Articles
ANALISIS PENGARUH PAJAK DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH ( PAD ) DI KABUPATEN MUSI BANYUASIN
Sunanto Sunanto
Jurnal ACSY : Jurnal Accounting Politeknik Sekayu Vol 2 No 1 (2015): JURNAL ACSY
Publisher : Politeknik Sekayu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (274.175 KB)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi pajak daerah, pengaruh pajak daerah terhadap PAD, hambatan dalam memungut pajak daerah serta faktor-faktor yang mempengaruhi PAD. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Pendapatan Pengelolaan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Musi Banyuasin. Data sekunder tersebut dikelola menggunakan analisis regresi sederhana dengan variabel independennya berupa pajak daerah dan variabel dependennya berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hasil menunjukkan antara lain: terdapat peningkatan potensi pajak daerah dan mengalami penambahan objek pajak daerah dari 6 jenis pajak daerah menjadi 9 jenis pajak daerah, pajak daerah berpengaruh signifikan terhadap PAD, adanya hambatan dalam memungut pajak daerah serta terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi PAD selain pajak daerah. Dalam hal ini sebaiknya DPPKAD Kabupaten Musi Banyuasin agar dapat meningkatkan potensi pajak daerah dan mencari upaya untuk mengatasi hambatan dalam memungut pajak daerah serta tetap memperhatikan dan mempertahankan faktor yang mempengaruhi PAD selain pajak daerah.
ANALISIS PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN MENURUT UNDANG-UNDANG PPh NOMOR 36 TAHUN 2008 PADA KOPERASI PEGAWAI NEGERI (KPN) HARAPAN JAYA SEKAYU
Sunanto Sunanto
Jurnal ACSY : Jurnal Accounting Politeknik Sekayu Vol 3 No 2 (2015): JURNAL ACSY
Publisher : Politeknik Sekayu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (423.105 KB)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perhitungan dan perbandingan PPh Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Harapan Jaya Sekayu dan menurut Undang-undang PPh nomor 36 Tahun 2008. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder. Data tersebut bersumber dari Koperasi Pegawai Negeri harapan Jaya Sekayu. Data sekunder yang penulis peroleh dari Koperasi Pegawai Negeri harapan Jaya Sekayu berupa data Laporan Sisa Hasil Usaha (SHU) dan Laporan Keuangan periode tahun 2012 sampai dengan tahun 2013. Hasil menunjukkan antara lain; belum melakukan koreksi fiskal menurut Undang-undang PPh Nomor 36 Tahun 2008 terhadap perhitungan hasil usaha Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Harapan Jaya Sekayu karena masih terdapat akun-akun yang dimasukkan sebagai pengurang penghasilan kena pajak dan belum melakukan penyesuaian tarif penyusutan aktiva tetap sehingga hasil usaha yang didapat bukan merupakan hasil usaha fiskal. Perhitungan pajak penghasilan yang dilakukan oleh Penulis sebesar Rp 52.302.740,16 dan perhitungan pajak penghasilan menurut Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Harapan Jaya Sekayu sebesar Rp 25.769.344,28 sehingga terdapat selisih kurang bayar sebesar Rp 26.533.395,88. Dalam hal ini Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Harapan Jaya Sekayu sebaiknya melakukan koreksi fiskal terhadap hasil usaha kena pajak dengan mengacu pada Undang-undang PPh Nomor 36 Tahun 2008 dan akun-akun yang menurut Undang-undang PPh nomor 36 Tahun 2008 yang bukan pengurang dari perhitungan hasil usaha kena pajak sebaiknya dilakukan penyesuaian, harus lebih teliti dalam menghitung jumlah pajak yang akan.
ANALISIS ANGGARAN OPERASIONAL SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA RANDIK KABUPATEN MUSI BANYUASIN
Sunanto Sunanto
Jurnal ACSY : Jurnal Accounting Politeknik Sekayu Vol 4 No 1 (2016): Jurnal ACSY
Publisher : Politeknik Sekayu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (312.958 KB)
Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menganalisis dan mengetahui realisasi anggaran operasional yang dapat digunakan sebagai alat pengendalian keuangan pada PDAM Tirta Randik Kabupaten Musi Banyuasin. (2) Menganalisis penyimpangan yang terjadi pada anggaran operasional pada PDAM Tirta Randik Kabupaen Musi Banyuasin. (3) Mengevaluasi penyimpangan yang terjadi pada anggaran operasional PDAM Tirta Randik Kabupaten Musi Banyuasin. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data laporan realisasi dan anggaran operasional tahun 2011 sampai dengan 2013, menganalisis dengan menggunakan metode varian. Berdasarkan hasil penelitian ini penyimpangan anggaran operasional tahun 2011 sampai dengan 2013 diperoleh kesimpulan bahwa penyimpangan total pendapatan, total biaya langsung usaha, dan total biaya tidak langsung usaha anggaran operasional pada PDAM Tirta Randik Kabupaten Musi Banyuasin masih dalam batasan pengendalian keuangan.
ANALISIS BREAK EVEN POINT DALAM MENENTUKAN HARGA SEWA KAMAR PADA HOTEL RANGGONANG SEKAYU
Sunanto Sunanto
Jurnal ACSY : Jurnal Accounting Politeknik Sekayu Vol 5 No 2 (2016): Junal ACSY
Publisher : Politeknik Sekayu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (400.171 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan break even point dalam menentukan harga sewa kamar pada Hotel Ranggonang Sekayu. Penulis memperoleh data dengan cara wawancara dan teknik dokumentasi. Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh, diketahui bahwa perusahaan belum melakukan pengklasifikasian biaya ke dalam biaya tetap dan biaya variabel. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan penulis, dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2016 perusahaan sebaiknya menaikkan harga sewa kamar sehingga perusahaan tidak mengalami kerugian. Analisis break even point untuk data tahun 2013 volume penjualan perusahaan telah mencapai break even point, pada tahun 2014 dan 2015 volume penjualan perusahaan belum mencapai break even point karena dapat dlihat pada laporan laba rugi perusahaan untuk tahun 2014 dan 2015 perusahaan mengalami kerugian. Margin keamanan perusahaan pada tahun 2013 sebesar 66,85%, pada tahun 2014 sebesar 22,20% dan tahun 2015 sebesar 26,23%, sedangkan untuk tahun 2016 perusahaan merencanakan laba sebesar Rp 618.477.315, maka volume penjualan yang harus dicapai perusahaan pada tahun 2016 untuk kamar superior sebesar 3.533 unit kamar, kamar deluxe sebesar 3.645 unit kamar dan kamar suite sebesar 204 unit kamar.
PERLAKUAN AKUNTANSI UNTUK ASET BERSEJARAH DI KABUPATEN MUSI BANYUASIN
Sunanto Sunanto
Jurnal ACSY : Jurnal Accounting Politeknik Sekayu Vol 6 No 1 (2017): Jurnal TIPS
Publisher : Politeknik Sekayu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (771.904 KB)
Penelitian ini membahas masalah bagaimana perlakuan akuntansi untuk aset bersejarah di KabupatenMusi Banyuasin (studi kasus pada pengelolaan Tugu Pahlawan Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa), yaitumeliputi pengakuan, penilaian, penyajian dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Tujuan dari penelitian iniuntuk mengetahui bagaimana perlakuan akuntansi untuk aset bersejarah di Kabupaten Musi Banyuasin. Datapenelitian diperoleh oleh penulis dari wawancara langsung dengan bagian aset Dinas Pendapatan, PengelolaanKeuangan dan Aset Daerah Kabupaten Musi Banyuasin. Hasil dari penenelitian ini adalah tugu pahlawan diakuisebagai aset bagi pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, penilaian awal aset bersejarah tersebut berdasarkanbiaya perolehannya yaitu sebesar Rp. 27.100.000, dan tugu pahlawan telah disajikan di dalam neraca dimasukanke dalam akun gedung dan bangunan namun belum diungkapkan ke dalam catatan atas laporan keuangan.Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa perlakuan akuntansi untuk aset bersejarah diKabupaten Musi Banyuasin sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2010 tentang StandarAkuntansi Pemerintahan. Namun tugu pahlawan belum diungkapkan di dalam CALK.
ANALISIS AKUNTANSI ASET TETAP BERDASARKAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN NOMOR 07 TAHUN 2010 PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN
Sunanto Sunanto
Jurnal ACSY : Jurnal Accounting Politeknik Sekayu Vol 6 No 2 (2017): Jurnal ACSY
Publisher : Politeknik Sekayu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (508.331 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana akuntansi aset tetap berdasarkan pernyataan standarakuntansi pemerintahan nomor 07 tahun 2010 pada Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Banyuasin. Teknikpengumpulan data berupa wawancaara, kuesioner dan dokumentasi, jenis data primer dan sekunder sedangkanteknik analisis datanya yaitu kuantitatif. Berdasarkan pembahasan pengakuan sudah sesuai Standar AkuntansiPemerintahan (SAP), hanya saja pada pengakuan aset tetap masih ada aset tetap tanah yang belum memilikibukti kepemilikan dan untuk pengakuan aset tetap pada Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Banyuasinsebaiknya atas aset tetap yang belum memiliki bukti kepemilikan agar aset tetap tersebut dibuatkan hakkepemilikan atau bukti serah terima sebagai dasar bukti kepemilikan sehingga dapat dicantumkan ke dalamneraca dan ke dalam daftar barang milik daerah.
ANALISIS AKUNTANSI BIAYA TERHADAP PRODUK SAMPINGAN PADA PT. WAHANAPOTENSI GUNA
Sunanto Sunanto
Jurnal ACSY : Jurnal Accounting Politeknik Sekayu Vol 7 No 1 (2018): Jurnal ACSY
Publisher : Politeknik Sekayu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (94.013 KB)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perhitungan dan penyajian Beban Pokok Produksi(BPP) terhadap produk sampingan pada PT. Wanapotensi Guna. Objek penelitian ini adalah Pabrik MinyakKelapa Sawit (PMKS) PT. Wanapotensi Guna. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder,yaitu harga pokok produksi Crude Palm Oil (CPO) dan Fiber yang didapatkan dari perusahaan pada tahun 2016.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa sisabahan dalam proses produksi pada PT. Wanapotensi Guna berupa fiber dapat digunakan sebagai bahan bakarboiler sebesar 50% serta dilakukan penjualan sebanyak 50% yang dicatat pada akun pendapatan lain-lain (otherincome). Sebaiknya PT.Wanapotensi Guna melakukan pencatatan akuntansi terhadap produk sisa bahan yangdigunakan sebagai bahan bakar boiler dengan metode sisa bahan sebagai pengurang biaya overhead pabrik atausisa bahan sebagai pengurang produk dalam proses.
IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA DI KABUPATEN SIMEULUE DALAM MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT DESA
Sri Wahyu Handayani;
Aminah Aminah
Jurnal Public Policy Vol 4, No 2 (2018): Mei-Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35308/jpp.v4i2.1046
The purpose of this study is to describe and analyze the implementation of law number 6 of 2014 concerning villages in simeulue district. This study used a qualitative method with descriptive type. The analysis is carried out by relying on the findings of data that has been successfully collected and various relevant information from the literature (secondary data). This research uses van metter van horn's theory and institutional theory. The determination of informants used non-probability sampling techniques so that not all Simeulue District government officials had the same opportunity to be sampled (informants). The results of the study indicate that the implementation of the law on villages in simeulue district in general can be said to be quite good, it can be seen from indicators 1) standards and policy objectives, 2) characteristics of implementing agents, 3) Attitudes (Dispositions) of implementers, 4) Communication between organizations and implementing activities, 5) Economic, social and political environment. Whereas 6) the resources available in Simeulue Regency are still very insufficient in number, especially at the BAPPEDA and DPMD levels, and so are the skills / expertise possessed by village facilitators in the simeulue that are still weak. Keywords: Village, Implementation, Undang-Undang Desa, Government, Simeulue
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENYERAPAN Pb DAN CO DI UDARA PADA TANAMAN ANGSANA (PTEROCARPUS INDICUS)DAN GLODOGAN TIANG (POLYALTHIA LONGIFERA) SEBAGAI UPAYA BIOFILTER UDARA
Sri Hastutiningrum;
Yuli Pratiwi;
Jefriyadi Gurusinga
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 10 No 2 Februari 2018
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34151/technoscientia.v10i2.102
Affandi Street is one of the main Street that uses plant in every road (green line) in an effort to reduce air pollution. Angsana and Glodogan Tiang plants have a role in reducing air pollution. The purpose of this study was (1) to compare the effectiveness of Lead absorption and Carbon Monoxide in the air between Angsana plant and Glodogan Tiang, (2) knowing the point of the highest contamination of the plants and (3) to know the leaf position which has the most effective absorption.The research was conducted on October 2017-February 2018. The method used was the lower and upper leaf sampling on Angsana and Glodogan Tiang at 3 points along Affandi Street that is, the point 1 intersection of Condong Catur, the 2nd point in front of Mirota Gejayan , and point 3 on Demangan market. Repeat sampling three times in one month, then the sample was tested using Atomic Absorbtion Spectrophotometer (AAS) and Spektrofotometer UV-Vis method at Balai Besar Teknik Kesehatan Yogyakarta, and data analysis using ANAVA and MANAVA method with SPSS application. The results showed that plants greatly affect the absorption of air pollutants in the Affandi Street, from the results it is known that the Glodogan Tiang plant is a better plant in absorbing Pb and CO with average absorbing 3.51189 mg/kg, while the average Angsana absorbs 3,38519 mg/kg. The highest point of pollution location is at location point 3, Demangan market. The more effective leaves position in absorbing Pb is the lower leaf plant and the more effective leaf position absorbs the CO that is the upper leaves of the plant.
ANALISIS HUBUNGAN AKTIVITAS KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP KONSENTRASI SO2 DAN NO2 DI UDARA AMBIEN (STUDI KASUS: JL. PANEMBAHAN SENOPATI YOGYAKARTA)
Sri Hastutiningrum;
Sri Sunarsih;
Imelda -
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 11 No 1 Agustus 2018
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34151/technoscientia.v11i1.121
The aims of this study is to determine the correlation between vehicle traffic activity and the effect of sampling time on the SO2 and NO2 concentration in ambient air. The sampling location is on Jl. Senopati Yogyakarta. Sampling was carried out by an air absorbtion tool with 1.5-meter-high auxiliary from the ground. To measure SO2 using Pararosanilin method and Griess Saltzman method for NO2. The stages of this study begin with the preparation of TCM absorption solutions for SO2, Griess Saltzman absorbent solution for NO2, calibration curve manufacture, and vehicle volume calculation. Determination of concentration is done by UV-Vis spectrophotometer Thermo Scientific Genesys 20. Time sampling is divided into weekdays (Tuesday-Wednesday) and weekend (Saturday-Sunday) with sampling time on 03.00-04.00, 07.00-08.00 a.m, and 12.00-01.00, 04.00-05:00 and 07.00-08.00 p.m. The result of the study shows that the concentration of SO2 and NO2 in ambient air is not related (correlated) with vehicle activity at Jl. Senopati Yogyakarta,as well as sampling time that did not affected. The highest SO2 concentration was recorded at 232,05μg/Nm3 while the highest NO2 concentration was 17.9522 μg/Nm3. Both is not exceed of air quality standard 900μg/Nm3 and 400 μg/Nm3.