Articles
KEDUDUKAN FILSAFAT SEBAGAI ILMU MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
Muhibburrohman, Ohib;
Khoriroh, Fitri;
Royani, A;
Supardi, Supardi;
Hidayat, Wahyu
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2023): JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN
Publisher : STKIP Pesisir Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34125/jmp.v8i3.60
Filsafat mengandung arti ingin tahu yang mendalam dapat diartikan juga mencari hakikat sesuatu yang mencoba untuk mencocokan sebab serta akibat. Filsafat merupakan ilmu pengetahuan yang sangat luas serta memiliki banyak hubungan dengan kehidupan sehari-hari karena dapat dianggap sebagai sumber utama dari semua hal yang terjadi di dunia ini. Sejak lahir dan berkembangnya filsafat ilmu pengetahuan sangat berpengaruh terhadap dunia akademik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik mengumpulkan datanya menggunakan metode kepustakaan. Metode yang digunakan yaitu literature review atau biasa disebut dengan tinjauan pustaka. Ruang lingkup penelitian menganalisa tentang filsafat, kedudukan filsafat, serta kaitanya dengan ilmu pengetahuan.hasil dari penelitian ini adalah filsafat memberikan keterampilan dalam penalaran, penilaian kritis, pemecahan masalah kreatif, dan komunikasi. Ilmu pengetahuan diakui sebagai kebenaran ilmiah jika memenuhi setidaknya dua syarat yaitu rasional dan empiris. Filsafat ilmu berfungsi untuk menelaah dan menyelidiki berbagai macam sumber pengetahuan. Penting untuk diingat bahwa filsafat ilmu tidak bertujuan untuk menjadi puncak eksistensi ilmu yang harus dipuja. Maka, filsafat ilmu adalah bagian dari ilmu pengetahuan dan manajemen pendidikan karena mengajarkan kita cara memikirkan, menilai kritis, menyelesaikan masalah kreatif, dan berkomunikasi. Keterampilan ini dianggap sangat penting untuk hampir setiap aspek kehidupan. Filsafat ilmu bertujuan untuk membangun fondasi filosofis yang dapat digunakan untuk memahami berbagai konsep dan teori yang terlibat dalam berbagai disiplin ilmu.
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DALAM TINJAUAN EPISTIMOLOGI
Hayatunnisa, St;
Rohaemi, Rohaemi;
Faruq Al-amini, Muhamad;
Hidayat, Wahyu;
Supardi, Supardi
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2023): JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN
Publisher : STKIP Pesisir Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34125/jmp.v8i3.70
The process of establishing or managing an Islamic educational institution is known as Islamic education management. This process involves the use of human resources to institutional goals effectively and efficiently. In this case, epistemological philosophy serves as the basis for controlling Islamic education. The study aims to study the management of Islamic education using epistemology. This research uses a qualitative method of library study or literature study (Literature Review), and data is collected from related sources such as journals, e-books, or academic articles. The results of this study show that the management of Islamic education has a significant impact on Islamic educational institutions. The theory of Islamic education management practices refers to principles of governance that have not been fully implemented by Islamic educational institutions, such as the concept of transparency and integrity. Planning is regarded as a process or step of vital importance in achieving the objectives of an educational institution.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Materi Aritmetika Sosial dan Aktivitas Belajar melalui Model Pembelajaran Problem Solving
Supardi, Supardi
WASPADA (Jurnal Wawasan Pengembangan Pendidikan) Vol 11, No 1 (2023): WASPADA
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education of Undaris
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61689/waspada.v11i1.413
