Articles
DERAJAT HIDROLISIS LIMBAH SAYUR MELALUI PROSES FERMENTASI DENGAN PENAMBAHAN CAIRAN RUMEN SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF UDANG VANNAMEI
Ashar, Ashar;
Murni, Murni;
Haris, Abdul
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 12 No. 2 (2023): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26618/o.v12i2.14887
Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menentukan dosis cairan rumen dan lama waktu fermentasi limbah sayur yang optimal untuk meningkatkan derajat hidrolisis limbah sayur melalui proses fermentasi menggunakan cairan rumen sebagai pakan udang vannamei. Metode yang digunakan adalah limbah sayur dipotong kasar selanjutnya dilakukan fermentasi menggunakan cairan rumen dengan dosis dan waktu fermentasi sesuai perlakuan. Semua bahan disemprot dengan larutan cairan rumen secara merata, selanjutnya dimasukkan dalam wadah plastik. Setelah proses fermentasi selesai, limbah sayur yang telah difermentasi dijemur dan dioven selanjutnya dilakukan analisis proksimat untuk mengetahui kandungan protein kasar dan serat kasar dengan metode AOAC (1990). Pada penelitian ini menggunakan pola faktorial, faktor pertama adalah dosis cairan rumen yang ditambahkan dalam proses fermentasi limbah sayur yaitu perlakuan A (1% cairan rumen), perlakuan B (2% cairan rumen), dan perlakuan C (3 % cairan rumen) sedangkan faktor kedua adalah adalah lama waktu fermentasi limbah sayur dengan perlakuan yaitu perlakuan A ( 4 hari), perlakuan B (6 hari), perlakuan C (8 hari), dan perlakuan D (10 hari). Hasil yang diperoleh selama penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara penambahan dosis cairan rumen dengan lama waktu fermentasi limbah sayur tidak berpengaruh nyata (P< 0,05) terhadap derajat hidrolisis protein limbah sayur fermentasi, demikian halnya dengan lama waktu fermentasi tidak berpengaruh signifikan terhadap derajat hidrolisis protein limbah sayur, sedangkan dosis cairan rumen berpengaruh signifikan (P>0,05) terhadap derajat hidrolisis protein limbah sayur.
OPTIMASI KADAR SILASE LIMBAH SAYUR DALAM PAKAN TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN EFISIENSI PAKAN UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei)
Jamil, Jamil;
Murni, Murni;
Haris, Abdul;
Rasyadi, Andy
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 12 No. 2 (2023): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26618/o.v12i2.14962
Udang vannamei, spesies yang populer dalam budidaya perikanan di Indonesia, merupakan alternatif yang hemat biaya dibandingkan sistem budidaya intensif yang sangat bergantung pada pakan buatan. Penelitian yang dilakukan pada bulan September hingga Juni 2017 ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan silase limbah nabati pada pakan udang untuk meningkatkan konsumsi dan efisiensi. Penelitian ini melibatkan produksi pakan, pemeliharaan udang, dan analisis laboratorium khusus. Akuarium kaca dengan air laut digunakan untuk menampung remaja udang, dan penelitian ini menguji pakan yang diformulasikan dengan limbah sayuran yang difermentasi dengan cairan rumen sapi. Penelitian menemukan bahwa penambahan silase limbah sayuran fermentasi dengan cairan rumen berpengaruh nyata terhadap konsumsi pakan udang, efisiensi, dan rasio konversi. Perlakuan C (silase 20%) menghasilkan konsumsi dan efisiensi pakan tertinggi, sedangkan Perlakuan B (silase 10%) menunjukkan rasio konversi pakan terendah. Parameter kualitas air berada dalam kisaran optimal sehingga mendukung kelangsungan hidup dan pertumbuhan udang. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Perlakuan C (20% limbah silase sayuran) menghasilkan konsumsi pakan dan efisiensi pemanfaatan pakan tertinggi, sedangkan Perlakuan B (10% limbah silase sayuran) menghasilkan konsumsi pakan dan efisiensi pemanfaatan pakan terendah.
