Articles
UNVEILING EMPLOYEE PERFORMANCE INFLUENCERS
Hermansyah, Hermansyah;
Saladin, Khairani;
Kahar, Azmen;
Asrilsyak, Sharnuke
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol. 3 No. 5 (2024): April
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54443/sibatik.v3i5.1923
This study analyses how work environment comfort, leadership, time management and employee engagement affect employee performance. Data was collected randomly, with any individual who met the set criteria potentially being part of the sample. The results show that the work environment has an impact on employee engagement but not on employee performance. On the other hand, leadership and time management affect employee engagement and employee performance. In addition, employee engagement itself is significantly related to employee performance. This study concludes that leadership has the greatest influence in determining employee engagement and employee performance.
Interpretasi Asas Mempersulit Perceraian dalam Perspektif Hukum Islam
Hermansyah, Hermansyah
As-Syar i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga Vol. 6 No. 1 (2024): As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47467/as.v6i1.1916
Marriage, as a facilitator of tranquility, affection, and mercy, may encounter serious challenges influenced by various reasons. When conflicts escalate within a household, Islam provides a solution through divorce or "talak." Despite the majority of Indonesian society viewing the pronouncement of talak as a sign of marriage dissolution, in reality, divorce is considered official only after a decision by the Religious Court in accordance with applicable regulations. This study employs a literature review method, focusing on collecting literary data and adopting a conceptual approach. The researcher details aspects of the law in Law No. 1 of 1974 related to the validity of talak in court according to Islamic law in Indonesia. Perspectives on divorce in Islam and the Marriage Law emphasize the necessity of implementation with consideration, justice, and responsibility. The primary objective of this research is to provide a comprehensive overview of the principle of complicating divorce and the validity of talak in court. The findings in this paper reveal that Islamic law, through Thalaq, regulates divorce with clear limitations, emphasizing the importance of administering Allah's law justly. The Marriage Law in Indonesia leads to complex procedures, including reconciliation efforts at the Religious Court before divorce. These regulations reflect awareness of the well-being and justice for all parties involved. The principle of complicating divorce in the Religious Court aims to encourage wise decisions, consider mutual interests, and ensure compliance with Islamic legal norms, creating a better understanding of Islamic law and Sharia with positive implications for society.
ANALISIS YURIDIS SURAT HIBAH WASIAT DIBAWAH TANGAN YANG DI WAARMERKING (Studi Kasus Putusan Nomor. 16/Pdt.G/2019/PN.PTK)
Putri, Wahyu Alisa;
Hermansyah, Hermansyah;
Ismawartati, Ismawartati
Tanjungpura Acta Borneo Jurnal Vol 2, No 2 (2024): Volume 2, Issue 2, April 2024
Publisher : Faculty Of Law, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/tabj.v2i2.68013
Abstract A warm-marked underhand will is a document that is often used in legal practice in Indonesia. In this document, a person can express his desire to give part or all of his property to another party, be it family, relatives, or other people outside the family. This testamentary gift letter made underhand still has legal force as valid proof of the intention to give property from the author of the letter to the recipient. Therefore, it is necessary to carry out a juridical analysis regarding a war-marked underhanded will to determine the legal status and strength of proof of the letter before the law. This study aims to determine and analyze the strength of proof of underhand documents that have been waived by a notary and to find out and analyze the judge's considerations in Case Decision Number 16/Pdt.G/2019/PN.PTK. The research method that the authors use in this study is normative legal research (normative juridical). This study uses a statute approach and a case approach and will be analyzed using a qualitative analysis method. The results of the research and discussion show that the status of a will under the hand that is waarmarked by a notary can be declared valid if the parties have acknowledged the presence of the signature; however, in the case of Decision Number 16/Pdt.g/2019/PN.PTK, the parties in the underhanded will grant did not acknowledge the existence of the signature, and the judge decided that the underhanded will was waarmarked at the Notary in Decision No. 16/Pdt.g/2019/PN.PTK canceled by law. The judge's consideration in decision Number 16/Pdt.G/2019/PN.Ptk that in this case the plaintiffs have obtained legal certainty with the rejection made by the judge of an underhanded will that has been waived at a notary.Abstrak Surat hibah wasiat dibawah tangan yang diwarmerking adalah sebuah dokumen yang sering digunakan dalam praktek hukum di Indonesia. Dalam dokumen tersebut, seseorang dapat menyatakan keinginannya untuk memberikan sebagian atau seluruh harta bendanya kepada pihak lain, baik itu keluarga, kerabat, maupun orang lain di luar keluarga. Surat hibah wasiat yang dibuat dibawah tangan ini masih mempunyai kekuatan hukum sebagai bukti sah atas niat pemberian harta benda dari penulis surat kepada pihak penerima. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis yuridis terkait surat hibah wasiat dibawah tangan yang diwarmerking untuk mengetahui status hukum dan kekuatan pembuktian surat tersebut di hadapan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa kekuatan pembuktian surat dibawah tangan yang telah diwaarmerkingkan oleh Notaris, untuk mengetahui dan mengalisa pertimbangan Hakim dalam Putusan Perkara Nomor 16/Pdt.G/2019/PN.PTK. Metode penelitian yang penulis gunakan pada penelitian ini adalah penelitian hukum normatif (yuridis normatif). Penelitian ini menggunakan Pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach) dan akan di Analisis menggunakan metode analisis yang bersifat kualititatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa Kedudukan surat hibah wasiat di bawah tangan yang di waarmerking berdasarkan Putusan Nomor 16/Pdt.G/2019/PN.Ptk surat hibah wasiat dibawah tangan yang diwaarmerking Notaris dapat dinyatakan sah dan berlaku jika para pihak telah mengakui adanya tanda tangan tersebut namun, dalam perkara Putusan Nomor 16/Pdt.g/2019/PN.PTK para pihak dalam surat hibah wasiat dibawah tangan tidak mengakui adanya tanda tangan tersebut dan Hakim memutuskan bahwa surat hibah wasiat dibawah tangan yang di waarmerking di Notaris dalam Putusan Nomor 16/Pdt.G/2019/PN.PTK dibatalkan demi hukum.Pertimbangan Hakim dalam putusan Nomor 16/Pdt.G/2019/PN.Ptk bahwa dalam perkara ini para pihak Penggugat telah mendapatkan kepastian hukum dengan adanya penolakan yang dilakukan oleh Hakim atas surat hibah wasiat dibawah tangan yang telah di waarmerking di Notaris.
KOHABITASI DAN HUKUM PIDANA BARU INDONESIA: ANTARA PROGRESIVITAS KRIMINALISASI DAN NILAI KETIMURAN
Cahyani, Irineza Okta;
Hermansyah, Hermansyah;
Abunawas, Abunawas
Tanjungpura Legal Review Vol 3, No 2 (2025): Tanjungpura Legal Review
Publisher : Faculty of Law, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/tlr.v3i2.87017
Abstract Cohabitation is regulated (samen leven) as a criminal offence in the provisions of Law Number 1 of 2023 on the Criminal Code has drawn pros and cons from Indonesian society. Cohabitation is an act that is not in accordance with the values that live and develop in Indonesia as a country with an eastern style. Moreover, cohabitation is considered a criminogenic act. This research aims to determine the basis for consideration of the need to criminalize cohabitation (samen leven) in the provisions of Law Number 1 of 2023 on the Criminal Code and the effectiveness of the application of the offence of complaints against acts of cohabitation (samen leven) in the provisions of Law Number 1 of 2023 on the Criminal Code. This research uses a normative juridical type of research with descriptive analysis based on legal statute approach, case approach and conceptual approach. The data collection techniques used were literature review and interview. This research shows that the act of cohabitation is a deviant and is contrary to the values and norms prevailing in society. The government's efforts to criminalise the act of cohabitation (samen leven) is a progressive step in ensuring the welfare of society and social defence through a criminal policy and criminal law policy. In criminalization efforts, it also pays attention to public perceptions of a rule because it plays an important role in measuring the quality of law that affects the welfare of society. Abstrak Diaturnya perbuatan kohabitasi (samen leven) menjadi suatu tindak pidana dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana menuai pro dan kontra dari masyarakat Indonesia. Kohabitasi merupakan suatu perbuatan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang hidup dan berkembang di Indonesia sebagai negara dengan corak ketimuran. Selain itu, kohabitasi dianggap sebagai suatu perbuatan yang bersifat kriminogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan perlunya kriminalisasi perbuatan kohabitasi (samen leven) dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis normatif dengan menggunakan analisis deskriptif melalui pendekatan peraturan perundang-undangan (statue approach), pendekatan kasus (case approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan melakukan studi kepustakaan dan wawancara. Penelitian ini menunjukkan bahwa perbuatan kohabitasi merupakan perbuatan yang menyimpang serta bertentangan dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Upaya pemerintah melakukan kriminalisasi terhadap perbuatan kohabitasi (samen leven) merupakan suatu langkah progresif dalam menjamin kesejahteraan masyarakat (social welfare) dan melindungi kehidupan masyarakat (social defence) melalui suatu kebijakan kriminal dan kebijakan hukum pidana. Dalam upaya kriminalisasi juga memperhatikan persepsi masyarakat terhadap suatu aturan karena memegang peranan penting dalam mengukur kualitas hukum yang berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK DALAM UNJUK RASA RANCANGAN UNDANG-UNDANG OMNIBUS LAW CIPTA KERJA DI KOTA PONTIANAK
