Claim Missing Document
Check
Articles

Corak Pendidikan Islam Nusantara Ubaidillah; pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 5 No 1 (2023): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v5i1.309

Abstract

Ketika Islam masuk nusantara, sudah terdapat peradaban yang berkembang maju, Singosari, Sriwijaya, Sunda, dan Majapahit adalah kerajaan-kerajaan dengan peradabannya yang tinggi, termasuk di bidang pendidikan. Lembaga pendidikan yang ada di nusantara saat itu adalah dukuh, yaitu lembaga pendidikan yang diperuntukkan bagi calon pendeta Syiwa-Brahmana. Sistem pendidikan ini kemudian diadopsi oleh Wali Songo untuk mengajarkan Islam kepada para muridnya. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif-filosofis-liberary, dimana bahan dan data bersumber dari data-data perpustakan yang didekati secara deskriptif dan filosofis. Data primer dari penelitian ini adalah video Simposisium Nasional Islam Nusanatara. Hasil analisis menemukan, bahwa adopsi sistem pendidikan dukuh telah melahirkan corak tersendiri bagi pendidikan Islam nusantara. Corak tersebut antara lain: 1) sikap murid terhadap guru, dimana seorang murid harus memberi pnghargaan yang tinggi terhadap gurunya; 2) sikap hidup yang harus dijalani santri dengan menjaga diri segala hal yang kurang baik; 3) pendidikan Islam nusantara telah melahirkan muslim yang mampu mendialogkan nlai ideal Islam dengan realitas sosial sehingga dapat melahirkan Islam yang ramah
Historis Pesantren dalam Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia Badriyah, Laila; pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 3 No 02 (2021): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v3i02.319

Abstract

Pondok pesnatren merupakan bagian miniatur dari Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia yang memiliki sejarah Panjang dan kaya. Kontribusi pesantren nyata adanya dalam membangun peradaban di Indonesia degan karakteristiknya yang tidak akan lekang oleh zaman dengan elemen: masjid, kyai, pondok, santri dan kitab kuning. Pesantren mempunyai keunikan tersendiri dalam meningkatkan Lembaga Pendidikan Islam, untuk mempertahan eksistensiya dalam pengaruh globalisasi. Pemerintah dengan Kebijakannya membpunyai andil dalam mempertahan eksistensi pesantren yang berkaitan dengan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan Islam yang berkualitas. Pesantren melakukan rekontruksi dalam bidang Pendidikan dengan melakukan reformulasi keilmuan, maka muncullah kelembagaan dari IAN menjadi UIN. Regulasi tersebut merupakan dedikasi pesantren untuk melahirkan anak-anak bangsa yang cerdas, kreatif, memiliki skill dan kecakapan hidup profesional, agamis, serta menjunjung tinggi moralitas. Kata Kunci: Historis, Pesantren, Lembaga pendidikan Islam,
Multikultural dalam Pendidikan Islam Badriyah, Laila; pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 3 No 01 (2021): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v3i01.320

Abstract

Pendidikan Islam multikultural pada hakikatnya adalah pendidikan yang menempatkan multikulturalisme sebagai salah satu visi pendidikan dengan karakter utama yang bersifat inklusif, egaliter dan humanis, namun tetap kokoh pada nilai-nilai spiritual dan ketuhanan yang berdasarkan Alquran dan as-Sunnah.Pendidikan Multikultural merupakan isu sangat strategis dan penting untuk dibahas karena sebuah bangsa lahir dari multikultural, sehingga pengelolaan pendidikan multikultural atau keanekaragaman budaya menjadi pendorong bagi perkembangan dan kebaikan sebuah bangsa. Pendidikan multikultural adalah proses penanaman tatacara hidup menghormati, tulus, dan toleran terhadap keanekaragaman budaya yang hidup di tengah-tengah masyarakat plural.
Peran Kelembagaan dalam Pengembangan Pendidikan Islam di Indonesia Syaifuddin; pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 3 No 02 (2021): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v4i2.334

