Articles
Konsep Aplikasi E-Pesantren 4.0 di Pondok Pesantren Minhajul Haq Purwakarta
Sopian, Asep;
Prasetyo, Eko Budi;
Syah, Muhibbin;
Erihadiana, Muhammad
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2021): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (616.121 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v4i7.336
Sistem Informasi adalah sebuah sistem yang dapat mengumpulkan berbagai macam informasi dan menampilkannya dalam berbagai media. Aplikasi Sistem Informasi Pondok Pesantren merupakan sebuah sistem informasi yang didesain dan dibuat khusus untuk menyesuaikan kegiatan belajar mengajar pada Pondok Pesantren yang diharapkan dapat membantu proses kegiatan secara keseluruhan. Aplikasi ini dibutuhkan untuk memudahkan dalam pengumpulan dan pengelolaan informasi-informasi yang dihasilkan dari proses belajar mengajar dalam satu tempat yang mudah untuk diakses dan disebarkan kembali. Metode penelitian yang digunakan pada pendekatan kualitatif ini yaitu dengan metode studi kasus. Metode penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan suatu situasi atau bidang tertentu secara analisis, sistematis faktual dan teliti. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa proses pengembangan aplikasi dimulai dengan tahap wawancara ke Pondok Pesantren Minhajul Haq Purwakarta sebagai target penelitian kemudian ke tahap perancangan sistem informasi berdasarkan hasil wawancara dan pembuatan aplikasi sesuai rancangan yang dibuat, terakhir dilakukan survey untuk menentukan apakah aplikasi layak untuk digunakan dalam ruang lingkup internal Pondok Pesantren Minhajul Haq Purwakarta. Dengan adanya Sistem Informasi berbasis digital di Pondok Pesantren, pengurus pondok dapat mengetahui data Santri, rekap pembayaran, kurikulum dan data gedung yang dimiliki oleh pondok pesantren, hal ini berkaitan dengan pengembangan teknologi di pondok pesantren, untuk mewujudkan integrasi data santri.
Konsep Green Building Masjid Baiturahman SMAN 3 Kuningan
Rosanti, Atik;
Raup, Abdul;
Leo, Kardi;
Syah, Muhibbin;
Erihadiana, Muhammad
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 8 (2021): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (889.54 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v4i8.338
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi terkait penerapan Green Building dan Hambatan-hambatannya dalam penerapan Green Building di SMAN 3 Kuningan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di SMAN 3 Kuningan terkait Penerapan Green Building di Masjid Biturahman SMAN 3 Kuningan adalah 1). Masjid Baiturrahman SMAN 3 Kuningan telah berhasil mengusung konsep Green building sebagai salah satu upaya untuk mengurangi pemanasan global dan efesiensi energi. 2). Hambatan-hambatan yang di hadapi adalah terkait konsistensi, dan kontribusi dalam menjalankan green building.
Implementasi Manajemen Mutu dalam Peningkatan Profesionalisme Guru di MTs Pesantren Asasul Huda Desa Ranjikulon
Muaz;
Syah, Muhibbin;
Erihadiana, Muhammad
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 8 (2021): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (820.656 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v4i8.347
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi manajemen mutu dalam peningkatan profesionalisme guru di MTs Pesantren Asasul Huda Desa Ranji Kulon Kecamatan Kasokandel Kabupaten Majalengka. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi manajemen mutu dalam peningkatan profesionalisme guru sudah berjalan baik. Kepala Sekolah berhasil merencanakan dan mengawal pelaksanaan pengembangan profesionalisme guru melalui: 1) Program peningkatan kualifikasi pendidikan guru sesuai dengan dengan peraturan yang berlaku, program sertifikasi bagi guru, 3) Program pelatihan Keterampilan dan kompetensi, dan 4) Program supervisi pendi-dikan. Dalam pengelolaan lembaga pendidikan tentu ada masalah dan kendala yang dihadapi, tetapi itu bisa segera teratasi dan diselesaikan melalui komunikasi yang harmonis antara Kepala Sekolah dengan para guru MTs Pesantren Asasul Huda melalui forum rapat perencanaan awal tahun ajaran baru atau secara periodik dalam rapat evaluasi bulanan.
Manajemen Pendidikan Pondok Pesantren dalam Membentuk Learning Society
Mayasari, Annisa;
Iqbal, Aji Muhammad;
Supriyadi, Asep;
Syah, Muhibbin;
Erihadiana, Muhammad
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 8 (2021): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (476.888 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v4i8.350
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran Manajemen Pendidikan Pondok Pesantren Dalam Membentuk Learning Society. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang mencari gambaran secara mendalam terkait sebuah fenomena yang terjadi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang didirikan dan dikelola secara mandiri oleh masyarakat yang dalam hal ini dapat kita lihat begitu besarnya peran serta masyarakat dalam membangun kekuatan karakter dan mental anak bangsa bahkan bukan hanya dibidang pendidikan saja, dalam hal ini Pondok Pesantren Zawiyah sudah bertransformasi menjadi lembaga yang membangun ekonomi dan menyerap tenaga kerja dengan hadirnya koperasi disebuah pesantren ini menjadikan pondok pesantren dapat berdiri secara mandiri, Learning Society yang direncankan oleh ondok pesantren sudah dilakukan secara bertahap, terbukti pondok pesantrten menyerap tenaga pengajar dan karyawan unit usahanya merekrut dari masayarakat sekitar. Namun dalam hal pengembangan pondok pesantrenpun tak lepas dari wajibnya kehadiran pemerintah sangat diperlukan dan bahkan wajib hadir pula agar pengembangan dalam satu pondok pesantren tidak berjalan lambat jika pemerintah ikut andil dalam mewujudkan pondok pesantren yang mandiri.
Manajemen Pembiayaan Pendidikan Lembaga Filantropi Yatim Mandiri dalam Pemberdayaan Mahasiswa Yatim (Study Analisis Program MEC)
Ningsih, Indah Wahyu;
Nurasa, Ace;
Sobron M, Dandy;
Syah, Muhibbin;
Erihadiana, Mohamad
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 8 (2021): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (510.353 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v4i8.357
Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana strategi dalam pembiayaan pendidikan yang dikelola oleh yayasan Yatim Mandiri Surabaya dalam memberdayakan anak-anak yatim dan dhuafa. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MEC merupakan salah satu program unggulan yang digulirkan Yatim Mandiri, MEC sendiri merupakan program pendidikan dan pelatihan yang diperuntukan bagi purna Yatim yang berada dalam rentang usia 17 – 21 tahun. Tujuan dari progam ini ialah mencetak enterpreuner yatim dengan pembekalan tiga pilar yaitu akademik, keagamaan dan wirausaha. Dana pembiyaan pendidikan program MEC diperoleh dari Yatim Mandiri yang mengalokasikan sebesar 7% dari keseluruhan dana yang dihimpun Yatim Mandiri. Setiap mahasiswa MEC akan memperoleh dana sebesar 32 juta selama masa pendidikan satu tahun di asrama MEC. Dana ini dipergunakan sebagai pembiayaan pendidikan dan asrama selama satu tahun, terhitung sejak mahasiswa mendaftar dan menyelesaikan tahapan pendidikan dan pengkaderan selama satu tahun.
Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Pendidikan Islam (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Negeri 1 Ciamis Jawa Barat)
Munandar, Didih Syakir;
Syah, Muhibbin;
Erihadiana, Mohamad
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (487.4 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v5i1.394
Sumber daya manusia merupakan salah satu elemen paling penting di berbagai lembaga ataupun perusahaan agar sebuah lembaga atau perusahaan tersebut dapat berjalan dengan baik. Tanpa adanya sumber daya manusia tersebut atau kualitasnya kurang baik, maka Lembaga atau perusahaan akan sulit untuk berjalan dan beroperasi dengan semestinya meski sumber daya yang lain telah terpenuhi. Untuk itu, diperlukan sebuah cara khusus dalam memberdayakan sumber daya manusia yang ada di Lembaga atau perusahaan tersebut. Upaya pemberdayaan sumber daya manusia guna meningkatkan kinerja Lembaga atau perusahaan secara menyeluruh tersebut dikenal dengan istilah manajemen SDM. Jika diaplikasikan dengan akurat dan bijaksana, manajemen SDM mampu memaksimalkan kinerja sebuah lembaga atau perusahaan sehingga perkembangannya dapat berjalan lebih pesat lagi. Karena perannya yang cukup penting bagi perkembangan lembaga atau perusahaan, memahami tentang manajemen SDM adalah hal yang wajib dilakukan oleh para pemilik lembaga atau perusahaan. Begitu juga di lembaga pendidikan yang di dalamnya terdapat proses pembelajaran terhadap para siswa yang salah satu tujuannya adalah melahirkan dan mewujudkan para generasi bangsa yang berkarakter dan berakhlak mulia. Untuk itu, dalam penelitian ini peneliti akan mendeskripsikan mengenai manajemen pendidik dan tenaga kependidikan yang difokuskan mulai dari proses perencanaan, perekrutan, penempatan dan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Ciamis Jawa Barat.
Capaian Standar Pengelolaan Pendidikan pada SD, SMP dan SMA Islam di Kota Bandung
Irawati, Dini;
Maman, Maman;
Sumpena, Agus;
Syah, Muhibbin;
Erihadiana, Mohamad
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1097.492 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v5i1.407
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan capaian mutu standar pengelolaan pada sekolah islam jenjang dasar dan menengah di kota Bandung berdasarkan hasil rapor mutu tahun 2020. Hasil analisis menunjukkan capaian mutu standar pengelolaan yang mencakup 4 komponen yaitu Sekolah melakukan perencanaan pengelolaan, Program pengelolaan dilaksanakan sesuai ketentuan, Kepala sekolah berkinerja baik dalam melaksanakan tugas kepemimpinan, dan Sekolah mengelola sistem informasi manajemen, pada empat tahun terakhir kecenderungannya menunjukkan peningkatan sebesar 39 %. Capaian standar pengelolaan Sekolah Islam di Kota Bandung pada tahun 2020 termasuk pada kategori Menuju SNP 4. Dari 16 indikator pada standar pengelolaan terdapat 6 indikator dengan nilai terendah yang perlu menjadi perhatian untuk diprioritaskan dalam upaya memenuhi standar nasional pendidikan yaitu 1) program layanan kesiswaan, 2) kompetensi kewirausahaan kepala sekolah, 3) pengelolaan sistem informasi manajemen, 4) pengelolaan kurikulum, 5) pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan dan 6) pengembangan kemitraan. Melalui analisis berbasis akar masalah maka untuk meningkatkan capaian mutu standar pengelolaan satuan Pendidikan, penyelenggara Pendidikan perlu menerapkan sistem penjaminan mutu Pendidikan baik secara internal maupun eksternal, program peningkatan kapasitas kepala sekolah dan pengembangan program kemitraan dengan instansi yang relevan.
Nilai-Nilai Demokrasi Ala Pesantren sebagai Pembentuk Karakter Insanul Kamil di Pesantren Islam Hidayatunnajah Bekasi
Syaifurrahman, Syaifurrahman;
Erihadiana, M.
