Articles
Representasi Fenomena Kontrol Sosial Gosip dalam Film Pendek “Tilik” (Kajian Sosiologi Sastra)
Heppiyani, Ike;
Supriyono, Supriyono;
Hufad, Achmad
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2021): July
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jsi.v10i2.47268
Film pendek “tilik†menjadi hal yang banyak dibicarakan di dunia maya oleh warganet Indonesia, dalam film ini terdapat banyak sekali hal yang dapat dikaji dan menarik perhatian, salah satunya mengenai fenomena bergosip yang ditampilkan dalam hampir setiap bagiannya, yang merepresentasikan realitas kehidupan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat desa yang kuat interaksi sosialnya. Sehingga tujuan adanya penelitian ini adalah untuk mengkaji dialog-dialog dari pemerannya yang mencerminkan salah satu bentuk kontrol sosial non formal yakni desas-desus atau gosip. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan menggunakan analisis sosiologi sastra untuk menghubungkan isi dari film dengan realitas fenomena masyarakat yang ada. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan : pertama, bahwa terdapat hubungan yang erat antara karya sastra dengan kehidupan masyarakat yang sesungguhnya, dilihat dari aktivitas gosip yang telah menjadi fenomena masyarakat terutama kaum perempuan. Kedua, gosip yang terjadi dalam kehidupan masyarakat memiliki fungsi untuk mempengaruhi individu agar sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku.
Experimental Study of Pull-Out Failure on Sanko Hammer Drive Anchor Using Cast in Place and Post-Installed Methods on Ready-mix Concrete with Quality of 25 Mpa
Apriyatno, Henry;
Supriyono, Supriyono;
Taveriyanto, Arie
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jtsp.v23i1.28027
Abstract: Anchor serves to connect steel and concrete construction that can transfer steel pull-out load to concrete. Sanko hammer drive anchor usually has been available in the model of expansion that can be installed into concrete with cast in place and post installed methods. The experiment was aimed at comparing pull out failures of Sanko hammer drive expansion anchor using cast in place and post installed installation methods based on pull-out failure behavior. Experimental data were obtained from the pull-out strength test of Sanko hammer drive expansion anchor, compressive strength test and ready-mix concrete split tensile test, adhesion strength test and group anchor pull-out test which consists of four units of anchor with diameter of 10 mm planted 90 mm depth on T concrete beams with dimension of 300 mm x 300 mm x 150 mm as many as three beams for each of them using cast in place and post installed installation methods. The results of the experiment showed that concrete compressive tension value (f’c) is 25.69 MPa, anchor tension value (fu) is 383.25 MPa, anchor adhesion tension value (μ) with cast in place method is 2.25 MPa and post installed method is 1.56 MPa. Theoretically, the damage occurred in pull-out condition; while in the experiment, the test showed a difference in pull-out capacity using cast in place installation method of 38.38 kN with deformation of 13.81 mm, which is higher than theoretical value of 26,083 kN and using post installed method of 36.62 kN with deformation of 8.89 mm, which is higher than theoretical value of 18,084 kN and the experiment indicates that the anchor is perfectly pull-out.
