Articles
Penanaman Bibit Pohon Sukun Di Desa Bulucenrana
Nurlina, Nurlina;
Azis, Abdul
Abdi Techno Jurnal AbdiTechno, Vol. 2, Nomor. 2, Juli 2022
Publisher : Departemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70124/abditechno.v2i2.641
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai program intra kurikuler dilaksanakan sebagai salah satu perwujudan dan tridharma perguruan tinggi. KKN adalah media untuk mentransfer ipteks yang dikaji dan dikembangkan di Pusat Pelaksana dan Pengembangan Kuliah Kerja Nyata Universitas Hasanuddin. Lama waktu pelaksanaan KKN di Universitas Hasanuddin adalah satu bulan di mulai dari tanggal 28 juni 2021 sampai 13 Agustus 2021. Pelaksanaan KKN di samping dilakukan secara reguler, juga dilaksanakan melalui program khusus sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada pada masyarakat. KKN sebagai bagian dari kegiatan intrakurikuler bagi mahasiswa S1 yang dilaksanakan dalam bentuk pengintegrasian antara kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat secara interdisipliner. Salah satu program kerja yang dilakukan mahasiswa KKN Gel. 106 adalah penanaman bibit pohon sukun disekitar aliran sungai dusun v desa bulucenrana dan pemerian pemehahaman terkait budidaya, cara penenaman dan berbagai manfaat yang diberikan pohon sukun. Kami berharap dengan adanya pelaksanaan tersebut dapat menambah pemahaman bagi masyarakat terkait manfaat dan cara budidaya pohon sukun. Kegiatan dimulai pada hari selasa tanggal 29 juni 2021 yaitu pelaporan kegiatan di kantor camat Pitu Riawa kemudian dilanjutkan ke kantor lurah Lalebata dan Kadidi , kemudian kegiatan KKN ini selesai pada hari jumat tanggal 13 Agustus 2021. Berdasarkan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Hasanuddin Gelombang 106 “Peningkatan Peran Mahasiswa KKN Unhas Dalam Mewujudkan Masyarakat Sehat Ekonomi Bangkit Dimasa Pandemi Covid-19 Tahun 2021” yang dilaksanakan di Desa Bulucenrana, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan maka dapat disimpulkan pelaksanaan ini berjalan sesuai yang direncanakan.
Pembuatan dan Pembagian Pupuk Organik Cair (POC) dengan Memanfaatkan Limbah Air Cucian Beras di Masa Pandemi Covid-19
Aprilia, Puteri;
Azis, Abdul
Abdi Techno Jurnal AbdiTechno, Vol. 2, Nomor. 2, Juli 2022
Publisher : Departemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70124/abditechno.v2i2.642
Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi kehidupan ekonomi di masyarakat. Sebagian masyarakat mengalami kesulitan keuangan, keterbatasan lapangan pekerjaan, dan harga kebutuhan sehari-hari yang cenderung meningkat. P2KKN Unhas sebagai lembaga yang mewadahi mahasiswa untuk turun langsung di tengah masyarakat. Dengan mengadakan KKN virtual dengan tema ‘’Peningkatan Peran Mahasiswa KKN Unhas dalam Mewujudkan Masyarakat Sehat Ekonomi Bangkit di Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2021’’. Diharapkan mahasiswa KKN Unhas dapat memberikan solusi kepada masyarakat dan sebagai duta perubahan untuk memutus laju penyebaran kasus Covid-19. KKN Tematik G-106 wilayah Sidrap 2. Dalam pelaksanaan program kerja ini mahasiswa KKN Unhas diharapkan mendapatkan ilmu serta motivasi dalam mengatasi masalah yang terjadi pada masyarakat di masa pandemi. Kegiatan Pembuatan dan Pembagian Pupuk Organik Cair (POC) dengan Memanfaatkan Limbah Air Cucian Beras di Masa Pandemi Covid-19 bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk memanfaatkan limbah rumah tangga yaitu air cucian beras menjadi produk yang lebih bernilai. Dengan mengolah limbah dapat dihasilkan banyak keuntungan selain mengurangi pncemaran lingkungan dan pembuatannya yang tidak terlalu memakan biaya , produk pupuk yang dihasilkan juga dapat dipasarkan sebagai upaya untuk menambah penghasilan di masa pandemi. Selain itu , pada kegiatan ini juga dilakukan praktek langsung pembuatan POC bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Bola Bulu. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan dan pembagian masker kepada masyarakat yang terlibat.
