Articles
Analisis Tempat Berdagang Pedagang Informal di Pasar Tradisional Kabupaten Subang
Susanto, Susanto
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Vol. 2 No. 2 (2018): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kembalinya pedagang informal yang menempati pasar lama setelah dilakukan relokasi merupakan fenomana yang menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tempat berdagang yang ditempati baik ditempat relokasi maupun di pasar lama.Lokasi objek penelitian merupakan pasar lama terdiri dari 2 lokasi dan pasar tempat relokasi yaitu pasar baru di kabupaten Subang., Lokasi 1 pasar lama yaitu terletak di area pertokoan pusat kota sedangkan lokasi 2 berupa pasar tradisional yang sudah dibongkar namun sekarang ramai kembali pedagang informal menempati tanah kosong dan bahu jalan. Untuk pasar baru tempat relokasi yaitu berupa bangunan baru berdekatan dengan terminal angkutan bus yang terletak jauh dari 2 lokasi pasar lama tadi.Peneltian ini merupakan penelitian eksploratif, yang bertujuan untuk menggali data dan fakta dilapangan. Metoda yang digunakan diawali dengan pengamatan langsung untuk mengetahui elemen-elemen yang berkaitan dengan tempat berdagang. Selanjutnya dilakukan pertanyaan terbuka sebelum dilakukan kuesioner alasan pedagang informal kembali berdagang dari pasar baru tempat relokasi ke pasar lama. Setelah didapatkan data lapangan selanjutnya di analisis dengan menggunakan statistik.Hasil peneltian menyimpulkan bahwa salah satu faktor yang menarik / mendorong pedagang informal kembali dari tempat relokasi adalah salah satunya tempat berdagang, selain faktor lain yang berpengaruh seperti penzoningan pedagang.
Revitalisasi Pasar Kalijati dengan Penataan Modern di Subang, Jawa Barat
Ilham Nurdiyansyah;
Agus Maryono;
Susanto, Susanto
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Vol. 4 No. 1 (2020): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pasar menjadi tempat utama untuk kegiatan jual beli. Baik itu pasar modern maupun pasar tradisional, keduanya berperan sebagai tempat pemenuhankebutuhan sehari-hari bagi masyarakat. Sering kita jumpai bahwa pasar modern lebih tertata dibandingkan dengan pasar tradisional, walaupun begitu pasartradisional masih banyak peminatnya. Revitalisasi Pasar Kalijati dengan Penataan Modern adalah upaya meningkatkan citra dan mewujudkan pasar tradisional yang tertata dengan menawarkan kios pedagang yang dikelompokkan berdasarkan jenis dagangannya, sirkulasi dan pola tata ruang yang nyaman dan bersih, serta fasilitas yang lebih baik. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif berupa deskriptif analisis melalui pendekatan desain dengan alur proses mengumpulkan data primer dan sekunder selanjutnya dianalisa melalui pendekatan perancangan yang nantinya akan mewujudkan sebuah hasil perancangan atau desain. Pendekatan yang dilakukan dengan penataan modern ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan ketertiban bagi pengguna pasar tradisional serta terpenuhinya fasilitas yang bersaing dengan pasar-pasar modern saat ini.
Perancangan Stadion Sepak Bola Kabupaten Subang Dengan Arsitektur HIGH-TECH
Syidik Yudha Risnandar;
Susanto, Susanto
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Vol. 6 No. 1 (2022): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sepakbola yang merupakan olahraga paling populer di Indonesia, juga menjadi salah satu olahraga yang paling banyak digemari masyarakat di Kabupaten Subang. Kabupaten Subang juga memiliki klub sepak bola yang bernama Persikas dan Stadionnya sendiri yang diberi nama Stadion Persikas. Namun stadion tersebut jauh dari kata layak dipergunakan untuk menggelar pertandingan besar karena beberapa bagian dari stadion sudah mengalami kerusakan dan kurangnya perawatan. Sasaran kegiatan ini adalah untuk melakukan perancangan stadion Persikas dan memindahkannya pada site yang lebih luas. Dengan memperhatikan nilai adat dan budaya, stadion ini akan menerapkan konsep arsitektur High-Tech, namun tidak melupakan tradisi-tradisi yang terdapat di daerah Subang. Metode yang dilakukan untuk mendukung proses perancangan dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif.