PERANCANGAN ALAT PENGHANCUR CETAKAN PASIR SILIKA UNTUK LABORATORIUM PENGECORAN LOGAM
Mulyanto, Tri;
Supriyono, Supriyono;
Herman, Risal
Jurnal Ilmiah Teknologi dan Rekayasa Vol 26, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35760/tr.2021.v26i3.4326
Pengecoran dengan cetakan pasir digunakan secara luas untuk memperoleh bentuk benda kerja yang diinginkan. Pasir silika digunakan sebagai bahan cetakan pasir selain perekat, pelarut, katalis dan bahan tambahan lain. Limbah cetakan pasir akan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkunga, sehingga perlu dilakukan daur ulang. Proses daur ulang yang dilakukan adalh menghancurkan cetakan pasir untuk dioleh menjadi butiran pasir yang memenuhi syarat untuk membuat cetakan baru. Penghancuran cetakan pasir yang dilakukan pada Laboratorium Pengcoran Logam Universitas Gunadarma dilakukan dengan cara manual. Sehingga diperlukan suatu alat penghancur yang dapat menghancurkan cetakan pasir tersebut. Perancangan diawali dengan mendefinisikan dan menentukan kebutuhan yang diperlukan sampai hasil akhir disain produk. Kapasitas rancangan alat telah sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan yaitu 15 kg. Hasil analisis pisau penghancur diperoleh nilai tegangan geser (τ) yang terjadi 0.269 kg/mm2 dan tegangan geser maksimum (τmaks) 1.45 kg/mm2 lebih kecil dari tegangan geser (τα) yang diijinkan 5 kg/mm2. Sehingga alat penghancur cetakan pasir yang dirancang aman untuk digunakan.
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING DENGAN PENDEKATAN PMRI TERHADAP HASIL BELAJAR
Pratidina, Inung;
Supriyono, Supriyono;
Hendikawati, Putriaji
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 1 No 1 (2012): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ujme.v1i1.259
AbstractTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran mind mapping dengan pendekatan PMRI terhadap hasil belajar peserta didik. Populasi dalam penelitian ini adalah semua peserta didik kelas VIII SMP N 3 Semarang tahun ajaran 2011/2012 yang tersebar di delapan kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling terpilih kelas VIIIC sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIA sebagai kelas kontrol. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni dokumentasi dan tes. Hasil uji rata-rata diperoleh maka Ho diterima, artinya rata-rata hasil belajar kelas eksperimen kurang dari atau sama dengan 73 atau belum mencapai KKM individual. Hasil uji proporsi < 1,64 maka Ho diterima artinya banyak peserta didik kelas eksperimen yang tuntas belum mencapai 75% atau belum mencapai KKM klasikal. Hasil uji t diperoleh thitung=2,131 > ttabel =1,673 sehingga H1 diterima yang berarti rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih baik dibandingkan rata-rata hasil belajar kelas kontrol. Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa model pembelajaran mind mapping dengan pendekatan PMRI belum efektif, khususnya dalam hal pencapaian KKM klasikal maupun individual dalam penyampaian materi pokok lingkaran kelas VIII SMP N 3 Semarang tahun ajaran 2011/2012.The purpose of this study was to determine the effectiveness of mind mapping learning model with approach PMRI to the learning outcomes of students. The population in this study were all class VIII students SMP N 3 Semarang academic year 2011/2012 are spread across eight classes. Sampling was conducted by cluster random sampling technique was chosen as the experimental class VIIIC class and class VIIIA as the control class. Data collection methods used documentation and the test. Average test results obtained by the Ho is accepted, meaning that the average learning outcomes of experiment class of less than or equal to 73 or individual has not reached the KKM. Proportion of test results <1.64 then the Ho accepted means many experimental class students who have not reached 75% complete or have not yet reached the classical KKM. The test results obtained tcount t = 2.131> ttable = 1.673 so H1 accepted which means that the average learning outcomes of experiment class better than average learning outcomes of control class. Based on the above, it can be said that the mind mapping learning model with approach PMRI has not been effective, particularly in terms of the classical KKM and individual achievement in the delivery of class VIII SMP N 3 Semarang in circle subject matter academic year 2011/2012.
