Articles
PEMIKIRAN AHMAD SYAFII MAARIF TERHADAP KEDUDUKAN PEREMPUAN DALAM POLITIK
Fatmawati Fatmawati;
Latifah Anwar
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 5, No 2 (2020): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/muaddib.v5i2.191-197
This paper aims to examine the views of Ahmad Syafii Maarif on the position of women in politics according to Islamic teachings. The data were collected from his two books 'Islam dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan: Sebuah Refleksi Sejarah' revised edition and 'Titik-Titik Kisar di Perjalananku: Autobiografi Ahmad Syafii Maarif'. The findings show that his family background and education have formed his concern to the position of women in family, society, and politics as well as women’s rights according to Islamic teachings. In Islam, the position of women and men are equal. Women have the same rights to be political leaders as men. In politics, women are entitled to become leaders on the conditions that (1) they have excellent abilities; (2) moral, which is pious and upholding justice; (3) (preferably) over 40 years of age; and (4) obtaining husband's permission.
Perkembangan Sosio-Emosional pada Pembelajaran Daring di MI Ma’arif Darussalam Plaosan Klaten
Muhamad Farizal;
Maemonah Maemonah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 8 No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36835/modeling.v8i1.680
Social and emotional development is very important to children's intelligence in the socio-emotional aspect. The purpose of this study was to find out the development of socio-emotional intelligence in elementary school students through online learning. This research uses qualitative research type. The method used is descriptive qualitative method. By using data collection techniques in the form of unstructured interviews. In this study, it was conducted by interviewing ten parents of grade 6 students of MI Ma'arif Darussalam Klaten to get information about existing problems by using interview techniques through social media based on WhatsApp due to the current pandemic conditions. Then, analyze and study related theories. The author presents the findings of the data objectively and systematically through descriptive data analysis techniques. The subjects of this study were 10 students and families of grade 6 students at MI Ma'arif Darussalam Plaosan Klaten. The result of this study is socio-emotional intelligence is the ability that a person has to be able to recognize themselves, be able to perform social relationships, control impulses and be able to use his feelings to respond to his or her environment.
CONTEXTUAL LEARNING FOR BASIC EDUCATION: THE HISTORY AND PHILOSOPHY
Maemonah Maemonah;
Siti Anisatun Nafi'ah
Sunan Kalijaga International Journal on Islamic Educational Research Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Pascasarjana Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/skijier.2017.2017.11-04
Discourse models or contextual approaches as part of the learning concept, which is still dwelling on the dimension of implementation either in the context of certain subjects or in the context of a particular class or school. Such in current conditions the assumption from educators’ scopes that contextual learning as something perfect, independent and in accordance with the present reality. The limitation of understanding gives impact to a closed mind. By those reasons, this paper seeks to explore the idea of contextual learning or which is often called as Contextual Teaching and Learning (CTL) both in terms of historical and philosophical dimensions. Based on the historical approach, contextual learning as a solution as well as a criticism of the stagnation of the constructivism flow in the face of global competition in the third era nowadays. However, the root of pragmatism is very strong in contextual learning. Therefore, in terms of philosophy, the discourse of contextual learning has been focused on the issue of education substance rather than the education values so that in the realm of its application in Indonesia, contextual learning should be given a critical note to be truly in accordance with the culture and behavior of Indonesian society.
