Articles
Studi Literatur: Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) pada Pembelajaran di Sekolah Dasar dalam Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa
Maulida, Amelia Anwaral;
Suriansyah, Ahmad;
Rafianti, Wahdah Refia
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.60126/maras.v2i4.572
Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui metode studi literatur, peneliti mengkaji lalu menyimpulkan hasil dari penelitian orang lain. Metode ini melibatkan pengumpulan dan kajian sumber-sumber digital berupa 15 artikel, yang berkaitan langsung dengan model pembelajaran CTL dan aktivitas belajar. Pendidikan di Indonesia, khususnya pada tingkat sekolah dasar, memiliki peran yang sangat penting dalam membangun karakter dan kemampuan akademik siswa. Salah satu metode pembelajaran yang terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran adalah Contextual Teaching and Learning (CTL). Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran CTL efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa, motivasi belajar, dan pemahaman materi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan CTL dapat menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan mendukung peningkatan aktivitas belajar siswa.
Penggunaan Smartphone dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar
Pratidina, Nadiya Anisa;
Suriansyah, Ahmad;
Rafianti, Wahdah Refia
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.60126/maras.v2i4.575
Penggunaan smartphone dalam pembelajaran di sekolah dasar telah menjadi topik yang semakin relevan seiring dengan perkembangan teknologi. Artikel ini bertujuan untuk meninjau literatur terkait dampak penggunaan smartphone pada pembelajaran siswa sekolah dasar, baik dari segi positif maupun negatif. Penelitian ini menggambarkan kenyataan yang terjadi dalam penggunaan smartphone pada siswa sekolah dasar dari masa pandemi Covid-19, juga memaparkan tentang dampak yang terjadi baik dampak positif maupun negatif yang tentunya adanya solusi yang dipaparkan. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa penggunaan smartphone dapat memberikan akses mudah ke materi pembelajaran, meningkatkan interaktivitas dan motivasi belajar, serta memfasilitasi kolaborasi dan komunikasi antara siswa dan guru, juga dengan adanya pembelajaran yang menarik seperti, pemanfaatan aplikasi dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan gangguan, ketergantungan, dan penurunan prestasi akademik. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan dan panduan yang tepat dari guru dan orang tua untuk memaksimalkan manfaat dan meminimalkan dampak negatif penggunaan smartphone dalam pembelajaran di sekolah dasar.
Analisis Efektivitas Penerapan Model PBL dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar
Wahyudi, Gery Fitma;
Suriansyah, Ahmad;
Rafianti, Wahdah Refia
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.60126/maras.v2i4.576
Pendidikan berfokus pada peningkatan penguasaan kompetensi siswa, mempersiapkan mereka dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan di masa depan. Pendekatan Problem Based Learning diakui sebagai metode yang mampu memperbaiki kualitas capaian belajar siswa. Penelitian ini difokuskan untuk mengkaji efek implementasi model pembelajaran PBL terhadap pencapaian belajar siswa di tingkat SD. Pendekatan penelitian menggunakan studi literatur, dengan menghimpun dan mengevaluasi data dari 15 jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa penerapan model PBL secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa pada berbagai mata pelajaran, termasuk matematika, tematik, dan pendidikan agama. PBL juga terbukti efektif dalam mengasah kemampuan berpikir kritis,kemampuan kolaborasi, dan keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran. Sebagian besar penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memperlihatkan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklus. Penerapan PBL menciptakan suasana Pembelajaran yang melibatkan dan menyenankan, mendorong siswa sehingga dapat lebih mandiri dan proaktif guna menyelesaikan masalah. Temuan ini menegaskan pentingnya PBL sebagai model pembelajaran kreatif yang dapat diadaptasi dalam berbagai konteks pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Literature Riview: Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) di Sekolah Dasar
Widyatmoko, Suryo;
Suriansyah, Ahmad;
Rafianti, Wahdah Refia
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.60126/maras.v2i4.580
Keterlibatan aktif peserta didik dalam proses belajar merupakan faktor kunci dalam mencapai tujuan pendidikan. Model PBL dinilai efektif untuk meningkatkan motivasi, kemampuan berpikir kritis, dan kolaborasi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberhasilan PBL dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik sekolah dasar. Melalui studi literatur, data statistik, dan hasil penelitian terkait implementasi PBL, penelitian ini menunjukkan bahwa PBL mempunyai potensi besar untuk meningkatkan kadar pendidikan. Meskipun demikian, implementasi PBL di sekolah dasar masih menghadapi beberapa kendala seperti kurangnya pemahaman guru, keterbatasan sumber daya, dan kurangnya dukungan lingkungan sekolah. Penelitian ini menyoroti pentingnya penerapan PBL sebagai solusi inovatif dalam pembelajaran. Dengan menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran dan memfasilitasi mereka dalam memecahkan masalah kontekstual, PBL dapat membawa siswa untuk semakin aktif dan mencapai hasil pembelajaran yang optimal. Hasil penelitian ini memberikan implikasi penting untuk pengembangan kurikulum dan pelatihan guru untuk mendukung implementasi PBL yang efektif di sekolah dasar.
Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar dengan Menggunakan Model Project Based Learning
Johannis, Stepanus Surung Asi;
Hafizh, Muhammad Najat;
Suriansyah, Ahmad;
Cinantya, Celia
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.60126/maras.v2i4.583
Penelitian ini memilki tujuan untuk mengembangkan ide secara lebih mendalam tentang pembelajaran matematika di sekolah dasar menggunakan model project based learning yang berdasar pada landasan-landasan teori. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode studi pustaka, data dikumpulkan dengan mengkaji artikel dan jurnal ilmiah secara mendalam. Hasil penelitian ini adalah berkembangnya ide-ide baru dari teori tentang pembelajaran matematika di sekolah dasar menggunakan model project based learning. Dapat disimpulkan bahwa penting bagi guru untuk menggunakan model pembelajaran project based learning agar pembelajaran matematika di SD menjadi lebih kreatif dan bermakna. Pembelajaran matematika di sekolah dasar memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk dasar pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Sebagai mata pelajaran inti, matematika berfungsi sebagai alat untuk memahami konsep-konsep ilmiah, dan sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan logis. Namun, tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran matematika di tingkat dasar cukup signifikan. Banyak peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami materi, yang sering kali disebabkan oleh metode pengajaran yang masih konvensional dan berpusat pada guru. Hal ini mengakibatkan rendahnya minat belajar dan hasil akademik anak didik.
Analisis Efektivitas Project Based Learning terhadap Hasil Belajar Siswa
Rahman, Muhammad Refky;
Suriansyah, Ahmad;
Rafianti, Wahdah Refia
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.60126/maras.v2i4.585
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa. PBL dipilih karena dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran serta mengembangkan keterampilan kritis dan pemecahan masalah. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran berbasis proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL berhasil meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Siswa menunjukkan peningkatan dalam pemahaman materi dan keterampilan yang lebih baik dalam mengerjakan tugas berbasis proyek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PBL merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa di kelas.
Perbandingan Efektivitas Penggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Direct Instruction (DI) Terhadap Hasil Belajar Siswa di Kelas Tinggi pada Mata Pelajaran Matematika
Rahmasafitri, Diska;
Suriansyah, Ahmad;
Rafianti, Wahdah Refia
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.60126/maras.v2i4.588
Penelitian eksperimental kuantitatif ini bertujuan menganalisis perbandingan efektivitas model Problem Based Learning (PBL) dan Direct Instruction (DI) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas tinggi sekolah dasar. Melalui desain quasi eksperimen, penelitian membagi sampel ke dalam dua kelompok yaitu eksperimen dengan model PBL dan kontrol menggunakan model direct instruction, yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa tes hasil belajar matematika yang telah divalidasi sebelumnya, dengan analisis menggunakan uji statistik parametrik untuk menentukan perbedaan signifikan hasil belajar matematika antara kedua model pembelajaran. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi model pembelajaran yang memberikan pengaruh lebih substantial dalam meningkatkan prestasi matematika siswa, dengan mempertimbangkan karakteristik unik masing- masing pendekatan. Penelitian diharapkan memberikan kontribusi empiris dalam pengembangan strategi pedagogis, menawarkan wawasan praktis bagi pendidik untuk merancang metode pengajaran matematika yang lebih inovatif dan efektif di tingkat sekolah dasar, serta memberikan landasan ilmiah dalam memilih pendekatan pembelajaran yang paling sesuai untuk meningkatkan kemampuan matematis siswa kelas tinggi.