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (658.982 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v5i2.483
Pondok Pesanren Islam Hidayatunnajah Bekasi Jawa Barat belakangan ini menjadi idola para orang tua dalam menitipkan anaknya untuk dibimbing, dibina, dan ditanamkan nilai-nilai akhlaqul karimah, golobalisasi menjadi tangtangan manusia dalam menempuh hidup di dunia sehingga banyak orang tua untuk mengamankan anaknya dari sikap yang jelek dikehidupan kaula muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya orang tua menyekolahkan anaknya di pesantren, dan nilai demokrasi apa saja yang dapat tertaman dalam diri santri. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif diskriptif. Hasil dari penelitian ini menerangkan bahwa banyak orang tua yang ingin anaknya diterima di berbagai pesantren dengan alasan kehidupan diluar telah tercemari arus globalisasi karakter barat, pergaulan bebas, nontonan yang tidak terkendali,tidak kenal haq dan bathil, fitnah, penghalang kebaikan dan nilai-nilai demokrasi yang tertaman dalam santri dengan kokoh,tegak dengan semboyang bisa ala terbiasa, itulah Pendidikan ala pesantren yang menjadi idola para orang tua.
Gender dalam Pandangan Islam
Sidiq, Yogi Hasbi;
Erihadiana, M.
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (491.175 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v5i3.502
Penelitian ini mencoba membandingkan konsep kesetaraan gender yang diusung oleh feminisme dengan keadilan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan banyaknya dokumen hukum dan bagian yang mengatur hubungan antara laki-laki dan perempuan dalam Islam telah diubah untuk menyamakan perspektif kesetaraan gender. Namun problematikanya banyak konsep kesetaraan yang tidak sesuai dengan gagasan keadilan. Pertama, titik tekanan. Fokus dalam kesetaraan gender adalah persamaan kuantitas sehingga mengabaikan perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Sementara dibenarkan kebutuhan setiap individu terpenuhi sesuai dengan atribut dan kemampuan. Kedua, orientasi. Kesetaraan gender berusaha untuk meruntuhkan budaya patriarki dan menuntut kesetaraan dan kebebasan. Peradilan di sisi lain berusaha untuk menyelaraskan budaya patriarki dan matriarkat sehingga laki-laki dan perempuan dapat bertindak sebagai khalifah. Ketiga, pandangan perempuan. Feminisme memandang laki-laki dan perempuan sebagai dua makhluk yang berbeda. Sedangkan Islam di sisi lain menganggap pria dan wanita sebagai sepasang dua entitas, mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama namun memiliki fungsi yang berbeda tergantung pada sifat masing-masing. Berdasarkan hal tersebut, konsep kesetaraan tidak dapat disamakan dengan keadilan dalam Islam.
Pendidikan Multikultural dalam Perspektif QS. Ar Rum Ayat 22
Amin, A. Nurtamim;
Erihadiana, M.
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (868.884 KB)
|
DOI: 10.54371/jiip.v5i3.511
Pendidikan Multikultural merupakan pendidikan tentang keanekaragaman budaya, hak asasi manusia, mengurangi bahkan menghilangkan berbagai macam prasangka untuk mengkonstruksi tatanan kehidupan masyarakat yang adil dan tentram. Al-Qur’an Sebagai kitab suci yang sangat komplit telah memberikan solusi terkait multikulturalisme dimana banyak ayat –ayat al-Qur’an yang membahas tentang multikulturalisme ini. Tulisan ini berupaya menjelaskan tentang pendidikan mulkultural dalam perspektif Al- Qur’an Surat Ar-Rum ayat 22, dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dalam QS. Ar Rum Ayat 22 terdapat Pendidikan multikultural yaitu, Pertama saling menghargai sesama manusia sebagai makhluk Allah yang sama asalnya, melarang diskriminasi antar bahasa, suku, agama dan budaya karena pada hakekatnya manusia itu sama disisi Allah SWT, yang menjadikannya mempunyai derajat yang mulia disisi Allah SWT adalah ketakwaannya. Kedua, adanya multi bahasa, multi ras dan multi suku merupakan sunnatullah yang tidak bisa dihindarkan oleh manusia. Sehingga dari adanya multikultural tersebut diharapkan manusia untuk bisa menerima ragam budaya, bisa berlaku adil, saling menghormati sebagai penerapan hak asasi manusia.