Articles
UPAYA MENINGKATKAN EFISIENSI BIAYA PEMERIKASAAN DENGAN MENGGUNAKAN STANDAR BIAYA KHUSUS YANG BERBASIS KINERJA PADA INSPEKTORAT KOTA PALOPO
Andi Wahidin;
Goso Goso;
Mustafa Muhani
Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (184.023 KB)
|
DOI: 10.35906/je001.v3i2.77
Kinerja adalah hasil pekerjaan seseorang dalam suatu organisasi, hasil pekerjaan tersebut dapat menyangkut kualitas, kuantitas, dan ketepatan waktu. Variabel dalam penelitian ini terdiri atas dua yaitu : 1)Upaya meningkatkan efisiensi pemeriksaan (X) serta 2)Standar Biaya Khusus berbasis Kinerja (Y). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian relevansi pengalokasian biaya pemeriksaan melalui Standar Biaya Khusus yang ditetapkan melalui Peraturan Walikota No. 18 tahun 2010 dengan (Output) berupa laporan hasil pemeriksaan suatu kegiatan yang direncanakan kinerja aparat pengawas internal pada Inspektorat Kota palopo. Metode Penelitian yang digunakan yaitu Metode observasi dan metode wawancara Berdasarkan hasil penelitian diketahui hasil hasil capaian kinerja pada inspektor Kota palopo T.A. 2010 yang dihitung berdasarkan indikator output dengan menggunakan tolak ukur volume fisik dan keuangan dari seluruh pelaksanaan program dan kegiatan menunjukkan rata-rata nilai capaian kinerja fisik secara total sekitar 459,30% atau dikategorikan sangat baik. Sedangkan rata-rata capaian kinerja keuangan 76,99% atau dikategorikan baik. Sedangkan pada T.A 2010 anggaran pemeriksaan Inspektorat Kota Palopo hanya terealisasi sebesar 0,20% dan selama tiga(tiga) tahun anggaran terahkhir proporsi anggaran biaya pemeriksaan Inspektorat Kota Palopo belum pernah mencapai minimal satu (satu) persen dari total APBD kota Palopo. Kesimpulannya bahwa capaian kinerja inspektorat Kota palopo pada T.A 2010 berdasarkan tugas pokok dan fungsi sebesar 459,30% atau dikategorikan sangat baik untuk kinerja fisik, sedangkanuntuk kinerja keuangan sebesar 76,99% atau dikategorikan baik. Biaya pemeriksaan Inspektorat Kota Palopo diterapkan melalui Standar Biaya Khusus. Dan Tingkat kesejahteraan dan motivasi kerja aparat pengawas intern pemerintah (APIP) dan tenaga fungsional (auditor) belum terpenuhi.
PENGARUH TINGKAT KETERAMPILAN GURU TERHADAP PRESTASI SISWA PADA SMKN 1 SUKAMAJU KAB. LUWU UTARA.
Jabbar Hamseng;
Goso Goso;
Nuraeni Nuraeni
Jurnal Manajemen STIE Muhammadiyah Palopo Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35906/jm001.v1i1.26
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh tingkat keterampilan guru Terhadap Prestasi Siswa Pada SMKN 1 Sukamaju Kab. Luwu Utara. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian explanatory dan menggunakan metode survey. Populasi penelitian adalah siswa kelas XII pada SMKN 1 Sukamaju Kabupaten Luwu Utara yang berjumlah kurang lebih 100 orang pertahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan penarikan rumus Slovin dihasilkan 50 sampel. Metode analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan Regresi Sederhana, dimana variabel bebasnya yaitu Tingkat Keterampilan Guru sedangkan untuk variabel dependen yaitu Prestasi Belajar Siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan (Uji F) variabel Tingkat Keterampilan Guru berpengaruh signifikan terhadap variabel Prestasi Belajar Siswa. Sedangkan untuk (Uji-t) dari hasil tersebut ternyata variabel Tingkat Keterampilan Guru berpengaruh positif signifikan terhadap Prestasi Belajar Siswa dengan besaran nilai koefisien regresi sebesar 44,2%. Dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini yang menduga bahwa tingkat keterampilan guru dalam mengajar dapat berpengaruh terhadap prestasi siswa Pada SMKN 1 Sukamaju Kabupaten Luwu Utara terbukti kebenarannya
EVALUASI SALURAN DRAINASE TERHADAP GENANGAN AIR PADA RUAS JALAN JEND. AH. NASUTION – JALAN MARTANDU (STUDI KASUS: BUNDARAN TANK KOTA KENDARI)
Santi Santi;
Sulha Sulha;
Muriadin Muriadin
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2019): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (644.13 KB)
|
DOI: 10.55679/jts.v7i2.8201