The post-larval metabolism rate of vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) in terms of oxygen consumption and ammonia excretion at different salinities
Burhanuddin, Burhanuddin;
Malik, Abdul;
Haris, Abdul;
Anwar, Asni;
Ayuzar, Eva
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica, Vol. 11: No. 3 (December, 2024)
Publisher : Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/aa.v11i3.16649
The development of vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) cultivation still faces many problems. One of them is the availability of seeds whose growth is slow and variable, as well as high mortality after being stocked in ponds. This study aimed to examine the post-larval metabolic rate of tiger prawns in terms of oxygen consumption and ammonia excretion at different salinities. The research was carried out November - December 2023 in the Takalar Intensive Pond Unit, after which vannamei shrimp larvae with a density of 100 individuals/l were reared for acclimation for two weeks in tanks containing media water with a salinity of 10, 20 and 30 ppt. At the end of the acclimation period for the test shrimp, a respirometer was prepared to measure oxygen consumption and ammonia excretion. The results of the research showed that the average value of oxygen consumption after vannamei shrimp larvae occurred at a salinity of 10 ppt, then followed respectively at a salinity of 30 and 20 ppt. The results of the analysis of variance showed that salinity had a very significant effect (P<0.01) on oxygen consumption after vannamei shrimp larvae, but in the LSD follow-up test it appeared that only the 10 ppt treatment was very significantly different (P<0.01) and the same results occurred. on ammonia excretion, although the test of variance (LSD) had no significant effect. The survival rate and post-larval growth of vanamei shrimp reached the highest average value at a salinity of 20 ppt with very significantly different variance results. Based on the measurement results above, the optimum metabolic rate after vannamei shrimp larvae occurs at a salinity of 20 ppt (isotonic conditions occur between the shrimp's body fluids and the medium).Keywords: Ammonia Excretion; Metabolism Rate, Oxygen Consumption; Vanname Shrimp
Darul Islam: Cita-Cita Politik Kenegaraan Kaum Muslimin
Haris, Abdul
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7652
Sebagaimana ideologi sosialis menuntut adanya negara untuk bisa menjalankan ideologi sosialis dan system ekonomi komunis, maka pada sebagian umat Islam ada pemikiran bahwa untuk memastikan berlakunya system keimanan, terlaksananya peribadatan, terimplementasikannya aturan-aturan hukum pidana dan perdata serta terwujudnya system ekonomi Islam, jalan yang harus ditempuh adalah dengan mendirikan negara Islam. Sesungguhnya pemikiran itu tidak aneh dan tidak berlebihan apabila ada dalam kepala seorang Muslim. Apalagi dalam Sejarah awal perkembangan umat Islam, Nabi Muhammad telah mendirikan suatu organisasi masyarakat yang –menurut Edward Mortimer—telah memiliki unsur-unsur sehingga bisa disebut sebagai negara; yaitu pemimpin, rakyat, wilayah dan undang-undang (al-Qur’an). Kemudian, sepeninggal nabi, negara yang didirikannya pun dikembangkan lebih jauh baik dari segi wilayah, instansi-instansi, maupun peraturan-peraturan tambahan yang dibuat oleh para pemimpin (khalifah) pengganti beliau.
Evaluasi Praktik Asesmen Diagnostik IPA Untuk Mengidentifikasi Kesulitan Belajar Siswa Sekolah Dasar
Juryatina, Juryatina;
Haris, Abdul;
Uyun, Nurul;
Ekahidayatullah, M.