Strategi Peningkatan Pendidikan Karakter Siswa SD Menggunakan Pembiasaan Self-improvement
Mawaddah, Sulistri;
Suriansyah, Ahmad;
Cinantya, Celia
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.60126/maras.v2i4.589
Strategi peningkatan pendidikan karakter menggunakan pembiasaan self-improvement merupakan pembiasaan yang dapat mengubah perilaku dan kebiasaan siswa terutama di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi peningkatan pendidikan katakter siswa kelas VI SDN Basirih 2 Banjarmasin dengan menggunakan pembiasaan self-improvement. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan pendekatan penelitian kualitatif karena menyajikan data dalam bentuk kata-kata. Dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil dari pembiasaaan self-improvement, siswa kelas VI SDN Basirih 2 Banjarmasin mengalami kemajuan dan perubahan dalam bersikap. Siswa yang mulanya sering melakukan perilaku kurang baik dengan jumlah 15 orang siswa berkurang menjadi 4 orang siswa. Sehingga dengan adanya pembiasaan self-improvement akan membuat peserta didik lebih mencerminkan menjadi pelajar yang baik.
Tantangan yang Dihadapi Guru dalam Pembelajaran Inklusif untuk Siswa Tunagrahita Kelas IV di SDN Alalak Tengah 2 Banjarmasin
Salma;
Suriansyah, Ahmad;
Rafianti, Wahdah Refia
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.60126/maras.v2i4.591
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru dalam pembelajaran inklusif bagi siswa tuna grahita kelas IV di SDN Alalak Tengah 2 Banjarmasin. Pendidikan inklusif menuntut guru untuk memiliki pemahaman mendalam mengenai kebutuhan siswa dengan tuna grahita serta kemampuan dalam mengadaptasi metode dan media pembelajaran. Namun, pelaksanaannya tidak lepas dari berbagai kendala, seperti kurangnya pelatihan guru, minimnya dukungan fasilitas, dan sulitnya membangun komunikasi yang efektif dengan siswa dan orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data dari guru dan pihak terkait. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran inklusif, serta menjadi masukan bagi pengambil kebijakan dalam mendukung implementasi pendidikan inklusif yang lebih baik.
Peran Guru Pendamping Khusus (GPK) dalam Pendidikan Inklusi di Sekolah Dasar
Saskia, Yola;
Suriansyah, Ahmad;
Rafianti, Wahdah Refia
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.60126/maras.v2i4.592
Pendidikan inklusi merupakan upaya untuk memberikan akses pendidikan yang sama bagi seluruh siswa, termasuk anak berkebutuhan khusus. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Guru Pendamping Khusus (GPK) dalam mendukung pendidikan inklusi di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi literatur, dengan menganalisis berbagai sumber terkait peran GPK, tantangan yang dihadapi, dan dampaknya terhadap siswa. Hasil utama menunjukkan bahwa GPK berfungsi sebagai fasilitator, penghubung antara siswa berkebutuhan khusus dan teman sebaya, serta penyedia strategi pembelajaran yang sesuai. GPK juga berperan dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang kebutuhan siswa di kalangan guru regular. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya peran GPK dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung keberhasilan pendidikan bagi semua siswa, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan profesional yang berkelanjutan bagi GPK agar dapat menjalankan tugasnya secara efektif.