Articles
NUMERICAL INVESTIGATION OF COLD-FORMED STEEL HOLLOW STRUCTURAL SECTIONS DUE TO COMBINED AXIAL COMPRESSION AND BENDING LOADS
Budiman, Budiman;
Imamuddin, Mohammad;
Hanif, Basit Al;
Handoyo, Hendras Duwi
International Journal of Civil Engineering and Infrastructure Vol 3, No 2 (2023): IJCEI Volume 3 No. 2
Publisher : University Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24853/ijcei.3.2.69-77
old-formed steel has emerged as a prominent material in modern construction due to its excellent structural performance, cost-effectiveness, and sustainability. Hollow structural sections made of cold-formed steel have garnered significant attention due to their favourable strength-to-weight ratios and versatility in construction applications. In this research, the cross-section of cold-formed steel hollow structural sections will be analysed as a structure that receives a combination of compressive and bending loads. Numerical analysis was carried out using the finite element method with the help of ABAQUS software to obtain the buckling behaviour and cross-sectional capacity. The cold rolled steel regulations in SNI 79712013 or AS/NZS 4600 will be compared with numerical results to see the level of performance of the code in the case of hollow structural sections. Numerical testing and cross-sectional capacity calculations refer to existing references in the literature.
THE INFLUENCE OF DILATATION DUE TO EARTHQUAKE LOADS ON HIGH-RISE STRUCTURES WITH AN H-SHAPED FLOOR PLAN
Mujib, Sahrul;
Budiman, Budiman;
Hanif, Basit Al
International Journal of Civil Engineering and Infrastructure Vol 4, No 1 (2024): IJCEI Volume 4 No. 1
Publisher : University Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24853/ijcei.4.1.45-53
Earthquakes are one of the factors in the collapse of a building structure because vibrations cause movement in the building structure above it, building structures with asymmetrical shapes tend to experience displacement or movement of structural elements higher than structures with symmetrical shapes, asymmetrical building shapes, for example, such as U, L, T and H-shaped building plans with the dilatation method aiming to separate the building to be simpler and make the building more symmetrical. In the analysis of the building structure, 5 models are modeled, a model without dilation (H-shaped plan), a two-column dilation model 1A, a two-column dilation model 1B, a cantilever dilation model 1A and a cantilever dilation model 1B. The results of the structural analysis with the two-column dilation and cantilever dilation methods affect the value of the structural period, the deviation between floors and the p-delta value because the building becomes more symmetrical and simpler.
Proses legislasi desa dalam dinamika otonomi desa: Village legislation process in the dynamics of village autonomy
Kambau, A. Molang Chaerul;
Harun, Harsya;
Darwis, Zulkifli;
Budiman, Budiman
JOURNAL OF GOVERNMENT SCIENCE Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54144/govsci.v5i1.67
This research aims to understand the process of village legislation in the dynamics of village autonomy, with the locus of the process of forming village regulations, especially the formation of village development plan regulations. Research in Luwu Regency, with a sample of 18 villages from 3 selected sub-districts, which geographically are located on average above 100 m above sea level and quite far from the center of the Regency Capital. Data analysis using a mix method. The research results show that quantitatively the village legislation process with the variable actor involvement in the village legislation process has a significantly positive influence on the village legislation process with a significance value of 0.000<0.05. The activeness variable shows that there is no significant influence on the village legislative process (significance value 0.347> 0.05). Meanwhile, on the competency variable there is a significant influence with a value of 0.027<0.05. This shows that an active role does not make a positive contribution to the village legislative process, which can reflect the representation of community aspirations. The village legislation process (formation of village development plan regulations) in the sample consists of; initiation stage; socio-political stage, and juridical stage.