PEMBELAJARAN TGT MELALUI PENDEKATAN PMRI BERBANTUAN PERMAINAN TRADISIONAL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF
Febrian, Dheny Wawan;
Wardono, Wardono;
Supriyono, Supriyono
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 2 No 2 (2013): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ujme.v2i2.3334
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Apakah hasil belajar pada aspek kemampuan berpikir kreatif dengan pembelajaran TGT dengan pendekatan PMRI berbantuan permainan tradisional mencapai KKM   (2)  Apakah kemampuan berpikir kreatif siswa yang memperoleh pembelajaran TGT dengan pendekatan PMRI berbantuan permainan tradisional lebih baik dengan kemampuan berpikir kreatif siswa dengan model pembelajaran ekspositori, (3) Apakah rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa dengan pembelajaran TGT dengan pendekatan PMRI berbantuan permainan tradisional dapat dikategorikan dalam kategori berpikir kreatif tingkat atas, (4) Apakah kualitas pembelajaran pada pembelajaran TGT dengan pendekatan PMRI berbantuan permainan tradisional dalam kategori baik. Berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir kreatif pada kedua sampel penelitian diperoleh hasil bahwa hasil belajar siswa pada kelas eksperimen memenuhi KKM secara individual maupun klasikal, kemampuan berpikir kreatif siswa kelas eksperimen lebih dari kemampuan berpikir kreatif siswa kelas kontrol, kemampuan berpikir kreatif siswa kelas eksperimen dalam kategori sangat kreatif, serta kualitas pembelajaran yang berlangsung dalam kategori baik.
KEEFEKTIFAN MODEL STUDENT TEAMS-ACVIEVEMENT DIVISION BERBANTUAN CD TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH
Maharani, Yosela Septi;
Supriyono, Supriyono;
Wuryanto, Wuryanto
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 2 No 3 (2013): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ujme.v2i3.3359
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar peserta didik dengan model STAD berbasis pendidikan karakter berbantuan CD pembelajaran mencapai ketuntasan belajar dan apakah hasil belajar peserta didik dengan model STAD berbasis pendidikan karakter berbantuan CD pembelajaran lebih baik dari hasil belajar siswa dengan model CTL pada materi pokok prisma dan limas. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Lasem. Dengan teknik cluster random sampling diperoleh dua kelas sampel yaitu kelas VIIIB sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIA sebagai kelas kontrol. Pengambilan data menggunakan metode dokumentasi, tes, dan observasi. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa hasil belajar peserta didik yang dikenai model STAD berbasis pendidikan karakter berbantuan CD pembelajaran mencapai ketuntasan belajar. Selain itu, terdapat perbedaaan yang signifikan antara hasil belajar kedua kelas. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa model STAD berbasis pendidikan karakter berbantuan CD pembelajaran efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi luas dan volume limas dan prisma peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Lasem.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MEA BERBANTUAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF
Lestari, Dewi Indah;
Supriyono, Supriyono;
Sugiharti, Endang
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 3 No 1 (2014): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ujme.v3i1.3430
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil tes kemampuan berpikir kreatif peserta didik yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran MEA berbantuan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) pada materi sukubanyak mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM); untuk mengetahui hasil tes kemampuan berpikir kreatif peserta didik yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran ekspositori pada materi sukubanyak mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM); untuk mengetahui hasil tes kemampuan berpikir kreatif peserta didik yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran MEA berbantuan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) pada materi sukubanyak lebih baik daripada hasil tes kemampuan berpikir kreatif peserta didik yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran ekspositori. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA SMA N 1 Kendal tahun pelajaran 2012/2013. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik cluster random sampling. Data diperoleh dengan metode dokumentasi untuk analisis data awal dan metode tes untuk analisis data akhir. Dari hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran MEA berbantuan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada materi sukubanyak. Saran yang diberikan adalah dalam melaksanakan pembelajaran MEA guru sebaiknya dapat melakukan pengaturan waktu dengan baik serta lebih memotivasi peserta didik untuk lebih aktif.