This study aims to: (1) improve the mathematics learning outcomes of Social Arithmetic material;(2) Improving student learning activities through problem solving learning models in class VII A of SMP Negeri 4 Ungaran. Classroom action research was conducted at SMP Negeri 4 Ungaran January-March 2019. Research subjects: 33 grade VII A students. Research results: (1) The application of problem solving learning models can improve mathematics learning outcomes. In the initial learning conditions, the average value was 63.83 with 38.46% learning completeness in the first cycle the average value was 68.59 with 56.41% learning completeness. In the second cycle the average value increased to 84.94 with a learning completeness of 87.18%. The average increase in learning outcomes is 16.35 and an increase in learning completeness is 30.77%. (2) The application of problem solving learning models can increase students' learning activities. Active learning of students in the first cycle 84.62% in the second cycle increased to 92.31%. The increase in student activity is 7.69%.Keywords: Activity, Problem Solving Learning Model
Reinforcing the Legal Basis of Undercover Buy as an Investigative Method in Criminal Procedure
Maharani, Asari Suci;
Supardi, Supardi
Legitimasi: Jurnal Hukum Pidana dan Politik Hukum Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Islamic Criminal Law Department, Faculty of Sharia and Law, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/legitimasi.v14i1.30053
In an effort to combat illegal drug trafficking, Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics authorizes the National Narcotics Agency (BNN) to conduct special investigation techniques, one of which is the undercover buy technique. The research problem studied is how to regulate undercover buy techniques in the legal system in Indonesia and how to formulate the regulation of undercover buy provisions in an ideal criminal procedure law that does not conflict with legal principles. This study is a normative legal study that uses a regulatory approach and a contextual approach. The data sources are from regulations and legal literature. The results of the study indicate that the regulation of undercover buy techniques is normatively contained in the Narcotics Law and the implementation instructions that have been updated through the Decree of the Head of BNN Number SKEP/1205/IX/2000. However, these regulations are still minimal and not comprehensive, thus creating legal limitations that have the potential to cause investigators to apply for permits, especially in obtaining valid evidence according to criminal procedure law
ANALISIS KEBIJAKAN KESETARAAN AKSES DAN MUTU PENDIDIKAN STUDI MULTIDIMENSI PADA SEKOLAH MENENGAH UMUM, MADRASAH DAN PENDIDIKAN TINGGI PESANTREN
Supardi, Supardi;
Fauzi, Anis;
Aminah, Neneng;
Maryati, Maryati;
Nursaidah, Nursaidah
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37081/ed.v13i1.7080
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan kesetaraan akses dan mutu pendidikan dengan pendekatan multidimensi pada tiga jenis lembaga pendidikan: Sekolah Menengah Umum, Madrasah, dan Pendidikan Tinggi Pesantren. Studi ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan akses dan mutu pendidikan antar lembaga pendidikan tersebut di Indonesia. Penelitian dilakukan menggunakan metode literature review dengan mengkaji berbagai dokumen kebijakan, laporan penelitian, dan publikasi ilmiah tentang kesetaraan akses dan mutu pendidikan pada ketiga lembaga pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat disparitas signifikan dalam hal akses dan mutu pendidikan antara ketiga jenis lembaga, yang dipengaruhi oleh faktor kebijakan pendanaan, infrastruktur, kualifikasi tenaga pendidik, dan kurikulum. Penelitian ini menemukan bahwa kebijakan yang memperhatikan karakteristik khas masing-masing lembaga pendidikan dan memberikan afirmasi khusus pada lembaga yang tertinggal dapat meningkatkan kesetaraan akses dan mutu pendidikan. Studi ini merekomendasikan formulasi kebijakan pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan mempertimbangkan keunikan masing-masing lembaga pendidikan untuk mewujudkan kesetaraan akses dan mutu pendidikan di Indonesia.
