Program pengabdian ini dilatar belakangi oleh kemampuan para santri di Pondok Pesantren Darul Hasanain, Grogolan, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta terkait pemahaman fikih yang masih awam, khususnya di kelas Wustho. Hal itu karena, mereka memang dikategorikan sebagai pembelajar pemula, latar belakang sekolah mereka sebelumnya rata-rata dari sekolah umum, yaitu SD, ada juga yang dari SMP, terus mondok di pesantren tersebut. Tujuan dari pengabdaian ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan para santri dalam kajian ilmu fikih, khususnya dengan menggunakan kitab Al-Mabadi’ al-Fiqhiyyah. Adapun metode pengabdian yang digunakan meliputi 2 tahap yaitu: Tahap Persiapan dan Tahap Pelaksanaan. Dalam tahap persiapan mencakup beberapa hal yaitu: Persiapan proposal pengabdian, Persiapan bahan ajar, dan Persiapan sarana dan prasarana pelatihan. Sementara pada tahap pelaksanaan meliputi: Tahap pengenalan awal terkait program dan aturannya, Tahap Permulaan dalam pelatihan, Tahap evaluasi, dan Tahap pendampingan. Adapun hasil pengabdian dari program tersebut ialah adanya peningkatan kemampuan para santri pondok pesantren Darul Hasanain, dari nilai rata-rata yang dicapai sebelumnya yaitu 76,02 pada saat pre-test, lalu pada saat post-test nilai rata-rata mereka berubah menjadi 92,05.