Brayen, Theo;
Hermansyah, Hermansyah;
Siagian, Parulian
Tanjungpura Legal Review Vol 2, No 1 (2023): Tanjungpura Legal Review
Publisher : Faculty of Law, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/tlr.v2i1.71809
AbstractChildren are an integral part in the continuation of the life of the nation and state because children are a valuable asset owned by a nation as the next generation or the future face of the Indonesian nation in the future. Therefore, children are always the center of attention and must be supervised and receive special protection in the growth period. Indonesia has provided special protection guarantees, such as by establishing Law Number 35 of 2014 concerning Amendments to Law No. 23 of 2002 concerning Child Protection. But in this modern era, with technological sophistication and no age limit requirements for using an Android cellphone, it makes access to public information so easy that children can easily find out and get various kinds of information, especially regarding the ratification of the Omnibus Law. Work that is considered controversial by society. So demonstrations of rejection took place in various parts of Indonesia, one of which was in Pontianak City, West Kalimantan. The participation of children in political activities in Pontianak City is the center of attention and questions for government and community circles, because children in their growth and development period are prohibited and are not allowed to be involved in political activities so this is very unfortunate to happen. Based on the data and facts that the author obtained through the West Kalimantan Regional Child Monitoring and Protection Commission (KPPAD KALBAR) it was recorded that there were 20 (Twenty Children) through the Pontianak City POLRESTA RESKRIM SAT it was recorded that there were 169 (One Hundred Sixty Nine) children participating in political activities within a period of 3 (three) days of demonstrations against the Omnibus Law on Job Creation in Pontianak City. This research uses empirical research methods The results of the author's research in this thesis research are to find facts about the causal factors and how legal protection is given to children who take part in demonstrations of the Omnibus Law on Job Creation in Pontianak City. The factors causing children to take part in the demonstration are the bandwagon factor and the legal protection given to children involved in the demonstration is by informing the parents and/or guardians besides that the children are secured by West Kalimantan KPPAD and the Police to be protected and educated so they don't return to these demonstrations.AbstrakAnak merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara karena anak merupakan aset berharga yang dimiliki suatu bangsa sebagai generasi penerus atau wajah masa depan bangsa Indonesia di masa mendatang oleh karena itu, anak selalu menjadi pusat perhatian dan harus diawasi serta mendapatkan perlindungan khusus dalam masa tumbuh kembangnya. Indonesia telah memberikan jaminan perlindungan secara khusus, seperti dengan membentuk Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Tetapi Pada zaman modern ini, dengan kecanggihan teknologi dan tidak adanya syarat batasan usia dalam menggunakan handphone android menyebabkan begitu mudahnya akses-akses dalam memperoleh informasi publik sehingga anak pun dapat dengan mudah mengetahui dan mendapatkan berbagai macam informasi khususnya terkait pengesahan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang dianggap kontroversial oleh masyarakat. Sehingga aksi unjuk rasa penolakan terjadi di berbagai wilayah Indonesia salah satunya di Kota Pontianak Kalimantan Barat. Turut ikut sertanya anak dalam kegiatan politik di Kota Pontianak menjadi pusat perhatian dan pertanyaan bagi kalangan pemerintahan dan masyarakat, karena anak dalam masa tumbuh kembangnya dilarang dan tidak diperkenankan untuk terlibat dalam kegiatan politik sehingga hal ini sangatlah disayangkan terjadi. Berdasarkan data dan fakta yang penulis peroleh melalui Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah Kalimantan Barat (KPPAD KALBAR) tercatat ada 20 (Dua Puluh Anak) melalui SAT RESKRIM POLRESTA Kota Pontianak tercatat ada 169 (Seratus Enam Puluh Sembilan) anak yang ikut serta dalam kegiatan politik tersebut dalam jangka waktu 3 (Tiga) hari aksi demo Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja di Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris. Hasil penelitian penulis dalam penelitian ini adalah untuk menemukan fakta mengenai faktor penyebab dan bagaimana perlindungan hukum yang diberikan kepada anak yang ikut serta dalam aksi unjuk rasa Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja Di Kota Pontianak. Adapun faktor penyebab anak ikut serta dalam aksi unjuk rasa tersebut adalah faktor ikut-ikutan dan perlindungan hukum yang diberikan bagi anak-anak yang terlibat dalam aksi unjuk rasa tersebut adalah dengan memberitahukan kepada pihak orangtua dan/atau wali selain itu anak-anak tersebut diamankan oleh pihak KPPAD Kalbar beserta Pihak Kepolisian untuk dilindungi dan diedukasi agar tidak kembali melakukan aksi unjuk rasa tersebut.