IMPLEMENTASI PRINSIP PELAYANAN GOOD GOVERNANCE OLEH ANGGOTA POLRI PADA KANTOR KEPOLISIAN RESOR JENNEPONTO
Supardi, Supardi;
Remmang, Hasanuddin;
Setiawan, Lukman
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35965/jbm.v7i2.5283
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganaliisis bagaimana penerapan kinerja kepolisian yang baik dalam pelayanan publik pada Kantor Polres Jeneponto dan upaya dalam menciptakan kinerja pegawai dalam pelayanan publik secara pemerintahan yang baik pada Kantor Polres Jeneponto. Penelitian ini menggunakan data primer melalui wawacara berdasarkan pedoman wawancara dari 4 informan dari masyarakat Jeneponto sebagai informan penelitian untuk wawancara, survei dilakukan selama 2 (dua) bulan yaitu Mei s.d Juni 2024. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transaparansi yang didukung dengan akuntablitas birokrasi reformasi melalui good governance bisa diwujudkan bila adanya sarana yang menjamin tercapainya suatu tujuan setiap kebijakan yang dirumuskan dan fasilitas pelayanan yang kurang memadai ini di sebabkan kerena keterbatasan dana, sehingga anggota agak kesulitan dalam menlaksanakan pelayanan, saat ini anggota hanya memanfaatkan fasilitas yang ada dalam melaksanakan tugas pelayanan. This research was conducted with the aim of: (1) analyzing how good police performance is implemented in public services at the Jeneponto Police Office, (2) How efforts are made to create employee performance in public services in a good governance manner at the Jeneponto Police Office. This research uses primary data through interviews based on interview guidelines from 4 informants from the Jeneponto community as research informants for interviews. The survey was conducted for 2 (two) months start from May to June 2024. The data was analyzed using qualitative analysis. The research results showed that transparency supported by reform bureaucratic accountability through good governance can be realized if there are facilities that guarantee the achievement of a goal for each policy formulated and inadequate service facilities are caused by limited funds, so that members have some difficulty in implementing services, when Members only use existing facilities to carry out service tasks.
Optimization of the Naïve Bayes Algorithm Using Particle Swarm Optimization (PSO) for Predicting Heart Disease Symptoms
Muharni, Sita;
Andriyanto, Sigit;
Supardi, Supardi
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol 13, No 3: July 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/j-ps.v13i3.15573
Heart disease is one of the leading causes of mortality in Indonesia, yet early detection remains a challenge due to limitations in data and suboptimal classification methods. This study aims to improve the accuracy of heart disease prediction by integrating the Naïve Bayes algorithm with Particle Swarm Optimization (PSO) for feature selection. A dataset of 303 patient records was processed using RapidMiner across three configurations: Naïve Bayes with split validation (80:20), Naïve Bayes with 10-fold cross-validation, and Naïve Bayes with PSO-based feature selection. The results showed that incorporating PSO increased accuracy from 87.60% to 89.26%, along with improvements in precision and recall, while maintaining a high AUC value (0.933). These findings demonstrate that PSO effectively identifies the most relevant features and enhances the performance of heart disease prediction models. The study also underscores the importance of validation methods and model interpretability in the application of artificial intelligence in healthcare.
KESIAPAN GURU IPS SMP KABUPATEN SLEMAN DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
Saliman, Saliman;
Widiyastuti, Anik;
Supardi, Supardi
JIPSINDO Vol. 3 No. 2 (2016): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (294.626 KB)
|
DOI: 10.21831/jipsindo.v3i2.11694
Pemberlakuan kurikulum 2013 berdampak pada implementasi pembelajaran IPS di SMP. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui perbedaan kesiapan guru IPS SMP Kabupaten Sleman dalam implementasi pembelajaran IPS berbasis kurikulum 2013 ditinjau berdasar jenis kelamin; 2) mengetahui perbedaan kesiapan guru IPS SMP Kabupaten Sleman dalam implementasi pembelajaran IPS berbasis kurikulum 2013 ditinjau berdasar tingkat pendidikan; 3) mengetahui perbedaan kesiapan guru IPS SMP Kabupaten Sleman dalam implementasi pembelajaran IPS berbasis kurikulum 2013 ditinjau berdasar pengalaman mengajar; 4) mengetahui perbedaan kesiapan guru IPS SMP Kabupaten Sleman dalam implementasi pembelajaran IPS berbasis kurikulum 2013 ditinjau berdasar keikutsertaan diklat. Penelitian ini merupakan penelitian desktiptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian yaitu guru IPS SMP Kabupaten Sleman yaitu sebanyak 239 guru. Sampel penelitian diambil sebanyak 25% yaitu 60 guru. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tidak terdapat perbedaan kesiapan guru IPS SMP Kabupaten Sleman dalam implementasi pembelajaran IPS berbasis kurikulum 2013 ditinjau berdasar jenis kelamin; 2) tidak terdapat perbedaan kesiapan guru IPS SMP Kabupaten Sleman dalam implementasi pembelajaran IPS berbasis kurikulum 2013 ditinjau berdasar tingkat pendidikan; 3) terdapat perbedaan kesiapan guru IPS SMP Kabupaten Sleman dalam implementasi pembelajaran IPS berbasis kurikulum 2013 ditinjau berdasar pengalaman mengajar; 4) terdapat perbedaan kesiapan guru IPS SMP Kabupaten Sleman dalam implementasi pembelajaran IPS berbasis kurikulum 2013 ditinjau berdasar keikutsertaan diklat.