Abstract

Islamic education has been rapidly growing in Indonesia. This development can be attributed to the diverse institutional roles of Islamic education in the country. Through literature reviews and content analysis of existing literature, it has been discovered that the roots of Islamic education in Indonesia trace back to the introduction of Islam in the region. The dissemination of Islamic education initially began through informal educational institutions like mosques, surau, langar, and similar places, along with the spread of Islamic teachings in general. These informal educational institutions later evolved into non-formal educational institutions, such as Islamic boarding schools (pondok pesantren). Non-formal educational institutions, in turn, developed into formal educational institutions like madrasahs and other Islamic schools. All of these Islamic educational institutions play a vital role in the development of Islamic education in Indonesia. It can be firmly stated that the institutional aspects of Islamic education are crucial for its advancement in the country.
Mendorong Evaluasi Diri Retrospektif Positif Mahasiswa dengan Implementasi Strategi Motivasi Irma Soraya; pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 3 No 01 (2021): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v3i01.360

Abstract

This research discusses a study on the motivational strategies employed by instructors to inspire English Language Education students at UIN Sunan Ampel Surabaya, particularly focusing on the phase of encouraging positive retrospective self-evaluation. This qualitative study involved two instructors as research subjects, with student participation in the data collection process. Methods utilized included interviews, classroom observations, stimulated recall, and focus group discussions. Findings revealed that both instructors employed strategies of constructive feedback and recognition for students. However, one instructor did not showcase student work as a form of recognition. The use of the native language also played a role in the implementation of motivational strategies. The limitations of this study suggest that future research should explore other stages of motivational strategies and other factors influencing student motivation and instructor strategies.
Penguatan Aswaja An-Nahdliyah Berbasis Qanun Asasi KH. Hasyim Asy’ari Pada Diklat Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Pungging Ahmad Muzakki Al Mahbubi; Imron Arifin; pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 5 No 1 (2023): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v5i1.361

Abstract

The planting of Aswaja in the GP Ansor Training and Training is a program of the GP Ansor Leadership of Pungging Branch Children which is given to all its members. With their young age, all members of the GP Ansor, Head of the Pungging Branch, are expected to become people with good moral character. The focus of this research is the points in the Qanun Asasi, strategies for strengthening and implementing aswaja an nahdliyyah based on the Qanun Asasi KH Hasyim Asy'ari in the Ansor youth movement training, Pungging sub-district. This type of research is field research which is used to obtain the data needed to study how to strengthen Aswaja An-nahdliyah based on Qanun Asasi in the Ansor youth movement training in Pungging District. The results of this research are that: (1) The points in Qanun Asasi in chapter xii article 31 explain that Muslims have the right and obligation to receive Islamic education and teaching facilities. (2) Strategy for planting Aswaja by spreading the wings of organizations based on aswaja and nahdliyah and holding formal and non-formal activities such as training, prayers and pilgrimages. Ansor cadres who are involved in educational institutions also use the same strategy by inviting students to pray, do dhikr and include Aswaja lessons. (3) Strengthening the planting of aswaja is carried out by means of training, rakerancab, shalawat, dhikr and pilgrimage.
Penggunaan Kitab Kuning sebagai Sumber Belajar Fikih di MTs Al-Washliyah Insanul Kamil Muhammad Iqbal Hafiz; Khairunnisa; Rizki Nazlia; pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 4 No 01 (2022): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v4i01.362