Guidance and Counseling in Islamic Perspective
Junaedi, Dedi;
Sahliah, Sahliah;
Hajar, Siti;
Hermansyah, Hermansyah
Proceedings of Siliwangi Annual International Conference on Guidance and Counselling Vol. 3 No. 1 (2024): SAICGC, Volume 3 (December 2024)
Publisher : Academia Edu Cendekia Indonesia (AEDUCIA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64420/saicgc.v3i1.39
This research discusses the development of a Guidance and Counseling model based on an Islamic perspective that is relevant to the needs of Indonesian society. The main problem is the dominance of Western psychological approaches in counseling services in Indonesia, which often ignore the spiritual dimension, even though the majority of Indonesian society is religious. This research aims to integrate Islamic values into Guidance and Counseling practices in order to improve individual psychological and spiritual well-being. The research method involves literature analysis and case studies at the IKIP Siliwangi Cimahi campus. This approach emphasizes the integration of Al-Qur'an and Hadith values in the counseling process, such as the use of prayer, dhikr, and advice based on Islamic teachings. The research results show that the Islamic Guidance and Counseling model is able to provide holistic solutions, including psychological and spiritual aspects, and is more relevant to Indonesian culture. This model increases the effectiveness of Guidance and Counseling services in helping individuals overcome problems, develop personal potential, and achieve prosperity in the world and the hereafter.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA PT. TELKOM DIVISI REGIONAL VII (PERSERO) KOTA MAKASSAR
Naidah, HJ;
Hermansyah, Hermansyah
Jurnal Ekonomi Balance Vol. 13 No. 1 (2017): (June 2017)
Publisher : Perpustakaan dan Penerbitan Unismuh Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26618/jeb.v13i1.1896
Abstract This study aims to determine factors Employee productivity at PT. Telkom Regional Division VII (Persero) Makassar City, viewed from aspects of education level, work experience and gender. This study uses cross section data on 30 labor respondents at PT. Telkom Regional Division VII (Persero) Makassar. Data were analyzed by using multiple regression analysis using SPSS program. The findings of this study indicate that the factors of labor productivity at PT. Telkom Regional Division VII (Persero) Makassar City consisting of education level, work experience and gender simultaneously (together) have a significant effect on employee productivity at PT. Telkom Regional Division VII (Persero) Makassar City Year 2017. This is evidenced by the results based on test results coefficient determination R square obtained 0.477 results. meaning that productivity factors together affect employee performance of 47.7%. the rest is influenced by other factors outside this study. Based on linear regression test result got unstandarizedcoefficient value B from education level 0,522, bigger than work experience equal to 0,322. and a smaller gender of 0.211 This means that 52.2%, employee performance is influenced by the level of education. From the results of this study can be concluded that the factors are more dominant in improving employee productivity.
Revitalisasi Nilai Kewarganegaraan Melalui Project Citizenship : Studi Kasus Di Kawasan Malioboro Yogyakarta
Hermansyah, Hermansyah;
Rima Febriyanti;
Nazwa Hena Putri;
Fauzan Saniah;
Zuraifa Nahwa
Jurnal Pendidikan UNIGA Vol 19 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan UNIGA
Publisher : Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52434/jpu.v19i2.42930
Kawasan Malioboro merepresentasikan ruang publik hibrida yang dinamis, tempat globalisasi pariwisata bersinggungan dengan nilai-nilai kewarganegaraan lokal. Fenomena tersebut menjadi penting untuk dikaji karena kawasan wisata yang mengalami modernisasi sering kali berpotensi mengikis identitas budaya dan nilai kebangsaan masyarakat lokal. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki urgensi untuk memahami bagaimana interaksi multikultural yang terjadi di Malioboro dapat memengaruhi kesadaran dan praktik nilai-nilai kewarganegaraan masyarakat setempat di tengah arus globalisasi pariwisata.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran kawasan Malioboro sebagai ruang publik hybrid dalam menumbuhkan kesadaran kewarganegaraan serta mengidentifikasi dampak positif dan negatif pariwisata internasional terhadap nilai-nilai sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan studi kepustakaan, dilengkapi observasi lapangan dan wawancara dengan pelaku usaha lokal, seniman jalanan, serta pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pariwisata internasional di Malioboro secara dominan memberikan dampak positif terhadap nilai-nilai kewarganegaraan, seperti meningkatnya rasa nasionalisme, kebanggaan budaya, toleransi, dan partisipasi sosial. Pelaku usaha lokal bertransformasi menjadi duta budaya informal yang aktif mempromosikan tradisi Jawa dan Indonesia kepada wisatawan asing. Interaksi lintas budaya juga memperkuat solidaritas sosial dan tanggung jawab bersama dalam menjaga citra positif kawasan. Namun, ditemukan pula tantangan berupa kecenderungan komersialisasi dan pengaruh budaya asing yang dapat mengikis nilai gotong royong serta identitas lokal. Dengan demikian, Malioboro dapat dipandang sebagai laboratorium hidup kewarganegaraan yang menunjukkan bagaimana ruang publik mampu beradaptasi terhadap globalisasi tanpa kehilangan keaslian budaya dan nilai-nilai Pancasila. Kata Kunci : Kewarganegaraan, malioboro, ruang publik.
Development of an Integrated Physics Problem-Solving Model in Virtual Media for Class XI Students
Astuti, Wahyu Indah Widya;
Hermansyah, Hermansyah;
Fitriyanto, Syarif;
Yahya, Fahmi;
Nisyah, Mir'atun
Physics Education Research Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Science and Education, UIN Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This research and development aims to determine the feasibility of developing problem-solving-based learning tools assisted by virtual media. The type of research used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model (analysis, design, development, implement, evaluate), which is only carried out up to the development stage. The subjects of this research were physics teachers and students of class XI IA MAN 1 Sumbawa for the 2022/2023 academic year. The research instrument uses a questionnaire for material experts, media, practitioners, and students. The instruments used were validation questionnaire sheets and student response questionnaires to determine the feasibility of problem-solving-based learning tools assisted by virtual media. Based on the results of expert validation and product trials, it shows that the product quality has reached the appropriate standards for learning media. Material expert validation obtained an average percentage result of 96.67% with the criteria "very feasible". Media expert validation obtained an average percentage result of 95.14% with the criteria "very feasible". The teacher practitioner test obtained an average percentage result of 100% with the criteria "very good". The limited trials obtained an average percentage result of 88.22% with "very good" criteria. The results of the effectiveness test obtained an average percentage of 90.45% with the criteria "very good". Based on the results of the description above, the product developed, namely a problem-solving-based learning device assisted by virtual media, is said to be suitable for use in learning in Class XI IA.
Pemetaan Komoditas Peternakan Kabupaten Sumbawa Barat
Hermansyah, Hermansyah;
Nugroho, Muh. Prasetyo;
Fachry, Anwar;
Taqiuddin, Moh.;
Amalyadi, Rezki
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47030/trolija.v5i2.1014
Sektor peternakan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi daerah di Nusa Tenggara Barat, sehingga pemetaan potensi peternakan di Kabupaten Sumbawa Barat menjadi langkah strategis untuk merumuskan arah pengembangan yang berbasis potensi lokal dan ketersediaan sumber daya pakan. Penelitian ini bertujuan memetakan potensi peternakan Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tengara Barat. Penelitian yang memotret potensi peternakan 8 kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat ini dilakukan menggunakan perpaduan pendekatan survei, focus group discussion dan analisis data sekunder. Fokus kajian yang dilaksanakan selama enam bulan pada paruh pertama tahun 2025 ini adalah ternak besar (sapi, kuda, kerbau) dan ternak kecil (kambing dan domba). Potensi serta keberadaan ternak besar dan kecil tersebut peluang pengembangannya merujuk terutama pada ketersediaan pakan di masing-masing kecamatan. Analisis data menggunakan analisis Location Question (LQ), analisis shift share, analisis model rasio pertumbuhan dan pendekatan overlay. Hasil penelitian menunjukkan Kecamatan Poto Tano dan Jereweh merupakan wilayah yang unggul secara spasial dan fungsional berdasarkan hasil analisis Location Question (LQ), Shift Share, dan rasio pertumbuhan. Hasil analisis overlay mengindikasikan pentingnya pengembangan klaster ternak lokal berbasis pakan di zona Zona A (Kecamatan Poto Tano dan Jereweh) dan Zona B (Seteluk dan Taliwang) yang potensial dikembangkan sebagai kawasan penguatan bagi infrastruktur dan SDM. Adapun Kecamatan Maluk dan Brang Ene membutuhkan intervensi strategis untuk bisa berkembang.