Articles
Persepsi Istri Yang Bekerja Tentang Perannya Dalam Rumah Tangga dan Kepuasan Pernikahan
Anggraini, Nina;
Taufik, Taufik
Consilium Vol 2, No 2 (2022): Consilium
Publisher : Consilium
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0881cons
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya perceraian di Indonesia. Salah satu penyebab perceraian adalah rendahnya kepuasan perkawinan yang dirasakan oleh istri. Ketidakpuasan itu disebabkan oleh istri harus berperan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi istri yang bekerja tentang perannya dalam rumah tangga, dan mendeskripsikan kepuasan pernikahan istri yang bekerja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 99 orang responden yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu instrumen angket dengan model skala likert. Temuan penelitian ini adalah (1) rata-rata skor capaian persepsi istri yang bekerja tentang perannya dalam rumah tangga adalah 72.06 (65.51%) termasuk cukup. Kebanyakan (57.58%) istri yang bekerja mempersepsi dengan baik tentang perannya dalam rumah tangga. (2) rata-rata skor capaian kepuasan pernikahan 122.46 (74.21%) termasuk tinggi. Kebanyakan (91.9%) istri yang bekerja memiliki kepuasan pernikahan yang sangat tinggi.
Hubungan antara Karakteristik Kepribadian dengan Kesiapan Menikah
Astuti, Cindy;
Taufik, Taufik
Consilium Vol 1, No 2 (2021): Consilium
Publisher : Consilium
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0774cons
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pasangan suami istri yang menikah muda kemudian bercerai karena ada banyak faktor penyebab antara lain yaitu karakteristik kepribadian serta kurangnya kesiapan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik kepribadian dan kesiapan menikah pemuda, dan menguji hubungan antara karakteristik kepribadian dengan kesiapan menikah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasional. Sampel penelitian berjumlah 40 orang responden yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket karakteristik kepribadian dan angket kesiapan menikah dengan model skala Likert. Temuan penelitian ini yaitu (1) rata-rata skor capaian karakteristik kepribadian pemuda adalah 165.7 (73.64%) termasuk tinggi, (2) rata-rata skor capaian kesiapan menikah pemuda adalah 134.1 (76.62%) termasuk tinggi, (3) terdapat hubungan yang positif signifikan antara karakteristik kepribadian dengan kesiapan menikah dengan korelasi sebesar 0.409 dengan taraf signifikansi 0.009, artinya, termasuk sedang.
Hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan kegiatan belajar siswa
Nofiazein, Rani;
Daharnis, Daharnis;
Nirwana, Herman;
Taufik, Taufik
Consilium Vol 4, No 1 (2024): Consilium
Publisher : Consilium
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/01120cons
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kegiatan belajar siswa yang berada pada kategori sedang. Diduga salah satu faktor penyebabnya yaitu dukungan sosial teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan dukungan sosial teman sebaya siswa, 2) mendeskripsikan kegiatan belajar siswa, dan 3) menguji seberapa besar hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan kegiatan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Penelitian ini menggunakan populasi kelas X dan kelas XI siswa SMA Negeri 1 Sitiung sebanyak 636 siswa, sampel penelitian sebanyak 267 siswa dengan menggunakan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen dukungan sosial teman sebaya dan instrumen kegiatan belajar dengan skala model Likert. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat dukungan sosial teman sebaya berada pada kategori baik, tingkat kegiatan belajar siswa berada pada kategori baik, dan terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara dukungan sosial teman sebaya dengan kegiatan belajar dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,748 dan signifikansi 0,000. Implikasi terhadap bimbingan dan konseling (BK) yaitu dengan memberikan layanan konseling individual, layanan konseling kelompok, dan layanan penguasaan konten.