KEMAMPUAN PENALARAN DEDUKTIF SISWA KELAS VII PADA PEMBELAJARAN MODEL-ELICITING ACTIVITIES
Soleh, Nor;
Rochmad, Rochmad;
Supriyono, Supriyono
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 3 No 1 (2014): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ujme.v3i1.3434
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah rata-rata kemampuan penalaran deduktif siswa kelompok eksperimen lebih baik daripada rata-rata kemampuan penalaran deduktif siswa kelompok kontrol, kemampuan penalaran deduktif siswa berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa dengan pembelajaran MEAs, serta mengetahui kemampuan penalaran deduktif siswa dengan pembelajaran MEAs. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ulujami Pemalang tahun ajaran 2012/2013. Dengan teknik Cluster Random Sampling, diperoleh sampel, yakni kelas VII H sebagai kelompok eksperimen yang diajar dengan model pembelajaran MEAs dan kelas VII F sebagai kelompok kontrol yang diajar dengan model pembelajaran CTL. Data penelitian ini berupa data kemampuan penalaran deduktif dan kemampuan pemecahan masalah yang diperoleh dengan metode tes. Data tersebut dianalisis dengan uji t dan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan penalaran deduktif kelompok eksperimen lebih baik daripada rata-rata kemampuan penalaran deduktif kelompok kontrol. Kemampuan penalaran deduktif berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah. Dari hasil analisis data kemampuan penalaran deduktif pada kelompok eksperimen diperoleh persentase kemampuan penalaran deduktif dari masing-masing indikator.
KOMPARASI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH ANTARA PEMBELAJARAN ARIAS DAN NHT PADA GEOMETRI SMP
Wulandari, Kiki;
Supriyono, Supriyono
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 4 No 1 (2015): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ujme.v4i1.7442
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas VII pada materi segiempat yang menggunakan model pembelajaran ARIAS maupun NHT dapat mencapai ketuntasan belajar dan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas VII pada materi segiempat yang menggunakan model pembelajaran ARIAS lebih baik dari model pembelajaran NHT. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP N 5 Pati tahun pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari delapan kelas. Menggunakan teknik cluster random sampling, telah terpilih kelas VIIB sebagai kelas eksperimen 1, kelas VIIA sebagai kelas eksperimen 2, dan kelas VIIG sebagai kelas uji coba instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas VII pada materi segiempat yang menggunakan model pembelajaran ARIAS maupun NHT dapat mencapai ketuntasan belajar, dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas VII pada materi segiempat yang menggunakan model pembelajaran ARIAS lebih baik dari model pembelajaran NHT.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MODEL MISSOURI MATHEMATICS PROJECT BERBANTUAN POMAT TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VII SMP PADA MATERI SEGITIGA
Hapsari, Desy Trya;
Supriyono, Supriyono;
Hendikawati, Putriaji
Unnes Journal of Mathematics Education Vol 4 No 3 (2015): Unnes Journal of Mathematics Education
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ujme.v4i3.9052
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa dengan model pembelajaran MMP dapat mencapai ketuntasan secara klasikal, mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa dengan model pembelajaran MMP lebih baik daripada kemampuan berpikir kreatif siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pembelajaran ekspositori, dan mengetahui terdapat pengaruh keaktifan siswa dengan model MMP terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Populasi penelitian ini siswa kelas VII SMP N 14 Semarang tahun pelajaran 2014/2015. Dengan teknik cluster random sampling, terpilih sampel kelas VII-E sebagai kelas eksperimen yang diterapkan model MMP berbantuan media pomat dan kelas VII-G sebagai kelas kontrol yang diterapkan pembelajaran ekspositori. Hasil uji ketuntasan klasikal, diperoleh ketuntasan belajar dalam kemampuan berpikir kreatif siswa pada kelas eksperimen. Hasil uji perbedaan dua rata-rata, diperoleh rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Hasil analisis regresi linier sederhana, diperoleh adanya pengaruh positif keaktifan siswa kelas eksperimen terhadap kemampuan berpikir kreatif. Simpulan diperoleh pembelajaran dengan model MMP mencapai ketuntasan, rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa model MMP lebih tinggi dari pada rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa pada pembelajaran ekspositori, dan terdapat pengaruh positif keaktifan siswa model pembelajaran MMP terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa.