AbstractThe Relocation of Indonesia’s Capital City In Online Media: A Critical Discourse Analysis. The relocation of the nation's capital has become a controversial topic and has sparked widespread debate in online media. The main issue examined in this study is the form of support and rejection of the policy of relocating the capital city and the reasons behind it. This study uses a qualitative approach with Norman Fairchlough's critical discourse analysis method to identify different views in online media. The data sources come from articles on Kompas.com, Tempo.com, and Suaraislam.com on January 18 and 19, 2022. The findings of this study indicate that Kompas.com supports the policy of relocating the nation's capital city with emotional support, appreciation and information related to political, economic, historical and environmental aspects. In contrast, Tempo.com and Suaraislam.com show rejection, focusing on legal, political, economic and environmental aspects. Rejection on Tempo.com is conveyed through suggestions, comments and reasons for rejection, while Suaraislam.com expresses rejection using words such as "no" and critical comments. Based on these findings, it shows that the relocation of the nation's capital city has received very diverse responses in online media, reflecting differences in perspective. Based on the research results, it is recommended that the government reconsider the policy of moving the capital city by involving all aspects of life, including social impacts, infrastructure, and community needs.Keywords: capital city relocation in Indonesia, support, opposition.AbstrakPemindahan Ibu Kota Negara Indonesia di Media Daring: Analisis Wacana Kritis. Pemindahan ibu kota negara telah menjadi topik yang kontroversial dan memicu perdebatan luas di media daring. Masalah utama yang diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk dukungan dan penolakan terhadap kebijakan pemindahan ibu kota serta alasan di baliknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis Norman Fairchlough untuk mengidentifikasi pandangan yang berbeda di media daring. Sumber data berasal dari artikel di Kompas.com, Tempo.com, dan Suaraislam.com pada tanggal 18 dan 19 Januari 2022. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Kompas.com bersikap mendukung kebijakan pemindahan ibu kota negara dengan bentuk dukungan emosi, penghargaan dan informasi terkait aspek politik, ekonomi, sejarah, dan lingkungan. Sebaliknya, Tempo.com dan Suaraislam.com menunjukkan penolakan, dengan fokus pada aspek hukum, politik, ekonomi, dan lingkungan. Penolakan di Tempo.com disampaikan melalui usulan, komentar, dan alasan penolakan, sementara Suaraislam.com mengekspresikan penolakan menggunakan kata-kata seperti "tidak" serta komentar kritis. Berdasarkan temuan tersebut menunjukkan bahwa pemindahan ibu kota negara mendapat respons yang sangat beragam di media daring, mencerminkan perbedaan perspektif. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pemerintah mempertimbangkan kembali kebijakan pemindahan ibu kota dengan melibatkan seluruh aspek kehidupan, termasuk dampak sosial, infrastruktur, dan kebutuhan masyarakat.Kata-kata kunci: pemindahan ibu kota negara Indonesia, dukungan, penolakan