EARLY CHILDHOOD EDUCATION: COMPARATIVE STUDY OF ABDURRAHMAN AN-NAHLAWI AND MARIA MONTESSORI
Aghnaita Aghnaita;
Maemonah Maemonah
Sunan Kalijaga International Journal on Islamic Educational Research Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Pascasarjana Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/skijier.2018.2018.22.05
This research is based on the view that early childhood education is a fundamental aspect of the direction of the child's life. On the other hand, the development of educational theory has an impact on the direction of progressive thinking on the pattern of education. The presence of serious attention to the golden age of children also determine an appropriate approach in the learning activities undertaken. The importance of the issue invites various views of educational leaders both from the West and the East, not least Abdurrahman An-Nahlawi and Maria Montessori. Both figures have contributed to the development of education for children from different perspectives. Based on the above, this research is directed to examine the thoughts of both into an alternative paradigm of Early Childhood Education. This research is a type of literature research with a philosophical, historical, and psychological approach. While the data are analysed using content and comparative analysis and using the inductive-deductive method in making conclusions. Based on the results of the research can be obtained: The educational concept of Abdurrahman An-Nahlawi for Early Childhood is based on the Shari'a of Islam as the perfect manhaj Rabbani. Thus, the ideal education is based on the Qur'an and Sunnah. Education becomes a means to prepare the child's life as a plenary man and realize the idealism of Islam in daily life. The concept of education Maria Montessori departs on the view of the child as a unique individual and able to construct learning independently. Thus, the need for an environment that is prepared for the development of children. Education is seen as real life for children.
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA MENGGUNAKAN REFRIGERAN R134A DAN REFRIGERAN R404A PADA MESIN BAR ICE CREAM MANUAL MAKER
Sutrisno Sutrisno;
Azharudin Azharudin;
Ferry Irawan
PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Vol 1 No 1 (2015): Jurnal PETRA
Publisher : Politeknik Sekayu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (676.856 KB)
Dari berkembangnya teknologi yang ada saat ini,banyak terciptanya mesin pendingindalam segala bidang dan bentuk. Dari sekian banyak mesin pendingin tersebut tentunya membutuhkan fluida pendingin yang sering disebut refrigranyang mana memiliki nilai guna dan keuntungan yang tinggi.penulis laporan ini bertujuan untuk membandingkan refrigeran dan mengetahui performa pada mesin bar ice cream dengan menggunakan refrigeran R134a dan R404a . Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dan metode literatur. Tahap pertama adalah persiapan,, dilanjutkan pengambilan data. Tahap berikutnya adalah analisis data dan pembahasan, yang terakhir adalah kesimpulan. Proses Pengambilan data temperatur, tekanan, arus listrik, dan tegangan dalam waktu 60 menit dan dilakukan 4 kali data yang diambil menggunakan refrigeran R134a dan refrigeran R404a. Kesimpulan dari penulisan ini yaitu berdasarkan hasil pengukuran dan perhitungan dari refrigeran R134a COP yang di dapat yaitu: 2,93 pada menit ke 15 dan waktu yang seterusnya cendrung konstan dan pada R404a dengan waktu yang sama COP yang di dapat adalah2,03 pada menit ke 15, kemudian performanya mengalami kecendrungan konstan.