Abstract

The usage of the Kitab Kuning as a fiqh resource at MTs Al-Washliyah Insanul Kamil is covered in this article's abstract. This article's discussion is on the application of instructional strategies, learning assessment, and the advantages of studying Fiqh from the yellow book. This essay was written using a case study approach along with qualitative research methodology. The location of this study is MTs Al-Washliyah Insanul Kamil. In this study, documentation, interviews, and observation are the methods used to collect data. The study's findings demonstrate that MTs Al-Washliyah Insanul Kamil instructs students in Fiqh using the wetonan approach when teaching the yellow book. A summary.Teachers utilize formative, summative, and practical assessments to gauge students' knowledge, comprehension, and skill levels in relation to learning outcomes. Finally, research findings indicate that using the yellow book to learn Fiqh has numerous advantages. For example, students can acquire indepth knowledge about worship since it is derived directly from the Arabic text, which helps them avoid understanding errors. Additionally, learning about Arabic grammar is provided, and it serves as a link to previous teachers' sanad.
Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam Mohamad Rosid; Ifan Ali Alfatani; pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 4 No 01 (2022): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v4i01.372

Abstract

Kepemimpinan kepala madrasah diartikan sebagai model atau macam-macam kepemimpinan kepala madrasah yang sesuai dengan situasi dalam rangka mempengaruhi, mengarahkan, membimbing kepada bawahan dengan cara memperkuat keyakinan, dukungan, dorongan dan kerjasama dalam rangka mencapai sasaran dan tujuan lembaga pendidikan. Pengembangan suatu lembaga pendidikan bergantung kepada kualitas kepala madrasah sebagai pemimpin pendidikan karena faktor yang sangat penting dalam proses pendidikan adalah lembaga pendidikan yang berkualitas, maka dengan lembaga pendidikan yang berkualitas secara otomatis akan dapat mencetak generasi yang berkualitas pula. Menurut jenisnya penelitian ini termasuk penelitian kualitatif diskriptif dengan pendekatan fenomenologis. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, interview, dokumentasi, angket. Dan analisa datanya adalah diskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas kepemimpinan kepala madrasah di MTs NU Mojosari diantaranya mempunyai tanggung jawab yang kuat seperti mengakui kekurangan dan kesalahan dalam segala aktifitasnya sebagai kepala madrasah, mengikutsertakan seminar dan penataran yang berada di luar sekolah serta mempunyai keberanian dalam mengambil keputusan. Dan usaha-usahanya yaitu dengan mengembangkan kurikulum, SDM, sarana prasarana dan peran serta masyarakat. Adapun faktor pendukungnya adalah sarana prasarana yang menunjang, guru dengan adanya kebersamaan dalam pengelolaan kurikulum dan proses belajar mengajar. Disamping itu sebagai faktor penghambatnya adalah masalah guru, dana, kemampuan dan jiwa psikologis siswa yang berbeda-beda serta peran serta masyarakat yang masih rendah.
Intelegensi Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Melakukan Inovasi Pendidikan Rasuli; pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 4 No 01 (2022): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v4i01.373

Abstract

Manajemen pendidikan adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana menata sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara produktif dan bagaimana menciptakan suasana yang baik bagi manusia yang turut serta didalam mencapai tujuan yang disepakati. Dalam kaitannya dengan pengembangan pendidikan, kepala sekolah mempunyai peran dan tugas yang sangat penting. Hal ini dikarenakan kepala sekolah sebagai seorang pemimpin merupakan salah satu faktor yang mendorong bagi kemajuan dunia pendidikan. Metode yang penulis gunakan dalam penulisan skripsi ini diawali dengan penentuan subyek penelitian, kemudian pengumpulan data menggunakan metode interview, observasi dan dokumenter, serta analisis data yang digunakan adalah diskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diperoleh kesimpulan bahwa (1)Tentang kepemimpinan kepala sekolah MAN Kandangan Kab. Kediri sebagai seorang pemimpin yang terbuka dan dinamis mau menerima masukan dari bawahannya dalam pengambilan keputusan. Beliau juga mempunyai tanggung jawab yang sangat penting, memiliki kemampuan-kemampuan dan ketrampilan, diantaranya adalah: mempunyai kemampuan dalam mengorganisasi baik kepada staf maupun pada karyawan lainnya, mempunyai kemampuan untuk membangkitkan dan memupuk kepercayaan pada diri sendiri maupun pada guru yang lain, mempunyai kemampuan untuk mendorong serta membimbing para guru dan staf lainnya, serta mempunyai kemampuan dalam membentuk kerjasama antar sesama tenaga pendidik dan dengan instansi-instansi terkait. (2) proses inovasi manajemen pendidikan di MAN Kandangan Kab. Kediri meliputi inovasi dibidang kurikulum yaitu perubahan kurikulum 1994 ke kurikulum berbasis kompetensi dan sistem full day masuk mulai pukul 06.45-15.05, sarana dan prasarana yaitu penambahan bangunan gedung sekolah dan penambahan 5 unit komputer, buku-buku perpustakaan , manajemen keuangan, strategi belajar mengajar, pengelolaan siswa, dan pengelolaan tenaga pendidik. (3)Tentang faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat kepemimpinan kepala sekolah dalam melakukan inovasi Manajemen pendidikan di MAN Kandangan Kab. Kediri adalah: faktor pendukungnya: adanya kegigihan usaha dari para tenaga pendidik di MAN Kandangan Kab. Kediri dalam menciptakan madrasah yang berkualitas yang mampu menjawab tantangan dimasa datang, faktor internal dan eksternal dimana faktor internal meliputi kepala sekolah, guru, siswa, sedangkan faktor eksternalnya meliputi orang tua dan lingkungan yang kondusif, faktor sistem pendidikan, adanya perencanaan jangka pendek dan jangka panjang. Perencanaan jangka pendek misalnya: perbaikan kurikulum, sedangkan perencanaan jangka panjang misalnya: pembangunan dan penambahan gedung sekolah, dan sebagainya. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu minimnya dana yang tersedia serta terbatasnya sarana dan prasarana. Namun hal ini dapat ditutupi dengan adanya pengadaan dana melalui sumbangan wajib dari wali murid, serta permintaan subsidi dari pemerintah.
Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam Zainal Abidin; Ifan Ali Alfatani; pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 4 No 2 (2022): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v4i2.374

