Konflik manusia–gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) meningkat seiring berkurangnya luasan dan kualitas habitat akibat alih fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik lingkungan serta menganalisis tingkat kesesuaian habitat gajah sumatera di kawasan Gunung Sala, Kabupaten Aceh Utara, menggunakan pendekatan spasial dan principal component analysis (PCA). Data dikumpulkan dari sepuluh titik pengamatan yang merepresentasikan variasi kondisi ekologis, meliputi tutupan vegetasi, jarak ke sumber air, elevasi, kemiringan lereng, dan tingkat gangguan antropogenik. Hasil pemetaan menunjukkan dua titik tergolong “Sangat Sesuai”, tujuh titik “Sesuai”, dan satu titik “Kurang Sesuai”. Habitat dengan kesesuaian tinggi umumnya berada di dekat sungai, bertopografi landai, dan memiliki vegetasi rapat, sedangkan kesesuaian rendah ditemukan pada elevasi tinggi dan jauh dari sumber air. Analisis PCA mengidentifikasi dua komponen utama yang menjelaskan variasi spasial kesesuaian habitat, dengan jarak ke air, tutupan vegetasi, dan gangguan manusia sebagai variabel dominan. Hasil penelitian ini menyediakan dasar ilmiah bagi pengembangan zonasi konservasi, pemulihan habitat, dan mitigasi konflik manusia–gajah secara berkelanjutan.