Tradisi merupakan salah satu unsur penting dalam mempertahankan identitas sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelaksanaan tradisi Prasah di Desa Sidigede, Jepara, serta menganalisis fungsinya dalam memperkuat solidaritas sosial menggunakan teori Struktural Fungsionalisme Talcott Parsons. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis dokumen dan wawancara mendalam terhadap tokoh masyarakat dan warga desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Prasah bukan sekadar bagian dari upacara pernikahan, melainkan juga mekanisme sosial yang memperkuat rasa kebersamaan, gotong royong, dan integrasi sosial. Dalam perspektif Parsons, tradisi ini menjalankan fungsi Integration dan Latency dalam skema AGIL, yang menjaga keteraturan sosial melalui pewarisan nilai dan norma kolektif. Dengan demikian, tradisi Prasah memiliki peran penting dalam menjaga kohesi sosial masyarakat Sidigede di tengah arus modernisasi. Kata Kunci: Tradisi Prasah; Solidaritas Sosial; Fungsionalisme Struktural; Talcott Parsons; Desa Sidigede