Hubungan dukungan orangtua dengan kegiatan belajar siswa
Isnania, Rachmi;
Daharnis, Daharnis;
Nirwana, Herman;
Taufik, Taufik
Current Issues in Counseling in Press
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/01106cic
Penelitian ini didasari karena masih banyaknya siswa yang kurang optimal dalam kegiatan belajar. Kegiatan belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya dukungan orangtua. Penelitian ini mendeskripsikan hubungan dukungan orangtua dengan kegiatan belajar siswa SMA Negeri 1 Sitiung. Secara rinci tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan kegiatan belajar siswa, (2) mendeskripsikan dukungan orangtua siswa, (3) menguji seberapa besar hubungan dukungan orangtua dengan kegiatan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Penelitian ini menggunakan populasi kelas X dan XI siswa SMA Negeri 1 Sitiung sebanyak 636 orang siswa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 267 siswa yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner kegiatan belajar dan dukungan orangtua yang valid dan reliabel. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan belajar siswa SMA Negeri 1 Sitiung berada pada kategori baik, dukungan orangtua siswa SMA Negeri 1 Sitiung berada pada kategori baik, dan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan orangtua dengan kegiatan belajar dengan koefisien korelasi sebesar 0,620 dan taraf signifikansi sebesar 0,000.
Efektivitas Layanan Penguasaan Konten dengan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Keterampilan belajar Siswa
Rizqi, Hasnah Khairur;
Taufik, Taufik
Current Issues in Counseling Vol 4, No 1 (2024): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/01022cic
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan belajar siswa di sekolah, yang berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan penguasaan konten dengan model cooperative learning tipe jigsaw dalam meningkatkan keterampilan belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan one group pretest-posttest. Subjek dalam penelitian ini adalah 72 orang siswa MAN 1 Kota Pariaman dengan kriteria tertentu. Instrumen yang digunakan adalah angket, sedangkan datanya dianalisis menggunakan uji t dengan bantuan aplikasi SPSS 29. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa layanan penguasaan konten dengan model cooperative learning tipe jigsaw efektif dalam meningkatkan keterampilan belajar siswa. Setelah diberikan perlakuan layanan penguasaan konten dengan model cooperative learning tipe jigsaw, keterampilan belajar siswa meningkat secara signifikan. Hal ini juga terlihat dari hasil uji t yaitu thitung > ttabel (31,886 > 1,99444) dan mempunyai nilai p < 0,05 (0,001 < 0,05). Terdapat perbedaan yang signifikan skor rata-rata pretest dan skor rata-rata posttest. Dapat dsisimpulkan bahwa layanan penguasaan konten dengan model cooperative learning tipe jigsaw terbukti efektif untuk meningkatkan keterampilan belajar siswa.
Konseling Kelompok Pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Mereduksi Kecemasan Atlet Sebelum Bertanding
Larasati, Sectio Putri;
Taufik, Taufik
Current Issues in Counseling Vol 3, No 1 (2023): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0814cic
Psychological disorders of anxiety in athletes become a threat to the achievement of athletes' achievements and careers. Anxiety in athletes is based on assumptions created by the athletes themselves. The irrational mindset of the athlete will threaten the moment before the game starts. In alleviating these conditions, group counseling is used through the Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) approach which will help athletes to think logically for optimal self-realization. This paper uses literature studies and literature studies by exploring various studies according to competition anxiety in athletes and group counseling setting REBT in accordance with the ABCDE concept.
Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Resiliensi Siswa Korban Bullying
Khairunnisa, Nadia;
Taufik, Taufik
Current Issues in Counseling Vol 3, No 1 (2023): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0806cic
This research is motivated by the phenomenon of frequent acts of bullying in educational environments. Bullying is the aggressive and negative behavior of a person or group of people repeatedly with the aim of hurting the victim both physically and psychologically. As a result, many victims of bullying experience psychological disorders, for that they need to rise up with the support of their peers. This study aims to (1) describe the social support of peers for students who are victims of bullying, (2) describe the resilience of students who are victims of bullying, (3) examine the relationship between social support of peers and the resilience of students who are victims of bullying. This study uses a quantitative method with a descriptive correlational approach. The subjects of this study amounted to 24 students. The samples were drawn using saturated sample techniques. Data were analyzed using the Spearman rho correlation formula. The results of this study found (1) peer social support was in the high category with an average score of 131.21 (72.9%) (2) the resilience of students who were victims of bullying was in the high category with an average score of 162.79 (72.35%) (3) there is a significant positive relationship between peer social support and the resilience of students who are victims of bullying with a correlation coefficient of 0.692 and a significance value of 0.000. So, these results indicate that the higher the peer social support, the higher the resilience, and vice versa.
Hubungan persepsi siswa tentang belajar dengan kegiatan belajar
Oktaviana, Deli;
Daharnis, Daharnis;
Nirwana, Herman;
Taufik, Taufik
Current Issues in Counseling in Press
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/01104cic
Penelitian ini didasarkan oleh kegiatan belajar yang masih dalam kategori sedang. Kemungkinan salah satu faktor penyebabnya adalah persepsi siswa tentang belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mendeskripsikan persepsi siswa tentang belajar, 2) mendeskripsikan kegiatan belajar siswa, 3) menguji seberapa besar hubungan persepsi siswa tentang belajar dengan kegiatan belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Penelitian ini menggunakan populasi kelas X dan XI siswa SMA Negeri 1 Sitiung sebanyak 636 siswa, sampel penelitian sebanyak 267 siswa dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen persepsi siswa tentang belajar dan instrumen kegiatan belajar dengan skala model Likert. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat persepsi siswa tentang belajar berada pada kategori baik, (2) tingkat kegiatan belajar berada pada kategori baik, dan (3) terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi siswa tentang belajar dengan kegiatan belajar dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,614 dan signifikansi 0,000.
Hubungan Irrational Belief dengan Self Acceptance Siswa Yang Memiliki Hasil Belajar Rendah
Amirah, Nadiratul;
Taufik, Taufik
Current Issues in Counseling Vol 3, No 1 (2023): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0796cic
This research is motivated by the large number of students who obtain low learning outcomes. The low learning outcomes are influenced by a number of factors, including internal factors in the form of self-acceptance. Students who have low learning outcomes tend to be less able to accept themselves with their shortcomings. The low self-acceptance is caused by many who have irrational beliefs in a person. This study aims to describe the conditions of irrational belief and self-acceptance in students who have low learning outcomes and examine the relationship between irrational belief and self-acceptance in students who have low learning outcomes. This research is a quantitative research using a descriptive correlational approach. The population in this study were students of SMP Negeri 15 Padang who had low learning outcomes. The sample of this research was 85 students using random sampling technique. The instrument used in this study was a Likert scale model questionnaire. Data were analyzed using the Product Moment Correlation technique. The findings of this study are (1) as many as 64% of students with low learning outcomes have moderate irrational beliefs, (2) as many as 68% of students with low learning outcomes in moderate self-acceptance conditions and (3) there is a relationship between irrational beliefs and self-acceptance in students with low learning outcomes with a correlation coefficient of 0.289 which is classified as weak.
The Relationship between Self Efficacy and Anxiety Facing Childbirth in Primigravid Pregnant Women
Ihsani, Aminatul;
Taufik, Taufik
Current Issues in Counseling Vol 3, No 2 (2023): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0936cic
This research was motivated by the high maternal mortality rate (MMR) and infant mortality rate (IMR) in West Sumatra, especially in Lima Puluh Kota Regency. One of the causes of high MMR is the mother's emotional condition during pregnancy. The anxiety experienced by pregnant women is influenced by self-efficacy factors. This study aims to describe the self-efficacy and anxiety of mothers facing childbirth and examine the relationship between self-efficacy and anxiety regarding childbirth in primigravida pregnant women. This research uses quantitative methods with a correlational descriptive approach. The research sample consisted of 65 pregnant women who were selected using purposive sampling. The instruments used were a self-efficacy questionnaire with a Guttman scale model and an anxiety questionnaire with a Likert scale model. Hypothesis testing uses the Pearson product moment correlational analysis technique. The research findings are: (1) The average achievement score for self-efficacy in pregnant women is 23.19 (72.5%) which is high, (2) The average achievement score for anxiety facing childbirth is 104.72 (52.99% ) is low, (3) There is a significant negative relationship between self-efficacy and anxiety about facing childbirth with a correlation coefficient of -0.312 and a significance level of 0.011.