Kondisi geografis sekolah TK ‘Aisyiyah 19 Surabaya yang terletak dipinggir laut menyebabkan kekhawatiran tersendiri bagi guru dan orang tua siswa jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam. Selain, itu minimnya media pembelajaran kesiapsiagaan bencana alam di sekolah tersebut. Sehingga dirasa perlu untuk memberikan edukasi dan pelatihan mitigasi bencana secara berkala untuk meningkatkan sikap kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana alam. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterlibatan aktif dan pemahaman mitigasi bencana pada anak usia dini melalui pendampingan berbasis media Maket Boneka Tanggap Bencana (Matagana) di TK ‘Aisyiyah 19 Surabaya. Metode yang digunakan adalah Community Based Participatory Research (CBPR) melalui tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, implementasi, dan evaluasi. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi 1) sosialisasi tentang pentingnya pemahaman mitigasi bencana alam sejak dini, 2) demonstrasi penggunaan Maket Boneka Tanggap Bencana (Matagana), 3) diskusi dan evaluasi untuk keberlanjutan program kedepan. Subjek kegiatan berjumlah 15 anak usia dini. Data diperoleh melalui observasi keterlibatan aktif siswa menggunakan instrumen yang mencakup indikator kognitif, emosional, dan perilaku. Hasil observasi menunjukkan total skor 104 dari skor maksimum 150 dengan persentase keterlibatan aktif sebesar 69,3% yang berada pada kategori aktif. Sebanyak 46,7% siswa berada pada kategori sangat aktif, 20% aktif, 20% cukup aktif, dan 13,3% kurang aktif. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan media Matagana mampu meningkatkan antusiasme, partisipasi, kemampuan mengikuti instruksi, serta pemahaman awal siswa tentang kesiapsiagaan bencana. Media ini juga memberikan pengalaman belajar yang konkret, visual, kinestetik, dan berbasis bermain, sehingga sesuai dengan karakteristik pembelajaran anak usia dini. Selain berdampak pada siswa, kegiatan ini juga memberikan model pembelajaran interaktif bagi guru dalam mengintegrasikan edukasi kebencanaan di sekolah. Dengan demikian, media Matagana berpotensi menjadi alternatif inovatif dan replikatif dalam membangun budaya sadar bencana sejak dini.