Articles
KONTROL POSISI MENGGUNAKAN FUZZY LOGIC UNTUK JARAK ELEKTRODA PADA ELECTRICAL DISCHARGE MACHINING
Shalahuddin, Muhammad Nadzir;
Andromeda, Trias;
setiawan, Iwan
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019
Publisher : Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/transient.8.1.72-84
Electrical Discharge Machining (EDM) merupakan proses mengikis benda kerja (workpiece) dengan memanfaatkan lompatan listrik (electrical discharge atau spark) diantara elektroda dan workpiece di dalam cairan dielektrik. Untuk mendapatkan hasil pengikisan benda kerja yang maksimal maka jarak (gap) antara elektroda dan benda kerja harus sangat dekat, atau berkisar antara 10 µm hingga 100 µm. Jika jarak antara elektroda dan benda kerja kurang dari 10 µm dan lebih dari 100 µm maka tidak akan terjadi lompatan listrik sehingga tidak terjadi pengikisan pada benda kerja. Oleh karena itu, perlu dilakukan sebuah metoda pengaturan jarak antara elektroda dan benda kerja untuk menghasilkan pengikisan yang optimal. Metode kontrol yang digunakan adalah dua variasi sistem kontrol fuzzy logic controller (FLC) yaitu: logika fuzzy matriks 3x3 dan fuzzy matriks 5x5. Hasil perancangan kedua sistem akan dibandingkan untuk mengetahui keandalannya pada sistem EDM. Dari hasil pengujian menunjukkan pengendalian menggunakan logika fuzzy matriks 5x5 lebih cepat dan lebih stabil menggerakkan elektroda menuju workpiece . Uji coba dilakukan pada kondisi gap awal 225 µm serta uji coba setpoint sistem dengan nilai setpoint 2V, 3,5V, dan 5V.
PERANCANGAN SISTEM PENCARIAN TITIK DAYA MAKSIMUM PANEL SURYA DENGAN ALGORITMA PERTURB AND OBSERVE MENGGUNAKAN KONVERTER ARUS SEARAH TIPE BOOST
Fariz, Fiqih Anugerah;
Setiawan, Iwan;
Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (822.967 KB)
|
DOI: 10.14710/transient.7.4.838-845
Penggunaan energi surya sebagai sumber energi listrik memiliki beberapa kelemahan, seperti daya listrik yang dihasilkan oleh panel surya dipengaruhi oleh iradiasi sinar matahari, suhu lingkungan, dan sudut datang matahari. Hal ini menyebabkan daya yang dihasilkan akan mengalami fluktuasi. Maximum Power Point Tracking (MPPT) merupakan suatu metode untuk memaksimalkan daya keluaran yang dihasilkan oleh panel surya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem MPPT menggunakan rangkaian boost converter dengan algoritma Perturb and Observe. Pengujian sistem MPPT dilakukan dengan memvariasi nilai iradiasi dan beban, kemudian menganalisis daya keluaran panel surya tersebut, serta membandingkan daya keluaran sistem yang menggunakan MPPT dan tidak menggunakan MPPT terhadap perubahan beban. Sistem pencarian titik daya maksimum panel surya menggunakan rangkaian boost converter dengan algoritma Perturb and Observe telah berhasil direalisasikan. Daya maksimum yang dihasilkan sistem MPPT dengan variasi beban 39 Ω, 50 Ω, dan 100 Ω pada iradiasi 1092 W/m2 dan suhu 29oC adalah 29,32 W, sedangkan pada iradiasi 752 W/m2 dan suhu 29oC adalah 24,56 W. Sistem MPPT dapat mempertahankan nilai daya pada titik maksimalnya saat terjadi perubahan beban, sedangkan pada sistem yang tidak menggunakan MPPT nilai daya yang dihasilkan akan berubah-ubah sesuai dengan perubahan beban.