Penerapan Pembesaran Ikan Lele (Clarias sp.) bagi Kelompok Perempuan Tusoi Desa Amawang Kecamatan Sadaniang Kabupaten Mempawah
Suparmin, Suparmin; Setiawan, Agus;
Putri, Hylda Khairah;
Warastuti, Sri;
Mudlofar, Farid;
Purnamawati, Purnamawati;
Tarno, Slamet;
Budiman, Budiman;
Susanti, Romi;
Susilawati, Susilawati;
Salim, Ridwan
Kapuas Vol. 4 No. 2 (2024): Kapuas : Jurnal Publikasi Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31573/jk.v4i1.820
Salah satu bidang usaha yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok perempuan Tusoi adalah pemanfaatan pekarangan termasuk pemanfaatan lahan desa dengan usaha budidaya ikan terutama bagi anggota kelompok yang telah memiliki kolam ikan. Luaran yang dihasilkan dari solusi yang ditawarkan adalah pembinaan perbaikan lahan yang telah beralih fungsi menjadi siap pakai bagi pembudidayaan ikan, serta penyuluhan teknik pembudidayaan ikan sebagai acuan bagi kelompok dalam mengelola usahanya. Metode yang dilakukan adalah identifikasi kondisi dan kelayakan lahan, sosial ekonomi, pembinaan serta pendampingan teknis kelompok perempuan Tusoi Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk mendukung pemberdayaan ekonomi untuk kelompok masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar hutan dalam memanfaatkan sumbar daya hutan terutama dalam segmen budidaya ikan. Hal tersebut diharapkan dapat membantu kelompok masyarakat untuk mengembangkan praktik-praktik ekonomi lokal yang mempertimbangkan prinsip keberlanjutan Selama kegiatan berlangsung diketahui bahwa dengan memelihara ikan lele yang proses pemeliharaannya sudah sesuai dengan prinsip budidaya. Diketahui dari proses pendampingan dan monitoring bahwa pemeliharaan ikan lele selama proses dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai 85 % dan berat rata-rata 180 gram. Kegiatan pengabdian Kepada masyarakat ini diharapkan dalam pelaksanaannya dapat meningkatkan dan memacu masyarakat dalam mengembangkan budidaya ikan dan penerapan teknologi tepat guna yang aplikatif dan dapat meningkatkan produktivitas hasil budidaya ikan secara berkelanjutan dan ramah lingkungan sesuai dengan kebijakan pemerintah.
Pelaksanaan Program Penelitian Implementasi Kebijakan MBKM dan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa PTS
Anggakarti, Deden Maulana;
Farid, Rudy;
Benyamin, M. Firdaus;
Pertiwi, Annisa Bela;
Budiman, Budiman
Jurnal Visual Ideas Vol. 2 No. 1 (2022): Visualideas
Publisher : Universitas Widyatama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1205.124 KB)
|
DOI: 10.33197/visualideas.vol2.iss1.2022.853
Implementasi program dan kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di setiap perguruan tinggi telah mengubah paradigma sistem proses dan pembelajaran ke arah lebih revolusioner, walaupun masih terdapat ketimpangan sistem sosialisasi terhadap perguruan tinggi selama ini. Pro dan kontra adalah kewajaran karena ilmu pengatahuan memang di lahirkan untuk menemukan pembaharuan dan pembenaran dari suatu sistem untuk menemukan hasil yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan alamnya. Salah satu yang menjadi acuan ketepatan dalam pelaksanaan program MBKM tersebut maka perlu dilakukannya sebuah kerangka kerja yang dapat di lakukan mengenai evaluasi, pemahaman, kesiapan, dan pelaksanaan MBKM pada perguruan tinggi. Program studi Desain Grafis Fakultas Desain Komunikasi Visual Universitas Widyatama telah melakukan kegiatan sosialisasi berupa survei dengan cara daring yang disesuaikan dengan format dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada beberapa hari yang lalu. Sehubungan dengan pelaksanaan Pemeriksaan Kinerja atas Penyelenggaraan Pendidikan Vokasi Berbasis Kerja Sama Industri dan Dunia Kerja dalam Rangka Mewujudkan Sumber Daya Manusia Berkualitas dan Berdaya Saing TA 2020 s.d. Semester I 2021. Maka program studi Desain grafis telah melakukan permintaan pengisian kuesioner melalui google form kepada para stake holder dimana kami telah menyelenggarakan program diploma dan sarjana terapan serta industri yang bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam rangka penyelenggaraan pendidikan vokasi. Sedangkan Target responden survei tersebut adalah Wakil Rektor Bidang Akademik, Dekan, Ketua Program Studi, Dosen, serta Para Mahasiswa dari perguruan tinggi di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tujuan dari pengisian survei ini adalah untuk menunjukan hasil pelaksanaan dan kesuksesan program MBKM pada program studi sebagai bahan evaluasi dan kemajuan dari program tersebut ke masa akan datang. Adapun tahapan pengisian quisoner ini dilakukan dengan cara daring dengan tautan http://spadadikti.id/survey yang mana telah dilakukan tersebut. Tahapan berikutnya melakukan analisis data dari hasil kuesioner serta dilaporkan dalam bentuk diagram infografis juga penjelasan berupa deskripsi untuk memberikan suatu gambaran mengenai pelaksanaan MBKM di program studi yang kami jalankan selama ini. Diharapkan dengan kegiatan pengisian mengenai quesoner ini, maka dapat terukur, evaluasi dan perbaikan mengenai tingkat pelaksanaan program MBKM yang sudah, sedang dan akan dijalankan menuju arah perbaikan dan pengembangan program tersebut pada semester berikutnya.
Perancangan Ilustrasi Video “Puriding Puringkak” pada Youtube Channel Nyunda Yu
Ghaisani, Reira Fadhla;
Budiman, Budiman
Jurnal Visual Ideas Vol. 2 No. 2 (2022): Visual Ideas
Publisher : Universitas Widyatama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33197/visualideas.vol2.iss2.2022.930
Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi digital merupakan salah satu teknologi yang terus berkembang pada berbagai kegiatan dalam kehidupan, salah satunya pada bidang desain. Ilustrasi merupakan suatu gambaran dalam menjelaskan keadaan atau cerita melalui visual gambar seseorang. Sebagaimana, saat ini ilustrasi vidio bergambar merupakan salah satu ilustrasi yang memiliki banyak peminat, terutama di media sosial. Puriding Puringkak merupakan program acara di youtube channel Nyunda Yu yang berisi cerita horor sunda. Sebagaimana dalam konten tersebut diperlukan ilustrasi yang unik dan menarik. Maka perancangan ilustrasi digital Jurig Kampus : Teror di Kampus Malem Jumaah dibuat secara visual bagi para audience, terutama bagi para pecinta horor sunda. Penulis membuat ilustrasi horor dengan style semi-realis, karena cerita horor merupakan salah sau tema yang banyak orang minati terutama mahasiswa. sehingga perancangan ilustrasi Puriding Puringkak ini dibuat semenarik mungkin agar dapat mewakili cerita horor tersebut.
Identifikasi Tingkat Keterampilan Bermain Sepak Bola PS. Taruna Desa Potu Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu Tahun 2018
Pratama, Sandi Achmad;
Budiman, Budiman
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 4, No 1 (2020): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58258/jisip.v4i1.967
he level of football playing skills is one aspect of technique that is very influential on the ability of a soccer player in a match. The technical aspects consist of the technique of tilting the ball, passing and holding the ball, heading the ball and shooting towards the goal.This study aims to determine "To what extent are the Skill Levels owned by Taruna Dompu PS players in 2018".Based on the results of data analysis, it was found that from the 25 players who were subjected to the study, it was found that the average score of the players was 57.87 with enough categories, with the following details that included in the good category were 13 people (52%), moderate categories were 7 people (28%), enough categories as many as 4 people (16%), and less categories as much as 1 person (4%).Furthermore, when viewed from the average score for each player, the highest score is a heading with an average score of 4 (four) test items of 68.5, while the lowest score is obtained from passing with an average number of scores of 44.75. So clearly based on the data above the level of football playing skills possessed by PS players. Potu Village Cadet Dompu District Dompu Regency in 2018, is still lacking and uneven.