ABSTRAKKelurahan Andonohu merupakan salah satu Kelurahan di Kecamatan Poasia yang mempunyai persoalan saluran drainase primer tidak berfungsi dengan baik dengan intensitas hujan yang tinggi menyebabkan berbagai permasalahan yang nantinya dapat merusak infrastruktur yang sudah ada. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung debit rencana untuk membandingkan kapasitas pengaliran debit eksisting yang sudah ada pada Jalan Jend. AH. Nasution – Jalan Martandu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Karakteristik hujan dapat dilihat dari kecenderungan hujan harian maksimum wilayah dan hujan tahunan. Pengujian validitas distribusi hujan menggunakan metode Smirnov-Kolmogorov. Dalam pengevaluasian saluran drainase dilakukan evaluasi kapasitas pengaliran saluran, perhitungan dilakukan untuk membandingkan debit rencana dan debit eksisting berdasarkan dimensi saluran eksisting yang ada. Analisis ini menggunakan metode Rasional. Berdasarkan hasil analisis, maka evaluasi saluran drainase pada Jalan Jend. AH. Nasution – Jalan Martandu (Ska.5 - Ska.1), perhitungan debit rencana (Qr) dengan menggunakan metode rasional dan kondisi drainase dalam mengalirkan banjir tidak memenuhi karena debit rencana (Qr) lebih besar dibanding debit eksisting (Qs) dengan nilai perbandingan Qr sebesar 4,174 m3/detik dan Qs sebesar 0,066 m3/detik, sehingga saluran drainase meluap dan terdapat genangan air dipermukaan jalan. Kata Kunci : Saluran Drainase, Curah Hujan, Debit Rencana, Kapasitas Pengaliran SaluranABSTRACTAndonohu Village is one of the Village in Poasia Subdistrict which has the problem of Primary drainage channels not functioning properly with high rainfall intensity causing various problems which can later damage existing infrastructure. The purpose of this study is to calculate the discharge plan to compare the existing discharge flow capacity that already exists on Jend. AH. Nasution Street - Martandu Street. The research method used is descriptive qualitative. Rainfall characteristics can be seen from the trend of maximum daily rainfall in the region and annual rainfall. Testing the validity of rain distribution using the Smirnov-Kolmogorov method. In evaluating the drainage channel evaluation of channel drainage capacity is carried out, the calculation is done to compare the existing debit plan and debit based on the existing dimensions of the existing channel. This analysis uses the Rational method. Based on the results of the analysis, the evaluation of the drainage channel on Jend. AH. Nasution Street - Martandu Street (Ska.5 - Ska.1), the calculation of planned discharge (Qr) using rational methods and drainage conditions in flowing floods does not meet because the plan discharge (Qr) is greater than the existing discharge (Qs) with a comparison value of Qr at 4.174 m3/sec and Qs at 0.066 m3/sec, so the drainage channel overflows and there is a pool of water on the road surface. Keywords : Drainage Channels, Rainfall, Debit Plan, Channel Drain Capacity
Tindakan Keperawatan yang Diterima Pasien Preoperatif di Bangsal Bedah RSUP Dr . Kariadi Semarang
Nanang Qosim
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 1 No. 3 (2013): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (206.695 KB)
|
DOI: 10.36408/mhjcm.v1i3.73
Latar belakang : Persiapan preoperasi sangat diperlukan karena kesuksesan suatu tindakan pembedahan berawal dari kesuksesan persiapan yang dilakukan selama tahap persiapan. Kesalahan yang dilakukan pada saat tindakan preoperatif apapun bentuknya dapat berdampak pada tahap-tahap selanjutnya. Metode : Desain yang digunakan diskriptif dengan pendekatan survey, besar sampel 60 orang. Penelitian dilakukan bulan Maret–April 2011. Kriteria inklusi adalah responden kondisi sadar dan sehat jiwa. Alat yang digunakan berupa kuesioner (angket) yang sebelumnya telah dilakukan uji validitas. Hasil baik apabila kuantitas 76% atau >25% tindakan keperawatan/4 aspek. Hasil cukup apabila kuantitas 60–75% atau 20–25% tindakan keperawatan/3–4 aspek. Hasil kurang apabila kuantitas <60% atau<20% tindakan keperawatan/<3 aspek. Analisis data secaraunivariat Hasil : Aspek informed consent, persiapan penunjang, persiapan anestesi, dan premedikasi dilakukan dengan baik dengan prosentase lebih dari 76%. Aspek psikis dan aspek fisik khususnya pada sub aspek latihan praoperasi yang diterima responden adalah kurang <60 %. Sub aspek personal hygiene tindakan yang diterima responden adalah cukup (71%). Simpulan : Tindakan keperawatan pada aspek informed consent, persiapan penunjang, persiapan anestesi dan premedikasi adalah baik. Tindakan keperawatan pada sub aspek personal hygiene adalah cukup. Pada sub aspek latihan praoperasi dan persiapan psikis adalah kurang. Kata kunci : Tindakan keperawatan, preoperatif
