Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal Guru Bimbingan dan Konseling (BK) membentuk pemahaman siswa mengenai bahaya narkoba di Madrasah Aliyah Jamiat Kheir Jakarta Pusat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Teori Penetrasi Sosial oleh Altman dan Taylor (1983) digunakan sebagai landasan analisis untuk menjelaskan bagaimana hubungan interpersonal berkembang secara bertahap, layaknya proses mengupas lapisan bawang, dari tahap komunikasi yang bersifat permukaan menuju kedekatan yang lebih dalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru BK di Madrasah Aliyah Jamiat Kheir Jakarta Pusat menerapkan lima aspek komunikasi interpersonal, yaitu keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan. Penerapan kelima aspek tersebut memberikan ruang interaksi yang lebih dekat dan memungkinkan siswa memperoleh pemahaman- yang lebih utuh mengenai bahaya narkoba. Dalam penelitian ini, siswa di Madrasah Aliyah Jamiat Kheir Jakarta Pusat mampu menafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasikan, merangkum, menyimpulkan, membandingkan, serta menjelaskan kembali informasi yang mereka terima. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal Guru BK tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran siswa untuk menjauhi narkoba. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi interpersonal Guru BK di Madrasah Aliyah Jamiat Kheir Jakarta Pusat mampu menciptakan pemahaman yang mendalam pada siswa mengenai bahaya narkoba. Melalui penerapan aspek keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan, Guru BK berhasil menjalin hubungan yang mendorong terwujudnya interaksi edukatif di lingkungan sekolah yang sejalan dengan Teori Penetrasi Sosial.