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2025): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57218/jupeis.Vol4.Iss3.1722
Diagnostic assessment is a crucial component of the learning process to identify students’ understanding gaps from the outset. However, in elementary schools, its implementation is often limited to conventional written tests that do not fully reflect students' learning needs. This study aims to describe the implementation of diagnostic assessment in science learning for fifth-grade students at SDN Jala, Bima Regency. A qualitative descriptive method was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation. Thematic analysis was used to uncover patterns and significant findings related to assessment practices. The results indicate that diagnostic assessments were conducted through oral questions and initial learning tasks, but not in a systematic or in-depth manner. Teachers tend to rely on general initial evaluations without using structured instruments to identify misconceptions or individual student needs. These findings highlight the need for teacher training and capacity building in designing and applying more effective diagnostic assessments. The results are essential as a basis for improving the quality of science learning through assessments that can accurately portray students’ readiness and understanding at the beginning of instruction.
Implementation of Problem-Based Learning to Improve Students’ Learning Outcomes in Waves: A Case of MAN Balikpapan
Amin, Bunga Dara;
Rahmawati, Rahmawati;
Haris, Abdul
Jurnal Pendidikan MIPA Vol 23, No 4 (2022): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : FKIP Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This research is a pre-experimental research that aims to determine the physical learning outcomes of students at MAN Balikpapan who are taught using problem based learning. The independent variable in this study is problem based-learning and the variable is the student’s physics learning outcomes on the subject matter of sound waves. The research subject is class XI MIPA 1 MAN Balikpapan which has 33 participants The research data by giving a test of learning outcomes on the subject matter of the wave in the form of a posttest. The data analysis technique is descriptive analysis in the form of the average score of learning outcomes, standard deviation and variance. Based on descriptive analysis, the average score of learning result in class XI MIPA 1 is 82,97. It can be said that the physical learning result of students who are taught using problem based-learning are in the very high category. Keywords: problem based learning, learning outcomes, waves concept. DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpmipa/v23i4.pp1358-1366
Pengaruh Lingkungan Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Motivasi Pegawai Dinas Ketahanan Pengan, Pertaninan dan Perikanan Kota Probolinggo
Nabila, Ismi;
Haris, Abdul;
Wahyuningtiyas, Yayuk Indah
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 1 No. 7 (2024): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, Juli 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62335/anpvd487
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh secara simultan dan parsial Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Motivasi Pegawai Dinas Ketahanan Pengan, Pertaninan Dan Perikanan Kota Probolinggo. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi sebesar 45 orang dengan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan probability sampling . Data menggunakan kuesioner dengan teknik analisis data mengunakan uji validitas, uji reabilitas, uji asumsi klasik, uji linier berganda, koefisien determinan, dan uji hipotesis. Hasil menunjukkan bahwa Lingkungan Kerja dan Disiplin Kerja secara simultan dan parsial berpengaruh signifikan terhadap Motivasi pegawai Dinas Ketahanan Pengan, Pertaninan Dan Perikanan Kota Probolinggo.
Multidisciplinary Approach in Islamic Religious Education: The Formation of a Holistic and Responsive Muslim Community to the Dynamics of Modern Life
Muhsan, Mohamad;
Haris, Abdul
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 14 No. 1 (2022): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37680/qalamuna.v14i1.4440
The writing of this article aims to explore the role of a multidisciplinary approach to the formation of Muslims who are holistic and responsive to the dynamics of modern life as a content of Islamic religious education. The multidisciplinary approach blends various disciplines, including social sciences, sciences, and humanities, with Islamic religious education. This research method uses a qualitative and multidisciplinary approach that includes literature study, content analysis, and synthesis of findings from various disciplines. The literature study results concluded that a multidisciplinary approach is relevant and essential in forming Muslims who can adapt to the dynamics of modern life without losing the roots of Islamic religious values. This confirms that the integration of this approach is a strong foundation for the development of holistic, responsive, and competitive Muslims who face the complexity of the times. In addition, this approach has been proven to increase the involvement of Muslims in social and environmental issues, creating individuals who are not only religious but also contribute positively to global society. The implications of these findings can be the basis for the development of educational policies, community development programs, and holistic Muslim development strategies in the face of the complex dynamics of modern life.