Proses Pembentukan Aqidah dan Akhlak Pada Siswa Sekolah Dasar di Kota Jayapura
Didik Efendi
Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 9, No 1 (2019): JANUARI - JUNI
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/aladzkapgmi.v9i1.2814
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran proses terbentuknya aqidah dan akhlak serta faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam proses pembentukan aqidah dan akhlak pada siswa Sekolah Dasar (SD) di kota Jayapura. Penelitian kualitatif ini menggunakan desain studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Permata Hati kota Jayapura. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, interview, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses terbentuknya aqidah dan akhlak pada siswa SDIT Permata Hati melalui empat tahapan yakni (1) Receiving (menerima). Pada tahap ini guru memberikan pemahaman/ pegetahuan tentang nilai-nilai aqidah dan akhlak yang harus dimiliki, (2) Responding (menanggapi). Tahap ini siswa sudah mulai aktif dalam menanggapi apa yang diberikan oleh guru yang terkait dengan aqidah dan akhlak. (3) Acting (bertindak). Pada tahap ini siswa diberi kesempatan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai aqidah dan akhlak yang sudah diresponnya dalam kehidupanya sehari-hari. (4) Being (menjadi seperti yang diketahui). Pada tahap ini siswa seharusnya sudah terbentuk aqidah dan akhlaknya atau bisa dikatakan sudah menjadi kebiasan (being). Sedangkan faktor pendukung keberhasilan pembentukan aqidah dan akhlak pada siswa SDIT Permati Hati diantaranya adalah peran guru dan orang tua.
Karakteristik Disturbansi di Rentang Frekuensi 9-150 kHz Pada Sistem UPS Berbeban Induktif
Rheo Loridho Pratama;
Budi Sudiarto
CIRCUIT: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : PTE FTK UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.283 KB)
|
DOI: 10.22373/crc.v4i1.6276
In every UPS device there are power electronic components including inverters, therefore using an inverter will cause voltage disturbances at high frequency because the switching frequency of the inverter is at high frequency. Data recorded by the oscilloscope along with the Picolog Recorder software and processed by Matlab software to make it more efficient. Research conducted when the UPS uses dual conversion mode and with inductive load variations 0.35 H, 0.7 H, 1.4 H and 2.8 H. The test results show that voltage disturbances occur in three dominant frequency ranges at each level of load variations are 9-19 kHz, 20-30 kHz and 31-41 kHz. In the condition of 10% loading rate with a load of 0.35 H the peak voltage disturbances occur at 81.17 mV in frequency of 9.2 kHz and at the condition of the 75% loading rate with 2.8 H load the peak voltage disturbances that occur at 92.20 mV in frequency of 9.6 kHz. The disturbances voltage increases with the increasing of inductive loads that connected to UPS.
KECERDASAN EMOSIONAL MENURUT PERSPEKTIF AL-QURAN
Dewi Murni
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (859.159 KB)
|
DOI: 10.32520/syhd.v5i1.71
Kecerdasan emosional dapat diartikan kemampuan, merasakan, memahami, dan secara efektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi, koneksi dan pengaruh manusia. Apabila berpikir itu bersifat objektif, maka emosional itu bersifat subjektif karena lebih banyak dipengaruhi oleh keadaan diri. Apa yang indah, baik, dan menarik bagi seseorang belum tentu indah, baik, dan menarik bagi orang lain. Implementasikecerdasaan emosional dapat terlihat dalam sikap seseorang; pertama adalah istiqamah yaitu dengan cara teguh pendirian terhadap jalan-jalan yang telah ditetapkan Allah Swt, serta tidak mengurangi atau mengabaikan, dan melampaui batas terhadap ajaran-ajaran tersebut. Kedua yaitu rendah hati yaitu mereka berjalan dengan tenang, penuh dengan ketawadhu’an, tidak congkak dan sombong. Ketiga adalah tawakal, yakni timbulnya ketulusan di dalam hati kepada Allah dalam menggapai keridhaan-Nya. Terakhir adalah ikhlas, yakni suatu upaya memurnikan dan menyucikan hati sehingga benar-benar hanya terarah kepada Allah semata.
TAFSIR AL-AZHAR (Suatu Tinjauan Biografis dan Metodologis)
Dewi Murni
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2233.297 KB)
|
DOI: 10.32495/.v3i2.81
Tafsir Al-Azhar adalah salah satu tafsir buah tangan salah satu putra terbaik bumi pertiwi, mufasirnya, Prof, Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA). Beliau telah membuktikan bahwa seorang muslim non- Arab pun mampu menghasilkan sebuah karya tafsir yang cukup membanggakan, sekurangnya bagi kaum cerdik – cendekia muslim Indonesia. Nama Al-Azhar diambil dari nama Mesjid tempat kuliah- kuliah tafsir yang disampaikan oleh Hamka sendiri, yakni Mesjid Al-Azhar kebayoran baru pada tahun 1959. Jenis penafsiran yang digunakan di dalam tafsir AlAzhar adalah ar-ra’yi, yaitu menafsirkan ayat-ayat mendominasi malalui pemahaman atau pemikirannya. Metodenya memakai tahlily. Dalam arti menafsir ayat demi ayat sesuai urutannya dalam mushaf serta menganalisis hal-hal penting yang terkait langsung dengan ayat, baik dari segi makna, atau aspek-aspek lain yang dapat memperkaya wawasan pembaca tafsirnya. Sedangkan corak tafsir yang mendominasi penafsiran Hamka adalah aladab al-ijtima’i, dimana ia senantiasa merespons kondisi sosial masyarakat dan mengatasi problem yang timbul di dalamnya. Sedangkan yang menjadi sistematika penulisan beliau adalah dengan menggunakan tartib utsmani yaitu menafsirkan ayat berdasarkan penyusunan mushaf utsmani. Keistimewaan yang didapatkan dari tafsir ini dapat dilihat dari pendahuluan yang banyak berbicara tentang ilmu-ilmu Al-Quran, seperti definisi AlQuran, Makkiyah dan Madaniyah, Nuzul Al-Quran, Pembukuan Mushaf, I’jaz dan banyak lagi
Paradigma Umat Beragama tentang living Quran (Menautkan antara Teks dan Tradisi Masyarakat)
Dewi Murni
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (784.179 KB)
|
DOI: 10.32520/syhd.v4i2.120
Kajian di bidang Living Quran memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan wilayah objek kajian al-Quran. Jika selama ini ada kesan bahwa tafsir dipahami harus berupa teks grafis (kitab atau buku) yang ditulis oleh seseorang maka makna tafsir sebenarnya bisa diperluas. Tafsir bisa berupa respons atau praktik prilaku suatu masarakat yang diinspirasi oleh kehadiran al-Quran. Caranya dengan tidak mengabaikan sisi lain yang lebih penting dari pola hubungan dengan al-Quran, yaitu sisi pengkajian, pemaknaan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan. Memperlakukan al-Quran sebagai panduan hidup yang dekat, akrab, mengayomi, dan bersahabat, dengan demikian eksitensi ajaran al-Quran secara fungsional benar-benar dapat membumi (empiris realistis), tidak hanya pada dataran normatif-idealis. Selain kaum muslim yang melakukaan penelitian terhadap al-Quran, para orientalis memilki paradigma memperlakukan al-Quran sebuah kitab suci yang hanya menarik untuk diteliti saja.
METODE PEMAHAMAN MUHAMMAD SYAHRÛR TERHADAP AYAT-AYAT HUKUM
Syofrianisda Syofrianisda;
Dewi Murni
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (738.152 KB)
|
DOI: 10.32495/.v5i1.127
Syahrûr as instigators of techniques can also be viewed as an observer of Islamic science, especially concerning the interpretation of legal verses of the famous al-hudud nazhariyyah theory (theoretical limit). Nazhariyyahal-Hudûd Muhammad Syahrûr is the ordinance of God against the limits of his terms in the Qur'an that should not be exceeded. The limit is there are six forms, namely the minimum limit, the maximum limits, maximum and minimum limits, minimum limits as well as maximum limits, maximum limits are close to straight lines and minimal restrictions that may be skipped but the maximum limit should not be skipped. Nazhariyyahal-Hudud foundation drawn from the word hudûd contained in the al-Quran al-Nisa 'verse 13, and in operational use Linguistic structuralism approach. This theory can be applied among others in the problems mahram who put in a minimum limit, the penalty of hand amputation for theft as the perpetrators of the maximum limit, the problem of polygamy in the position of minimum and maximum limits, penalty 100 times flogging for adultery as well as limit the maximum threshold, the physical relationship between men and women in positions close to the maximum limit straight line, and the permissibility of interest does not reach 100% is charged to those who have capital as the minimum limit that may be skipped and the maximum limits that should not be skipped.