INVERTER JEMBATAN PENUH DENGAN RANGKAIAN RESONANSI PARALEL UNTUK FREKUENSI RENDAH BERBASIS IC SG3524
Koesputra, Mohammad Fadhil;
Facta, Mochammad;
Setiawan, Iwan
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1355.955 KB)
|
DOI: 10.14710/transient.7.1.100-107
Photovoltaic merupakan sumber energi terbarukan yang banyak dikembangkan, akan tetapi keluaran dari photovoltaic masih berupa sumber listrik DC sehingga penggunaannya terbatas. Inverter full-bridge sebagai pengkonversi tegangan DC ke AC adalah salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Pada penelitian ini, rangkaian inverter full-bridge dikontrol melalui pembangkit sinyal PWM analog IC SG3524. Rangkaian resonan paralel kemudian dirancang dan digunakan untuk memperbaiki bentuk gelombang keluaran dan meningkatkan level tegangan keluaran inverter. Pengujian dilakukan dengan variasi beban dan variasi frekuensi untuk melihat respon inverter full-bridge resonan paralel terhadap perubahan frekuensi dan beban. Beban yang digunakan berupa lampu pijar 15W, lampu pijar 25W, dan motor induksi satu fasa capacitor run. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai tegangan output meningkat dari frekuensi 40 Hz ke 50 Hz sebelum kemudian mengalami penurunan dari frekuensi 50 Hz ke 60 Hz. Frekuensi juga berpengaruh terhadap kecepatan putar motor dimana semakin besar nilai frekuensi maka akan semakin besar pula kecepatan putaran motor. Hasil pengujian dengan variasi pembebanan juga menunjukkan bahwa semakin besar beban yang terhubung, maka nilai tegangan output akan semakin rendah.
RANCANG BANGUN ALAT MONITORING SUPLAI TEGANGAN AC/DC RTU DI GARDU INDUK 150 KV SOLO BARU BERBASIS ANDROID
Silalahi, Indra Pribady;
Sudjadi, Sudjadi;
Setiawan, Iwan
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (958.828 KB)
|
DOI: 10.14710/transient.7.2.472-478
Perkembangan perindustrian di Indonesia yang semakin pesat dari waktu ke waktu menyebabkan kebutuhan akan energi listrik ikut meningkat. Peningkatan jumlah energi listrik harus sejalan dengan pasokan energi yang dihasilkan oleh pusat pembangkit listrik. Proses pembangkitan energi listrik yang terjadi cukup panjang dari proses pembuatan sampai pada proses distribusi kepada konsumen. Oleh karena itu, dengan adanya teknologi yang canggih didalam proses panjang tersebut dibangun sebuah sistem yang dapat berfungsi untuk monitoring, kendali dan akuisisi data secara realtime. Misalnya dengan menggunakan sistem SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition). Penerapan sistem SCADA akan secara otomatis meningkatkan tingkat pemahaman para dispatcher mengenai sistem kelistrikan. Sistem SCADA terdiri dari Master Station (MS), Remote Terminal Unit (RTU) dan Saluran Komunikasi antar Master Station dan RTU. Sistem SCADA pada jaringan listrik memerlukan Remote Terminal Unit (RTU) yang dipasang pada Pusat Pembasngkit Listrik dan GI. Sering terjadi turunnya tegangan suplai pada RTU baik itu pada suplai AC maupun DC tanpa sepengetahuan pihak PT. PLN (persero). Untuk mengatasinya dirancanglah alat monitoring ketersediaan suplai pada panel RTU Gardu Induk sisi 20kV yang hasil pemantauannya ditampilkan pada smartphone berbasis android. Alat ini akan mengukur dan memberikan indikasi suplai tegangan AC dan DC, dimana hasilnya akan ditampilkan pada aplikasi android secara berkala.
IMPLEMENTASI KONTROL ARUS PADA INVERTER SATU FASA MENGGUNAKAN DSPIC30F4011 DENGAN METODE KONTROL HYSTERESIS
Sandjojo, Ferry Aditya;
Setiawan, Iwan;
Andromeda, Trias
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1261.357 KB)
|
DOI: 10.14710/transient.7.1.327-333
Inverter merupakan perangkat yang umum digunakan sebagai konverter untuk mengubah tegangan DC ke AC. Aplikasi inverter yang sering dijumpai adalah pada sistem photovolaic yang tersambung dengan grid dimana kualitas arus keluaran inverter sangat berpengaruh terhadap kualitas daya, serta pada UPS dengan daya rendah hingga menengah dimana arus keluaran inverter harus dikontrol untuk meningkatkan performa UPS. Dibandingkan dengan inverter PWM open loop, inverter dengan kontrol arus memiliki beberapa keunggulan diantaranya respon sistem yang lebih cepat dan memiliki akurasi tinggi dalam pengontrolan. Salah satu metode yang umum digunakan untuk mengontrol arus keluaran inverter adalah kontroler arus histeresis, dimana arus keluaran inverter dan referensi yang diberikan dibandingkan dalam batas histeresis tertentu. Metode kontrol ini banyak digunakan karena sederhana, respon sistem yang cepat dan robust terhadap perubahan beban. Dalam penelitian ini, dirancang inverter satu fasa  Full Bridge dengan metode kontrol arus histeresis menggunakan mikrokontroler 16-bit DSPIC30F4011. Arus keluaran inverter diumpan-balikkan oleh sensor arus ACS712-05B. Pengujian dilakukan dengan rentang referensi arus sebesar 1 – 3 A pada variasi beban 4,6Ω dan 9,4Ω. Hasil pengujian menunjukkan gelombang arus keluaran inverter mampu mengikuti referensi arus yang diberikan. Rata-rata error pada arus keluaran inverter adalah 0,55 A untuk beban 4,6Ω dan 0,06 A untuk beban 9,4Ω.
Key account managament for resources sector team at markplus, inc
marthani, marthani;
Setiawan, Iwan
The Indonesian Journal of Business Administration Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : The Indonesian Journal of Business Administration
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The system to analyze and how to handle clients, in this case is key account, called Key Account Management System. The system which can help a sales person and marketer to be more systematically, understand their clients better and provide a holistic solution. This system can be applied partially or as a whole, depends on the classification of the clients. Key account management system in Resources Sector in MarkPlus,Inc, a leading marketing consulting firm which provide holistic solution for its clients by having a high competitive advantage and broad network internationally and locally. The reason why Resources sector needs a key account management system because pareto exists in the market, only a small number of company holds majority of market share. Therefore, retaining pareto accounts matter, these market leaders are typically large organization with complex decision making unit (DMU), they need complex solutions which require integrated offerings from professional services. The Resources sector also switch to downstream business therefore need to educate the employee about marketing because it is not just about production but also commercial with international standard.Key words : Resources sector, Key Account Management System, MarkPlus,Inc
ZONASI KARAKTERISTIK PENCEMARAN UNTUK PENYUSUNAN STRATEGI DAN POLA AKSI PENANGANAN SUNGAI MENUJU CITARUM HARUM (PEMETAAN DENGAN CITRA TEGAK RESOLUSI TINGGI)
Rohmat, Dede;
Setiawan, Iwan;
Affriani, Asri Ria
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : Indonesia University of Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/gea.v20i1.21719
 Pencemaran pada area Sungai Citarum memberikan dampak terhadap degradasi fungsi sungai. Masyarakat sekitar dan pemerintah memerlukan strategi khusus demi terjaganya kesesuaian dan keberlanjutan fungsi sungai. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui pola sistem drainase dan pembuangan limbah di sungai Citarum; (2) mengetahui pola pikir dan perilaku masyarakat tentang pentingnya menjaga peran Sungai Citarum untuk keberlangsungan kehidupan mendatang; dan (3) menentukan strategi penanganan pencemaran sungai Citarum. Pendekatan spasial, survei serta FGD (Forum Group Discussion) digunakan untuk mengkaji karakteristik pencemaran sebagai penyusun strategi serta pola aksi penanganan sungai menuju Citarum harum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai besar limbah dibuang langsung ke sungai melalui saluran-saluran drainase tanpa pengolahan terlebih dahulu. Sebagian besar belum terkoneksi dengan baik. Secara rill permasalahan prioritas di daerah kajian adalah tidak adanya: (1) lembaga/kelembagaan khusus untuk menangani masalah lingkungan; (2) sistem drainase yang terkoneksi dengan baik; (3) penanganan dan pengolahan limbah dan sampah yang baik dan tuntas; (4) sinerginisitas antar program berbasis lingkungan di tingkat desa; (5) kegiatan berbasis kemitraan pada tingkat satuan adminitratif terkecil/desa; (6) dukungan dana dan kemampuan rekayasa lingkungan. Oleh karena itu diperlukan perancangan kegiatan berbasis kemitraan antar stake holder atas nama masyarakat, yang berorientasi pada terbentuknya kemitraan yang kokoh dan mampu bekerja sinergi untuk membangun dan mengembangkan row model penanganan pencemaran Sungai Citarum.
REAKSI KARBOTERMIK NICKELIFEROUS SINTETIK DENGAN CAMPURAN BATUBARA SUBBITUMINOUS DAN SULFUR KADAR TINGGI
setiawan, iwan
Metalurgi Vol 34, No 3 (2019): Metalurgi Vol. 34 No. 3 Desember 2019
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (720.689 KB)
|
DOI: 10.14203/metalurgi.v34i3.487
Konsumsi nikel dunia semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan material nikel untuk energi, kontstruksi dan kimia. Padahal kandungan nikel dalam bijih semakin menurun. Sehingga perlu meningkatkan kadar nikel dalam bijih kadar rendah dengan berbagai metoda. Peningkatan konsentrasi nikel dapat dilakukan dengan reduksi selektif bijih kadar rendah yaitu nickeliferous. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar sulfur tinggi dan pengaruh waktu milling nilai recovery nikel dan besi. Reduksi dilakukan terhadap campuran dari nickeliferous sintetik, subbituminous, dan sulfur hasil dari proses milling. Nilai recovery unsur Ni dan Besi diuji oleh AAS pada fraksi magnetik. Pada variasi penambahan sulfur, nilai recovery nikel dan besi tertinggi berada pada sampel pada penambahan 34,5% sulfur. Sedangkan pada variasi waktu milling, nilai recovery nikel dan besi tertinggi berada pada sampel dengan penambahan 52% sulfur pada 20 ja milling. Berdasarkan hasil XRD diketahui bahwa puncak SiO2 masih muncul pada pencampuran sampel dengan cara di aduk mengunakan mortar. senyawa SiO2 serta semua jenis sampel tidak terdeteksi senyawa ferronickel (FeNi). Dari hasil pemetaan EDS, hampir semua jenis sampel memperlihatkan senyawa nikel sulfida (NiS).
MODEL USAHATANI KENTANG DI HULU DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) CITARUM (Studi Kasus di Koperasi Pertanian Pesantren Al-Fatah)
Andrini, Raissa Fidela;
Setiawan, Iwan
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 6, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Galuh Ciamis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (201.309 KB)
|
DOI: 10.25157/ma.v6i2.3236
Kertasari Subdistrict is the area with the largest critical land in Bandung Regency. Critical land is due to changes in the use of forest land into the cultivation of annual crops and settlements. The objective to be achieved in this research is to describe the seasonal farming model, namely potatoes in the upstream Citarum watershed which are cultivated continuously. The research design used in this research is qualitative and the research technique used is case study. The farming model in Kertasari Subdistrict is still conventional farming, which uses agricultural tools and uses human and animal power. Koppotran has his own land and rental land accompanied by conservation techniques on sloping land. Potato plants are actually not environmentally friendly because they damage the environment such as erosion and for reforestation Kopottran is doing intercropping with coffee plants and cleaning the Citarum watershed. The community must increase their awareness of environmental sustainability by reforestation around the settlement and Citarum watershed.
KESEJAHTERAAN PETANI PELAKU USAHATANI POLIKULTUR TERINTEGRASI DI KABUPATEN TASIKMALAYA
Nuryati, Rina;
Sulistyowati, Lies;
Setiawan, Iwan;
Noor, Trisna Insan
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Galuh Ciamis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (252.984 KB)
|
DOI: 10.25157/ma.v5i2.1968
Indonesia has the potential for extensive dry land (LK). These FIs are generally in critical status and are located in disadvantaged villages, most of which are managed by poor farmers who are unable to carry out conservation efforts, so that their conditions deteriorate. The pattern of agricultural development in accordance with the characteristics of FIs is integrated farming. Integrated farming has three main functions, namely improving welfare and encouraging economic growth, food security and maintaining environmental sustainability. The well-being of the farm family is the output of the resource management process and overcoming the problems faced by the farmer family. The study aims to determine the welfare of farmers who are UTPPT actors. Research method: survey of 250 farmers in Tasikmalaya Regency in a proportional random sampling manner. Data were analyzed by analysis of income structure and expenditure structure / consumption of farmer RT food, as well as the exchange rate of rural household income (NTPRP). The results of the study: the income of farmer households comes from the agricultural and non-agricultural sectors as well as from the income of family members. Revenues from the agricultural sector are obtained from polyculture farming (forestry, plantation, horticulture and food) and livestock business. The contribution of livestock business income is greater (37.99%) than polyculture farming (35.52%) and non-agricultural (26.49%) and family member income (7.91%). Income from UTPPT is the biggest contributor to farmer household income. A total of 71.46% of farmer families share the income from the agricultural sector> 80%. As many as 63.67% of farmers depend entirely on the agricultural sector. The share of food expenditure for farmer households is still quite high, 42.19% of farmer households spend between 60-80% and> 80% on food. NTPRP has a value of> 1, farmers experience a surplus which includes the category of prosperity.