Articles
MODEL SALES TERRITORY MANAGEMENT “CLUSTER WAR” SEBAGAI BENTUK STRATEGI PEMASARAN PADA PT. TELKOMSEL SUB BRANCH MALANG
Rahmad Fajar;
DR. Noermijati SE., MTM
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (397.928 KB)
Abstract: This study aims to describe the application of models of Sales Territory Management (STM) "Cluster War" on PT. Telkomsel Sub Branch Malang which includes pre-implementation and implementation of STM. This study is expected to provide input for the purposes of education, especially in the field of marketing and can be used as a reference for other researchers who want to examine more deeply. Informants of this study is the SPV and Outlet Sales Operation PT. Telkomsel Sub Branch Malang as a key person, a staff Outlet Sales and Operations, as well as an Outlet Management Reseprentative (OMR). This type of research is descriptive qualitative approach and data collection techniques using in-depth interviews were guided by observation and documentation. The results illustrate that the sales territory management as a marketing strategy. Meanwhile, as a model of sales territory management (STM) "Cluster War" performed by five steps: mapping, classification outlet, perencnaan journey, kanvassing, periodic evaluation and monitoring which is required to perform in-depth analysis before implementation so that later formed the patterns and models desired. Keywords : Sales, Sales Territory Management
PKM PEMBINAAN GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK) DI SMK NEGERI 1 KARAWANG
Mimin Maryati;
Taufik Mustofa;
Hinggil Permana
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (417.34 KB)
|
DOI: 10.32832/abdidos.v5i2.861
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Karawang sebagai salah satu sekolah unggulan yang berada di kabupaten Karawang, Jawa Barat sangat konsen dan mendukung program pemerintah tentang penguatan Pendidikan karakter di sekolah. Akan tetapi tujuan ideal pendidikan SMK saat ini masih dikategorikan masih jauh dari kenyataan, realitas yang tergambar saat ini di SMK Negeri 1 Karawang ialah masih kurangnya keteladanan karakter guru kepada siswa, rendahnya pemahaman guru tentang Pendidikan karakter, serta kurangnya pelatihan dan pembinaan bagi guru untuk memahami pentingnya pendidikan karakter. Hal tersebut mendorong pengusul proposal memadukan ide-ide dan gagasan-gagasan dalam menyelesaikan permasalah tersebut dalam kegiatan seminar dan pembinaan guru sekolah menengah kejuruan (SMK) dalam penguatan Pendidikan karakter di SMK Negeri 1 Karawang. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini dengan kegiatan seminar dan pendampingan bagi guru sasaran. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pembinaan ini cukup berhasil dimana peserta pelatihan sangat antusias dalam kegiatan pelatihan, hal tersebut bisa dilihat dari prosentase kehadiran guru sasaran yang mencapai 100%. Disamping itu, hasil pendampingan menunjukkan masing-masing guru telah mengembangkan pemahaman dan pengetahuannya terkait Pendidikan karakter di sekolah. Hal tersebut tampak dari hasil angket guru yang telah menerapkan pendidikan karakter di berbagai kegiatan di sekolah baik bersifat intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.
PROFESSIONAL ETHICS ADVOCATES AS CONTROLLING EFFORTS IN PERFORMING LAW ENFORCEMENT FUNCTIONSAS AN ADVOCATE
Agus Pramono
UNTAG Law Review Vol 1, No 1 (2017): UNTAG Law Review (ULREV)
Publisher : Faculty of Law Universitas 17 Agustus 1945 Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (112.83 KB)
|
DOI: 10.36356/ulrev.v1i1.522
Advocate as one element of the judicial system is one of the pillars in upholding the supremacy of law and human rights. Advocates are noble professions closely related to humanity. The Advocate Profession in providing legal services and in charge of solving legal problems of his clients both in litigation and non- litigation, so he is required to always participate in the enforcement of Human Rights, and in running his profession he is free to defend anyone, not bound by orders Regardless of who the opponents of his client, whether he is from strong groups, rulers, officials and even poor people though. The Advocate function within the scope of work of the modern Advocate shows two aspects, namely 1). Represent the client before the Court; And 2). Representing clients outside the Court. Advocates as noble professions must uphold the laws and regulations of the code of ethics, so that if a violation is detrimental to the profession or the client should get the action in the form of sanctions imposed also did not eliminate the right to continue running the profession. This is where the dignity of an advocate remains respected while sanctions are a form of repression for the offenses committed.
BAHAN AJAR INTERAKTIF BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
Mardhatillah Mardhatillah;
Verawati Verawati;
Evi Evianti;
Isda Pramuniati
Genta Mulia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 10, No 1 (2019): GENTA MULIA : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (170.291 KB)
Abstract.Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan bahan ajar bahasa Inggris interaktif berbasis kearifan lokal melalui pendekatan saintifik untuk meningkatkan kemampuan berbahasa inggris siswa SMP di Aceh Besar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Research and Development. Model pengembangan produk pembelajaran ini merupakan model yang disusun secara terprogram dengan urutan yang sistematis dan memenuhi karakreristik siswa dalam belajar. Hasil penelitian yang telah dilakukan (1) Hasil analisis bahan ajar bahasa Inggris menunjukkan bahwa bahan ajar tersebut merujuk pada standar BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) dengan nilai rata-rata 2,87 artinya layak untuk digunakan namun perlu untuk dikembangkan, (2) Hasil analisis bahan ajar bahasa Inggris yang dikembangkan merujuk pada standar BSNP dengan nilai rata-rata 3,68 artinya sangat layak untuk dipergunakan, (3) Tanggapan guru bahasa Inggris terhadap bahan ajar bahasa Inggris yang telah dikembangkan diperoleh rata-rata 3,73 menunjukkan bahan ajar sangat layak untuk digunakan, (4) Tanggapan siswa terhadap bahan ajar bahasa Inggris yang telah dikembangkan diperoleh rata-rata 3,79 menunjukkan bahan ajar sangat layak untuk dipergunakan.Kata-Kata Kunci: Bahan ajar interaktif, pendekatan saintifik, kearifan lokal Aceh
ANALISIS PROFESIONALITAS GURU DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN DI KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI PANTE CERMIN
Arliyanti Arliyanti;
Agus Kistian;
Mardhatillah Mardhatillah
Bina Gogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah profesionalitas guru dalam kegiatan pembelajaran di kelas IV Sekolah Dasar Negeri Pante Cermin Kecamatan Pante Ceureumen. Jenis Penelitian ini bersifat deskriptif (descriptive research). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli tahun 2020 pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021, lokasi penelitian adalah di SD Negeri Pante Cermin Kecamatan Pante Ceureumen. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah guru kelas IV. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi, lembar wawancara dan lembar validasi. Hasil penelitian dalam penelitian ini adalah guru di SD Negeri Pante Cermin sudah termasuk dalam guru profesional karena dalam perencanaan pembelajaran khususnya dalam menyusun (RPP) sudah cukup baik, mereka menyusun RPP sesuai dengan petunjuk yang ditetapkan. Hal itu dapat dilihat pada membuat perangkat pembelajaran (RPP), pengalokasian waktu, mencantumkan sumber belajar yang akan digunakan, guru memiliki kompetensi dalam menggunakan berbagai metode dan pemilihan media yang tepat, serta pengelolaan terhadap kelas menjalankan tugasnya dengan baik secara ikhlas dan sabar dan mampu menguasai teknologi sesuai dengan pendidikannya, dan guru memiliki latar belakang pendidikan terakhir sarjana (SI). Kata Kunci : Profesionalitas Guru, Pembelajaran.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS V SD NEGERI PAYA PEUNAGA KECAMATAN MEUREUB
Agustina Putri;
Mardhatillah mardhatillah
Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2019): Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Bina Gogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (876.052 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas V SD Negeri Paya Peunaga Kecamatan Meureubo. Lokasi dalam penelitian ini adalah di SD Negeri Paya Peunaga Kecamatan Meureubo. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Paya Peunaga. Sedangkan sampelnya diambil kelas VA sebagi kelas eksperimen dan kelas VB sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah tes dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari hasil penelitian berupa hasil tes yang diberikan kepada kedua kelas dengan soal yang sama, Setelah semua data dikumpulkan peneliti melakukan analisis data. Analisis data yang pertama kali dilakukan yaitu uji prasyarat yang meliputi uji homogenitas dan uji normalitas data. Setelah dilakukan uji prasyarat kemudian dilakukan uji hipotesis, yaitu menggunakan uji t kemudian nilai hasil tes tersebut diolah dengan menggunakan uji–t score. Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan rumus uji–t score pada taraf signifikan = 0,05 ( artinya 95 % dapat dipercaya ), dan ternyata thitung > ttabel atau 11,389 > 2,02, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, yang berarti bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V materi peninggalan Islam di Indonesia menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DI KELAS II SD NEGERI SUAK TIMAH KECAMATAN SAMATIGA KABUPATEN ACEH BARAT
Febry Fahreza;
Mardhatillah Mardhatillah;
Anita Anita
Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Bina Gogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya penerapan media audio visual dalam meningkatkan kemampuan membaca dikelas II SD Negeri Suak Timah Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat. Jenis penelitian ini adalah PTK. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 21 orang siswa. Adapun teknik pengumpulan data adalah melalui tes hasil belajar siswa, lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi aktivitas guru dan angket. Kesimpulan dari penelitian ini adalah “Penerapan Media Audio Visual Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Dikelas II SD Negeri Suak Timah Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat. Hal ini terbukti dengan meningkatnya persentase hasil minat membaca siswa pada tiap siklusnya, pada pelaksanaan prasiklus nilai hasil minat membaca siswa mayoritas masih dibawah KKM dengan persentase ketuntasan hanya 64 %, sedangkan pada siklus I hasil minat membaca siswa meningkat namun belum maksimal yaitu 80%, setelah pelaksanaan siklus II hasil minat membaca siswa menjadi lebih baik, dimana persentase jumlah siswa yang tuntas mencapai 85 % dari jumlah siswa secara keseluruhan. Kata Kunci: Media Audio Visual, Kemampuan Membaca, Bahasa Indonesia.
PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI PADANG PANYANG KABUPATEN NAGAN RAYA
Suriani Suriani;
Mardhatillah mardhatillah
Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2019): Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Bina Gogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (512.209 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran Matematika pada siswa kelas VI SD Negeri Padang Panyang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah 20 orang siswa. Adapun teknik pengumpulan data adalah melalui tes hasil belajar siswa, lembar observasi aktifitas siswa, dan lembar observasi aktifitas guru. Kesimpulan dari penelitian ini adalah “Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dapat Meningkatkan Hasil Belajar matematika Siswa Kelas VI SD Negeri Padang Panyang Kecamatan Nagan Raya”. Hal ini terbukti dengan meningkatnya persentase hasil belajar siswa pada tiap siklusnya, hasil belajar yang diperoleh pada pra tindakan persentase jumlah siswa yang tuntas hanya 4 orang siswa atau 20,00% dari 20 orang siswa, dan sesudah menerapkan penerapan pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) siklus I hasil belajar siswa meningkat namun belum maksimal, persentase jumlah siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM baru 11 orang siswa atau 55,00%, Sehingga perlu diadakan siklus II, setelah pelaksanaan siklus II hasil belajar siswa terjadi peningkatan yang sangat signifikan dan sudah mencapai target yang telah ditentukan maka siklus dihentikan, dimana persentase jumlah siswa yang tuntas mencapai 18 orang atau 90,00% dari jumlah siswa secara keseluruhan.
POTENSI KULIT DURIAN (Durio zibethinus) SEBAGAI BAHAN PAKAN ALTERNATIF
Iman Hernaman;
Sri Agustina;
Dedi Rahmat
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Unpad Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jnttip.v3i1.35677
vKulit durian merupakan limbah dari perkebunan durian. Limbah ini masih memiliki potensi sebagai pakan ruminansia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi kulit durian sebagai pakan ruminansia. Penelitian dilakukan dengan metode eksplorasi melalui analsis data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan melakukan analisis proposi kulit durian dalam buah durian,kemudian dilakukan analisis proksimat dan fraksi serat. Data sekunder diperoleh dari studi literatur dan melihat data statistik. Hasil menunjukkan bahwa kulit durian memiliki proporsi sebesar 69,16% dari buah durian dengan potensi setahun sebesar 62.379,8693 ton bahan kering (BK). Kulit durian memiliki kandungan serat kasar sebesar 33,87% dengan kandungan lignin yang tinggi, yaitu 12,11%. Kulit durian dapat menyediakan bahan pakan sebagai sumber serat untuk ruminansia sebanyak 18.781 satuan ternak (ST). Kesimpulan kulit durian berpotensi sebagai bahan pakan sumber serat bagi ruminansia.