PEMAHAMAN MAHASISWA PESERTA PENGAJARAN MIKRO TERHADAP KURIKULUM 2013
Saliman, Saliman;
Supardi, Supardi;
Rosardi, Raras Gistha
JIPSINDO Vol. 4 No. 1 (2017): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (375.256 KB)
|
DOI: 10.21831/jipsindo.v4i1.14838
Penelitian bertujuan untuk untuk mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa peserta pengajaran mikro terhadap kurikulum 2013 di jurusan Pendidikan IPS dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan selama ini di jurusan Pendidikan IPS agar mahasiswa peserta pengajaran mikro mampu memahami kurikulum 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket. Sampel yang diambil sebanyak 81 mahasiswa peserta pengajaran Microteaching. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan data persentase dan diagram untuk menunjukkan tingkat pemahaman sampel terhadap kurikulum 2013. Hasil penelitian diperoleh data bahwa mahasiswa yang memiliki tingkat pemahaman sangat tinggi sebesar 43,68%, tinggi sebesar 24,36%, sedang sebesar 0% dan rendah sebesar 0%. Kategori pemahaman sangat tinggi diperoleh sebanyak 43,68% mahasiswa, walaupun belum sampai 50% akan tetapi persentase ini dapat dikatakan sudah baik. Berdasarkan data hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa pemahaman mahasiswa jurusan Pendidikan IPS terhadap kurikulum 2013 sangat didukung oleh mata kuliah yang mendukung terhadap kebijakan pendidikan, perangkat pembelajaran di sekolah, dan strategi pembelajaran di kelas. Pemahaman kurikulum 2013 diperlukan agar mahasiswa jurusan Pendidikan IPS siap untuk terjun di lapangan dalam kegiatan PPL (Praktek Pengajaran Lapangan).
ANALYSIS OF LEARNING EFFECTIVENESS IN THE 6+6 PROGRAM OF BATAM TOURISM POLYTECHNIC ON INTERNSHIP READINESS IN INDUSTRY
Lubis, Arina Luthfini;
Supardi, Supardi;
Wibowo, Andri;
Santika, Kamelia
FORUM PAEDAGOGIK Vol 16, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24952/paedagogik.v16i1.15464
This study aims to analyze the effectiveness of theoretical and practical learning during the first six months of the 6+6 program at Batam Tourism Polytechnic on the readiness of Culinary Management Study Program students to undergo internships in the industry. The approach used is a mixed method, with a quantitative method in the form of a pre-test and post-test using multiple-choice questions analyzed using N-Gain, as well as a closed questionnaire. The qualitative method was carried out through an open questionnaire that was analyzed thematically. The results showed that all students experienced a significant increase in scores, with an average N-Gain of 0.72 (high category), which indicates effective learning in forming technical competencies. In addition, students and lecturers assessed that the curriculum, facilities, and integration of theory-practice had run well. However, there are still gaps in soft skills aspects such as professional communication, stress management, and mental readiness. Therefore, it is necessary to strengthen simulation-based learning and case studies so that graduates are not only technically ready, but also adaptive to industry challenges. This study contributes to the development of a vocational education curriculum based on work experience and becomes a reference for tourism education institutions in improving industrial internship programs.