Abstract

Masalah pendidikan adalah masalah yang sangat penting dalam kehidupan baik dalam kehidupan dalam keluarga atau bangsa dan negara. Maju mundurnya suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh kondisi pendidikannya. Di Indonesia telah berusaha meningkatkan mutu pendidikan pada semua jenjang pendidikan tetapi usaha tersebut masih banyak mengalami kendala, terutama dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di Madrasah. Peningkatan mutu pendidikan di madrasah sangat terkait dengan upaya perbaikan. Perbaikan tersebut dilakukan dalam bentuk pembaharuan kurikulum disesuaikan dengan perkembangan dunia Global. Seperti kurikulum 1994 yang berbasis materi diganti dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang berorientasi pada pencapaian-pencapaian kompetensi. Mendesain kurikulum pendidikan dalam konteks kekinian memang sebuah tuntutan yang mutlak dilakukan. Berangkat dari tujuan dampak Globalisasi terhadap sendi-sendi kehidupan memeng cukup menghawatirkan bagi generasi bangsa. Kalau kurikulum pendidikan saat ini masih terhegemoni oleh paradikma lama, berarti pendidikan belum melihat kebutuhan masyarakat akan output pendidikan yang berorientasi pada siswa yang memiliki kompetensi. Salah satu lembaga pendidikan yang resah terhadap keadaan tersebut adalah MTs Surya Buana Malang. Keresahan tersebut diwujudkan melalui Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Hal ini mengantarkan peneliti yang berjudul Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dalam meningkatkan Mutu pendidikan Agama Islam (PAI) di MTs Surya Buana Malang. Kajian dan pembahasan skripsi ini bertujuan untuk 1. Mengetahui bagaimana Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam (PAI) di MTs Surya Buana Malang.2. Faktor apa yang secara sistematis terkait dengan Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam meningkatkan mutu Pendidikan Agama Islam (PAI) di MTs Surya Buana Malang.Agar tujuan tersebut tercapai dengan baik dan sempurna, maka penulis atau peneliti menggunakan pendekatan literatur dan kajian empiris atau penelitihan lapangan. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan alat analisis deskriptif kualitatif, di mana data-data yang telah dihasilkan baik secara teoritis maupun empiris disajikan dalam bentuk kata-kata atau kalimat secara benar dan jelas sesuai dengan proses yang terjadi di lapangan. Selain itu, penelitihan metode kualitatif dengan jelas studi kasus ini menggunakan tiga tekhnik pengumpulan data yaitu: 1) wawancara, 2) observasi, 3) dokumentasi. Hasil penelitihan ini menunjukkan bahwa guru PAI terus mengupayakan peningkatan mutu Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui kurikulum berbasis kompetensi(KBK). Pelaksanaan tersebut dilakukan melalui berbagai hal yang terkait dengan pengajaran, yaitu meliputi pembuatan buku mata pelajaran,pembuatan modul, evaluasi silabus, pelaksanaan balajar responsif, pembiasaan praktek ibadah, peleksanaan MGMPAI. Selain itu pelaksanaannya dilakukan melalui pelatihan-pelatihan, workshop, dan seminar. Pelaksanaan tersebut ditunjang oleh program kerja waka kurikulum yanh sangat mendukung terhadap pelaksanaan KBK, serta Kepala Sekolah yang