Articles
IMPLEMENTASI PROGRAM PELAYANAN ADMINISTRASI TERPADU KECAMATAN PILOT PROJECT DI KABUPATEN ACEH BARAT
Nila Trisna;
Putri Kemala Sari;
Safrida Safrida
Jurnal Hukum Samudra Keadilan Vol 15 No 1 (2020): Jurnal Hukum Samudra Keadilan
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Samudra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (125.482 KB)
|
DOI: 10.33059/jhsk.v15i1.1987
Pelayanan publik adalah kegiatan yang berhubungan dengan memberikan pelayanan berupa jasa kepada masyarakat, persoalan yang sering muncul dalam pelayanan belum maksimalnya dengan permasalahan tersebut pemerintah berupaya untuk meningkatkan Pelayanan berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 tahun 2010 tentang Pedoman Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN). Pemerintah Aceh mengeluarkan Instruksi Gubernur Aceh nomor 01/INSTR/2011 tentang penerapan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) dalam wilayah Kecamatan Aceh khususnya Penelitian dilakukan tiga (3) Kecamatan Johan Pahlawan, Meureubo dan Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat. Namun dalam implementasi pelayanan PATEN masih belum terlaksana dengan baik.Metode yang digunakan secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori implementasi dan pelayanan. Adapun penentuan informan menggunakan teknik non probabillity sampling degan cara purposive sampling hal ini karena dalam penelitian kualitatif penentuan informan melihat kedalaman data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil penelitian yang dilakukan di tiga (3) Kecamatan yang menjadi Pilot Project PATEN di Kabupaten Aceh Barat belum berjalan seperti yang amanahkan di dalam UU PATEN.Hal ini terlihat masih ada keluhan masyarakat terkait dengan pelayanan PATEN di tingkat Kecamatan. Selama ini Kecamatan hanya melayani perizinan non perizinan sedangkan untuk perizinan belum dilakukan, bahkan masih ada kecamatan yang belum mengetahui akan program PATEN untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan
Public Services in Banyuwangi Regency, East Java, Indonesia in a Just and Civilized Humanity Perspective
Hary Priyanto;
Bambang Soepeno;
Edy Wahyudi;
Abubakar Eby Hara
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 4, No 4 (2021): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33258/birci.v4i4.3494
The implementation of public services must be ideal and uphold the dignity of the target community. Dissatisfaction due to the phenomenon of convoluted and slow service, reprisals by bureaucrats, siding with the interests of the applicant is known, and "underhand" payments indicate that public services in Banyuwangi Regency seem rigid, "take advantage of public needs," and do not meet the needs of the community. The phenomenon of service pathology can reduce the utilization of service facilities and trust in government performance.Bureaucrats must follow the principles of just and civilized humanity so thatplacing the community as the party served, not vice versa. Bureaucrats must guide public programs and provide clear pressure. The implementation of public services must be public oriented, not state oriented. Describe, analyze, and interpret the implementation of public services in Banyuwangi Regency according to perspectivejust and civilized humanity. Using a qualitative approach based on a constructive and participatory perspective. Primary data from interviews, secondary data from literature studies and regulations relevant to the object of research. Data analysis using the Atlas Ti 8.4.23, 2018. Public services in Banyuwangi Regency intersect with bureaucratic behavior that does not reflect the values of just and civilized humanity. Please just and civilized humanity important key in respecting the rights and obligations of the object and subject of service. Public service bureaucrats must be confident and consistent in the application of Pancasila values so that public services in Banyuwangi Regency remain effective despite experiencing an implementation deficit.
