Articles
Proses Pembentukan Aqidah dan Akhlak Pada Siswa Sekolah Dasar di Kota Jayapura
Didik Efendi
Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 9, No 1 (2019): JANUARI - JUNI
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/aladzkapgmi.v9i1.2814
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran proses terbentuknya aqidah dan akhlak serta faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam proses pembentukan aqidah dan akhlak pada siswa Sekolah Dasar (SD) di kota Jayapura. Penelitian kualitatif ini menggunakan desain studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Permata Hati kota Jayapura. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, interview, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses terbentuknya aqidah dan akhlak pada siswa SDIT Permata Hati melalui empat tahapan yakni (1) Receiving (menerima). Pada tahap ini guru memberikan pemahaman/ pegetahuan tentang nilai-nilai aqidah dan akhlak yang harus dimiliki, (2) Responding (menanggapi). Tahap ini siswa sudah mulai aktif dalam menanggapi apa yang diberikan oleh guru yang terkait dengan aqidah dan akhlak. (3) Acting (bertindak). Pada tahap ini siswa diberi kesempatan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai aqidah dan akhlak yang sudah diresponnya dalam kehidupanya sehari-hari. (4) Being (menjadi seperti yang diketahui). Pada tahap ini siswa seharusnya sudah terbentuk aqidah dan akhlaknya atau bisa dikatakan sudah menjadi kebiasan (being). Sedangkan faktor pendukung keberhasilan pembentukan aqidah dan akhlak pada siswa SDIT Permati Hati diantaranya adalah peran guru dan orang tua.
Karakteristik Disturbansi di Rentang Frekuensi 9-150 kHz Pada Sistem UPS Berbeban Induktif
Rheo Loridho Pratama;
Budi Sudiarto
CIRCUIT: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : PTE FTK UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.283 KB)
|
DOI: 10.22373/crc.v4i1.6276
In every UPS device there are power electronic components including inverters, therefore using an inverter will cause voltage disturbances at high frequency because the switching frequency of the inverter is at high frequency. Data recorded by the oscilloscope along with the Picolog Recorder software and processed by Matlab software to make it more efficient. Research conducted when the UPS uses dual conversion mode and with inductive load variations 0.35 H, 0.7 H, 1.4 H and 2.8 H. The test results show that voltage disturbances occur in three dominant frequency ranges at each level of load variations are 9-19 kHz, 20-30 kHz and 31-41 kHz. In the condition of 10% loading rate with a load of 0.35 H the peak voltage disturbances occur at 81.17 mV in frequency of 9.2 kHz and at the condition of the 75% loading rate with 2.8 H load the peak voltage disturbances that occur at 92.20 mV in frequency of 9.6 kHz. The disturbances voltage increases with the increasing of  inductive loads that connected to UPS.
KECERDASAN EMOSIONAL MENURUT PERSPEKTIF AL-QURAN
Dewi Murni
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (859.159 KB)
|
DOI: 10.32520/syhd.v5i1.71
Kecerdasan emosional dapat diartikan kemampuan, merasakan, memahami, dan secara efektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi, koneksi dan pengaruh manusia. Apabila berpikir itu bersifat objektif, maka emosional itu bersifat subjektif karena lebih banyak dipengaruhi oleh keadaan diri. Apa yang indah, baik, dan menarik bagi seseorang belum tentu indah, baik, dan menarik bagi orang lain. Implementasikecerdasaan emosional dapat terlihat dalam sikap seseorang; pertama adalah istiqamah yaitu dengan cara teguh pendirian terhadap jalan-jalan yang telah ditetapkan Allah Swt, serta tidak mengurangi atau mengabaikan, dan melampaui batas terhadap ajaran-ajaran tersebut. Kedua yaitu rendah hati yaitu mereka berjalan dengan tenang, penuh dengan ketawadhu’an, tidak congkak dan sombong. Ketiga adalah tawakal, yakni timbulnya ketulusan di dalam hati kepada Allah dalam menggapai keridhaan-Nya. Terakhir adalah ikhlas, yakni suatu upaya memurnikan dan menyucikan hati sehingga benar-benar hanya terarah kepada Allah semata.
TAFSIR AL-AZHAR (Suatu Tinjauan Biografis dan Metodologis)
Dewi Murni
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2233.297 KB)
|
DOI: 10.32495/.v3i2.81
Tafsir Al-Azhar adalah salah satu tafsir buah tangan salah satu putra terbaik bumi pertiwi, mufasirnya, Prof, Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA). Beliau telah membuktikan bahwa seorang muslim non- Arab pun mampu menghasilkan sebuah karya tafsir yang cukup membanggakan, sekurangnya bagi kaum cerdik – cendekia muslim Indonesia. Nama Al-Azhar diambil dari nama Mesjid tempat kuliah- kuliah tafsir yang disampaikan oleh Hamka sendiri, yakni Mesjid Al-Azhar kebayoran baru pada tahun 1959. Jenis penafsiran yang digunakan di dalam tafsir AlAzhar adalah ar-ra’yi, yaitu menafsirkan ayat-ayat mendominasi malalui pemahaman atau pemikirannya. Metodenya memakai tahlily. Dalam arti menafsir ayat demi ayat sesuai urutannya dalam mushaf serta menganalisis hal-hal penting yang terkait langsung dengan ayat, baik dari segi makna, atau aspek-aspek lain yang dapat memperkaya wawasan pembaca tafsirnya. Sedangkan corak tafsir yang mendominasi penafsiran Hamka adalah aladab al-ijtima’i, dimana ia senantiasa merespons kondisi sosial masyarakat dan mengatasi problem yang timbul di dalamnya. Sedangkan yang menjadi sistematika penulisan beliau adalah dengan menggunakan tartib utsmani yaitu menafsirkan ayat berdasarkan penyusunan mushaf utsmani. Keistimewaan yang didapatkan dari tafsir ini dapat dilihat dari  pendahuluan yang banyak berbicara tentang ilmu-ilmu Al-Quran, seperti definisi AlQuran, Makkiyah dan Madaniyah, Nuzul Al-Quran, Pembukuan Mushaf, I’jaz dan banyak lagi
Paradigma Umat Beragama tentang living Quran (Menautkan antara Teks dan Tradisi Masyarakat)
Dewi Murni
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (784.179 KB)
|
DOI: 10.32520/syhd.v4i2.120
Kajian di bidang Living Quran memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan wilayah objek kajian al-Quran. Jika selama ini ada kesan bahwa tafsir dipahami harus berupa teks grafis (kitab atau buku) yang ditulis oleh seseorang maka makna tafsir sebenarnya bisa diperluas. Tafsir bisa berupa respons atau praktik prilaku suatu masarakat yang diinspirasi oleh kehadiran al-Quran. Caranya dengan tidak mengabaikan sisi lain yang lebih penting dari pola hubungan dengan al-Quran, yaitu sisi pengkajian, pemaknaan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan. Memperlakukan al-Quran sebagai panduan hidup yang dekat, akrab, mengayomi, dan bersahabat, dengan demikian eksitensi ajaran al-Quran secara fungsional benar-benar dapat membumi (empiris realistis), tidak hanya pada dataran normatif-idealis. Selain kaum muslim yang melakukaan penelitian terhadap al-Quran, para orientalis memilki paradigma memperlakukan al-Quran sebuah kitab suci yang hanya menarik untuk diteliti saja.
METODE PEMAHAMAN MUHAMMAD SYAHRÛR TERHADAP AYAT-AYAT HUKUM
Syofrianisda Syofrianisda;
Dewi Murni
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (738.152 KB)
|
DOI: 10.32495/.v5i1.127
Syahrûr as instigators of techniques can also be viewed as an observer of Islamic science, especially concerning the interpretation of legal verses of the famous al-hudud nazhariyyah theory (theoretical limit). Nazhariyyahal-Hudûd Muhammad Syahrûr is the ordinance of God against the limits of his terms in the Qur'an that should not be exceeded. The limit is there are six forms, namely the minimum limit, the maximum limits, maximum and minimum limits, minimum limits as well as maximum limits, maximum limits are close to straight lines and minimal restrictions that may be skipped but the maximum limit should not be skipped. Nazhariyyahal-Hudud foundation drawn from the word hudûd contained in the al-Quran al-Nisa 'verse 13, and in operational use Linguistic structuralism approach. This theory can be applied among others in the problems mahram who put in a minimum limit, the penalty of hand amputation for theft as the perpetrators of the maximum limit, the problem of polygamy in the position of minimum and maximum limits, penalty 100 times flogging for adultery as well as limit the maximum threshold, the physical relationship between men and women in positions close to the maximum limit straight line, and the permissibility of interest does not reach 100% is charged to those who have capital as the minimum limit that may be skipped and the maximum limits that should not be skipped.
TOLERANSI DAN KEBEBASAN BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN
Dewi Murni
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (879.923 KB)
Toleransi dan kebebasan beragama yang merupakan bagian dari visi teologi atau akidah Islam dan masuk dalam kerangka sistem teologi Islam sejatinya harus dikaji secara mendalam dan diaplikasikan dalam kehidupan beragama karena ia adalah suatu keniscayaan sosial bagi seluruh umat beragama dan merupakan jalan bagi terciptanya kerukunan antar umat beragama. Menurut al-Quran, kebebasan beragama berarti bahwa orang non-muslim tidak dipaksa untuk masuk Islam, mereka juga tidak dihalangi untuk menjalankan ritus keagamaan. Baik muslim maupun non-muslim dapat mengembangkan agamanya, di samping melindunginya dari serangan atau fitnah, tak peduli apakah hal ini berasal dari kalangan sendiri atau dari yang lain. Untuk itu, sejak abad 14 yang lalu, al-Quran telah memberikan perhatian khusus terhadap masalah kebebasan beragama tersebut.
PERUBAHAN MEAN ARTERIAL PRESSURE (MAP) PASIEN HIPERGLIKEMIA KRISIS DENGAN TERAPI REHIDRASI
Erik Irham Lutfi;
Susmiati Susmiati;
Meirna Eka Fitriasnani;
Nur Wasilatul Kauniyah
Jurnal Kesehatan Mesencephalon Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Mesencephalon - Oktober 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (170.536 KB)
|
DOI: 10.36053/mesencephalon.v5i2.119
Abstract : Rehydration therapy aims to replace the volume of circulating tissue perfusion due to hyperosmolarity in crisis hyperglycemia patients. The administration of fluid therapy to patients with crisis hyperglycemia can trigger cerebral edema due to the mechanism of decreased osmolarity in cerebral tissue. Efforts to monitor the emergence of cerabral edema with MAE monitoring. MAE is an indicator of CPP if there is a drastic increase in MAP which will result in an increase in CPP and increase the risk of cerebral edema. This study aims to determine the difference in MAP in hyperglycemic crisis patients with fluid rehydration therapy from the first minute of administration to the last minute of administration by accumulating the amount of fluid given in that time period. A retrospective comparative category research design. The study sample consisted of 28 respondents. Based on data analysis using repeated anova, there was a difference in MAP in hyperglycemic crisis patients who received fluid rehydration therapy from the lowest amount to the highest number during therapy. Changes in the value of MAP in this study for all the amount of therapy in the normal range starting from the MAP before the therapy approaching the less or minimum value until MAP at the end of therapy at the maximum limit of the normal value of MAP. This indicates that the administration of therapy in this study will increase the amount of body fluid volume and increase in MAP without causing signs of cerebral edema.                                                    Keyword : Rehydration Therapy, MAP (Mean Arterial Pressure), hyperglycemia crisisAbstrak : Terapi rehidrasi bertujuan untuk mengganti volume sirkulasi perfusi jaringan akibat adanya hiperosmolaritas pada pasien hiperglikemia krisis. Pemberian terapi cairan pada pasien hiperglikemia krisis bisa memicu terjadinya edema cerebral akibat mekanisme penurunan osmolaritas pada jaringan cerebral. Upaya monitoring munculnya edema cerabral dengan pematauan MAE. MAE merupakan salah satu indikator terhadap CPP apabila di dapatkan adanya peningkatan MAP yang drastis akan berakibat peningkatan CPP dan meningkatkan resiko edema cerebral. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan MAP pada pasien krisis hiperglikemia dengan terapi rehidrasi cairan mulai dari menit pertama pemberian sampai menit terakhir pemberian dengan mengakumulasi jumlah cairan yang diberikan pada periode waktu tersebut. Desain penelitian kategori komparatif retrospektif. Berdasarkan uji analisa data dengan menggunakan repeated anova didapatkan ada perbedaan MAP pada pasien krisis hiperglikemia yang mendapatkan terapi rehidrasi cairan mulai jumlah terendah sampai jumlah tertingi selama terapi diberikan. Perubahan nilai MAP dalam penelitian ini untuk semua jumlah terapi dalam batas normal dimulai dari MAP sebelum terapi yang mendekati nilai kurang atau minimum sampai dengan MAP pada akhir terapi pada batas maksimal dari nilai normal MAP. Hal ini menandakan pemberian terapi pada penelitian ini akan meningkatkan jumlah volume cairan tubuh dan peningkatan MAP  tanpa menyebakan tanda edema cerebral.Kata Kunci : Terapi rehidrasi, MAP (Mean Arterial Pressure), hiperglikemia krisis
Model Kemitraan Kelompok Usaha Mikro Dengan Lembaga Keuangan Dalam Pemberdayaan Dan Penguatan Ekonomi Rumah Tangga
Johan Setiawan
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (517.592 KB)
|
DOI: 10.33512/jat.v12i2.6788
One business actor that has an important existence but is sometimes considered "forgotten" in the policy arena in this country is Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). However, if we know more deeply and deeply, the role of Micro, Small and Medium Enterprises is not just a supporter of the contribution of the national economy. History has proven that Small and Micro Enterprises in Indonesia still exist and develop due to the economic crisis that occurred in 1997 that hit this country. It even became a rescue valve and contributed significantly to income and employment.The role of the government is very important to support and encourage financial institutions and SOEs to help the progress of the small and medium business sector, financial institutions must provide space for productive and creative housewives who have businesses in an effort to meet household needs while helping their husbands in efforts to strengthen the home economy stairs, the space is in the form of an easy and inexpensive credit or financing scheme that can be accessed by housewives.
MODEL PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL BERDASARKAN CORPOORATE SOSIAL RESPONSIBILITY (CSR) INDUSTRI DI WILAYAH INDUSTRI KOTA CILEGON
Mirajiani Mirajiani;
Johan Setiawan;
Ari Tresna Sumantri
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (551.054 KB)
|
DOI: 10.33512/jat.v12i1.5533
The long-term goal of this research is to build local economic strengths that synergize with the growth of sustainable industries in the Cilegon industrial area. The specific target to be achieved is to form a model of an effective and oriented CSR program for community development (short term and long term) that can be a guide / guide to the implementation of CSR of large industrial companies at the local and national level, and formulate a model for local economic development ideal, equitable, and empowering oriented on the basis of industrial CSR. Research is located in the Cilegon Industrial area and carried out using qualitative research methods. The method of data collection is realized by combining triangulation techniques (observation, in-depth interviews and literature studies) with joint study techniques (jisam). The results of the study indicate that the complexity of the form of relations between industry and local communities has led to the implementation of CSR not yet synergizing with the development of the local economy. There are problems with the incompatibility of forms and implementation of CSR programs with the demands of the community