ANALISA VARIASI DEBIT AIR SEBAGAI REFRIGERAN SEKUNDER PADA BAGIAN INDOOR UNIT AIR CONDITIONER (AC) TERHADAP PERFORMA SISTEM REFRIGERASI
Baiti Hidayati;
Ferry Irawan;
Apriyansyah Apriyansyah
PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Vol 2 No 1 (2016): Jurnal PETRA
Publisher : Politeknik Sekayu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1107.698 KB)
Air Conditioner (AC) Split 1/2 PK menggunakan media air sebagai secondary refrigeran merupakan salah satu sistem baru pengkondisian dari AC split biasa yang direnofasi pendistribusiannya. AC split 1/2 PK dimodifikasi menjadi AC yang memiliki dua jenis refrigeran, yaitu refrigeran primer (R-22) dan sekunder (air). Dari permasalahan ini, perlu diketahui hubungan antara performansi AC Split dan variasi debit air yang masuk ke evaporator. Sehingga dapat mengetahui pengaruh debit air keluaran dari liquid coolerl menuju evaporator terhadap performansi AC split 1/2 PK menggunakan media air sebagai secondary refrigerant. Penelitian tentang refrigerasi dan tata udara telah banyak di lakukan untuk mendapatkan performansi terbaik, dengan meninjau dari pengaruh komponen utama mesin itu sendiri atau dari luar komponen utama mesin pendingin. Seperti penambahan refrigerant sekunder sebagai fluida tambahan untuk membantu efektifitas dari sistem pendinginan untuk sekala besar dan jumlah debit air yang akan mengalir pada indoor unit AC. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan performa dan efisiensi yang baik dengan mengatur jumlah debit air yang yang mengalir. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah memvariasi debit air keluaran dari liquid cooler menuju indoor unit. Debit air yang divariasikan adalah debit air pada sudut valve dengan bukaan 300, 600, dan 900. Pada tiap bukaan keran diperoleh data berupa suhu kompresor, suhu kondensor, suhu ekspansi, suhu evaporator, tekanan tinggi dan tekanan rendah. Sehingga diperoleh nilai Coefficient of Performance (COP) dan efisiensi. Dari pengolahan data didapatkan COP sebesar 4,8 pada sudut bukaan 900, 4,9 pada sudut bukaan 600 dan 5 pada bukaan sudut 300. Dari hasil perhitungan dan analisis dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan COP pada sistem refrigerasi apabila debit air pada keluaran cooling coil semakin kecil.
PERBANDINGAN EFISIENSI PENDINGIN RUANGAN KAPASITAS 9000 BTU/h ANTARA R-22 DAN MC-22
Ferry Irawan;
Widiyatmoko Widiyatmoko
PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Vol 2 No 2 (2016): Jurnal PETRA
Publisher : Politeknik Sekayu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (152.763 KB)
Pendingin ruangan (AC) adalah mesin pendingin yang berfungsi mendinginkan ruangan dengan prinsipperpindahan panas. Mesin pendingin ruangan ini tersedia bermacam-macam kapasitas, tetapi penulis tertarikmembahas pendingin ruangan berkapasitas 9000 BTU/h. Pada prakteknya diperkirakan bahwa jenis refrigeranmempengaruhi efisiensi pendingin ruangan. Refrigeran R-22 dibuat dari unsur-unsur kimia sedangkan MC-22didapatkan dari alam dan mempunyai karakternya masing-masing. Melalui penelitian ini penulis tertarikmenggunakan refrigeran R-22 dan MC-22. Metode yang digunakan adalah eksperimen, yaitu menggunakan alatyang telah tersedia. Percobaan ini dilakukan dengan meretrofit refrigeran R-22 dengan MC-22. Dari hasilpercobaan didapatkan nilai EER R-22 adalah 9,98 dan EER MC-22 adalah 12,59. Dari perbandingan kedua nilaiEER ini didapatkan kesimpulan bahwa unit AC yang menggunakan MC-22 lebih hemat energi.
PERBANDINGAN KINERJA PADA BLOOD BANK REFRIGERATOR MENGGUNAKAN R-134a DAN MC-134
Haryanto Haryanto;
Ferry Irawan;
Endang Okta Renza
PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Vol 3 No 1 (2017): Jurnal PETRA
Publisher : Politeknik Sekayu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (354.207 KB)
Sistem pendingin pada saat ini telah banyak berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi. Salahsatunya yaitu pada blood bank refrigerator. Isu pemanasan global di bumi menjadi bagian pembatasanpemakaian refrigeran R-134a, dan sebagai gantinya dilakukan retrofit ke jenis refrigeran Hydrocarbon (HC).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dari kedua jenis refrigeran tersebut. Metode Penelitian padablood bank refrigerator ini yaitu membandingkan efisiensi, dan konsumsi energi pada R-134a dan MC-134.Hasil pengujian pada blood bank refrigerator yang didapat adalah nilai efisiensi R-134a =54,96% dan MC-134=86,12%. Hasil pengujian ini membuktikan bahwa refrigeran MC-134 lebih efisien 31,16% dibandingkandengan R-134a serta membuktikan bahwa refrigeran MC-134 (Hydrocarbon) dapat digunakan sebagai penggantirefrigeran R-134a
RANCANG BANGUN MINI REFRIGERATOR UNTUK PENYIMPANAN VAKSIN DENGAN KAPASITAS 2250 BTU/HR
Ferry Irawan;
Tri Widagdo
PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Vol 5 No 1 (2018): Jurnal PETRA
Publisher : Politeknik Sekayu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (155.901 KB)
Mesin refrigerasi dalam perkembangannya sudah menjadi suatu kebutuhan sehari-hari baik untukkebutuhan domestik, komersial, maupun industri. Alat penyimpan vaksin merupakan aplikasi dari mesinrefrigerasi yang berfungsi untuk mempertahankan kualitas vaksin dengan suhu yang sangat rendah agar bakteripada makanan tidak dapat berkembang biak. Kebutuhan vaksin bagi pasien saat ini harus diperhatikankualitasnya agar tetap terjaga dengan baik. Oleh karena itu, vaksin perlu dilakukan pengawetan dengan caramempertahankan temperaturnya sesuai dengan ketahanan vaksin tersebut. Tujuan dari perakitan ini ialah agardapat membuat suatu alat mini refrigerator dengan kapasitas 2250 Btu/hr yang digunakan untuk penyimpananvaksin dan untuk mengetahui proses pembuatan alat penyimpanan vaksin dengan kapasitas refrigerasi 2250Btu/Hr. Metode yang digunakan dalam pembuatan alat penyimpan vaksin ini adalah merancang bangun yangmeliputi perhitungan dimensi, pemilihan komponen, perakitan alat penyimpan vaksin, dan pengujian alatpenyimpan vaksin. Hal tersebut dilakukan agar mesin yang rancang bekerja secara optimal dan sesuai denganyang inginkan. Setelah proses pembuatan alat penyimpanan vaksin, maka proses pembuatan alat penyimpananvaksin ini terdiri dari tiga tahap, yaitu perakitan body, instalasi komponen refrigerasi, dan finishing.
ANALISIS KONSUMSI ENERGI LISTRIK PADA AC SPLIT BERDASARKAN VARIASI KONDISI RUANGAN
Ferry irawan;
Jerry Alfitara
PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Vol 5 No 1 (2018): Jurnal PETRA
Publisher : Politeknik Sekayu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (202.098 KB)
Salah satu upaya dalam penghematan energi pada kinerja sistem dan mengetahui konsumsi energipengkondisian udara adalah dengan melalui audit energi. audit energi yaitu suatu metode untuk menghitungtingkat konsumsi energi, yang mana hasilnya nanti akan dibandingkan dengan standar yang ada. Masalah dalampenelitian ini adalah sesuaikah tingkat konsumsi energi pada sistem pengkondisian udara disuatu ruangantersebut. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu pencapaian temperatur dan seberapa besarkonsumsi daya listrik yang digunakan untuk pengkondisian udara dalam suatu ruangan atau gedung dengankondisi yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen denganmembandingkan empat variasi kondisi ruangan yaitu kondisi kosong, kondisi 3 orang besarta 3 laptop, 5 orangbesarta lima laptop dan variasi ke empat kondisi kosong dengan setting temperatur 20oC. Setelah selesaipengambilan data, didapat daya konsumsi energi dan biaya konsumsi energi pada sistem. Data yang diperoleh dianalisa dan kemudian dilakukan perhitungan. Berdasarkan hasil perhitungan penelitian menunjukkanperbandingan konsumsi energi berbanding lurus dengan variasi kondisi beban pendingin. kondisi satu sebesar8.1 Kwh, untuk kondisi dua sebesar 9.18 Kwh, untuk kondisi tiga sebesar 10.05 Kwh sedangkan untuk kondisiempat sebesar 9.6 Kwh dengan setting temperatur yang berbeda.