Articles
Inter-Institutional Communication Model for Online Learning for Elementary School Students
Widodo, Aan;
Akbar, Moh. Rifaldi;
Nurhaliza, Wa Ode Sitti;
Rony, Zahara Tussoleha
Mediator: Jurnal Komunikasi Vol. 16 No. 2 (2023): Mediator: Jurnal Komunikasi
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/mediator.v16i2.2165
This study seeks to understand various communication events in the learning process holistically. The communication events in this paper include communication from the interpersonal level, computer-mediated communication, to organizational communication. This study explains the communication process from the human aspect (non-technical) and human relations with learning media technology (technical). This study seeks to answer how daily communication and communication media technology is vital in implementing online education for elementary school students. This study aims to offer an inter-institutional communication model that can be used to provide online education for students in elementary schools during disaster emergencies such as the Covid-19 pandemic. This study uses a focus group discussion (FGD) methodology with data collection techniques in interviews, field observations, and literature studies. This study uses data analysis in three-stage coding: open, axial, and selective. The subjects in this study were providers of elementary school (Sekolah Dasar) in Subdistrict (Kelurahan) Teluk Pucung, Kota Bekasi. This study finds that there is a need for intensification of communication from the daily level involving local stakeholders to resolve non-technical problems. The government needs to improve the communication media technology infrastructure and innovation in learning media technology for students who take online learning at the elementary level.
Analysis of the Material in “Al-‘Arabiyyah Al-Muyassarah” by Dr. (HC) H. Mustafa Nuri, L.A.S., & Hj. Hafsah Intan, LC.
Mubarak, Husni;
Khairuddin, Khairuddin
Diwan : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 9 No 2 (2023): KAJIAN BAHASA DAN SASTRA ARAB
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/diwan.v9i2.36772
الهدف من هذا البحث هو فحص جودة كتاب العربية الميسرة للدكتور (HC) الحاج مصطفى محمد نوري، L.A.S. و الحاجة حفصة إنتان، Lc. ككتاب مدرسي لتعلم اللغة العربية على أساس مراحل إعداد الكتاب المدرسي والتي تم اختيارها وتدرجها وعرضها وتكرارها. يبدأ هذا النوع من البحث بالأدب أو البحث في المكتبات، مسترشدًا بتحليل محتوى بيانات المؤلف. تشير نتائج هذا البحث إلى أن الكتاب يحقق معايير كتاب مدرسي جيد ومناسب للاستخدام كمرجع في تعلم اللغة العربية، خاصة في إتقان قواعد اللغة العربية. الاختيار جيد لأنه قبل معايير التأهيل، مثل إعداد المادة وفقًا لأهداف مستوى إتقان الطالب. قام الكتاب أيضًا ببناء استخدام نظام التدرج، مع تقديم المواد قبل القواعد البسيطة على القواعد المعقدة. علاوة على ذلك، في مرحلة النسبة المئوية، يتم استكمال المفردات المقدمة بالخطوط ومعانيها، وفي مرحلة التكرار يتم إثراء الكتاب بتمارين في الجمل الوترية وفقًا لقواعد اللغة العربية. Abstract This article evaluates the suitability of "al ‘Arabiyyah al Muyassarah" by Dr. H. (HC) Mustafa Nuri, L.A.S., and Hj. Hafsah Intan, Lc., as a textbook for Arabic language learning. Using literature review and content analysis, it examines the book's adherence to key textbook development stages: selection, gradation, presentation, and repetition. The findings demonstrate that the book meets the criteria for a successful textbook and is well-suited for Arabic language acquisition, particularly in grammar mastery. Its material selection excels, adhering to clear learning objectives and tailoring content to student proficiency levels. The book effectively utilizes gradation, introducing simpler rules before progressing to more complex ones. Additionally, vocabulary introduction with accompanying translations and repetitive exercises for sentence construction solidify learning through reinforcement.
Pengaruh Lama Perendaman Zat Pengaruh Tumbuh Hormax Terhadap Petumbuhan Bibit Single Bud dari Tiga Bagian Batang Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas Bululawang
Pradana, Rieski Ega;
Subroto, Gatot;
Arum, Ayu Puspita;
Rosyadi, Muhammad Ghufron
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Jember University Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19184/bip.v7i3.51008
Tebu merupakan salah satu komoditas perkebunan yang mengambil peran penting sebagai produksi gula. Namun, ketersediaan tebu yang rendah menjadikan Indonesia masih harus mengimpor guka dari negara lain. Penyebabnya dikarenakan teknologi budidaya yang kurang mendukung. Salah satu permasalahan dalam budidaya tebu yaitu, penyediaan bibit bagal yang biasa dilakukan petani tebu kurang memenuhi target % bibit bertunas dan mutu bibit relatif rendah. Salah satu solusinya yaitu dengan berganti cara pembibitan dengan metode single bud planting (SBP). Pada penelitian ini menggunakan tiga sumber batang tebu yaitu bagian pucuk, tengah, dan bawah. Untuk mempercepat pertumbuhan perakaran dan pertunasan pada tebu ini adalah dengan menggunakan zat pengatur tumbuh (ZPT) Hormax. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui interaksi antara aplikasi lama perendaman ZPT Hormax dengan 3 sumber bagian batang bibit tebu dengan metode SBP. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan 2 faktor. Faktor I adalah lama perendaman ZPT Hormax terdiri dari 4 taraf yaitu 0 menit (W0), 30 menit (W1), 60 menit (W2), 90 menit (W3). Faktor II yaitu penggunaan beda bagian batang tebu untuk bahan tanam dengan metode SBP yang terdiri dari 3 taraf yaitu bagian pucuk, tengah dan bawah. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara lama perendaman ZPT Hormax dan perbedaan bagian batang sebagai bahan tanam yang berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan yaitu jumlah daun, tinggi tanaman, panjang akar, jumlah akar, diameter batang, berat basah tanaman, dan berat kering tanaman. Kombinasi perlakuan lama perendaman ZPT 60 menit dan bagian batang atas (W2B1) memberikan nilai terbaik pada seluruh variabel pengamatan.
Pengaruh Pemberian Hormon Auksin Dan Asam Humat Terhadap Pertumbuhan Bibit Stek Kopi Robusta (Coffea canephora)
helwandi, insan sabri;
Subroto, Gatot
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 7 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Jember University Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19184/bip.v7i2.47648
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode aplikasi konsentrasi auksin IBA dan dosis asam humat terhadap pertumbuhan bibit stek kopi robusta. Metode yang digunakan yaitu menggunakan pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor 1 yaitu konsentrasi IBA yang terdiri dari 4 taraf. Faktor 2 yaitu dosis asam humat yang terdiri dari 4 taraf. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan analisis ragam, jika terdapat perbedaan yang nyata maka akan dilakukan uji jarak berganda duncan pada taraf kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukan (1) terdapat interaksi antara aplikasi konsentrasi hormon auksin IBA dan dosis asam humat terhadap pertumbuhan bibit stek kopi robusta berpengaruh sangat nyata terhadap variabel pengamatan volume akar dan berpengaruh nyata pada variabel pengamatan panjang akar. (2) Pemberian hormon auksin IBA pada pertumbuhan bibit stek kopi robusta berpengaruh sangat nyata terhadap variabel pengamatan diameter batang dan berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman (3) Pemberian asam humat pada pertumbuhan bibit stek kopi robusta berpengaruh sangat nyata terhadap variabel pengamatan volume akar dan panjang akar namun berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman dan jumlah daun
Hubungan antara Durasi Duduk dengan Kejadian Nyeri Punggung Bawah
Prasetya, Gede Ridho Anandya;
Sari, Rita Kartika;
Djannah, Durrotul
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan: Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32583/keperawatan.v16i2.1519
Pandemi Covid-19 menyebabkan pembelajaran daring yang berakibat pada peningkatan durasi duduk pada mahasiswa. Hal ini dikhawatirkan akan meningkatkan tingkat LBP dikalangan mahasiswa. Hasil skrining yang dilakukan terhadap mahasiswa kedokteran umum angkatan 2019 Universitas Islam Sultan Agung pada bulan April 2022 didapatkan dari 109 mahasiswa, sebanyak 76 mahasiswa mengeluhkan adanya keluhan nyeri punggung bawah. Penelitian ini bertujuan supaya dapat mengetahui hubungan durasi duduk dengan kejadian nyeri punggung bawah pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Islam Sultan Agung. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian berjumlah 67 sampel. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling, pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner oswetry disability index atau ODI kepada mahasiswa yang memenuhi kriteria. Uji validitas didapatkan r-hitung 0,722 dan uji realibitas didapatkan 0,890. Metode analisis statistik dengan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan dari 67 sampel, proporsi mahasiswa dengan nyeri punggung bawah kategori sedang dan berat sebanyak 13,4% dan 3%, sedangkan yang tidak nyeri punggung bawah sebesar 83,6%. Analisis uji Spearman didapatkannilai p value <0,05 (p = 0,000) sehingga ada hubungan antara durasi duduk dengan kejadian nyeri punggung bawah, serta didapatkan nilai r = 0,436 dengan keeratan hubungan sedang. Kesimpulan dari penelitian ini ialah terdapat ada hubungan antara durasi duduk dengan kejadian nyeri punggung bawah pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Islam Sultan Agung.
Pengaruh Lama Pemakaian Sediaan Kosmetik Bedak Padat Terhadap Cemaran Mikroba
Munira, Munira;
Fardilla, Cut;
Zakiah, Noni;
Rasidah, Rasidah;
Nasir, Muhammad
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (400.169 KB)
|
DOI: 10.35473/ijpnp.v3i1.421
Bedak adalah salah satu sediaan kosmetik yang dipakai dalam jangka waktu yang lama. Bedak yang digunakan akan terjadi kontaminasi bahkan semakin meningkat seiring dengan lamanya pemakaian. Faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain penyimpanan, lingkungan, dan spons bedak. Penggunaan spons bedak merupakan salah satu sumber cemaran bakteri. Di mana penggunaan spons yang sama secara berulang-ulang dan bersentuhan langsung pada kulit dapat meningkatkan jumlah mikroba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lamanya penyimpanan, pemakaian suatu sediaan kosmetik bedak padat terhadap tingkat cemaran mikroba. Sampel yang diuji adalah bedak padat yang belum dipakai dan yang telah dipakai selama 2 minggu. Hasil penelitian berupa jumlah cemaran bakteri (ALT) dibandingkan dengan syarat menurut Peraturan Kepala Pengawasan Obat dan Makanan RI No.HK.03.1.23.07.11.6662 Tahun 2011 yaitu tidak boleh melebihi 103 koloni/g. Hasil uji cemaran bakteripada sediaan bedak padat sebelum pemakaian mempunyai nilai rata-rata ALT 2,6 x 101koloni/g dan sesudah pemakaian mempunyai nilai rata-rata ALT 9,2 x 101 koloni/g. Nilai ALT yang diperoleh dari masing-masing sediaan kosmetik bedak padat telah memenuhi syarat.Hasil uji t dependen menunjukkan adanya perbedaan jumlah bakteri pada bedak padat sebelum dipakai dengan setelah dipakai selama 2 minggu (t = 0.000). Kata Kunci: Kosmetik, bedak padat, Angka Lempeng Total ABSTRACTPowder is one of the cosmetic preparations used for a long time. Powder that is used will occur contamination even increasing along with the length of usage. This can be caused by several factors including storage, environment, powder sponges and others. The use of powder sponges is one source of bacterial contamination. Where the use of the same sponge repeatedly and in direct contact with the skin can increase the number of microbes. The objective of study was to determine the effect of the duration of use of a compact powder cosmetic preparation on the level of microbial contamination. The samples tested were solid powder that has not been used and that has been used for 2 weeks. The results of the study were the Total Plate Count (TPC) compared to the Regulation of the Head of the Republic of Indonesia Drug and Food Control Number HK.03.1.23.07.11.6662 of 2011 concerning the Requirements for Microbial Pollution and Heavy Metals in Cosmetics which should not exceed 103 colonies / g. The test results of bacterial contamination on solid powder preparations before use have an average value of ALT 2,6 x 101 colony / g and after use have an average ALT value of 9.2 x 101 colony / g. The ALT value obtained from each compact powder cosmetic preparation has met the requirements. The results of the dependent t test showed a difference in the number of bacteria on solid powder before use with after being used for 2 weeks (t = 0.000). Keywords: Cosmetics, Compact Powder, Total Plate Count
THE UTILIZATION OF MEDICINE PLANTS IN AMBAN RESIDENTS IN INCREASING KNOWLEDGE TOWARDS HERBAL TREATMENT
Maturahmah, Enik;
Revisika;
Rahmi, Elvi;
Sandy, Gilang Ary
Lux Mensana: Journal of Scientific Health Vol. 1 Issue 1 (2022)
Publisher : jfpublisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (117.382 KB)
Medicinal plants are all species of medicinal plants that are known and believed to have efficacy as traditional medicine, then they can be used as self-medication. Amban Village is one of the villages located in Kab. Manokwari, West Papua. The majority of the villagers have large yards and gardens because the villagers are generally farmers. The yard as a living environment provides a variety of natural resources that have not been used optimally, one of which is the use of surrounding plants. There are unidentified plants which has role as traditional medicine. This causes the population become very dependent on chemical drugs even for treat minor ailments. In addition, these plants are considered weeds and must be destroyed, either by spraying herbicides or by clearing them. This will certainly disrupt the ecosystem and plant diversity in this environment. The condition of ignorance of Amban village community is the reason for this community activity. The purpose of this activity is to optimize the role of plants that around as an effort to self-medicate and to support the "back to nature" community interest. The method used in this activity is to use socialization for the participants consisting of several villagers. The results of the service showed that there was an increase in villagers’ knowledge who were present at the service activity about the use of surrounding plants as herbal medicine. This can be seen from the ability of the participants to answer questions from the activist.
MENTORING ACTIVE LEARNING CALISTUNG THROUGH DEMONSTRATION METHOD FOR ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN
Indriyani, Dian;
Rahmi, Elvi;
Baharuddin, Wiska
Lux Mensana: Journal of Scientific Health Vol. 1 Issue 2 (2022)
Publisher : jfpublisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (190 KB)
Introduction.The biggest influence on the growth and development of students is an educator or teacher. The use of demonstration method is to make students become more active in teaching and learning process. There are several child-centered learning approaches including; 1) Montesori approach model; 2) Street bank approach model; 3) High Scope approach model; 4) Creative curriculum approach model; 5) Regio Emilia approach model. This community service aims as one of the calistung learning strategies in teaching and learning process, especially in West Papua for low-grade students that aims for students to learn optimally. Method.This research is descriptive qualitative and analyzed with the Miles, Huberman and Saldana approach using a validation technique (triangulation). Result&Analysis.The community service stated that the demonstration method could effectively make students become more active in the calistung teaching and learning process. Discussion.This demonstration method can be seen very significant increases learning outcomes for elementary students.
Pengaruh Kepuasan Kerja, Motivasi, Dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan
Rostini, Rostini;
Nasir, Muhammad
Movere Journal Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tri Dharma Nusantara Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53654/mv.v6i1.422
This research aims to examine the influence of job satisfaction, motivation and commitment on employee performance at the University of Eastern Indonesia as many as 105 people using the correlation analysis method. This research found that there is a significant influence of job satisfaction, motivation and organizational commitment on employee performance. The largest correlation occurs between motivation and performance at 0.973, then the second correlation occurs between the relationship between job satisfaction and performance at 0.507, and the third correlation is organizational commitment to performance at 0.492. Overall, all independent variables, namely job satisfaction, motivation and organizational commitment, have a positive and significant influence on employee performance.
Potret Moderasi Beragama di Kalangan Mahasiswa
Rijal, Muhammad Khairul;
Nasir, Muhammad;
Rahman, Fathur
PUSAKA Vol 10 No 1 (2022): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31969/pusaka.v10i1.672
Diskursus tentang radikalisme agama di kalangan generasi muda Indonesia disinyalir semakin meningkat di era digital saat ini. Dalam konteks keagamaan, radikalisme agama dapat dimaknai sebagai fanatik terhadap suatu pendapat sehingga menolak pendapat orang lain, menutup pintu dialog dan mudah mengkafirkan kelompok yang berbeda paham dengan diri atau kelompoknya, serta pemahaman agama yang tekstual tanpa melihat dan mempertimbangkan esensi syariat (maqasid al-syari’ah). Radikalisme agama berawal dari cara pandang, sikap, dan prilaku beragama yang eksklusif. Oleh karena itu konsep moderat atau ‘wasatiyyah’ sudah seharusnya menjadi landasan dalam kebijakan untuk melawan narasi radikal beragama. Moderasi beragama akan mampu menjadi perekat antara semangat beragama dan komitmen kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potret pemahaman moderasi beragama aktivis mahasiswa Kalimantan Timur sebagai respons atas meningkatnya pola pikir radikal dalam beragama di kalangan mahasiswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif. Data diolah dengan metode clustering dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk grafik dan naratif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa di kalangan aktivis mahasiswa yang aktif berorganisasi, 57% menyatakan paham terkait moderasi beragama dan terdapat 43% yang belum paham memahaminya. Selain itu, masih ditemukan pola pikir yang mengarah kepada pola pikir eksklusif dan dapat menumbuhkan sikap ekstrem dan radikal dalam beragama, terutama dalam aspek wawasan keberagamaan yang meliputi penerimaan terhadap budaya, dan mudah menyesatkan amalan keagamaan yang berbeda dari amalan kelompoknya. Pemerintah dalam hal ini para stakeholder yang berkepentingan diharapkan mampu memfasilitasi penguatan moderasi beragama di kalangan mahasiswa sebagai bagian dari untuk mencegah lahirnya pola pikir, sikap, dan perilaku yang mengarah kepada radikalisme agama.