perduli terhadap kebutuhan sarana dan prasarana. Pelaksanaan dari segi sarana prasarana meliputi pembuatan bengkel belajar, penyediaan media dan fasilitas belajar yang mencukupi, penambahan buku perpustakaan. Pelaksanaan tersebut ternyata masih kurang bagi guru PAI di MTs Surya Buana Malang, untuk itu guru PAI di MTs Surya Buana Malangterus mengusahakan dan melengkapinya. Terdapat permasalahan dalam peleksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam meningkatkan mutu oleh guru PAI meliputi adanya guru PAI yang statis serta adanya jabatan guru yang tidak tetap. Kesimpulannya adalah bahwa Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dalam Meningkatkan Mutu PAI dengan segala perangkat yang dibutuhkan, walaupun masih terdapat penataan dan pembaharuan mengenai kekurangan yang ada pelaksanaan tersebutakan semakin mantap dengan kerjasama masyarakat sekolah dan komotmen guru PAI untuk selalu meningkatkan kualitas dan inovasi pendidikan.
Co-Authors , Masykur H. Mansyur ., Fahrudin ., Ihya’ Ulumuddin ., Jeprianto ., Khoirunnisaa’ ., Mudiyono ., Rumina ., Zainab A'yun, Qurroti Abd. Latif Abdillah Dimas Pratama Abdul Gani Jamora Nasution Abdul Ghofur Abdul Kosim, Abdul Abdurrohim Abdurrohim Abdurrohim, Abdurrohim Abidin , Jaenal Abidin, Jaenal Ach. Husaini Achadah, Alif Achmad Junaedi Sitika Achmad Muhajir SAM Achmad Muhibin Zuhri Achmat Mubarok Ade Indriany Afriani, Risa Agusten Agustin, Cindy Ahmad Faisal Ahmad Marzuki Ahmad Ma’ruf Ahmad Muzakki Al Mahbubi Ahmad Zuhdi AHMADI Aini Farida, Nur Ainurrofiq, Machbub Ali muhajir, Ali Ali Mustofa Ali, M. Makhrus Alya Navida Nurita Amaliya Nasucha, Juli Amalya, Kanaya Amelia, Vernelysa Amirudin Amril M, Amril M Amrillah, Rizki Anaya, Alvi Angraeini, Naal Hira Anisah, Rafiqatul Anisak, Siti Darojatun Anugrah, Vivian Apriani, Ellita Ardhilani, Arivia Ardiningrum, Aufaa Dzakiy Ardiyansyah, Nanda Ari Dwianto, Ari Arief Azizi Arief Wirawan Arif Rahman Arlina Arlina, Arlina Arnadi Arnadi Arnadi, Arnadi Arrumaisha Fasya Nuriy Aryanti, Dewi Asmuri, Asmuri Astuti Darmiyanti Asyikin, Nurul Asyrof Syafi'i Atiqah Qudsiyah Aulia Rahman, Nadila Aulia, Salsabila Ayuni, Audy Aziz, Nurul Azmi Azzahra, Amalia Azzara, Anggi Putri A’yun, Qurroti Badriyah, Laila Badrun Taman Badrus Zaman Badruttamami, Badruttamami Baehaqi Bariah, Oyoh Bella Sukma, Adriana Hanny Betti Megawati Bisri Mustofa Budi Sudrajat choir, miftachul damanhuri , Damanhuri Darim, Abdu Darmayanti, Hj. Astuti Daud, Fauzi Ahmad Daulay, Afrahul Fadhila Debibik Nabilatul Fauziah Dedek Ardiansyah Deshi Karunia Hajarwati Desra Reifka Rhaudia Devina Kuncoro, Rhaudhatuljannati Devita Aulia Putri Devita Yanti, Kartika Dewi Nur Fariida Dewi Pertamasari Dewi, Eva Dhitami, Dhitami Dian Farda Al Hasani Dodi Edy Purwanto Eka Rahma, Annisa Salsabila Aprilia Eka susanti Eka Yusnaldi Eki Waluyo, Kasja Elisya Laesya Tasya Elsa Nurfadiyah Endang Retnowati Erna Widyastuti Fadillah Putri Adeana Fadiya, Nasyia Alifa Fadriati Fadriati Fahira mutia kirana Faizin, Nurul Farida, Nur Aini Faruuq Trifauzi Fatiatun Fatimatuzzahro, Rima Fauzi Tamami, Hanif Fauziah , Adinda Nur Fauziah, Debibik Nabilatul Fauziyah, Lana Febrianti, Putri Silvia Ferawati, Dewi Fihris