PENGARUH TEKNIK STORYTELLING DALAM LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN EMOTIONAL LITERACY SISWA (Studi Eskperimen terhadap Siswa Kelas III SDN Jatinegara Kaum 14 Pagi)
Nira Prihatin Nufus;
Retty Filiani;
Moch. Dimyati
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 5 No 1 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (238.301 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.051.10
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik storytelling dalam layanan bimbingan kelompok terhadap peningkatan emotional literacy siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas III SDN Jatinegara Kaum 14 Pagi pada bulan FebruariDesember 2015. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah PreEksperimental Design dengan bentuk one group pretest-posttest. Instrumen emotional literacy memiliki 45 item butir pernyataan yang valid dan memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,893. Hal tersebut menyimpulkan bahwa instrumen tersebut layak dan dapat dipergunakan dalam penelitian ini. Teknik analisis data yang digunakan dalam menguji hipotesis pada penelitian ini adalah Wilcoxon Match Pairs Test untuk membandingkan hasil pretest dan posttest. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh hasil asymp. Sig sebesar 0,012 yang berarti lebih kecil dari signifikansi α = 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yaitu terjadi peningkatan emotional literacy siswa kelas III SDN Jatinegara Kaum 14 Pagi secara signifikan setelah diberikan teknik storytelling dalam layanan bimbingan kelompok.
PENGARUH TEKNIK PERMAINAN BINGO DALAM LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL TERHADAP PEMAHAMAN SISWA MENGENAI JENIS-JENIS PEKERJAAN (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas XI IPS SMAN 40 Jakarta Utara)
Ratih Purwandari;
Kartika Hajati;
Mochammad Dimyati
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1 No 1 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (478.142 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.011.14
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik permainan bingo terhadap pemahaman siswa kelas XI IPS SMA Negeri 40 Jakarta mengenai jenis-jenis pekerjaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen jenis non-equivalent control group design.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes pemahaman mengenai jenis-jenis pekerjaan dan kuesioner rencana karir. Penghitungan validitas menggunakan point biserial diperoleh 56 butir valid dari 98 butir. Penghitungan indeks reliabilitas menggunakan rumus KR 20 diperoleh 0,9, maka instrumen reliabel.Penghitungan hipotesis dengan menggunakan rumusuji-t separated varians.Teknik analisis data menggunakan uji-t pada taraf signifikan 0,05,sebelumnya terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data dengan menggunakan rumus chi kuadrat dan uji homogenitas dengan menggunakan rumus uji-F. Hasil uji normalitas dan hasil uji homogenitas dari data pre-test dan post-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol adalah berdistribusi normal dan berdistribusi homogen. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa diperoleh thitung = 7,45 dengan menggunakan taraf signifikan α = 0,05 diperoleh ttabel = 1,671, maka thitung = 7,45 >ttabel = 1,671. Hal ini berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara teknik permainan bingo dalam bimbingan klasikal terhadap pemahaman siswa mengenai jenisjenis pekerjaan.Penelitian ini berimplikasi bahwa teknik permainan bingo sebgai salah satu metode pembelajaran dalam layanan bimbingan klasikal untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai jenis-jenis pekerjaan.
REGULASI DIRI DALAM BELAJAR PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 83 JAKARTA UTARA
Nurhasanah Nurhasanah;
Moch. Dimyati;
Meithy Intan Rukia Luawo
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 2 No 1 (2013): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (303.87 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.021.12
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mengenai tingkat regulasi diri dalam belajar pada siswa kelas XI SMA Negeri 83 Jakarta Utara. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 83 Jakarta Utara, dengan sampel siswa kelas XI yang berjumlah 125 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Uji coba instrumen dalam penelitian ini adalah uji validitas butir dan uji reliabilitas. Kuesioner memiliki 120 butir pernyataan. Setelah diujicobakan terdapat 70 butir yang valid dan 50 butir yang tidak valid. Uji validitas instrumen penelitian dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment Pearson pada taraf signifikan 5% dengan r tabel 0,176. Sedangkan, uji reliabilitas instrumen menggunakan rumus Alpha Cronbach dan diperoleh hasil 0,917 yang artinya reliabel dan layak digunakan untuk mengadakan penelitian. Hasil data menunjukkan bahwa skor rata-rata regulasi diri dalam belajar pada siswa kelas XI SMA Negeri 83 Jakarta Utara sebesar 175. Siswa kelas XI SMA Negeri 83 Jakarta Utara yang dikategorisasikan memiliki tingkat regulasi diri dalam belajar tinggi sebanyak 76%. Siswa yang dikategorisasikan memiliki tingkat regulasi diri dalam belajar sedang sebanyak 24%, dan tidak ada siswa yang memiliki tingkat regulasi diri dalam belajar rendah. Implikasi hasil penelitian ini yaitu guru pembimbing dapat mengetahui gambaran regulasi diri dalam belajar pada siswanya, yang sebagian besar siswa memiliki tingkat regulasi diri dalam belajar yang tinggi. Dengan demikian guru pembimbing akan mengarahkan siswanya dalam menerapkan strategi self regulated learning melalui kegiatan layanan bimbingan klasikal maupun bimbingan kelompok, dan siswa dapat meningkatkan motivasi belajarnya serta mencapai prestasi belajarnya secara optimal.