PERANCANGAN PUSAT PERBELANJAAN MODERN DAN HOTELDI KOTA SUBANG DENGAN PENDEKATAN EXPERIENCE ARCHITECTURE
Tita Nuralfiyah Herman;
Susanto, Susanto
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Vol. 6 No. 2 (2022): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kabupaten Subang mengalami pertumbuhan ekonomi yang positif pada tahun 2017, namun masih diperlukan inovasi untuk meningkatkannya lebih lanjut. Perkembangan sektor perdagangan dan jasa ditandai oleh pertumbuhan ruko, minimarket, swalayan, dan pasar-pasar di berbagai sudut kota. Akan tetapi, penjualan barang dan jasa yang tersebar menjadi kendala bagi masyarakat dalam mencari produk atau layanan dengan cepat. Oleh karena itu, di era yang modern ini Kota Subang membutuhkan fasilitas guna mempertemukan produsen dan konsumen yang berfungsi sebagai tempat berbelanja, rekreasi dan bersosialisasi. Jumlah wisatawan ke Subang pada tahun 2022 mengalami peningkatan yang menunjukkan potensi wisata dan bisnis berkembang pesat. Ini juga berdampak positif pada perencanaan hotel sebagai fasilitas penginapan. Seperti yang disampaikan oleh Prof. Rokhmin, strategi untuk menciptakan produktivitas dan daya saing yang baik adalah dengan menjadi tuan rumah yang baik, memperlakukan pelanggan dengan baik, dan membangun lingkungan yang nyaman bagi pelanggan. Oleh karena itu, pembangunan pusat perbelanjaan modern dan hotel harus memperhatikan aspek-aspek tersebut. Untuk mencapai kesuksesan dalam memberikan pengalaman yang positif kepada pengunjung, maka Experience Architecture merupakan pendekatan yang tepat untuk diterapkan pada perancangan ini. Metode yang dilakukan untuk mendukung proses perancangan adalah dengan metode deskriptif kuantitatif.
SOSIALISASI UNDANG-UNDANG KDRT DAN PERLINDUNGAN ANAK
Wiyono, Bambang;
K, Gregorius Hermawan;
Arofa, Endi;
Wulansari, Eka Martiana;
Susanto, Susanto
Jurnal Abdimas Tri Dharma Manajemen Vol. 1 No. 3 (2020): ABDIMAS Agustus 2020
Publisher : Universitas Pamulang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/ABMAS.v1i3.p42-47.y2020
Harapan setiap keluarga adalah keharmonisan, akan tetapi tidak semua keluargamengalami hal tersebut. Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) selalu menjadiperbincangan hangat masyarakat Indonesia dari tahun ke tahun, terutama setelahrancangan undang-undang tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga disahkanmenjadi UU-RI no. 23 tahun 2004.Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan materi-materi tentang UndangUndang Perlindungan Anak dan Undang-Undang KDRT yang berlaku saat ini di dalamsistem hukum Indonesia. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah belum secarakeseluruhan adalah kurangnya pemahaman dan wawasan tentang hukum dan perundangundangan dalam sistem hukum Indonesia, khususnya tentang Undang-UndangPerlindungan Anak dan UndangUndang KDRT. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatanini adalah agar masyarakat khususnya yang ada dilokasi kegiatan dalam hal ini para kaderPKK dan petugas Posyandu di Tangerang Selatan mampu menyerap materi-materipengetahuan dan menyampaikan kepada masyarakat dilingkungannya.Kata Kunci: Perlindungan Anak, Kekerasan Dalam Rumah Tangga
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Darusman, Yoyon M;
Susanto, Susanto;
Yanto, Oksidelfa;
Bastianon, Bastianon;
Arofa, Endi
Jurnal Abdimas Tri Dharma Manajemen Vol. 2 No. 1 (2020): ABDIMAS Desember 2020
Publisher : Universitas Pamulang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/ABMAS.v2i1.p61-66.y2021
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan Desa dan Pembangunan Desa. Penetapan Peraturan Desa merupakanpenjabaran atas berbagai kewenangan yang dimiliki Desa mengacu pada ketentuan peraturanperundang-undangan yang lebih tinggi. Sehingga sebagai sebuah produk hukum, Peraturan62Desa tidak boleh bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi dan tidak boleh merugikankepentingan umum. Salah satu daru alasan di buatnya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014tentang Desa adalah pengakuan bahwa Desa memiliki hak asal usul dan hak tradisional dalammengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat dan berperan mewujudkan citacita kemerdekaan berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945 Hal ini disebabkan karena dengan diakuinya desa sebagai sebuah daerah otonommenjadikan desa memiliki peran utama dalam mengelola, memberdayakan dan memajukansumber daya yang tersedia, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Sehinggapada akhirnya mampu menggerakkan roda pembangunan yang harus diiringi kesadaran akanpemahaman spirit otonomi bagi seluruh penggerak warga desa dan kapasitas perangkat jugamasyarakat dalam memahami tata kelola pemerintahan. Kelembagaan Desa/Desa Adat, yaitulembaga Pemerintahan Desa/Desa Adat yang terdiri atas Pemerintah Desa/Desa Adat danBadan Permusyawaratan Desa/Desa Adat, Lembaga Kemasyarakatan Desa, dan lembagaadat. Kepala Desa/Desa Adat atau yang disebut dengan nama lain merupakan kepalaPemerintahan Desa/Desa Adat yang memimpin penyelenggaraan Pemerintahan Desa. KepalaDesa/Desa Adat atau yang disebut dengan nama lain mempunyai peran penting dalamkedudukannya sebagai kepanjangan tangan negara yang dekat dengan masyarakat dan sebagaipemimpin masyarakat. Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan visi dari seluruh perguruantinggi di Indonesia yang terdiri dari pendidikan dan pengajaran, penelitian danpengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Sebagai upaya untuk mewujudkan visitersebut, Program studi Magister Hukum Universitas Pamulang dengan melibatkan Dosendan para Mahasiswa telah mengadakan Pengabdian Masyarakat dalam bentuk memberikanBimbingan teknis kepada kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa Kalimati,Kecamatan Adiwerna dalam penyusunan Peraturan desa yang akan dilakukan di desaKalimati, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.Kata Kunci: Bimbingan Teknis, Peraturan Desa
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Darusman, Yoyon M.;
Susanto, Susanto;
Wiyono, Bambang;
Iqbal, Muhamad;
Bastianon, Bastianon
Jurnal Abdimas Tri Dharma Manajemen Vol. 2 No. 2 (2021): ABDIMAS April 2021
Publisher : Universitas Pamulang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/ABMAS.v2i2.p125-129.y2021
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan Pembangunan Desa. Penetapan Peraturan Desa merupakan penjabaran atas berbagai kewenangan yang dimiliki Desa mengacu pada ketentuan peraturan perundangundangan yang lebih tinggi. Sehingga sebagai sebuah produk hukum, Peraturan Desa tidak boleh bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi dan tidak boleh merugikan kepentingan umum. Salah satu daru alasan di buatnya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa adalah pengakuan bahwa Desa memiliki hak asal usul dan hak tradisional dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat dan berperan mewujudkan cita-cita kemerdekaan berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Hal ini disebabkan karena dengan diakuinya desa sebagai sebuah daerah otonom menjadikan desa memiliki peran utama dalam mengelola, memberdayakan dan memajukan sumber daya yang tersedia, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Sehingga pada akhirnya mampu menggerakkan roda pembangunan yang harus diiringi kesadaran akan pemahaman spirit otonomi bagi seluruh penggerak warga desa dan kapasitas perangkat juga masyarakat dalam memahami tata kelola pemerintahan. Kelembagaan Desa/Desa Adat, yaitu lembaga Pemerintahan Desa/Desa Adat yang terdiri atas Pemerintah Desa/Desa Adat dan Badan Permusyawaratan Desa/Desa Adat, Lembaga Kemasyarakatan Desa, dan lembaga adat. Kepala Desa/Desa Adat atau yang disebut dengan nama lain merupakan kepala Pemerintahan Desa/Desa Adat yang memimpin penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Kepala Desa/Desa Adat atau yang disebut dengan nama lain mempunyai peran penting dalam kedudukannya sebagai kepanjangan tangan negara yang dekat dengan masyarakat dan sebagai pemimpin masyarakat. Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan visi dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia yang terdiri dari pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Sebagai upaya untuk mewujudkan visi tersebut, Program studi Magister Hukum Universitas Pamulang dengan melibatkan Dosen dan para Mahasiswa telah mengadakan Pengabdian Masyarakat dalam bentuk memberikan Bimbingan teknis kepada kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa Kawunglarang, Kecamatan Rancah dalam penyusunan Peraturan desa yang akan dilakukan di desa Kawunglarang, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis. Kata Kunci: Bimbingan Teknis, Peraturan Desa
Pengaruh Manajemen Kepala Sekolah dan Media Pembelajaran Guru terhadap Prestasi Belajar Siswa di MAN 4 Banyuwangi
Susanto, Susanto
Indonesian Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 4 (2023)
Publisher : Edupedia Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56855/intel.v2i4.769
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) Pengaruh manajemen kepala sekolah terhadap prestasi belajar siswa di MAN 4 Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi; 2) Pengaruh media pembelajaran guru terhadap prestasi belajar siswa di MAN 4 Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi; 3) Pengaruh manajemen kepala sekolah dan media pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa di MAN 4 Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain observasional. Sasaran yang akan diteliti adalah kontribusi manajemen kepala sekolah dan media pembelajaran terhadap Prestasi Siswa di MAN 4 Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru pada Madrasah Aliyah Negeri 4 Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi berjumlah 51 orang dan semuanya diambil sampel dengan teknik teknik total sampling. Pengumpul data menggunakan angket. Teknik analisis data yang digunakan dengan analisis regresi berganda, uji t, uji F dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa : 1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan manajemen kepala sekolah terhadap prestasi belajar siswa di MAN 4 Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi (rX1Y = 0,519 ; t = 4,246 ; p = 0,000); 2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan media pembelajaran guru terhadap prestasi belajar siswa di MAN 4 Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi (rX2Y = 0,474 ; t = 3,769 ; p = 0,000); 3) Terdapat pengaruh signifikan secara serentak manajemen kepala sekolah dan media pembelajaran guru terhadap prestasi belajar siswa di MAN 4 Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi (RX1X2Y = 0,595 ; Fhit = 13,155; p = 0,000).
Penghambatan Senyawa di dalam Kopi terhadap Protein Fibronektin dan Protein Shroom: Kajian Gangguan Neurulasi Primer Secara in Silico
Santoso, Novian Budi;
Susanto, Susanto;
Adrianto, Hebert;
Kharisma, Viol Dhea
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26630/jk.v13i2.2641
Coffee drinking habits exist in Indonesian culture. Coffee as the primary source of caffeine is here the effect of embryotoxicity on paralysis, wrong brain. The brain is going on so that the body is a curiosity. Fibronectin and shroom proteins play in the primary stacking cage, which is the seasoning of the nerve roof. This study aimed to predict molecular inhibition of compounds in coffee in fibronectin protein and shroom protein in silica. The research method used samples of ligands and target proteins from the PubChem database and protein databank, then analyzed using PyRx, Discovery Studio, and PyMol software. The results of the study of literature there are five compounds in coffee. As a result of molecular docking simulation analysis, caffeine compounds (CID 2519) had lower total binding energy (-9.9 kcal/mol) in other combinations in fibronectin and shroom proteins. There are six residues of the amino acid fibronectin and 5 in shroom with caffeine. There are chemical bonds provided for caffeine compounds consisting of hydrophobic, alkyl, Van der Waals, and electrostatic. Caffeine can inhibit fibronectin and shroom protein activity and in vitro and in vivo tests to validate bioinformatics results.
Pengaruh Supervisi Akademik Kepala Sekolah dan Kegiatan KKG terhadap Profesionalisme Guru Sekolah Dasar
Susanto, Susanto;
Hartinah, Sitti;
Sudibyo, Hanung
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/jer.v5i3.1418
Meningkatkan profesionalisme guru, kita dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan generasi muda untuk masa depan yang lebih cerah. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis pengaruh (1) supervisi kepala sekolah terhadap profesionalisme guru, (2) kegiatan KKG terhadap Profesionalisme guru (3) supervisi Kepala sekolah dan kegiatan KKG terhadap profesionalisme guru sekolah dasar di Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dimana penelitian berfokus pada data numerik yang dapat diukur dan dianalisis secara statistik. Penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang menggunakan data numerik untuk menjawab pertanyaan penelitian. Data ini dikumpulkan melalui survei. Metode survei adalah metode penelitian kuantitatif yang digunakan untuk mengumpulkan data dari sampel populasi yang besar. Data ini dikumpulkan melalui kuesioner, baik secara langsung, maupun online. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa (1) Supervisi kepala sekolah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap profesionalisme guru. Hasil survei menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan variabel independen X1 dengan variabel dependen karena nilai p-value uji t untuk X1 sebesar 0,00 lebih kecil dari 0,05 yang berarti bahwa supervisi akademik kepala sekolah diterima dengan baik oleh mayoritas guru. Hal ini menunjukkan bahwa supervisi akademik memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siswa, (2) Kegiatan KKG memberikan pengaruh yang positif terhadap profesionalisme guru. Hasil survei menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel independen X2 dengan variabel dependen karena nilai p-value uji t untuk X2 sebesar 0,00 lebih kecil dari 0,05. (3) Supervisi kepala sekolah dan kegiatan KKG merupakan dua elemen penting dalam meningkatkan profesionalisme guru. Hasil survei menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel independen secara bersama-sama dengan variabel dependen karena nilai p-value uji F (Sig. F Change) sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05.