Articles
RANCANG BANGUN ALAT GEOLISTRIK BERBASIS ARDUINO MEGA2560
Widodo, Widodo;
Lapanporo, Boni Pahlanop;
Jumarang, Muhammad Ishak
Physics Communication Vol 2, No 1 (2018): February 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (603.72 KB)
|
DOI: 10.15294/physcomm.v2i1.12748
Rancang bangun alat geolistrik berbasis Arduino Mega2560 telah selesai dilaksanakan. Alat yang dirancang dapat bekerja dengan baik. Penelitian ini berhasil membuat alat geolistrik dengan penguat tegangan s.d 350 Volt dan dilengkapi dengan fitur injeksi arus secara otomatis, sistem penyimpanan data hasil pengukuran, dan stacking chart database. Alat geolistrik yang dirancang memiliki 3 sistem utama, yaitu sistem penguat tegangan, sistem penyimpanan data dan sistem kontrol. sistem penguat tegangan yang dirancang menggunakan IC CD4047, sistem penyimpanan data menggunakan modul SD Card, dan sistem kontrol menggunakan Arduino Mega2560. Alat geolistrik yang dirancang diuji dan dikalibrasi menggunakan alat ukur standar yaitu ARES (Automatic Resistivity System). Hasil pengujian alat geolistrik yang dirancang memiliki nilai error sebesar 13,95% dibandingkan dengan alat ukur standar yaitu ARES.
The Song of Macapat Semarangan: The Acculturation of Javanese and Islamic Culture
Cahyono, Agus;
Widodo, Widodo;
Jazuli, Muhamad;
Murtiyoso, Onang
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 20, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/harmonia.v20i1.25050
The research objective is to explain the macapat Semarangan song which is the result of acculturation of Javanese and Islamic culture. The study used qualitative methods by uncovering the concept of processing of Javanese music and acculturation. Research location was in Semarang with the object of macapat Semarangan song study. Data was collected through interviews, observations, and study documents. The validity of the data was examined through triangulation techniques and the analysis is done through the stages of identification, classification, comparison, interpretation, reduction, verification, and making conclusions. The results showed that the macapat Semarangan song has unique characteristics of arrangement. The song’s grooves use long and complicated musical ornamentations with varying pitch heights to reach high notes. This is a manifestation of the results of acculturation of Javanese and Islamic culture seen from arrangement on the parts of Adzan (call to prayer) and tilawatil Qur’an. The process of acculturation of elements of Islamic culture also involves scales. Azan songs use diatonic scales, some macapat Semarangan songs also use the same scales, but a cycle of five notes close to nuances of Chinese music scales. Various elements of arrangement on the Azan, Chinese and European musical scales then formed a new culture, macapat Semarangan.
Sistem Otomatisasi Penyalaan Lampu Ruang Kelas Berdasarkan Kehadiran Orang Dengan Menerapkan Sensor Passive Infrared Receiver
Merdeko Utomo, Verry Hendarto;
Widodo, Widodo
WAKTU Vol 13 No 1 (2015): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/waktu.v13i1.15
Dengan menggunakan mikrokontroler AT89s52 mendapat input system dari Sensor Passive Infrared Receiver ( PIR ). Sensor Passive Infrared Receiver akan mendeteksi perubahan hasil pembacaan sumber inframerah dari tidak ada menjadi ada, yang dibawa oleh panas tubuh dan mengubahnya ke bentuk sinyal listrik. Sensor PIR digunakan untuk memberikan input yang optimal, karena hampir tidak terganggu dengan kondisi pencahayaan dari benda lain dan pemalsuan gerak selain gerakan dari seseorang. Hal ini akan menjaga kestabilan hasil pendeteksian dari kesalahan respon. Sensor PIR berkerja pada mode digital, dengan menghasilkan logika low dan high, ketika tidak ada dan adanya orang yang dideteksi. Pengujian dilakukan dengan menguji hasil output sensor terhadap kedatangan orang menunjukkan hasil pembacaan sebesar 3,9V sampai 5V, dan pada kondisi bernilai 0 volt pada keadaan tidak mendeteksi adanya orang. Respon keluaran ini menunjukkan hasil yang cukup sesuai dengan yang diinginkan, karena sudah mampu untuk dijadikan input system bagi mikrokontroller AT89s52, kemudian untuk mengaktifkan “Sistem otomatisasi penyalaan lampu ruang kelas berdasarkan kehadiran Orang dengan menerapkan sensor passive infrared receiver’’. Kata Kunci : Mikrokontroler AT89s52, Sensor Passive Infrared Receiver, lampu,Otomatisasi.
SENSOR INFRARED BERBASIS TEKNOLOGI TEPAT GUNA PADA THERMOS PENUANG MINUMAN KOPI
Widodo, Widodo;
Ridwan, Agus
WAKTU Vol 13 No 2 (2015): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/waktu.v13i2.59
Untuk memudahkan penyelesaian pekerjaan rumah tangga maka perlu adanya alat bantu yang diharapkan bisa lebih praktis dan lebih efisien. Misalnya dengan menggunakan peralatan rumah tangga yang serba otomatis. Sebagai contoh : rice cooker, alat memasak serba guna, dispenser, mixer dan lain-lain yang mendukung teknologi baru, murah, dan tidak dibutuhkan tenaga pembantu rumah tangga yang semakin mahal dan sulit didapatkan. Peneliti mencoba membuat peralatan yang lebih praktis dengan melakukan desain ulang peralatan yang ada. Peralatan tersebut adalah alat penuang kopi yang sebelumnya masih menggunakan sistem konvensional dalam menuangkan kopi. Sistem kerja peralatan ini dapat menuangkan kopi ke cangkir dengan dimensi yang telah ditentukan secara otomatis tanpa menekan tombol. Volume kopi yang dituangkan dapat otomatis sesuai volume yang dikehendaki. Peralatan ini menggunakan sensor yang didesain untuk dapat bekerja otomatis mendeteksi cangkir kopi yang diletakkan pada posisi tertentu yang selanjutnya akan diisi dengan minuman kopi. Volume kopi yang dituangkan menngunakan perhitungan debit aliran air. Untuk mendapatkan volume penuangan kopi yang sesuai maka dilakukan pengaturan waktu. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan bahwa penggunaan sistem kerja peralatan ini lebih praktis dibanding sistem konvensional. Karena pada sistem otomatis, volume kopi yang dituangkan pada cangkir dapat diatur dan secara otomatis berhenti sesuai volume yang kita inginkan. Kata Kunci : Sensor Infrared, Teknologi Tepat Guna, Thermos
IDENTIFIKASI KECEPATAN ANGIN UNTUK PEMETAAN POTENSI ANGIN SEBAGAI SUMBER PENERANGAN JALAN UMUM DI JALAN ARIF RAHMAN HAKIM SURABAYA
R.F, Rony Haendra;
Widodo, Widodo
WAKTU Vol 14 No 2 (2016): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/waktu.v14i2.135
Jl Arief Rahman Hakim Surabaya mempunyai lahan kosong cukup luas di kiri kanan jalan dan kondisi jalan cukup panjang sekitar 4 km untuk bertiupnya angin. Hal ini merupakan potensi energi angin yang bisa dimanfaatkan. Dalam riset ini, akan dilakukan identifikasi kecepatan angin sebagai bahan pemetaan potensi angin. Pemetaan ini akan menjadi bahan perancangan sumber energi terbarukan pada suatu ladang angin. Untuk penerngan jalan umum. Metode yang dilaksanakan adalah survey pada dua titik acuan yang mempunyai kecepatan angin terbesar dengan mempertimbangkan ketinggian dan arah angin. Enam belas titik pengukuran yang dilakukan pada jl Arif Rahman hakim dilakukan pada jarak pemasangan tiang penerangan jalan umum. Nilai pengukuran menunjukkan membesar nilai kecepatan anginnya semakin kearah tiang ke delapan sampai dengan tiang ke enam belas-dengan nilai kecepatan angin di atas 5 m/s. Hasil pengukuran ini menunjukkan kondisi ladng angin yang sudah didapatkan dalam teori bahwa semakin lapang maka angin yang bertiup semakin kuat.
RANCANG BANGUN SISTEM PENYIRAMAN TANAMAN ANGGREK DENDROBIUM MENGGUNAKAN SENSOR SHT11 PADA FASE PEMBUNGAAN
Dhonny, Chusniati;
Widodo, Widodo
WAKTU Vol 15 No 1 (2017): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/waktu.v15i1.440
Penelitian ini bertujuan merancang sistem penyiraman tanaman anggrek Dendrobium dengan memperhatikan kebutuhan suhu dan kelembaban udara terhadap waktu penyiraman serta pembuatan desain sistem yang dapat ditempatkan secara praktis. Penelitian ini menggunakan sensor SHT11 untuk mendeteksi suhu dan kelembaban udara didalam naungan(paranet) tanaman anggrek Dendrobium pada fase pembungaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dan percobaan dengan variabel suhu 28,30,32OC serta kelembaban udara 60,70,80RH%. Adapun objek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu anggrek Dendrobium fase pembungaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan memberikan variabel berbeda-beda. Sistem penyiraman dapat bekerja dengan baik, dimana pompa air (On) bekerja pada saat kelembaban udara menurun untuk melakukan penyiraman dan kipas (On) berjalan pada saat suhu naik dari nilai yang ditentukan.
ELIMINASI OSILASI DAN PENCAPAIAN WAKTU KESTABILAN TERCEPAT TURBIN ANGIN BERBASIS TIGA INPUT FUNGSI KEANGGOTAAN LOGIKA FUZZY KONTROLER
Fora, Rony HR;
Widodo, Widodo
WAKTU Vol 15 No 2 (2017): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/waktu.v15i2.734
Strategi kontrol mendapatkan perhatian yang meluas dari para periset sistem kontrol. Salah satu yang sangat penting dari strategi kontrol adalah aksi kontrol. Kontroler mendapatkan tugas utama mempertahankan kestabilan sistem, dan untuk mempertahankan kestabilan sistem tergantung dari aksi kontrol yang dilakukan. Aksi kontrol menentuan kapabilitas kontroler untuk mengkondisikan keadaan menjadi stabil. Perilaku respon dinamik untuk mengatur kondisi yang diinginkan biasanya ditunjukkan dengan riple dan beberapa waktu yang dibutuhkan untu mencapai kondisi stabil. Tiga input fungsi eanggotaan metode fuzzy logic kontroler bisa menyelesaikan permasalahan riple dan membutuhkan waktu lebih singkat untuk mencapai kestabilan atau sering dierbut settling time. Metode ini lebih baik daripada dua input fungsi keanggotaan. Dengan mengikombinasikan dengan adaptif fungsi output.
METODE PENGATURAN PENGGUNAAN TENAGA LISTRIK DALAM UPAYA PENGHEMATAN BAHAN BAKAR PEMBANGKIT DAN ENERGI
Widodo, Widodo
WAKTU Vol 10 No 2 (2012): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/waktu.v10i2.859
Dalam pengoperasian sisitem tenaga listrik harus selalu diusahakan agar daya yang dibangkitkan sama dengan permintaan daya system. Pengaturan pembangkitan untuk memenuhi permintaan tenaga listrik, disusun menurut prioritas, yaitu pembangkit dengan biaya bahan bakar paling murah ditempatkan untuk mendukung beban dasar, sedangkan pembangkit yang tidak efektif digunakan untuk mendukung waktu beban puncak.Pengaturan penggunaan tenaga listrik adalah program pengaturan waktu dan besaran pemakaian tenaga listrik agar diperoleh pemakaian yang efisien dan hemat. Pengaturan dilakukan dengan menurunkan atau menghemat tenaga listrik, pemasangan beban puncak dan pengalihan beban dari waktu beban puncak (WBP) ke luar waktu beban puncak (LWBP), sehingga suplai pembangkit yang tidak efisien bahan bakarnya dapat berkurang. Metoda pengaturan pemakaian tenaga listrik dari sisi pengguna adalah high efficiency lighting, improved refrigerators, improved air conditioning, improved motors, penggunaan tenaga listrik pada luar waktu beban puncak, energy manajement audits, efficient new construction. Pelaksanaan metoda tersebut perlu penghematan sosialisasi ke konsumen tenaga listrik. Penghematan yang diperoleh dapat digunakan untuk menunda rencana pembangunan system tenaga listrikyang disebabkan pertumbuhan permintaan tenaga listrik, pemenuhan permintaan calon pelanggan tenaga listrik dan menurunkan pembayaran rekening listrik.
Monitor Denyut Jantung Menggunakan Metode Sensor Cahaya
Widodo, Widodo
WAKTU Vol 9 No 1 (2011): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/waktu.v9i1.904
Alat ini merupakan suatu sistem yang dapat digunakan untuk menghitung denyut jantungmanusia melalui jari tangan atau daun telinga dengan setingan yang sudah ditentukan. Alat ini dapat diaplikasikan untuk menilai batas kemampuan seorang atlit dan para pekerja keras. Ada banyak metode untuk mengukur denyut jantung, dari cara dengan merasa denyut nadi pada pergelangan tangan sampai ke cara rekam grafikelektro kardiogram. Metoda lainnya termasukcara monitor potensial listrik yang men-triger tiap denyut jantung, perubahan nilai resistans sebagai akibat dari perubahan dalam aliran darah, dan perubahan volume darah dalam pembuluh darah pada tiap denyutan. Dalam perancangan dan pembuatan alat untuk dapat dimanfaatkan sebagai monitoring denyut jantung diperlukan suatumetode yang aman sehingga tidak membahayakanpada saat digunakan.Penginderaan denyut jantung dilakukan dengan memberikan cahaya yang terang pada bagiantubuh dengan lapisan daging yang tipis, seperti jari tangan atau daun telinga. Dengan led super bright,intensitas cahaya yang tinggi menerawangi jari tangan atau daun telinga sehingga tampak memerah. Adanya denyut jantung menyebabkan perubahan intensitas cahaya terawangan pada bagian t ubuh dengan lapisan daging yang tipis tersebut. Dengan sensor cahaya (LDR), perubahan cahaya terawangan itu diubah menjadi besaran listrik berupa perubahan tegangan. Perubahan tegangan inilah yang disebut sebagai sinyal analog denyut. Sinyal ini sangat kecil, sehingga diperkuat melalui IC LM 3900.
ANALISIS PENGARUH ANTARA FAKTOR PENDIDIKAN, MOTIVASI DAN BUDAYA KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DALAM PELAKSANAAN PELAYANAN PUBLIK (Studi Kasus pada Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Pontianak)
Widodo, Widodo
Equator Journal of Management and Entrepreneurship (EJME) Vol 1, No 1 (2013): JURNAL MAHASISWA MAGISTER MANAJEMEN
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/ejme.v1i1.1114
Kinerja merupakan kondisi yang harus diketahui dan diinformasikan kepadapihak-pihak tertentu untuk mengetahui tingkat pencapaian suatu instansi dihubungkan dengan visi yang diemban suatu organisasi. Kinerja merupakan suatukonstruksi multi dimensional yang mencakup banyak faktor yang mempengaruhinyaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor pendidikan, motivasidan budaya kerja baik secara parsial maupun simultan terhadap kinerja pegawaiBadan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Pontianak dengan mengambil keseluruhanpopulasi sebagai sampling penelitian.Penelitian dilakukan dengan cara melakukan survey menggunakan kuesioneryang dirancang dalam skala likert ditujukan kepada 35 responden. Analisis yangdilakukan menggunakan instrumen uji terhadap variabel penelitian yang meliputireliabilitas dan normalitas; analisis korelasi product moment; analisis regresi linearberganda; serta uji hipotesis menggunakan uji parsial (uji t) dan uji simultan (uji F).Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif tetapitidak signifikan antara pendidikan dengan kinerja pegawai BP2T Kota Pontianak.Hubungan antara motivasi dengan kinerja pegawai pada BP2T Kota Pontianakpositif dan signifikan, dan hubungan antara budaya kerja dan kinerja pegawai jugapositif dan signifikan. Hubungan variabel independen meliputi Pendidikan, Motivasidan Budaya Kerja secara bersama-sama terhadap variabel dependen (KinerjaPegawai) pada BP2T Kota Pontianak menunjukkan hubungan yang signifikan. Halini membuktikan bahwa tiap variabel independen tersebut secara bersama-samaberkontribusi dalam pencapaian kinerja pegawai BP2T secara keseluruhan.Kata Kunci : Kinerja Pegawai, Pendidikan, Motivasi, Budaya Kerja, BadanPelayanan Perijinan Terpadu Kota Pontianak.