Filkhoiriya, Afifah Findah Nur Hamidah Firda Al-Vina Firdausih Firdausih, Firdausih Fitra Audina Fitri Selviah Fitria Mauilida Frezzi Ramadhan Syah Furdianto, Muafan Gatot Marwoko Chahya Ansyani Gatot Sujono, Gatot Ghozali, Solchan Habibie Ramadhan, Habibie Hadi, M Nur Hafidz Rifqi Hafiidh, Muhammad Hakim, Robiah Umi Halimah Halimah Hanif Maulaniam Sholah, Hanif Maulaniam Hanifuddin Mahadun Hanik Yuni Alfiyah Hanik Yuni Alfiyah, Hanik Yuni Hanum OK, Azizah Haq, Zulfikar Emir Harahap, Adek Saputra Harsoyo, Roni Hartono, Febri Hasibuan, Hafnan Aziz Hasibuan, Najwa Naumira Hasibuan, Salsa Bila Hasima Harahap Henny Saraswati Henny Saraswati Herin Supardi Herrian, Aulia Dwi Putri Herwani . Hidayati Murtafiah, Nurul Hidayatullah, Rendra Nur Iman Hinggil Permana Holis, Khoirul Hosna, Roifatul Humairah, Nabila Husaini, Muhammad Zahdi Husnah, Asmaul Ibrahim, M. Maulana Idi Warsah Ifan Ali Alfatani Ihya` Ulumuddin Ihya` Ulumuddin, Ihya` Ihya` Ulumuddin, Ihya` Ulumuddin Iin Wahyu Mahmuda Ika Ramadhani Ikhlasul Amalia, Riza Ikhwanuddin, Muhammad Ilma Fauziah ilmaknuna, Lulu Ilun Mualifah, Ilun Imam Fauji, Imam Imam Sukardi Imron Arifin Inayatur Rosyidah Indana, Nurul Indriana Dewi Mawarni Marpaung Indriana Pitaloka Indriani,, Sinar Mahardika Iqtianti, Haniefah Irfa Waldi Irma Soraya Isa Anshori, Mochammad Ismail Istiqomah, Fida Ulil Iswari Maghfiroh, Dana Iwan Hermawan Jaelani Jaenal Abidin Jahro Muniro Jailani Syahputra Siregar Jannah, Eni Miftahul Jayid, Ruwaidan Karnia, Nia Karyawati, Lilis Kasidi, Reyhandika Kusnul Kasja Katra Pramadeka Khairunnisa Khoir, Muhammad Ikhsanul Khoiri, Muhammad Mirzaq KHOIRUL ANWAR kholilurahman, Muhammad fadil Khoridatunnida Khoridatunnida, Khoridatunnida Khotimah, Maulidy Putri Khusnul khusnul khotimah Kirana Kurniawati , Lilis Laila Badriyah Laili Agustinaning Galuh Muninggar Landy Arief Syaputra Larasati, Septri Layli Musyfiroh Liansyah Lidya Febrianty Lubis, M Ridho Lucky Damara Yusuf Luhlu Zahara M Ilham Firdaus M Jamhuri, M Jamhuri M, Amril M. Anang Sholikudin M. Daud, M. Daud M. Jamhuri, M. Jamhuri M. Makbul M. Mudlofar M. Rofik Fitrotulloh Ma'ruf, Ahmad Maghfirah, Dewi Nazilatul Maha, Mhd. Zulfadi Mahadun , Hanifuddin Mahmuda, Muhammad Manshur, Masykur Mansyur, Masykur Mansyur, Masykur H. Marini, Niken Seviana Masfufah Mas’udah Mas’udah, Mas’udah Mathlaul Pajri Matondang, Muhammad Alfaridzi Maulida, Najmi Maulidya, Farah Nida Ma’ruf, Ahmad Ma’sum , Toha Meuthia Putri Meutiah Khairani Harahap Miftahir Rizqa Mimin Maryati Moh. Ali Moh. Isbir Mohamad Rosid Mohammad Amin Mohtarom, Ali Muadzah, Alya Muawanatul Hasanah, Siti Mubarok, Achmat Mubarok, Wildan Nur Muchamad Ifan Maulana Mudlofar, M. Mufaizah Muhamad Afandi MUHAMMAD FAHMI Muhammad Fiqri Alwi Muhammad Heru Hresnawanza Muhammad Ikhwanuddin Muhammad Iqbal Hafiz Muhammad Miftah, Muhammad Muhammad Nur Hadi Muhammad Nur Hadi Muhammad Ruslan Muhammad Syaifuddin Muhammad Yusron Maulana El – Yunusi Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi Muhammada Muhammada, Muhammada Muhtarom, H.Ali Muji Munawir Munawir Munawir Murdianto Murdianto, Murdianto Musthofa, Abdul Mu’thi Mustofa, Taufik Muthoharoh, Miftakhul Mutiara Fajriatu Aprilia Muzdalifah Nabila, Putri Nabila, Tri Yunita Nadia Nura Salma, Nafisa Zahira, Alma Nafisa, Nadia Zayyanan Naili Tsamrotul Mufidah Nainggolan, Hendra Najwa, Ari Sabila nasikhin Naufal, Muhammad Fatur Rafi Nawawi, Muhammad Ruston Neng Ulya Nia Kurnia Nirzal Sunardi Nugraha, Danyu Nur Azizah Nur Azizah, S. Fitriyah Nur Imama Jamil Nur Maghfiroh, Alyadita Nur ‘Azah, Nur ‘Azah Nurabiyah, Nurabiyah Nuraini Nurasia Nurdiana, Whan Nurfadillah, Nuke Nurfauziah, Nabilla NURHASAN Nurhasan Nurhasan, Nurhasan Nuriya Maslahah Nurjanah, Nike Nurlaeli, Acep Nurma Yunita Nurman Nursalimah Nursayidah, Didah Nurseha, Raflie Nursikin Nursikin , Mukh Nursikin, Mukh. Nurul Fadhilah Ramadhani Nurul Hasanah Nurul Hasanah Nurul Indana Nurwijayanti Nuryati Nuryupa okhman, Mauhibur Parulian Sibuea Parwanto Pasaribu, Sriwahyuni Pasmah Candra Pebri, Mitta Prastiwi, Anida Elika Pratama, Aufar Rifqi Pratama, Hidayatullah Akbar Pratama, Muhammad Rusfiansyah Puput Meilanis Puspa Rahayu, Puspa Putri nur aisyah Putri, Rika Amalia Qirsy Halimatus Sa’diyah Qomariyah Ulfa Qudus Nofiandri Eko Dwi Sucipto Qurroti A’yun Rachmah Khairunnisa Rahayu, Indah Rahayu, Windi Ovi Sri Rahma Sinta Rahmadani , Dini Ramadhan , Habibie Ramdani, Muhammad Rasuli Riansyah, Riansyah Ridha, Zaifatur Ridho Akbar Ridwan Akbar Ramadhan Rina Rirqa, Miftahir Risa Risnawati Risnawati Risnawati Ristianah, Niken RIZKI DWI LESTARI Rizki Nazlia Robianna Harahap Rodia Tammardia Siregar Rofiq, Ahmad Ainur Rofi’ah, Erma Athiyatur Rohma, Cholifatur Rohman , Rofiq Nur Rohman, M. Imdadur Romadhon, Nisfi Rosdiana Rumina Ruslan Wahyudi, Undang Rusmaida, Cici Rusydi Ruwaidah Saefullah Azhari Safitri, Anita Saida Hashina Saini , Mukhamat Salmah, Nur Salsabila Nurfitria Salsabila, Firdausi Maulidiyah Salsabila, Maya Sari, Delvina Sari, Dwi Kurnia Sayyid Ahmad Haqqin Nazil Selviza, Dinda Senata Adi Prasetia Setiawan, Bahar Agus Setiono, Agus Sholikhudin, Anang Sholikhudin, M Anang Sholikhudin, M. Anang Silvia, Atik Sinaga, Devi Yusnila Sinorowati, Citra Wulan Siregar, Muthomainnah Siti Ainurrohmah Siti Aisyah Nurjannah, Siti Aisyah Siti Khairani SIti Kholida Siti Kholidatur Rodiyah Siti Kulsum Siti Norhasanah, Siti Siun Rohan Siun Ruhan Solchan Ghozali Solikhudin, Anang Sopian, Novi Fadhilah Sopyan Sri Rahmayanti Berutu Sriwahyuni Pasaribu sugeng Sejati Sulfatun Naimah Supatmi Suriadi Suriadi Suriadi Suwatah Suwistiyonengsih Syafina Maulani Syahputri, Leli Syahri ., Syahri Syaifuddin Syaifuddin , Syaifuddin Syaifullah Syamsuddin Syarif Hidayat Tajuddin Nur Tajudin Nur Tatik Safiqo Tegar Difa Alhaqi, Muhamad Tehedi, Tehedi Thoha, Muhammad Akbar Triana Rosalina Noor, Triana Rosalina Ubabuddin Ubabuddin, Ubabuddin Ubaidillah Ubaidillah , Ubaidillah Ubaidillah ., Ubaidillah Ulumuddin, Ihya’ Undang Undang Usman Vaula Putri Dwi Kurnia Wahyu Hidayat Wahyudi . Wati, Flora Ambar Wenty Septria DS Widiyastuti, Ananda Vibra Widura, Salsabila Weka Wijono, Hani Adi Winda Amelia Putri Wiwin Fachrudin Yusuf Wulandari, Riya Tri YM, Khairuddin YULIANI Yuliastutik Yuni Alfiyah , Hanik Yunita, Tiara Yusniaini, Alisah Yusuf, Achmad Yusuf, Lucky Damara Zahra Azzura Jaffa Zahro, Umniiatuz Zainab, Nurul Zainal Abidin Zainudin Zainudin Zamroni, Afif Zuairiyah, Zuairiyah