SURVEI MINAT MENJADI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING PADA MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING ANGKATAN 2008 FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Okta Paul Intan;
Moch. Dimyati;
Happy Karlina Marjo
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 2 No 1 (2013): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (364.302 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.021.13
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran minat menjadi guru Bimbingan dan Konseling pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Angkatan 2008 FIP UNJ. Penelitian dilakukan di lingkungan jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode survei dan pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dianalasis dengan menggunakan statistik deskriptif distribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat menjadi guru Bimbingan dan Konseling pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Angkatan 2008 FIP UNJ dalam kategori sedang, maka diperlukan upaya agar mahasiswa dapat meningkatkan kondisi tersebut dengan cara penyelarasan antara teori dan keterampilan dengan minat menjadi guru Bimbingan dan Konseling, melalui mata kuliah yang terkait dengan karakteristik kepribadian guru Bimbingan dan Konseling dan kompetensi guru Bimbingan dan Konseling.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SISWA MEMILIH JURUSAN IPA PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 72 JAKARTA
Yuriani Rinni Allolayuk;
Theodorus Immanuel Setiawan;
Moch. Dimyati
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 2 No 2 (2013): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (389.508 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.022.19
Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan /menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi siswa dalam memilih jurusan IPA kelas XI IPA di SMA Negeri 72 Jakarta, meliputi faktor internal dan eksternal. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 38 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket dan dianalisis dengan menggunakan analisa deskriptif. Keseluruhan perhitungan menunjukkan dari 38 responden yang diteliti, diperoleh hasil bahwa faktor yang mempengaruhi siswa memilih jurusan IPA di SMA dipengaruhi oleh faktor internal, mean 78,53. dan faktor eksternal mean 35,16. Implikasi dari penelitian ini, siswa diharapkan lebih mengenali potensi dirinya agar tepat dalam memilih jurusan.
EMPATI MAHASISWA ETNIS BETAWI PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING PADA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Chandra Jon Trafolta;
Moch. Dimyati;
Awaluddin Tjalla
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4 No 1 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (323.062 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.041.02
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran empati mahasiswa etnis Betawi program studi Bimbingan dan Konseling pada beberapa Universitas di DKI Jakarta. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan jenis penelitian survey. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 mahasiswa etnis Betawi program studi Bimbingan dan Konseling dari 4 Universitas di DKI Jakarta; Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Katolik Atma Jaya, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA), dan Universitas Islam Assafi’iyah. Instrumen yang digunakan adalah instrumen Empati dari Darrick Jollife dan David P Farrington (2006) dengan r = 0,857. Pengujian instrumen diolah dengan menggunakan SPSS 17.0.Uji Validitas dari 20 butir pernyataan terdapat 17 butir pernyataan yang valid dan 3 butir pernyataan yang tidak valid.Butir-butir pernyataan yang tidak valid di revisi dan diperbaiki redaksinya menjadi pernyataan baru. Hasil penelitian empati mahasiswa etnis Betawi program studi Bimbingan dan Konseling berada pada kategori tinggi sebesar 73%, pada kategori sedang diperoleh sebanyak 27%, sedangkan pada kategori rendah diperoleh 0%. Berdasarkan hasil yang didapatkan, bahwa sebagian besar empati mahasiswa etnis Betawi Bimbingan dan Konseling berada pada kategori tinggi.Implikasi dalam penelitian ini adalah untuk mahasiswa yang berada pada ketegori sedang, untuk lebih meningkatkan empatinya, yaitu dengan memanfaatkan media seperti televisi, ataupun film yang mengandung unsur-unsur empati.Dengan melihat langsung melaui film dapat menumbuhkan secara lansung perasaan empati kita pada film tersebut, dan bagaimana kita merespon atau memandangnya.
PENGARUH PELATIHAN ASERTIF UNTUK MENINGKATKAN ASERTIVITAS TERHADAP PENYALAHGUNAAN NARKOBA (Single Subject Research Anak didik di Lapas Anak Pria Tangerang)
Herli Hartati;
Moch. Dimyati;
Herdi Herdi
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4 No 1 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (366.956 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.041.07
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data mengenai pengaruh pelatihan asertif untuk meningkatkan asertivitas terhadap penyalahgunaan narkoba, dengan satu responden yaitu anak didik dengan kasus penyalahgunaan narkoba. Responden diambil dengan pertimbangan dan tujuan tertentu. Penelitian ini menggunakan metode Single Subject Research dengan menggunakan desain A-B. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan perilaku asertif dengan melakukan latihan asertif yang telah diterapkan kepada anak didik dalam waktu empat belas hari. Anak didik tersebut dapat meningkatkan asertivitas baik verbal maupun non verbal dengan langkah-langkah yang terdapat dalam latihan asertif. Teknik ini dapat dilaksanakan dengan baik oleh anak didik, diasumsikan anak didik mampu dan memiliki keberanian dalam meningkatkan asertivitas terutama dalam penyalahgunaan narkoba. Hal tersebut terbukti dalam penelitian Single Subject Research yang telah dilakukan oleh peneliti, bahwa pentingnya memiliki perilaku asertif dalam kehidupan sehari-hari dan terutama pada usia remaja.
UNJUK KERJA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PERSPEKTIF SISWA (Studi Survei Terhadap Siswa di SMK Al-Muhtadin Depok)
Muhamad Syauqi;
Moch. Dimyati;
Herdi Herdi
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4 No 1 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (365.024 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.041.11
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perspektif siswa SMK Al-Muhtadin Depok terhadap kinerja guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dengan menggunakan metode deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi dengan jumlah populasi sebanyak 630 orang. Teknik penarikan sampel yang di gunakan adalah teknik probability sampling dengan memakai Simple Random Sampling sampel acak dengan sampel berjumlah 63, yang terbagi dari kelas X, XI, dan XII, dengan jumlah masing-masing kelas sebanyak 21 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen kompetensi unjuk kerja guru Bimbingan dan Konseling/Konselor. Pengujian validitas instrumen diolah menggunakan Ms. Ecxel. Di dalam uji Validitas terdapat 28 butir pernyataan, dimana 21 butir pernyataan adalah valid, pernyataan tidak valid sebanyak 7 butir. Butirbutir pernyataan yang tidak valid tidak dipakai dalam instrumen karena sudah terwakili oleh item lainnya. Uji reliabilitas menunjukkan hasil 0.9398, yang berarti bahwa reliabilitas instrumen mengenai kompetensi kinerja guru bimbingan dan konseling/konselor sangat dipercaya. Berdasarkan data yang didapatkan, unjuk kerja guru Bimbingan dan Konseling/Konselor berada pada kategori tinggi sebesar 3,17 % (2 siswa), kategori sedang mencapai angka 73,01% (46 siswa), sedangkan pada kategori rendah menunjukkan sebesar 23.08 % (15 siswa). Dengan demikian diketahui bahwa kompetensi unjuk kerja guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dilihat dari perspektif siswa SMK Al-Muhtadin Depok berada pada kategori Sedang, dalam katagori ini dampak kepada unjuk kerja guru dalam perspektif siswa ialah terkadang guru bimbingan dan konseling/konselor hanya memperhatikan perkembangan fisiologis dan psikologis serta prilaku peserta didik yang melanggar peraturan sekolah.Untuk itu dianjurkan guru bimbingan dan konseling/konselor dapat meningkatkan perkembangan kompetensinya agar dapat menunjukan ekspektasi kinerja secara profesional dengan mengikuti workshop yang di adakan oleh MGBK (musyawarah guru bimbingan dan konseling) di setiap perwakilan daerah.