PENDIDIKAN REMAJA MENURUT PANDANGAN ISLAM
Budiman, Budiman;
Petricia, Echa;
Wahyudi, Ilham;
Mulyana, Mulyana;
Sukatin, Sukatin;
Hariyanto, Mashudi
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 12 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32670/ht.v1i12.2485
Tujuan penelitian ini merupakan salah satu uapaya mencari jawaban masalah diatas, diharapkan dengan Pendidikan remaja menurut pandangan islam, untuk membimbing remaja agar remaja tetap sehat mental, berakhlak mulia, taqwa kepada Allah SWT dan nilai-nilai yang bersumber dari al-quran dan sunnah. Dari hasil penelitian ini, maka dapat penulis menyimpulkan bahwa Pendidikan dalam islam begitu begitu penting sehingga merupakan suatu kewajiban, karena Pendidikan dapat mengubah manusia dari tidak tahu menjadi tahu. Terkhususkan Pendidikan bagi remaja. Islam sangat memperhatikan tingkah laku umatnya, oleh karena itu islam memiliki rambu-rambu bagi umatnya yang harus diikuti jika menginginkan kehidupan yang layak didunia dan akhirat. Syariat islam tidak akan dihayati dan diamalkan orang kalua hanya diajarkan saja. Tetapi harus dididik melalui proses Pendidikan. Pendidikan remaja dengan Pendidikan yang islami, dalam arti islam mengandung makna bahwa setiap jenis Pendidikan yang diberikan pada remaja harus dengan nilai agama, karena nilai agama merupakan ajaran yang absolut ada syariat islam, berlaku sepanjang zaman sehingga nilai-nilai yang lainnya mengikuti nilai-nilai islam. Tanggung jawab pada Pendidikan remaja terletak dan dipengaruhi oleh orang tua, guru dan masyarakat. Dengan demikian bahwa tanggung jawab Pendidikan dalam islam bersifat persorangan dan sosial sekaligus. Dan peranan agama sebagai fungsi Pendidikan islam bagi remaja sangatlah penting. Karena remaja memiliki dasar-dasar agama akan lebih mudah dikembalikan pada jiwanya yang beragama apabila ia melenceng perbuatannya, jika tidak dibekali dengan Pendidikan agama akan goncang sampai ia dewasa.
ANALISIS KARAKTER PROTAGONIS DALAM FILM “PERFUME: THE STORY OF A MURDERER”
Hakim, Agus;
M. Firdaus Benyamin;
Budiman, Budiman
TEKNIMEDIA: Teknologi Informasi dan Multimedia Vol. 5 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Badan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (BP2M) STMIK Syaikh Zainuddin NW Anjani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46764/teknimedia.v5i1.162
This article contains the results of the analysis of the protagonist's character in the film "Perfume: The Story of a Murderer." The purpose of this writing is to describe the results of the analysis of the protagonist's character, which is not a human but a perfume that plays the role of the protagonist. This research was conducted using a qualitative research method with a descriptive approach that will result in descriptive data based on theoretical foundations using Sigmund Freud's psychoanalytic theory. The result of this research is an analysis of the protagonist's character in the film "Perfume: The Story of a Murderer," which is not a human but a perfume. Observing this phenomenon can be used as a reference to convey that the main character in the film is not a human but an object in the form of perfume.
Penggunaan Bahasa Baku Dalam Penulsan Karya Ilmiah
Wulandari, Dinda Riris;
Silvia, Cindy;
Budiman, Budiman
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47467/elmujtama.v4i2.3919
This essay outlines the factors that should be taken into account when students employ standard language in their scientific writing. The range of raw materials is reflected in the languages used in scientific papers. In scientific communities, standard language is the norm. In writing, there are requirements that must be met in order to be compliant with Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). The usage of uppercase and oblique letters, foreign word absorption, inappropriate word placement, cutting words, and superfluous words are all things to pay attention to words.tandart language, scientific paper. Key word: s