Pendidikan di Indonesia semakin berkembang pesat dengan persaingan berbagai lembaga yang semakin ketat. Pada kondisi tersebut, strategi pemasaran, dalam hal ini diferensiasi menjadi kunci penting untuk menarik minat peserta didik baru dan dapat memperkuat eksistensi lembaga pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi diferensiasi, bentuk pelayanan pendidikan, dan efektivitasnya dalam meningkatkan minat peserta didik baru, sehingga bisa memberikan kontribusi teoritis dan praktik bagi pengembangan strategi pemasaran pendidikan Islam. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilakukan di dua sekolah, yakni MTsN 1 Kota Serang dan MTsN 1 Kabupaten Serang. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua madrasah telah menerapkan strategi diferensiasi yang terintegrasi dengan konsep bauran pemasaran 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, dan Physical Evidence) serta dimensi SERVQUAL (Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, dan Tangibles). MTsN 1 Kota Serang terlihat melalui inovasi program unggulannya seperti promosi berbasis digital yang dapat memperkuat citra madrasah sebagai lembaga modern. Sementara itu, MTsN 1 Kabupaten Serang menekankan pada penguatan nilai religius, layanan pendidikan yang mudah diakses, biaya terjangkau, serta fasilitas representatif. Implementasi strategi ini efektif dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat dan jumlah pendaftar setiap tahunnya. Selain itu, penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam bentuk model pengembangan manajemen pemasaran pendidikan berbasis nilai religius dan kualitas layanan bagi lembaga pendidikan Islam lainnya.