Pemetaan Tingkat Ketahanan Pangan Wilayah Di Kabupaten Sinjai
Amin Sholeh, Muh. Noor;
Ilsan, Mais;
Haris, Abdul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i2.10074
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk : (1) Mengidentifikasi indikator ketahanan pangan setiap kecamatan di Sinjai (2) Menganalisis tingkat ketahanan pangan kecamatan berdasarkan indikator ketahanan pangan wilayah di Kabupaten Sinjai. (3) Pemetaan ketahanan pangan berdasarkan tingkat ketahanan pangan setiap kecamatan di Kabupaten Sinjai. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif, didukung dengan data dan informasi kuantitafif yang ditujukan untuk lebih menggambarkan kondisi ketahanan pangan wilayah yang berhubungan dengan indikator ketahanan pangan. Dalam penelitian ini menggunakan GIS (Geographic Information System) untuk memetakan tingkat ketahanan pangan wilayah di Kabupaten Sinjai. Unit analisis yang digunakan adalah Skala Kecamatan yang terdiri dari 4 komponen yaitu (1) ketersediaan pangan (2) akses pangan (3) penyerapan pangan (4) kerentanan pangan. Keempat komponen tersebut terbagi menjadi 20 indikator Indeks Ketahanan Pangan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Tingkat ketahanan pangan setiap kecamatan di Kabupaten Sinjai bervariasi dilihat dari berbagai indikator ketahanan pangan, berdasarkan Ketersediaan Pangan dengan nilai rata-rata 4,78 berada pada Kriteria tahan pangan. Akses Pangan dengan nilai rata-rata 5,04 berada pada Kriteria tahan pangan. Penyerapan pangan dengan nilai rata-rata 5,54 berada pada Kriteria sangat tahan pangan. Kerentanan Pangan dengan nilai rata-rata 5,78 berada pada Kriteria sangat tahan pangan. (2) tingkat ketahanan pangan terbagi menjadi 6 tingkatan mulai dari status sangat rawan pangan, rawan pangan, agak rawan pangan, agak tahan pangan, tahan pangan dan sangat tahan pangan (3) Berdasarkan hasil komposit maka dapat dihasilkan Peta Ketahanan Pangan Kabupaten Sinjai dan dapat diambil kesimpulan bahwa secara umum kabupaten Sinjai berstatus Tahan Pangan.
Peningkatan Produktivitas Tanaman Padi (Oriza sativa. L) Berdasarkan Analisis Kesesuaian Lahan di Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai
Alam, Salsabila Rosana;
Haris, Abdul;
Boceng, Annas
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13702
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lahan di Kecamatan Sinjai Utara merupakan salah satu wilayah penghasil padi Kabupaten Sinjai. Jenis penelitian ini yaitu penelitian survei dengan analisis deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif kuantitatif adalah penelitian yang data perolehan dari sampel populasi penelitian dianalisis sesuai dengan metode statistik yang digunakan kemudian diinterpretasikan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 yaitu data primer dan data sekunder. Populasi yang menjadi objek pada penelitian ini adalah petani padi di kecamatan sinjai utara dengan jumlah petani 1562 orang yang tersebar di enam kelurahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Nilai Signifikansi Sig (2-tailed): Dari tabel output diatas diketahui nilai Sig sebesar 0.115> 0.05 yang berarti tidak terdapat korelasi yang signifikan antara indeks kesesuaian lahan dengan produktivitas. Sedangkan Nilai r hitung (Pearson Correlations): Diketahui nilai r hitung adalah sebesar 0.562 < r tabel 0.666 maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan korelasi antara indeks kesesuaian lahan dengan produktivitas. Tidak adanya korelasi antara indeks kesesuaian lahan dengan produktivitas disebabkan oleh keadaan iklim pada beberapa waktu pertumbuhan padi, beberapa wilayah kejenuhan basa sangat rendah, iklim yang berubah serta serangan hama dan penyakit.