Abstrak: Keterbatasan bahan bacaan yang menarik dan sesuai dengan konteks lokal menjadi tantangan utama dalam meningkatkan literasi membaca di SDN Sie, Kabupaten Bima. Program pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas guru dalam mengembangkan buku cerita anak berbasis Teaching at the Right Level (TaRL) yang terintegrasi dengan nilai-nilai kearifan lokal Bima. Kegiatan melibatkan 20 orang guru sebagai peserta dan dilaksanakan melalui tiga pendekatan, yaitu pelatihan, pendampingan, dan pengembangan produk. Evaluasi capaian kegiatan dilaksanakan melalui pretest dan postet. Indikator keberhasilannya secara klasikal apanila 50% mencapai kategori tuntas. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis yang signifikan. Rata-rata skor pretest sebesar 4,55 (SD = 1,57) menjadi 8,45 (SD = 1,28) pada posttest, dengan rata-rata kenaikan 3,9 poin. Seluruh peserta menunjukkan peningkatan, dan 70% di antaranya berhasil mencapai kategori tuntas. Dengan demikian, kegiatan ini dinyatakan berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan. Produk berupa buku cerita anak berbasis kearifan lokal yang dihasilkan diharapkan dapat berfungsi sebagai bahan bacaan yang lebih menarik, kontekstual, dan relevan untuk meningkatkan budaya literasi di sekolah dasar, khususnya di wilayah Bima.Abstract: The limited availability of engaging reading materials relevant to the local context remains a major challenge in improving reading literacy at SDN Sie, Bima Regency. This community service program aimed to strengthen teachers’ capacity in developing children’s storybooks based on the Teaching at the Right Level (TaRL) approach, integrated with Bima’s local wisdom values. The activity involved 20 teachers as participants and was implemented through three approaches: training, mentoring, and product development. Evaluation of program outcomes was carried out using pretest and posttest instruments. The indicator of success was determined classically, in which the program was considered successful if at least 50% of participants achieved the mastery category. The implementation results indicated a significant improvement in writing skills. The average pretest score of 4.55 (SD = 1.57) increased to 8.45 (SD = 1.28) in the posttest, with an average gain of 3.9 points. All participants showed improvement, and 70% successfully reached the mastery category. Therefore, the program was declared successful in achieving its intended goals. The resulting product, a children’s storybook integrating local wisdom, is expected to serve as a more engaging, contextual, and relevant reading material to promote literacy culture in elementary schools, particularly in the Bima region.