manusia di suatu perusahaan adalah kinerja karyawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pekerjaan, kelelahan kerja, keselamatan dan kesehatan kerja terhadap karyawan. Populasi penelitian ini berjumlah 93 orang dengan menggunakan teknik random sampling. Sampel penelitian ini terdiri dari karyawan bagian pengiriman PT. JNE Express Cabang Utama Medan berjumlah 93. Teknik pengumpulan data mendalam skala format likert digunakan dalam survei ini.
Analisis Faktor Human Error Terhadap Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Konstruksi
Regita Cahyani;
Susilawati
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 7 (2024): GJMI - JULI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59435/gjmi.v2i7.669
Sektor Konstruksi merupakan sektor dengan risiko kecelakaan yang lebih besar dibandingkan dengan pekerjaan di sektor lain. Angka kecelakaan secara global cukup mengkhawatirkan dan secara statistik kematian akibat kecelakaan kerja pertahun sebesar lebih dari 2,78 juta orang dan dua per tiga (2/3) terjadi di negara Asia. Menurut data ILO pada tahun 2018, lebih dari 1,8 juta kematian terjadi di kawasan Asia dan Pasifik dan tercatat 374 juta kejadian cedera dan penyakit akibat kerja setiap tahunnya yang mengakibatkan absensi kerja. Penelitian ini menggunakan metode literature review, penelitian ini mengkaji berbagai studi dari tahun 2019 hingga 2024 yang diambil dari Google Scholar dan Portal Garuda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab human error yang berkontribusi terhadap kejadian kecelakaan kerja pada pekerja konstruksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti kurangnya pelatihan, rendahnya tingkat pendidikan, dan kurangnya pengalaman kerja berkontribusi signifikan terhadap human error. Penelitian ini menyoroti pentingnya pelatihan keselamatan kerja (K3) dan penerapan manajemen keselamatan yang efektif untuk mengurangi kejadian kecelakaan kerja.
Analisis Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Nelayan Penangkap Ikan Di Indonesia
Ade Irma Seftyani Lubis;
Susilawati
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 7 (2024): GJMI - JULI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59435/gjmi.v2i7.678
Nelayan penangkap ikan adalah sebuah pekerjaan di atas permukaan perairan, dimana nelayan penangkap ikan berisiko tinggi untuk mengalami kecelakaan akibat kerja ataupun penyakit akibat kerja. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan suatu kegiatan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman melalui peningkatan dan pemeliharaan kesehatan jasmani dan rohani serta kondisi sosial pekerja. Hal ini secara khusus bertujuan untuk mencegah atau mengurangi insiden dan penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau bagaimana penerapan keselamatan kerja pada nelayan penangkap ikan di indonesia. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka. Dimana sumber pustaka berasal dari pencarian di google schooler, dan PubMed yang diterbitkan dalam bahasa inggris atau indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecelakaan kerja yang dialami nelayan adalah terpeleset/jatuh, terpotong/tertusuk, tertimpa benda jatuh, dan kejadian lain seperti luka bakar/luka akibat ledakan atau tertimpa mesin kapal. dan kecelakaan tersebut menyebabkan cedera fatal dan nonfatal. Sebagian besar nelayan hanya menderita satu luka. Sementara yang lain mengalami banyak luka dalam kecelakaan tersebut. Jenis luka yang sering dialami nelayan adalah patah tulang, luka ringan, luka ekstremitas atas, keseleo, luka bakar, amputasi bahkan luka intrakranial.