Penyuluhan Pertanian Organik dan pembuatan pupuk organik cair Di Desa Bola Bulo, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang
Ramadani, Putri;
Azis, Abdul
Abdi Techno Jurnal AbdiTechno, Vol. 3, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : Departemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70124/abditechno.v3i1.643
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan suatu kegiatan yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bisa berdampingan baik dengan masyarakat. Peran mahasiswa sebagai Social Control yaitu mahasiswa diharapkan mampu menjadi pengontrol sebuah kehidupan sosial pada masyarakat dengan cara memberikan saran, kritik serta solusi untuk permahsalahan sosial masyarakat maupun permasalahan bangsa. KKN yang diselenggarakan perguruan tinggi menyebarkan mahasiswa ke beberapa desa maupun wilayah yang masih perlu dikembangkan. Namun, berbeda dengan tahun ini, pandemi Covid-19 yang melanda berbagai negara termasuk Indonesia, menyebabakan terjadinya perubahan sistem pembelajaran. Tak terkecuali pada pelasnaan program KKN oleh mahasiswa. Universitas Hasanuddin dengan cepat melakukan penyesuaian , dimana pada Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa kali ini pihak universitas mengusung tema KKN Tematik yakni “Peningkatan Peran Mahasiswa KKN Unhas dalam Mewujudkan Masyarakat Sehat Ekonomi Bangkit di Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2021” Gel.106 Universitas Hasanuddin, dengan tema tersebut setiap mahasiwa bebas untuk memilih program kerja, baik yang sesuai dengan bidang ilmu yang dimiliki maupun diluar dari bidang keilmuannya. Program pengabdian melalui KKN Tematik ini dilaksanakan menggunakan metode pengabdian secara during dan luring. Program KKN dilaksanakan di Desa Bola Bulu, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang. Program kerja menghasilkan beberapa luara diantaranya masyarakat dapat mengetahui budidaya pertanian organik dan cara pembuatan pupuk oganik cair dengan memanfaatkan limbah sayuran rumah tangga dan bahan-bahan yang ada di sekitar lingkungan masyarakat.
Edukasi Pemanfaatan Nasi Basi Sebagai Pupuk Organik Cair Dan Aplikasinya Untuk Pemupukan Tanaman Di Kelurahan Campaga, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng
Amanah, Nurhalizah;
Azis, Abdul
Abdi Techno Jurnal AbdiTechno, Vol. 3, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : Departemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70124/abditechno.v3i1.954
Dapat dipastikan di setiap harinya ada nasi yang tersisa dan tidak dapat untuk dikonsumsi lagi. Nasi basi yang dibuang begitu saja di tempat sampah tanpa ada pengolahan lanjutan hingga lambat laun memberikan efek bau yang kurang sedap pada lingkungan dan dapat menjadi tempat hidup mikroorganisme-mikroorganisme yang tidak diharapkan. Terdapat salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir limbah nasi basi ini adalah yakni dengan mengolah limbah nasi basi tersebut menjadi pupuk organik cair. Tujuan dari pelaksanaan program kerja ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara pengolahan limbah nasi basi menjadi pupuk organik cair yang dapat bermanfaat dalam mengoptimalkan pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan sekaligus mengurangi limbah nasi basi dan limbah pertanian yang dapat mencemari lingkungan. Adapun metode yang digunakan dalam pelaksanaan program kerja pengabdian yaitu melakukan identifikasi masalah melalui survei pelaksanaan KKN dan observasi langsung di rumah warga, mencari dan mengumpulkan materi untuk bahan brosur POC yang akan dibuat, mengumpulkan alat dan bahan pembuatan POC dan yang terakhir mengupload brosur edukasi ke media sosial dan melakukan edukasi langsung kepada masyarakat melalui pembagian brosur. Dan juga diadakan pembagian hasil dari POC nasi basi kepada masyarakat. Pelaksanaan program kerja dilakukan di Kelurahan Campaga, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Melalui edukasi pemanfaatan limbah nasi basi menjadi pupuk organik cair dapat meningkatkan kreativitas masyarakat dalam pembuatan pupuk organik cair yang dapat bermanfaat pada pertumbuhan tanaman.
Sosialisasi Pembuatan Dan Penggunaan Tempat Pengering Sederhana
asmilawati, asmilawati;
Azis, Abdul;
Mursalim;
Muhidong, Junaedi;
Waris;
Sapsal, Tahir
Abdi Techno Jurnal AbdiTechno, Vol. 3, Nomor 2, Juli 2023
Publisher : Departemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70124/abditechno.v3i2.993
Kelurahan Campaga memiliki potensi yang besar didalam perkebunan dan pangan. Komoditi perkebunan yang besar di kelurahan Campaga yaitu cengkeh, kakao dan kopi. Salah satu tanaman komoditi pangan yang besar di kelurahan Campaga yaitu padi. Pengeringan termasuk salah satu proses penting dalam pasca panen untuk mempertahankan kualitas hasil pertanian, dengan melakukan pengeringan kadar air biji-bijian akan berkurang dan mencegah pertumbuhan jamur sehingga dapat disimpan lebih lama. Tujuan dari program kerja ini yaitu sebagai alternatif dalam proses pengeringan biji-bijian khususnya gabah bagi petani di kelurahan Campaga. Program kerja ini diharapkan dapat membantu masyarakat kelurahan Campaga mempermudah dalam proses pengeringan hasil perkebunannya. Metode pelaksanaan program kerja yang dilakukan, yaitu tahapan persiapan yang mencakup kegiatan pembelian bahan-bahan yang dibutuhkan dan juga persiapan alat-alat yang akan digunakan dalam pembuatan, tahapan pembuatan dimana merangkai bahan-bahan yang sudah disiapkan menjadi tempat pengering sederhana, tahapan pelaksanaan yaitu sosialisasi tentang manfaat tempat pengering gabah sederhana. Adapun sasaran dari kegiatan ini yaitu masyarakat kelurahan Campaga khususnya ibu rumah tangga. Hasil yang didapatkan yaitu respon positif dari masyarakat kelurahan Campaga. Adapun respon positif dari masyarakat yaitu ibu-ibu yang mau menerima tempat pengering sederhana yang telah dibuat untuk mencoba mengeringkan gabahnya atau hasil perkebunan lainnya. Kesimpulannya yaitu Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat melalui program kerja Perancangan dan Pembuatan Tempat Pengering Gabah Sederhana di Kelurahan Campaga sebagai bentuk perkenalan kepada masyarakat dan pelaksanaan program kerja memenuhi indikator keberhasilan serta mendapat respon positif dari masyarakat kelurahan Campaga.
Sosialisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan Rumah Untuk Budidaya Sayuran Organik Di Kelurahan Campaga Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng
daniatanti, farisna;
Azis, Abdul;
Mursalim;
Waris;
Muhidong, Junaedi
Abdi Techno Jurnal AbdiTechno, Vol. 3, Nomor 2, Juli 2023
Publisher : Departemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70124/abditechno.v3i2.994
Kelurahan Campaga, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng merupakan salah satu kelurahan yang diperuntukan untuk kawasan pertanian dan pariwisata. Masyarakat di Kelurahan Campaga umumnya memiliki pekarangan yang cukup luas, namun sebagian besar tidak dimanfaatkan dan dibiarkan terbengkalai. Pemanfaatan lahan pekarangan rumah yang paling cocok adalah dengan ditanami sayuran. Konsumsi sayuran harus dilakukan setiap hari karena sayuran sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi pangan sehat, menyebabkan berbagai produk sayuran organik semakin diminati walaupun harganya lebih mahal. Oleh karena itu diperlukan usaha-usaha untuk mendapatkan sayuran yang sehat dengan harga yang murah. Salah satu usaha yang dapat dilakukan masyarakat adalah dengan menanam sendiri di pekarangan rumah. Menanam sayuran bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Namun pengetahuan bagaimana menamam sayuran yang baik di lahan sempit seperti pekarangan rumah belum banyak diketahui. Oleh karena itu dilakukan kegiatan pengabdian dengan tujuan untuk memberikan edukasi tentang pemanfaatan lahan pekarangan rumah serta cara budidaya sayuran organik. Kegiatan ini dilakukan dengan metode sosialisasi dari rumah ke rumah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian ini terlaksana dengan baik dan mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Masyarakat cukup antusias dan tertarik serta memahami edukasi yang disampaikan dalam kegiatan.
Sosialisasi Wabah Pmk (Penyakit Mulut Dan Kuku) Pada Ternak Di Kelurahan Campaga, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng
adelia, adelia;
Azis, Abdul
Abdi Techno Jurnal AbdiTechno, Vol. 3, Nomor 2, Juli 2023
Publisher : Departemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70124/abditechno.v3i2.995
Sehubungan dengan merebaknya wabah PMK pada hewan ternak berkuku genap di Indonesia, masyarakat diharuskan mengetahui gejala, cara penyebaran dan penanganannya guna menekan penyebaran. Berdasarkan masalah bahwa sebagian besar masyarakat Campaga belum mengetahui informasi mengenai PMK. Maka terciptalah gagasan sosialisasi wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) pada hewan ternak di Kelurahan Campaga, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng. Tujuan dari program kerja ini adalah untuk memberikan edukasi kepada peternak dan masyarakat mengenai peta sebaran, gejala, cara penularan dan pengendalian wabah PMK pada ternak. Adapun manfaatnya adalah peternak maupun masyarakat yang hadir dapat teredukasi mengenai gejala, cara penyebaran dan penanganan ternak yang terjangkit PMK maupun ternak sehat sehingga dapat menekan penyebaran wabah PMK di Indonesia. Waktu pelaksanaan program kerja yakni hari kamis, 04 agustus 2022 di Kantor Kelurahan Campaga. Proses pelaksanaan sosialisasi dimulai dengan pemaparan materi dan pemutaran video terkait PMK. Khalayak sasaran sosialisasi adalah peternak dan masyakat Campaga dengan metode evaluasi berupa antusias khalayak pada sesi diskusi. Berdasarkan observasi yang diperoleh mulai dari persiapan hingga selesainya sosialisasi dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan sosialisasi ini berjalan dengan lancar serta masyarakat di Kelurahan Campaga yang hadir di kegiatan sosialisasi telah teredukasi mengenai gejala, cara penularan dan pengendalian wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) pada ternak.
Edukasi Pemanfaatan Rebung Dan Buah Maja Sebagai Bahan Dasar Mol (Mikroorganisme Lokal) Di Kel. Campaga, Kec. Tompobulu, Kab. Bantaeng
Intan, Nur;
Azis, Abdul
Abdi Techno Jurnal AbdiTechno, Vol. 4, Nomor 1, Januari 2024
Publisher : Departemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70124/abditechno.v4i1.1044
Kabupaten Bantaeng terdapat salah satu Kelurahan yaitu Kelurahan Campaga yang terletak di Kecamatan Tompobulu. Masyarakat Campaga umumnya bermata pencaharian sebagai petani. Umumnya masyavakat tani menggunakan pupuk kimia untuk tanaman di lahan pertanian. Dari permasalah penggunaan pupuk kimia tersebut, terciptalah program kerja dengan memanfaatkan limbah sekitar atau menggunakan rebung dan buah maja sebagai bahan dasar untuk pembuatan pupuk organik cair (MOL). Tujuan dari program kerja ini adalah memberi edukasi kepada masyarakat tentang MOL dan cara pembuatan MOL dengan memanfaatkan limbah sekitar seperti rebung dan buah maja. Adapun manfaat dari program kerja ini adalah Kelompok tani yang hadir dapat mendapat pengetahuan mengenai MOL dan cara pembuatan MOL dengan memanfaatkan limbah sekitar seperti rebung dan buah maja yang mudah didapatkan di lingkungan sekitar. Waktu pelaksanaan progaram kerja ini adalah hari kamis, pada tanggal 21 Juli 2022 di Kelurahan Campaga, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng. Proses pelaksanaan sosialisasi dimulai dengan pemaparan materi tentang pengertian MOL, dampak pupuk kimia, manfaat MOL, dan juga bahan dasar yang bisa digunakan dalam pembuatan MOL yang salah satunya adalah menggunang rebung dan buah maja. khalayak sasaran sosialisasi MOL adalah kelompok tani dan masyakat Campaga. Program kerja ini melalui dua tahap yaitu pemaparan materi kemudian praktik bagaimana cara pembuatan MOL dari rebung dan buah maja. Hasil dari program kerja ini adalah produk MOL yang akan diaplikasikan pada lahan pertanian masyarakat di kelurahan Campaga.
Sosialisasi Dan Edukasi Kompos Dan Mol Organik Pada Kelompok Tani Di Kelurahan Campaga
azis, abdul;
Hasyim, Muhammad
Abdi Techno Jurnal AbdiTechno, Vol. 4, Nomor 1, Januari 2024
Publisher : Departemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70124/abditechno.v4i1.1073
Sektor pertanian masih menjadi salah satu sektor yang diandalkan oleh warga di Kelurahan Campaga, salah satu komoditi tanaman di Kelurahan Campaga ialah cengkeh. Akan tetapi, pertanaman cengkeh yang ada di wilayah Kelurahan Campaga sudah tidak berbuah dan berbunga selama selama 2 tahun terakhir, diduga hal ini dikarenakan faktor kualitas tanah. Kualitas tanah menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan, pembungaan, maupun produktivitas pada tanaman cengkeh. Permasalahan ini tentunya perlu diperhatikan dengan serius dan perlu diberikan solusi untuk mengatasinya, maka pemberian pupuk organik menjadi solusi yang tepat untuk permasalahan ini. Pentingnya pemberian pupuk organik dapat meningkatkan kualitas tanah serta mengurangi residu kimia. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan dengan melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai pembuatan kompos dan mol dengan sasaran khsusus ialah kelompok tani di kelurahan Campaga. hasil dari wawancara diketahui bahwa sebagian peserta telah memahami materi sosialiasi dan antusias terhadap hasil produk yang dihasilkan. Setelah kegiatan sosialisasi dan edukasi, masyarakat diharapkan telah memahami materi dengan baik
Edukasi Mengenai Khasiat Dan Cara Pengelolaan Tanaman Herbal Di Kelurahan Campaga, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng
Zakiah Derajat Sam, Noer;
Azis, Abdul
Abdi Techno Jurnal AbdiTechno, Vol. 3, Nomor 2, Juli 2023
Publisher : Departemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70124/abditechno.v3i2.1077
Mayoritas masyarakat Kelurahan Campaga bermata pencaharian sebagai petani ladang dengan memanfaatkan lahan hutan yang telah dibuka untuk membuat ladang ataupun sawah. Sebagai desa wisata, petani di Kelurahan Campaga juga menanam berbagai jenis tanaman bunga. Beberapa tanaman yaitu pepohonan cengkeh, kopi, coklat dan lainnya ditanami oleh warga-warga di Kelurahan Campaga. Salah satu metode yang dapat dilakukan oleh masyarakat desa untuk mengisi lahan/pekarangan yang kosong dengan cara memfungsikannya sebagai apotek hidup dengan koleksi berbagai jenis tanaman obat yang dapat memberikan manfaat bagi keluarga untuk pengobatan berbagai penyakit. sekaligus fungsi penghijauan bagi lingkungan sekitarnya. Problematika lain yang dijumpai adalah pemanfaatan tanaman obat oleh masyarakat yang dirasa belum optimal dan masih sebatas pengalaman empiris tanpa disertai informasi ilmiah terkait khasiat, keamanan, dan pemanfaatan tanaman obat yang baik. Tujuan dari program kerja ini berupa penyebaran informasi melalui media cetak (brosur) mengenai khasiat serta cara pengelolaan tanaman herbal di Kelurahan Campaga, Kecematan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng. Manfaat dari program kerja yang dilaksanakan adalah dapat meningkatkan keterampilan, pengetahuan serta sikap masyarakat dalam menggunakan tanaman obat secara tepat dan rasional. Waktu pelaksanaan dilakukan pada tanggal 28 Juli hingga 2 Agustus. Proses pelaksanan dimulai dengan penyebaran media cetak berupa brosur kepada warga setempat. Program kerja ini dilakukan dalam dua tahap yaitu persiapan dan penyebaran brosur. Hasil dari program kerja ini ialah brosur yang berisi tentang edukasi tanaman herbal yang dapat dimanfaatkan oleh warga Kelurahan Campaga, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng.